Jorge Luis BorgesParabel Cervantes dan Don QuixoteRp45.000
Jorge Luis Borges
Rp45.000Parabel Cervantes dan Don Quixote
Perkenalan saya dengan Jorge Luis Borges berawal dari sebuah kutipan "Membaca merupakan kegiatan yang lebih intelek daripada menulis." Dari sana, berangkatlah saya mencari tahu siapakah tokoh tersebut. Hasil pencarian itu langsung membuat saya terkesan. Sebab, saya jadi tahu bahwa penulis kelahiran Argentina ini sangat gemar membaca, bahkan ketika dirinya mengalami kebutaan pun ia tetap meminta tolong orang lain untuk membacakannya buku.
Berkat pembacaannya yang tekun dan teramat beragam itulah Borges mampu mengolah cerita dengan mengombinasikan beberapa hal sekaligus. Mitologi, fantasi, dan filsafat digabungkannya menjadi sebuah kisah baru yang belakangan saya ketahui bernama realisme magis.
Di buku ini, kita akan menemukan kisah mengenai hewan-hewan yang berkaitan dengan mitologi seperti Burak, burung Simurgh, Bahamut, dan Ouroboros. ada juga kisah fantasi tentang pertemuan antara seorang tokoh yang sudah tua dengan dirinya sendiri sewaktu muda, lalu mereka mengobrol. Ada pula cerita seorang penulis yang berjumpa dengan tokoh karangannya sendiri.
Kumpulan cerita di buku ini sungguh berbeda dengan cerpen kebanyakan. Jika cerpen yang biasa kita temukan berfokus pada alur dan penokohan, cerita-cerita di buku ini lebih mengedepankan gagasannya. Meski kelihatannya tampak rumit, keahlian Borges dalam bermain-main, yaitu memfiksikan yang nyata ataupun menyatakan yang fiksi, benar-benar membuat saya takjub.
Sampai-sampai saya bertanya kepada diri sendiri, "Harus berapa banyak membaca buku demi bisa mengolah cerita sekeren ini?" Sepertinya kutipan Borges tentang membaca itu benar adanya, sebab wawasan saya sepertinya langsung bertambah luas sehabis melahap cerita-cerita di buku ini.
Berkat pembacaannya yang tekun dan teramat beragam itulah Borges mampu mengolah cerita dengan mengombinasikan beberapa hal sekaligus. Mitologi, fantasi, dan filsafat digabungkannya menjadi sebuah kisah baru yang belakangan saya ketahui bernama realisme magis.
Di buku ini, kita akan menemukan kisah mengenai hewan-hewan yang berkaitan dengan mitologi seperti Burak, burung Simurgh, Bahamut, dan Ouroboros. ada juga kisah fantasi tentang pertemuan antara seorang tokoh yang sudah tua dengan dirinya sendiri sewaktu muda, lalu mereka mengobrol. Ada pula cerita seorang penulis yang berjumpa dengan tokoh karangannya sendiri.
Kumpulan cerita di buku ini sungguh berbeda dengan cerpen kebanyakan. Jika cerpen yang biasa kita temukan berfokus pada alur dan penokohan, cerita-cerita di buku ini lebih mengedepankan gagasannya. Meski kelihatannya tampak rumit, keahlian Borges dalam bermain-main, yaitu memfiksikan yang nyata ataupun menyatakan yang fiksi, benar-benar membuat saya takjub.
Sampai-sampai saya bertanya kepada diri sendiri, "Harus berapa banyak membaca buku demi bisa mengolah cerita sekeren ini?" Sepertinya kutipan Borges tentang membaca itu benar adanya, sebab wawasan saya sepertinya langsung bertambah luas sehabis melahap cerita-cerita di buku ini.
