UniqloJaket Parka Reversible Rp599.000
Uniqlo
Rp599.000Jaket Parka Reversible
Pemilihan jaket untuk touring tidak boleh sembarangan karena jaket berfungsi untuk melindungi tubuh kita dari panas matahari dan angin. Lama perjalanan dan waktu kita touring sangat menentukan jenis jaket yang akan kita pakai. Untuk perjalanan dekat selama 2-4 jam, jaket Uniqlo dua sisi ini sudah cukup untuk melindungi tubuh kita.
Jaket ini sangat ringan dipakai, tidak membuat kita kepanasan saat dipakai siang hari, dan cukup baik melindungi tubuh dari angin saat udara dingin. Kelebihan lain dari jaket ini adalah tidak kusut meski dimasukkan ke dalam tas kecil selama berjam-jam. Saya sendiri memilih mengenakan Jaket Parka Reversible untuk laki-laki karena ukurannya lebih besar dan panjang dibandingkan versi perempuan.
Namun, dalam perjalanan jauh lebih dari 4 jam yang dilakukan di malam hari atau sebelum matahari terbit, saya sangat merekomendasikan untuk melapisinya dengan jaket lain. Tujuannya adalah agar dada kita terlindungi dari angin kencang bersuhu dingin. Carilah jaket tipe wind breaker, misalnya dari Eiger.
Percayalah, saya pernah menggunakan satu jaket saja saat touring ke Lampung. Saat perjalanan pulang, saya langsung sulit bernapas dan napas saya jadi pendek-pendek. Saat itu, suami langsung melepas rompi pelindung dada dan memaksa saya menggunakannya. Setelah kejadian itu, saya tidak pernah pakai jaket satu lapis lagi saat melakukan touring berdurasi lama.
Jaket ini sangat ringan dipakai, tidak membuat kita kepanasan saat dipakai siang hari, dan cukup baik melindungi tubuh dari angin saat udara dingin. Kelebihan lain dari jaket ini adalah tidak kusut meski dimasukkan ke dalam tas kecil selama berjam-jam. Saya sendiri memilih mengenakan Jaket Parka Reversible untuk laki-laki karena ukurannya lebih besar dan panjang dibandingkan versi perempuan.
Namun, dalam perjalanan jauh lebih dari 4 jam yang dilakukan di malam hari atau sebelum matahari terbit, saya sangat merekomendasikan untuk melapisinya dengan jaket lain. Tujuannya adalah agar dada kita terlindungi dari angin kencang bersuhu dingin. Carilah jaket tipe wind breaker, misalnya dari Eiger.
Percayalah, saya pernah menggunakan satu jaket saja saat touring ke Lampung. Saat perjalanan pulang, saya langsung sulit bernapas dan napas saya jadi pendek-pendek. Saat itu, suami langsung melepas rompi pelindung dada dan memaksa saya menggunakannya. Setelah kejadian itu, saya tidak pernah pakai jaket satu lapis lagi saat melakukan touring berdurasi lama.
