Clara Ng dan Icha RahmantiPintu HarmonikaRp25.000
Clara Ng dan Icha Rahmanti
Rp25.000Pintu Harmonika
Pintu Harmonika ini bercerita tentang tiga remaja, yaitu Rizal Lee, Juni, dan David. Rizal Lee adalah siswa populer yang juga seorang blogger dan selebtwit remaja. Juni adalah anak pintar korban perundungan yang setelah pintar bela diri justru menjadi anggota geng yang suka merundung adik kelas. Sedangkan, David si penggemar komik Detektif Conan adalah anak tunggal dari seorang ibu tunggal pemilik toko kue.
Mereka bertiga hidup bertetangga di sebuah kompleks rumah pertokoan (ruko). Meski berbeda usia, mereka bertiga dipersatukan oleh sebuah surga. Surga itu adalah sebuah tanah kosong yang berada di belakang ruko mereka. Tempat ini membuat mereka merasa nyaman, bebas, aman, juga terlindungi. Di tempat inilah persahabatan mereka terjalin semakin erat bagaikan saudara.
Sampai akhirnya, tebersit kabar bahwa tanah kosong itu akan dijual oleh pemiliknya. Karena tidak ingin kehilangan surga, Rizal dan Juni berusaha mempertahankannya dengan taktik yang dipikirkan oleh David. Di saat yang bersamaan, bisnis sablon ayah Juni nyaris bangkrut akibat perundungan yang dilakukan Juni dan teman-temannya kepada adik kelas mereka.
Pencitraan Rizal sebagai anak orang kaya pun terbongkar saat gadis yang ditaksirnya datang ke kompleks ruko mereka dan mendapati Rizal hanyalah anak pemilik toko kelontong. Sementara itu, David hanya bisa memandangi perjuangan "kakak-kakak"-nya dari jendela kamarnya. Lalu, berhasilkah mereka mempertahankan surga itu sekaligus mengatasi konflik yang mereka alami?
Ditulis dalam empat POV, buku ini menyuguhkan cerita tentang masalah yang umum dialami remaja. Masalah-masalah tersebut adalah pencitraan, perundungan, perasaan ingin diterima oleh teman, konflik dengan orang tua, serta keinginan untuk memiliki tempat yang aman dan keluarga yang hangat.
Tema persahabatan dan keluarga dalam buku ini sangat erat sekali dengan kehidupan remaja di dunia sosial media seperti sekarang. Saya merasa Clara Ng dan Icha Rahmanti menuliskannya dengan bagus sekali dengan plot twist yang mengejutkan.
Mereka bertiga hidup bertetangga di sebuah kompleks rumah pertokoan (ruko). Meski berbeda usia, mereka bertiga dipersatukan oleh sebuah surga. Surga itu adalah sebuah tanah kosong yang berada di belakang ruko mereka. Tempat ini membuat mereka merasa nyaman, bebas, aman, juga terlindungi. Di tempat inilah persahabatan mereka terjalin semakin erat bagaikan saudara.
Sampai akhirnya, tebersit kabar bahwa tanah kosong itu akan dijual oleh pemiliknya. Karena tidak ingin kehilangan surga, Rizal dan Juni berusaha mempertahankannya dengan taktik yang dipikirkan oleh David. Di saat yang bersamaan, bisnis sablon ayah Juni nyaris bangkrut akibat perundungan yang dilakukan Juni dan teman-temannya kepada adik kelas mereka.
Pencitraan Rizal sebagai anak orang kaya pun terbongkar saat gadis yang ditaksirnya datang ke kompleks ruko mereka dan mendapati Rizal hanyalah anak pemilik toko kelontong. Sementara itu, David hanya bisa memandangi perjuangan "kakak-kakak"-nya dari jendela kamarnya. Lalu, berhasilkah mereka mempertahankan surga itu sekaligus mengatasi konflik yang mereka alami?
Ditulis dalam empat POV, buku ini menyuguhkan cerita tentang masalah yang umum dialami remaja. Masalah-masalah tersebut adalah pencitraan, perundungan, perasaan ingin diterima oleh teman, konflik dengan orang tua, serta keinginan untuk memiliki tempat yang aman dan keluarga yang hangat.
Tema persahabatan dan keluarga dalam buku ini sangat erat sekali dengan kehidupan remaja di dunia sosial media seperti sekarang. Saya merasa Clara Ng dan Icha Rahmanti menuliskannya dengan bagus sekali dengan plot twist yang mengejutkan.
