Etgar KeretThe Seven Good YearsRp39.800
Etgar Keret
Rp39.800The Seven Good Years
Isi buku memoar penulis asal Israel ini justru bertolak belakang dengan judulnya. Kejadian-kejadian yang dialami si penulis selama tujuh tahun itu ternyata lebih banyak keburukannya daripada kebaikannya. Contohnya, ketika dia berada di rumah sakit untuk menunggu kelahiran anak pertamanya, dia malah didatangi oleh salah seorang wartawan dan disangka sebagai korban perang. Mau bagaimana lagi, dia memang tinggal di negara yang berperang.
Biarpun begitu, dia ternyata malah menuliskan pendapatnya dengan menentang kependudukan Israel di Palestina, serta mendukung perdamaian sampai-sampai diboikot oleh negaranya sendiri. Cerita-cerita kesehariannya yang dipenuhi dengan kesialan dan penderitaan disampaikan secara kocak. Keret seolah-olah mengajak pembaca untuk menjadikan suatu tragedi sebagai komedi. Pada bab Pendosa yang Lain, Keret berujar bahwa penulis bukanlah nabi.
Dia adalah pendosa lainnya yang punya kesadaran lebih tajam dan menggunakan bahasa yang sedikit lebih tepat untuk mendeskripsikan realitas yang tak terbayangkan di dunia kita. Penulis bukanlah orang yang lebih baik dari pembacanya, kadang dia jauh lebih buruk, dan begitulah seharusnya. Dengan itu, Keret ingin menyampaikan kalau penulis bukanlah malaikat. Dia sama seperti manusia lainnya yang bisa berbuat salah dan mengalami nasib apes. Cerita-ceritanya terasa dekat dan dapat mewakilkan pembacanya.
Biarpun begitu, dia ternyata malah menuliskan pendapatnya dengan menentang kependudukan Israel di Palestina, serta mendukung perdamaian sampai-sampai diboikot oleh negaranya sendiri. Cerita-cerita kesehariannya yang dipenuhi dengan kesialan dan penderitaan disampaikan secara kocak. Keret seolah-olah mengajak pembaca untuk menjadikan suatu tragedi sebagai komedi. Pada bab Pendosa yang Lain, Keret berujar bahwa penulis bukanlah nabi.
Dia adalah pendosa lainnya yang punya kesadaran lebih tajam dan menggunakan bahasa yang sedikit lebih tepat untuk mendeskripsikan realitas yang tak terbayangkan di dunia kita. Penulis bukanlah orang yang lebih baik dari pembacanya, kadang dia jauh lebih buruk, dan begitulah seharusnya. Dengan itu, Keret ingin menyampaikan kalau penulis bukanlah malaikat. Dia sama seperti manusia lainnya yang bisa berbuat salah dan mengalami nasib apes. Cerita-ceritanya terasa dekat dan dapat mewakilkan pembacanya.
