7 Rekomendasi Perlengkapan Freediving Bagi Recreational Freediver

7 Rekomendasi Perlengkapan Freediving Bagi Recreational Freediver

Creator Image
Taufan Gio
Travel & lifestyle blogger
  • Aqua Lung
    Sphera


    Taufan Gio

    Aqualung Sphera termasuk freediving gear paling populer karena berdesain low volume atau low profile. Artinya, masker yang dikenakan akan menempel lebih dekat ke wajah. Berkat itu, volume udara akan lebih sedikit sehingga tekanan ke wajah ketika menyelam makin dalam lebih sedikit pula. 

    Selain itu, proses ekualisasinya juga lebih cepat, khususnya ketika hendak mengeluarkan air yang merembes. Kelebihan lain produk ini ialah bidang pandang luas hingga 180 derajat. Di sisi lain, lensa mask berlekuk ini juga bisa menciptakan distorsi, walaupun sebenarnya hal ini tergantung level kenyamanan masing-masing penyelam. Bagi saya pribadi, hal ini tak begitu mengganggu.

    Lalu, sesuaikan juga mask pilihan kalian dengan bentuk hidung. Bagi beberapa orang asing berhidung mancung, mask ini kadang terasa sesak di hidung. Namun, saya yakin hidung orang Indonesia pada umumnya tak akan bermasalah dengan mask ini.
  • Omer
    Zoom


    Taufan Gio

    Snorkel sebenarnya bukan atribut wajib bagi saya ketika sedang menyelam bebas vertikal. Namun, sebenarnya hal ini tergantung preferensi masing-masing penyelam. Bagi saya, freediving snorkel juga dapat membantu untuk kegiatan horizontal, misalnya snorkeling sambil sesekali menyelam bebas. Snorkel yang baik akan secara otomatis menutup jalur udara tatkala kita menyelam. 

    Karena itu, saya merekomendasikan produk Omer Zoom sebagai salah satu pilihan freediving snorkel karena berbentuk menyerupai huruf J. Bentuk ini berfungsi agar kita lebih fleksibel saat menyelam. Snorkel tipe Omer Zoom Pro Soft bahkan bisa dilipat.

    Bagi yang ingin tampil beda, kalian bisa pilih snorkel versi bening sehingga nyaris tak terlihat di dalam air. Tips dari saya, sebaiknya pilih snorkel yang salah satu bagian ujungnya berwarna terang. Kalian juga bisa mengakalinya dengan menempelkan duct tape warna cerah. Hal ini bertujuan supaya kalian lebih mudah terlihat dalam kondisi laut keruh atau bergelombang.
  • Cressi
    Apnea Man Wetsuit


    Taufan Gio

    Baju menyelam bagi freediver biasanya berbahan dasar open-cell neoprene, yaitu karet sintetis yang lebih elastis, hangat, dan tahan lama. Ciri lainnya, baju ini biasanya terdiri atas dua potong, yaitu atasan dan bawahan, serta tanpa ritsleting. Beberapa freediver juga mengunakan hood atau penutup kepala.

    Ketebalan pakaian selam ini bervariasi. Penyelam bebas pemula cukup memakai rash guard atau lycra setebal 1 mm saja untuk penyelaman di laut tropis dangkal. Namun, jika punya anggaran lebih, sebaiknya kalian membeli wetsuit Cressi Apnea setebal 3,5 mm ini. Wetsuit ini cocok digunakan di air dalam dan bersuhu 24-30 derajat celsius. 

    Wetsuit Cressi ini punya beberapa ketebalan sesuai kebutuhan. Alternatif wetsuit lainnya adalah base layer keluaran Waldos atau Tiento dengan range harga jauh lebih terjangkau. Namun, sebaiknya pemakaian base layer ini hanya untuk penyelaman di perairan dangkal, misalnya laut tropis berkedalaman 3-5 meter.
  • Mares
    Puck Pro +


    Taufan Gio

    Jam tangan selam atau dive computer bukanlah aksesori semata. Ia mendukung aktivitas selam, seperti menunjukkan kedalaman, lamanya waktu di dalam air, dan lainnya. Kondisi di dalam air memang tak dapat dipastikan. Karena itu, selain ditemani seorang dive buddy, penggunaan dive computer juga sangat disarankan bagi tiap penyelam bebas.

    Produk Mares Puck Pro + ini punya kemampuan display hingga kedalaman maksimal 150 meter. Saya suka desainnya yang stylish dengan pilihan warna menarik. Selain itu, penggunaannya pun mudah, yaitu hanya dengan satu tombol pintar. 

    Alternatif dive computer lainnya adalah merek Pyle Snorkelmaster dengan harga berkisar satu juta rupiah. Namun, fungsinya terbatas. Jika kita hanya membutuhkan catatan waktu dan kedalaman menyelam, merek Pyle Snorkelmaster adalah opsi yang sesuai, terutama bagi penyelam bebas rekreasional.
  • Problue
    Rubber Weight Belt


    Taufan Gio

    Tiap penyelam butuh pemberat agar dapat turun ke dalam air dan tetap stabil berada di kedalaman. Pemakaian pemberat saat freediving harus menghasilkan buoyancy netral di kedalaman sekitar 10 meter. Rumus sederhana untuk menentukan jumlah pemberat timah adalah 10% dari berat badan penyelam. 

    Sabuk pemberat freediver haruslah berbahan karet karena elastis. Bahan ini juga dapat menyesuaikan dengan lingkar pinggang ketika ukuran tubuh berubah akibat dekompresi saat menyelam bebas. Pilihlah buckle yang tahan karat dan mudah untuk dilepaskan dalam kondisi apa pun. Problue Rubber Weight Belt termasuk merek populer. Pastikan saja untuk memilih yang berbahan karet dengan buckle baja.

    Selain pemberat berbentuk sabuk, beberapa penyelam bebas lebih memilih menggunakan pemberat yang dikenakan di leher. Pemberat ini dapat membantu menyeimbangkan distribusi berat tubuh. Terdapat juga pemberat berbentuk rompi yang umumnya dikenakan dalam aktivitas spearfishing.
  • Mares
    Razor Pro


    Taufan Gio

    Freediver harus bergerak seminim mungkin di dalam air supaya oksigen dalam tubuh tak cepat habis. Di sisi lain, mereka harus mempunyai gerakan efisien seperti kayuhan kaki yang bisa membuat tubuh melaju. Itulah fungsi freediving fin yang siripnya lebih panjang dan bermaterial lebih keras dari fin reguler. 

    Kali pertama melihat freediving fin, saya menganggap bentuknya aneh dan kaku. Namun ternyata, fin ini akan menjadi lentur di dalam air dan punya banyak power untuk membantu mengayuh laju sang penyelam sekaligus bermanuver. 

    Mares Razor Pro ini berbobot ringan dan berbahan kuat dengan blade yang bisa ditukar dengan bahan atau motif lain. Desainnya adalah hasil rancangan ahli podology Italia. Desain fin bukan cuma soal style, tetapi juga kenyamanan penyelam saat memakainya. Percayalah, fin ini tampak photogenic di dalam air seperti ekor ikan koi.
  • Leaderfins
    Hyper Carbon Monofin with Neoprene Socks


    Taufan Gio

    Monofin bisa dibilang sebagai ekor ikan karena bentuknya yang mirip. Namun, jika kalian mencarinya di marketplace, biasanya yang muncul adalah fin putri duyung warna-warni. Sementara, monofin yang sebenarnya biasanya berwarna gelap, berbahan karbon, dan berukuran lebih besar dan lebar. Karena itu, harap teliti sebelum membeli.

    Saya benar-benar merasa seperti ikan saat menggunakan monofin. Sekali kayuh, ia bisa menghasilkan daya laju besar. Namun, di sisi lain, ia juga mengurangi kemampuan bermanuver. Karena itu, monofin lebih cocok dipakai untuk penyelaman lurus vertikal atau horizontal. Ia kurang pas dipakai untuk menyelam ke sana kemari saat menikmati pemandangan bawah air.

    Monofin memang termasuk gear premium, tetapi kualitasnya tentu sepadan dengan harga. Siripnya multilapis dan dilengkapi dengan foot pockets karet yang lembut. Merek lain terlalu mahal? Masih ada monofin dengan harga lebih terjangkau, lho. Pilih saja merek terpercaya seperti Leaderfins ini.

favlist dari Taufan Gio

7 Rekomendasi Produk Men's Grooming untuk Traveler Pria
7 Rekomendasi Produk Men's Grooming untuk Traveler Pria
Creator Image
Taufan Gio
Travel & lifestyle blogger