favlist
Creator Image
Stefani Dorotea
Fragrance enthusiast
10 Rekomendasi Parfum Clean untuk Cuaca Panas

10 Rekomendasi Parfum Clean untuk Cuaca Panas

Sebagai seorang fragrance enthusiast, saya cukup sering menerima pertanyaan seputar parfum: “Parfum apa yang cocok digunakan saat cuaca sedang panas?”. Nah, melalui artikel ini, saya ingin membagikan 10 rekomendasi parfum yang cocok dipakai saat cuaca panas. Pilihannya bervariasi, mulai dari parfum lokal hingga parfum niche dari merek global. Aromanya pun beragam, dari floral yang menyegarkan hingga vanilla yang tetap nyaman di udara panas.
  • Usual Scentlab
    Bergamore
    Rp261.620

    Tidak semua pria menyukai parfum dengan aroma woody, spicy, atau aquatic seperti yang umumnya ditemukan pada parfum berlabel pour homme. Salah satunya adalah suami saya. Untuk pria yang mencari parfum harian yang ringan dan segar—misalnya untuk dipakai ke kantor—Bergamore by Usual Scentlab bisa menjadi pilihan yang patut dicoba.

    Aromanya dominan citrus segar dari notes bergamot, sehingga bagi Anda yang kurang menyukai wangi citrus, parfum ini mungkin terasa kurang cocok. Di kulit saya, aroma Bergamore juga memberikan sedikit nuansa wangi teh, meskipun tidak terlalu menonjol.

    Untuk ketahanan, selama dua jam pertama saya masih bisa mencium jejak wanginya saat suami memakai parfum ini. Namun setelah itu, aromanya mulai memudar, terutama di kulit. Menariknya, parfum ini cenderung lebih tahan lama ketika disemprotkan ke pakaian dibandingkan ke kulit.
  • Parfums de Marly
    Valaya Exclusive
    Rp5.850.000

    Parfum ini memiliki karakter clean, citrusy, dan powdery, namun tetap menghadirkan sentuhan manis yang seimbang. Bagi saya, wanginya mengingatkan pada handuk hotel yang baru saja dicuci—masih hangat, lembut saat disentuh, dan terasa bersih. Kehangatan aroma tersebut diperkaya dengan wangi manis dari notes almond yang memberi nuansa nyaman sekaligus elegan.

    Biasanya, parfum dengan aroma clean citrusy tidak terlalu tahan lama. Namun, Valaya Exclusif adalah pengecualian. Di kulit saya, parfum ini mampu bertahan lebih dari 10 jam. Tak hanya itu, sillage dan projection-nya pun luar biasa. Bisa dibilang, parfum ini termasuk dalam kategori yang sedang populer dengan istilah “darderdor”—karena wanginya menyebar dengan kuat ke segala arah.

    Bagi Anda yang menyukai parfum dengan performa tinggi namun tetap mengusung wangi yang aman dan tidak berlebihan, Valaya Exclusif bisa menjadi pilihan yang sangat layak dipertimbangkan.
  • N.co
    Snowflake
    Rp34.200

    Awalnya, saya sempat meremehkan parfum seharga Rp30 ribuan ini. Saya kira aromanya akan terlalu sederhana dan terkesan pasaran, seperti wangi yang biasa saya temukan di parfum-parfum supermarket. Ternyata, saya salah besar.

    Hal pertama yang menarik perhatian saya justru adalah nama parfumnya: Snowflake. Dari namanya, saya berharap akan ada sensasi dingin saat disemprotkan—dan benar saja, parfum ini berhasil memberikan sensasi tersebut!

    Kombinasi aroma white floral, vanilla, dan tonka bean menciptakan kesan creamy yang lembut. Uniknya, saat disemprotkan ke kulit, saya benar-benar merasakan efek dingin yang menyegarkan di hidung. Baik dari segi aroma maupun pengalaman penggunaannya, parfum ini terasa sangat unik dan bahkan terkesan “mahal” jika dibandingkan dengan harganya yang sangat terjangkau.
  • Moen
    Clouds
    Rp388.000

    Cloud by Moen adalah salah satu rilisan parfum lokal yang menurut saya cukup unik dan cocok dikenakan saat cuaca panas. Parfum ini membuka aroma dengan kesan floral dan powdery, kemudian muncul nuansa seperti aroma sayuran wortel yang memberikan efek vegetal yang segar. Saat memasuki fase dry down, karakter wanginya berubah menjadi lebih green dan musky.

    Parfum ini sering menjadi pilihan saya ketika sedang bingung ingin memakai parfum apa, atau saat saya membutuhkan aroma yang aman dan tidak mengganggu orang di sekitar. Wanginya yang ringan dan airy membuat parfum ini cocok dipakai dari pagi hingga malam, termasuk untuk ke kantor. Karakternya yang tidak ofensif sangat nyaman digunakan dalam berbagai suasana.
  • Juliette Has a Gun
    Lipstick Fever
    Rp1.750.000

    Aroma iris yang sering diasosiasikan dengan wangi lipstick bullet atau produk makeup memang sedang naik daun belakangan ini. Banyak yang mulai mengoleksi parfum dengan karakter lipsticky yang khas dan elegan. Lipstick Fever by Juliette Has a Gun adalah parfum lipsticky pertama dalam koleksi saya.

    Menariknya, wangi yang ditawarkan tidak semata-mata menyerupai aroma lipstik, melainkan diperkaya dengan sentuhan fruity dari notes raspberry. Menurut saya, wanginya terasa menyegarkan dan sangat cocok digunakan di siang hari yang panas dan lembap.

    Meski mengandung raspberry, parfum ini tidak memberikan kesan kekanak-kanakan. Justru, notes raspberry memberikan nuansa yang fun dan manis, namun tetap terkesan dewasa berkat perpaduan dengan aroma iris dan patchouli di dalamnya.
  • Bon Parfumeur
    104
    Rp2.850.000

    Biasanya, saya kurang menyukai aroma parfum yang cenderung maskulin. Namun, 104 by Bon Parfumeur justru terasa sangat bisa diterima dan nyaman digunakan untuk sehari-hari. Aromanya bisa dikategorikan sebagai green spicy woody—tipe parfum yang umumnya lebih banyak diminati oleh pria.

    Di kulit saya, wanginya seperti embun pagi yang membasahi dedaunan di kawasan hutan wisata, dingin dan menyegarkan. Itulah alasan mengapa saya suka mengenakan parfum ini di siang hari yang panas. Nuansa segarnya memberikan sensasi yang menenangkan.

    Jika suatu waktu saya merasa aromanya terlalu maskulin untuk digunakan sendiri, saya biasanya mencampurnya dengan parfum beraroma light vanilla untuk menambahkan sedikit sentuhan manis yang lebih ringan dan feminin.
  • Bon Parfumeur
    101
    Rp620.000

    Bayangkan aroma toner air mawar yang segar, itulah kesan pertama yang langsung muncul di benak saya saat mencium wangi 101 by Bon Parfumeur. Aromanya terasa girly namun tetap kalem, dengan sentuhan powdery yang muncul di fase dry down.

    Parfum ini punya karakter feminin dan menenangkan, cocok digunakan untuk lunch date di mal atau piknik cantik bersama teman-teman di sore hari sambil menunggu matahari terbenam. Wanginya juga tergolong versatile, sehingga bisa dipakai dari pagi hingga sore tanpa terasa berlebihan.

    Untuk performa, di kulit saya parfum ini tergolong moderat. Wanginya bertahan sekitar 4 jam, dan setelah itu perlu disemprot ulang jika ingin kembali terasa dengan jelas.
  • Heich Home
    Brazilian Summer
    Rp125.000

    Biasanya, wangi vanilla cenderung dihindari saat cuaca panas karena dikhawatirkan memberikan kesan yang terlalu manis dan enek. Namun, hal ini tidak berlaku untuk Brazilian Summer by Heich Home. Parfum ini menghadirkan aroma vanilla yang seimbang, tidak terlalu manis, dan justru terasa segar serta nyaman digunakan saat udara panas.

    Perpaduan aroma coconuty, sentuhan nutty dari notes pistachio, dan nuansa aroma pantai dari notes salt menjadikannya unik dan menyegarkan. Wanginya memberi kesan santai seperti sedang liburan di tepi pantai tropis.

    Untuk ketahanan, tentu akan berbeda pada setiap orang tergantung jenis kulit dan kondisi lingkungan. Pada kulit saya, parfum ini bertahan sekitar 4 jam. Kemasannya yang ringkas juga menjadi nilai tambah, karena mudah dibawa di dalam tas dan praktis untuk digunakan ulang (respray) kapan saja.
  • Glimmer
    Elaya
    Rp288.000

    Glimmer by Elaya adalah salah satu parfum yang bisa disebut no brainer bagi saya alias parfum andalan yang selalu saya pilih saat sedang bingung ingin memakai parfum apa. Di kulit saya, aromanya cenderung powdery seperti bedak, dengan sentuhan musky, dan sedikit nuansa wangi seperti uap nasi yang baru matang, namun tetap ringan dan tidak berlebihan.

    Aroma seperti ini terasa netral dan tidak mencolok, sehingga cocok digunakan di berbagai suasana. Karakter wanginya yang kalem membuat parfum ini ideal sebagai parfum harian, termasuk untuk dipakai bekerja dari jam 9 pagi hingga 5 sore, tanpa khawatir mengganggu penciuman orang di sekitar.

    Dari segi kemasan, botolnya memberikan kesan mewah. Saat dipajang di meja kantor pun, tidak akan terlihat seperti parfum lokal dengan harga yang sebenarnya hanya di kisaran Rp200 ribuan.
  • Diptyque
    Leau Papier
    Rp2.075.000

    Parfum dengan aroma kalem, menenangkan, dan menyegarkan memang selalu menjadi pilihan saya untuk dikenakan saat cuaca panas, dan L'eau Papier by Diptyque adalah salah satunya.

    Menurut saya, wangi parfum ini menggambarkan sosok perempuan dewasa yang tenang, rapi, dan elegan. Bayangkan seseorang dengan penampilan bersih, mengenakan pakaian bernuansa monokrom, dan aura yang sleek namun sederhana. Di hidung saya, aroma L'eau Papier mengingatkan pada uap hangat yang keluar dari magic com saat nasi sedang dimasak, kedengarannya mungkin aneh, tapi percayalah, aromanya sangat menyenangkan.

    Aroma bunga mimosa memberikan sentuhan powdery yang lembut, berpadu dengan nuansa creamy yang menambah kedalaman karakter parfum ini. Meskipun bukan tipe parfum dengan aroma yang langsung menyergap atau mencolok, L'eau Papier justru punya performa yang mengejutkan. Di kulit saya, ketahanannya mencapai sekitar 8 jam, cukup impresif untuk parfum berkarakter halus seperti ini.