![10 Rekomendasi Speaker Monitor Terbaik [Ditinjau oleh Sound Engineer] (Terbaru Tahun 2026) 1](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
![10 Rekomendasi Speaker Monitor Terbaik [Ditinjau oleh Sound Engineer] (Terbaru Tahun 2026) 2](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
![10 Rekomendasi Speaker Monitor Terbaik [Ditinjau oleh Sound Engineer] (Terbaru Tahun 2026) 3](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
![10 Rekomendasi Speaker Monitor Terbaik [Ditinjau oleh Sound Engineer] (Terbaru Tahun 2026) 4](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
![10 Rekomendasi Speaker Monitor Terbaik [Ditinjau oleh Sound Engineer] (Terbaru Tahun 2026) 5](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
Speaker monitor menampilkan suara sebagaimana aslinya dan penting dalam pekerjaan desktop music (DTM). Dengan monitor speaker yang bagus, suara mentah akan lebih akurat sehingga penyuntingan musik dapat dilakukan dengan baik. Namun, beragam spesifikasi dan tipe speaker monitor di pasaran mungkin membuat Anda kebingungan memilihnya.
Oleh karena itu, bersama Dennis Novriandi selaku sound engineer, kami akan membagikan cara memilih speaker monitor. Kami juga telah mengulas beberapa produk monitor speaker terbaik. Yamaha, EDIFIER, dan Dolphin menyediakan produk mulai dari yang standar sampai spec tinggi. Rekomendasi ini dipilih dari produk-produk terlaris di marketplace dan diurutkan berdasarkan cara memilih mybest. Yuk, disimak!
Highlight Speaker Monitor Teratas
Beijing Edifier Technology Company

Makin mudah! Audionya yang powerful dilengkapi koneksi ke berbagai device dengan Bluetooth 5.4
Dolphin Audio

Speaker monitor akurat untuk mixing dan playback audio yang balance
UM Audio

Monitor speaker bertenaga untuk ruang studio kecil hingga menengah

Dennis adalah seorang bassist dari band SASVRITA yang juga aktif sebagai sound engineer dan music producer untuk berbagai band dalam negeri. Selain mengelola Eastneptune Studio, sebuah recording studio dan production house miliknya, Dennis juga terlibat dalam berbagai proyek kreatif di bidang animasi dan teknologi digital. Ia berpengalaman sebagai front end developer, freelance UI/UX designer, serta 2D dan 3D animator lepas.

Dominiko adalah content planner di mybest dengan lebih dari 10 tahun pengalaman dalam digital content creation, SEO, dan analisis tren produk. Memulai karier di Kaskus sebagai writer dan strategist, ia mengasah keterampilan dalam content marketing, review produk, hingga copywriting. Kini, ia aktif berkolaborasi dengan pakar berbagai industri dan menggunakan riset berbasis data untuk menyusun rekomendasi produk yang akurat, tepercaya, dan bermanfaat bagi pembaca mybest.
Pakar dalam artikel ini hanya meninjau isi cara memilih. Produk dan layanan yang direkomendasikan bukanlah pilihan dari pakar.
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Monitor speaker merupakan speaker untuk mengecek suara, berbeda dengan audio speaker yang dipakai untuk mendengarkan musik. Biasanya, monitor speaker dipakai untuk membuat atau menyunting musik melalui komputer. Pelantang yang sering disebut speaker flat atau studio monitor speaker ini biasa digunakan saat proses recording atau perekaman musik.
Jika Anda hanya ingin mendengarkan musik dengan nyaman, gunakanlah audio speaker. Sebaliknya, monitor speaker didesain untuk mengeluarkan atau menghasilkan suara asli seakurat mungkin. Oleh karena suara asli yang dihasilkan sangat akurat, Anda bisa mengecek frasa dan deviasi suara setiap bagian secara presisi. Jika menggunakan monitor speaker, Anda dapat menyempurnakan lagu yang Anda tulis.
Monitor speaker yang ada dekat dengan pendengarnya disebut nearfield speaker. Meskipun nearfield speaker biasa dipakai oleh audio engineer, saat ini sudah banyak yang memakainya di skala rumahan. Nearfield speaker dapat digunakan untuk keperluan home recording, content creator, atau gaming.
Nearfield speaker mempunyai frequency curve yang hampir flat sehingga tidak ada frequency yang di-cut ataupun di-boost sama sekali. Oleh karena itu, suara atau musik yang dihasilkan terdengar hampir mendekati aslinya. Namun, semuanya bergantung pada tata ruang akustik karena treatment akustik sangat berpengaruh untuk hasil yang maksimal.

Untuk studio monitor, akustik ruangan juga perlu diperhatikan agar semua frekuensi bisa terdengar dengan jelas. Selain itu, phasing atau hilangnya frekuensi tertentu akibat pantulan ruangan tidak akan terjadi.
Ruangan perlu dikondisikan dengan menggunakan acoustic diffuser, absorber, dan bass trap. Ruangan yang tidak dikondisikan bisa menciptakan null frequency atau frekuensi yang hilang, seperti bass yang tidak terdengar.
Terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih monitor speaker. Menggunakan monitor dengan speaker yang tepat akan membantu pekerjaan DTM Anda jadi lebih efisien. Mari simak cara memilih monitor speaker dalam penjelasan di bawah ini!
Speaker monitor biasanya digunakan untuk home studio sehingga diletakkan dekat PC. Speaker yang digunakan jarak dekat bersama PC tergolong nearfield. Dalam situasi tersebut, ukuran 3-7 inch sudah cukup. Ukuran tersebut cocok untuk ruangan 3 m x 3 m. Speaker monitor umumnya juga menawarkan sensitivitas atau sound pressure level (SPL) 80-100 dB sehingga sudah cukup untuk penggunaan rumah.
Sebenarnya kekuatan speaker 5 inch sudah cukup untuk ruangan 6 m x 5 m. Namun, ada beberapa hal yang dikorbankan, seperti bass response yang tidak terlalu terasa. Untuk mendapatkan suara bass yang lebih dalam, Anda membutuhkan ukuran speaker lebih besar mengikuti luas ruangan, misalnya 8 inch.

Setiap produsen mempunyai rekomendasi tingkat volume. Jika tidak ada, atur saja volume maksimum di arah jam 12. Pengaturan volume lebih dari arah jam 12 akan rentan dengan distorsi.
Idealnya, speaker monitor memiliki rentang frekuensi minimal 20 Hz-20 kHz. Makin luas rentang frekuensinya, makin realistis pula suara yang dihasilkan speaker. Oleh karena itu, sound engineer biasanya masih mempertimbangkan rentang frekuensi yang lebih luas. Namun, makin rendah potongan frekuensinya, makin tinggi pula harga speaker monitor.
Speaker monitor di pasaran biasanya memiliki rentang frekuensi dari 40-80 Hz. Anda bisa menggunakan headphone sebagai alternatif untuk mengecek bass bila belum mendapatkan frekuensi 20 Hz dari speaker.

Meski speaker memiliki bass response yang bagus, null frequency bisa terjadi bila ruangan tidak mendapatkan treatment khusus. Oleh karena itu, gunakan software room mode calculator untuk mengecek frekuensi ruangan. Setiap ruangan punya frequency curve masing-masing.
Jika Anda tidak punya ruangan yang mendukung, sebaiknya pilih headphone. Untuk profesional, membeli speaker harus sepaket dengan ruangannya.
Salah satu spesifikasi speaker monitor yang memengaruhi performa bass-nya adalah bentuk boks atau kabinet. Ada dua model kabinet yang umum, yakni sealed atau tertutup dan ported atau berongga. Berikut ini penjelasannya.
Perlu diketahui bahwa speaker monitor di pasaran umumnya menggunakan tipe bass reflex. Anda bisa menggunakan stand speaker dengan peredam dan tiang yang padat untuk mengurangi getaran agar bass tidak blur. Namun, stand dan tiang umumnya belum sepaket dengan speaker.

Bass yang dikosmetik tidak diperlukan. Namun, beberapa genre musik yang mengutamakan bass mungkin butuh subwoofer, seperti EDM. Subwoofer yang flat untuk profesional pun tersedia.
Speaker monitor umumnya memiliki dua driver, yakni woofer untuk frekuensi rendah dan tweeter untuk frekuensi tinggi. Oleh karena itu, produknya juga bisa disebut dengan speaker 2-way.
Meskipun demikian, ada juga speaker dengan tiga driver sehingga disebut dengan speaker 3-way. Speaker ini memiliki tambahan driver midrange untuk frekuensi mid. Oleh karena itu, suara speaker 3-way akan lebih fokus dan presisinya lebih tinggi. Speaker 3-way juga akan menghadirkan sound stage yang lebih luas karena instrumen dengan frekuensi mid bisa terdengar.
Perlu diketahui bahwa speaker 3-way umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dari speaker 2-way. Sebenarnya, speaker 2-way sudah cukup untuk end user, sedangkan speaker 3-way lebih cocok untuk audiophile dan profesional. Bila Anda memiliki budget lebih, tidak ada salahnya memilih speaker 3-way untuk mendapatkan staging yang lebih lebar.

Harga dari speaker 3-way bisa menguras dana. Jika Anda ingin merasakan staging dari speaker 3-way, gunakan headphone dengan tipe open-back.
Produk | Gambar | Harga terendah | Poin | Perincian | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Jumlah channel | Jumlah unit | Output maksimum | Frekuensi (min) | Frekuensi (max) | Konektivitas | Sumber daya | Lebar | Tinggi | Kedalaman | |||||
1 | Beijing Edifier Technology Company EDIFIER Powered Studio Monitor Speakers|MR3 | ![]() | Makin mudah! Audionya yang powerful dilengkapi koneksi ke berbagai device dengan Bluetooth 5.4 | 2 channel | 2 unit | 18 watt x 2 | 52 Hz | 40 kHz | Bluetooth 5.2, TRS, RCA, Aux, Headphone output socket | AC | 12.55 cm (aktif); 12.55 cm (pasif) | 22 cm (aktif); 22 cm (pasif) | 18.5 cm (aktif); 17.6 cm (pasif) | |
2 | Dolphin Audio Dolphin Flat Monitor Speaker|DS5A MK6 | ![]() | Speaker monitor akurat untuk mixing dan playback audio yang balance | 2 channel | 2 unit | 70 watt | 50 Hz | 20 kHz | TRS (balanced), RCA (unbalanced) | AC | 16 cm | 26.5 cm | 28.5 cm | |
3 | Yamaha Yamaha Powered Studio Monitor|HS5 | ![]() | Suaranya powerful dan mengentak berkat fitur bi-amplified | 2 channel | 2 unit | 45 watt | 74 Hz | 24 kHz | XLR3-31 type (balanced), Phone (balanced) | AC | 22.2 cm | 28.5 cm | 17 cm | |
4 | UM Audio UM Audio Speaker Monitor|UM7D | ![]() | Monitor speaker bertenaga untuk ruang studio kecil hingga menengah | 2 channel | 2 unit | 120 watt | 45 Hz | 20 kHz | TRS, XLR | AC | 18.5 cm | 28 cm | 28 cm | |
5 | LOUD Technologies Mackie Multimedia Powered Monitors|CR3-X | ![]() | Nikmati audio berkualitas studio dalam format compact | 2 channel | 2 unit | 50 watt | 70 Hz | 20 kHz | 1/4” TRS, 1/8” TRS, RCA, Stereo in | AC | 14 cm | 20.6 cm | 18 cm | |
6 | HARMAN International Industries JBL Speaker Monitor Studio|305P MkII | ![]() | Mendengarkan audio lebih impresif dengan speaker monitor bergaya modern | 1 channel | 1 unit | 82 watt | 49 Hz | 20 kHz | XLR/TRS, Mic in | AC | 18.5 cm | 29.8 cm | 23.1 cm | |
7 | Ashley Professional Audio Ashley Monitor Active Speaker|MS65 | ![]() | Kualitas suara flat response untuk hasil mixing yang terdengar seimbang | 1 channel | 1 unit | 210 watt | 30 Hz | 20 kHz | Bluetooth, Wired (audio jack 3.5 mm), USB MP3 | AC | 20 cm | 33.5 cm | 28 cm | |
8 | Pioneer Pioneer DJ 4” Desktop Monitor System|DM-40D | ![]() | Optimalkan setup DJ tanpa distorsi yang mengganggu | 2 channel | 2 unit | 40 watt | Tidak tercantum | Tidak tercantum | Wired (audio jack 3.5 mm), RCA | AC | 14.6 cm (kiri); 14.6 cm (kanan) | 22.7 cm (kiri); 22.7 cm (kanan) | 22.6 cm (kiri); 21.2 cm (kanan) | |
9 | inMusic Brands M-AUDIO Powered Studio Reference Monitor|BX5 D3 | ![]() | Monitor studio dengan detail audio maksimal dan suara bass bertenaga | 2 channel | 2 unit | 100 watt | 52 Hz | 35 kHz | XLR (balanced), TRS (balanced/unbalanced) | AC | 17.6 cm | 25.4 cm | 19.7 cm | |
10 | Media Graha Teknologi Recording Tech Reference Monitors|RT5 ECO | ![]() | Pilihan tepat untuk pemula yang ingin membangun home studio | 2 channel | 2 unit | 70 watt | 70 Hz | 20 kHz | TRS (3.5 mm), TRS (6.5 mm), RCA | AC | 16.3 cm | 24.1 cm | 18 cm | |
| Output maksimum | 18 watt x 2 |
|---|---|
| Konektivitas | Bluetooth 5.2, TRS, RCA, Aux, Headphone output socket |
Output 18 W x 2 RMS dan puncak SPL 92,5 dB cocok untuk ruangan medium
Tersedia input TRS, RCA, dan AUX untuk kebutuhan koneksi yang beragam
Dirancang sebagai near-field speaker dengan kualitas audio yang mendekati aslinya dan powerful
Dilengkapi Bluetooth 5.4 dengan koneksi yang stabil dan bisa disambungkan ke dua device
| Frekuensi (min) | 52 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (max) | 40 kHz |
| Sumber daya | AC |
| Lebar | 12.55 cm (aktif); 12.55 cm (pasif) |
| Tinggi | 22 cm (aktif); 22 cm (pasif) |
| Kedalaman | 18.5 cm (aktif); 17.6 cm (pasif) |
| Output maksimum | 70 watt |
|---|---|
| Konektivitas | TRS (balanced), RCA (unbalanced) |
| Frekuensi (min) | 50 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Sumber daya | AC |
| Lebar | 16 cm |
| Tinggi | 26.5 cm |
| Kedalaman | 28.5 cm |
| Output maksimum | 45 watt |
|---|---|
| Konektivitas | XLR3-31 type (balanced), Phone (balanced) |
| Frekuensi (min) | 74 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (max) | 24 kHz |
| Sumber daya | AC |
| Lebar | 22.2 cm |
| Tinggi | 28.5 cm |
| Kedalaman | 17 cm |
| Output maksimum | 120 watt |
|---|---|
| Konektivitas | TRS, XLR |
| Frekuensi (min) | 45 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Sumber daya | AC |
| Lebar | 18.5 cm |
| Tinggi | 28 cm |
| Kedalaman | 28 cm |
| Output maksimum | 50 watt |
|---|---|
| Konektivitas | 1/4” TRS, 1/8” TRS, RCA, Stereo in |
Memiliki bentuk compact, desain sleek, dan bodi full kayu yang menghasilkan tampilan stylish sekaligus bass yang solid
Dibekali komponen-komponen yang bisa digunakan untuk kebutuhan pekerjaan, gaming, atau mendengarkan musik
| Frekuensi (min) | 70 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Sumber daya | AC |
| Lebar | 14 cm |
| Tinggi | 20.6 cm |
| Kedalaman | 18 cm |
| Output maksimum | 82 watt |
|---|---|
| Konektivitas | XLR/TRS, Mic in |
Respons frekuensi 49 Hz - 20 kHz yang menghasilkan bass terendah dan nada tinggi, mendengarkan musik lebih mengesankan
Dilengkapi konekor XLR dan TRS untuk koneksi yang kuat dan fleksibel
Memiliki desain yang modern sehingga membuat ruangan terlihat bergaya
| Frekuensi (min) | 49 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Sumber daya | AC |
| Lebar | 18.5 cm |
| Tinggi | 29.8 cm |
| Kedalaman | 23.1 cm |
| Output maksimum | 210 watt |
|---|---|
| Konektivitas | Bluetooth, Wired (audio jack 3.5 mm), USB MP3 |
| Frekuensi (min) | 30 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Sumber daya | AC |
| Lebar | 20 cm |
| Tinggi | 33.5 cm |
| Kedalaman | 28 cm |
| Output maksimum | 40 watt |
|---|---|
| Konektivitas | Wired (audio jack 3.5 mm), RCA |
Perpaduan DECO convex diffusers dan Grooved ducts mewujudkan frekuensi audio yang luas serta bass kuat tanpa distorsi
Amplifier Class D berdaya 19 W per unit dengan DSP sampling 96 kHz untuk reproduksi bass yang murni dan presisi
Mode suara ganda (DJ dan production) dengan satu tombol untuk peralihan optimasi suara otomatis
Terminal input RCA dan jack 3,5 mm untuk output headphone di panel depan memudahkan konektivitas ke laptop, mixer, dan peralatan DJ
| Frekuensi (min) | Tidak tercantum |
|---|---|
| Frekuensi (max) | Tidak tercantum |
| Sumber daya | AC |
| Lebar | 14.6 cm (kiri); 14.6 cm (kanan) |
| Tinggi | 22.7 cm (kiri); 22.7 cm (kanan) |
| Kedalaman | 22.6 cm (kiri); 21.2 cm (kanan) |
| Output maksimum | 100 watt |
|---|---|
| Konektivitas | XLR (balanced), TRS (balanced/unbalanced) |
| Frekuensi (min) | 52 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (max) | 35 kHz |
| Sumber daya | AC |
| Lebar | 17.6 cm |
| Tinggi | 25.4 cm |
| Kedalaman | 19.7 cm |
| Output maksimum | 70 watt |
|---|---|
| Konektivitas | TRS (3.5 mm), TRS (6.5 mm), RCA |
| Frekuensi (min) | 70 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Sumber daya | AC |
| Lebar | 16.3 cm |
| Tinggi | 24.1 cm |
| Kedalaman | 18 cm |
Selain speaker monitor, masih ada berbagai peralatan produksi musik digital lainnya yang bisa mendukung kualitas rekaman dan aransemen Anda. Produk seperti sound card, mic condenser, dan MIDI keyboard menawarkan fitur khusus untuk menghasilkan suara yang lebih jernih, detail, dan profesional. Silakan baca rekomendasi produknya di tautan berikut ini.
No. 1: Beijing Edifier Technology Company|EDIFIER Powered Studio Monitor Speakers|MR3
No. 2: Dolphin Audio|Dolphin Flat Monitor Speaker|DS5A MK6
No. 3: Yamaha|Yamaha Powered Studio Monitor|HS5
No. 4: UM Audio|UM Audio Speaker Monitor|UM7D
No. 5: LOUD Technologies|Mackie Multimedia Powered Monitors|CR3-X
Lihat rekomendasi lengkapnya di siniDeskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.
























