10 Rekomendasi Teleskop Bintang Terbaik [Ditinjau oleh Outdoor Activist]
Konstelasi bintang dan benda-benda langit memiliki pesona tersendiri untuk diamati. Sayangnya, jangkauan mata manusia terbatas sehingga tidak bisa melihat gugusan bintang dengan jelas. Karena itu, dibutuhkan teleskop atau teropong bintang agar Anda dapat menikmati keindahan langit.
Kali ini kami akan mengulas cara memilih teleskop bintang yang bagus untuk pemula dan profesional. Cara memilih ini disusun bersama outdoor activist kami, Adlai Yulianus. Ada banyak merek teleskop yang tersedia, seperti Nikula, Celestron, Space, dan sebagainya. Rekomendasi produk ini disusun dan diurutkan berdasarkan cara memilih mybest dan hasil riset produk-produk terlaris di marketplace. Yuk, simak informasinya!
Highlight Teleskop Bintang Teratas

Penggunaannya sangat mudah, eksplorasi objek astronomi dari dalam rumah

Lihat lebih dekat ke bulan dan bintang dengan tingkat zoom hingga 150 kali
Nikula

Teleskop sederhana untuk Anda yang ingin menjelajahi luar angkasa
Vixen

Pengamatan benda langit jadi lebih terarah berkat kontrol slow motion yang mudah

Adlai Yulianus adalah aktivis alam bebas yang menekuni kegiatan outdoor sejak 1985. Ia aktif menjelajahi hutan rimba, gunung, tebing, dan gua, dengan pencapaian mendaki puncak Gunung Kerinci (3.805 mdpl) sebagai bukti dedikasinya. Hingga kini, Adlai tetap aktif bertualang secara berkelompok maupun solo sebagai bentuk komitmen dan passion yang tak lekang oleh waktu terhadap dunia eksplorasi alam. Pengalaman 35+ tahun menjadikannya sebagai rujukan tepercaya bagi komunitas alam bebas Indonesia.

Dominiko adalah content planner di mybest dengan lebih dari 10 tahun pengalaman dalam digital content creation, SEO, dan analisis tren produk. Memulai karier di Kaskus sebagai writer dan strategist, ia mengasah keterampilan dalam content marketing, review produk, hingga copywriting. Kini, ia aktif berkolaborasi dengan pakar berbagai industri dan menggunakan riset berbasis data untuk menyusun rekomendasi produk yang akurat, tepercaya, dan bermanfaat bagi pembaca mybest.
Pakar dalam artikel ini hanya meninjau isi cara memilih. Produk dan layanan yang direkomendasikan bukanlah pilihan dari pakar.
Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Pengertian dan fungsi teleskop bintang

Teleskop atau teropong bintang adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda langit. Untuk itu, teleskop membuat objek yang letaknya jauh menjadi dapat dilihat oleh mata. Instrumen utama pada teropong bintang adalah lensa dan cermin. Kedua instrumen tersebut membantu Anda melihat objek dengan metode pengumpulan cahaya.
Makin besar aperture teleskop, makin banyak cahaya yang dikumpulkan. Pengertian aperture di sini adalah “bukaan”, yang merupakan diameter lensa atau cermin dari komponen optik utama teropong bintang. Jadi, objek yang diamati pun terlihat lebih jelas.
Umumnya teleskop bintang memiliki dua buah lensa cembung (positif), yaitu lensa objektif dan lensa okuler.
- Lensa objektif adalah lensa utama yang mengumpulkan cahaya objek dari “pembengkokan” (dengan perhitungan panjang fokus).
- Lensa okuler (di dekat mata pengamat) merupakan lensa pembesar dari objek yang diamati.
Bayangan yang dihasilkan dari kedua lensa tersebut bersifat maya, terbalik, dan diperbesar. Jadi, objek yang Anda lihat memiliki posisi terbalik dari posisi yang sebenarnya.
Sementara itu, teropong bumi berfungsi untuk melihat objek di permukaan bumi yang letaknya jauh. Biasanya teleskop bumi digunakan oleh nakhoda, pengamat aktivitas gunung berapi, tentara, dan pengamat burung.
Cara memilih Teleskop Bintang
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ingin memilih sebuah teleskop ruang angkasa. Silakan simak poin-poinnya secara saksama dan temukan produk yang paling pas.
Pilih berdasarkan jenis tabung optik
Teleskop luar angkasa terdiri dari tiga bagian, yaitu tabung optik, dudukan, dan tripod. Tabung optiknya sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yakni jenis refraktor, reflektor, dan catadioptric.
Teleskop refraktor, mudah dirawat dan cocok untuk pemula

Teleskop refraktor memungkinkan Anda untuk mengamati benda-benda langit dengan jelas menggunakan lensa. Anda dapat menggerakkan teleskop ke arah yang diinginkan dan menemukan gugusan bintang yang ingin dilihat dengan mudah.
Anda juga tidak perlu menyesuaikan sumbu optik atau melakukan perawatan yang merepotkan sehingga cocok untuk pemula. Teleskop refraktor juga memiliki bobot lebih ringan daripada jenis lainnya. Teleskop jenis ini menggunakan lensa objektif di bagian depannya.
Jika ingin menikmati teleskop dengan cara mudah, Anda bisa memakai lensa achromatic. Namun, untuk menikmati observasi visual yang lebih indah, gunakan lensa apochromat.
- Lensa achromatic: dapat menghilangkan efek blur yang ditimbulkan dari warna merah dan biru, tetapi tidak untuk warna hijau.
- Lensa apochromat: dirancang untuk meminimalkan kesalahan lensa kromatik dengan mengarahkan tiga gelombang cahaya ke titik fokus yang sama.
Namun, teleskop tipe ini bisa membuat warna bintang terang terlihat seperti buram. Warna palsu dapat menjadi masalah serius bagi orang yang ingin melihat bulan dan planet dengan daya tinggi. Untungnya, hal tersebut dapat diminimalkan dengan menggunakan rasio fokus panjang atau kacamata khusus.
Selain itu, refraktor tidak dapat ditingkatkan dengan baik karena beberapa alasan. Sebagai contoh, biaya untuk membangun lensa yang bagus meningkat sangat tajam seiring dengan kemampuannya.
Teleskop reflektor, tampilan warna lebih jelas dan tajam untuk para profesional

Sesuai namanya, teleskop reflektor adalah teleskop yang merefleksikan (memantulkan) cahaya dari objek yang diamati menggunakan cermin. Teleskop reflektor dapat memberikan gambar yang tajam dan kontras dengan biaya lebih murah dari refraktor dengan bukaan yang sama.
Teleskop jenis reflektor direkomendasikan untuk Anda yang ingin mengamati objek deep-sky seperti nebula. Teleskop reflektor yang paling umum adalah tipe Newtonian (ditemukan oleh Isaac Newton). Cermin utamanya cekung (berbentuk piring) dan melengkung di ujung bawah teleskop.
Namun, peephole (lensa intip) teleskop reflektor berada di samping sehingga objek langit yang dilihat ada di arah yang berlawanan. Karena menggunakan cermin, penampakan benda langit yang dihasilkan merupakan hasil proyeksi dari cerminnya. Maka dari itu, Anda butuh waktu untuk memahami arah objek saat memakai jenis ini.
Jenis teleskop bintang reflektor memerlukan adaptasi dengan suhu di sekitarnya. Sumbu optiknya juga sering bergeser akibat getaran sehingga membutuhkan penyesuaian dan pemeliharaan ekstra. Karena pemakaiannya yang agak rumit, teleskop ini direkomendasikan untuk pengguna profesional.
Teleskop catadioptric, gabungan jenis refraktor dan reflektor

Teleskop ini ditemukan pada 1930an dengan tujuan menggabungkan karakteristik terbaik dari refraktor dan reflektor. Dengan jenis ini, Anda bisa menikmati jenis reflektor dengan cara penggunaan seperti jenis refraktor.
Daya tarik terbesar dari instrumen ini terletak pada bentuknya. Panjang tabung hanya dua sampai tiga kali lebarnya. Tabung yang lebih kecil dapat menggunakan pemasangan yang lebih ringan sehingga relatif mudah diatur. Hasilnya, Anda bisa mendapatkan teleskop dengan bukaan besar dan fokus panjang yang sangat mudah dibawa-bawa.
Namun, sumbu optik pada jenis ini bisa bergeser saat terjadi benturan. Pergeseran tersebut akan sulit dibetulkan oleh pemula. Jadi, teleskop catadioptric lebih cocok digunakan oleh para semiprofesional dan profesional. Banyak teleskop jenis ini yang memiliki focal length panjang sehingga pembesaran yang didapatkan juga tinggi. Jenis ini pas untuk Anda yang ingin mengamati permukaan bulan dan planet.
Sesuaikan jenis dudukan dengan kebutuhan
Dudukan atau mounting berfungsi untuk memasangkan tabung optik ke tripod. Jenis dudukan sendiri ada dua, yaitu altazimuth dan equatorial. Keduanya memiliki struktur dan cara pakai yang berbeda.
Altazimuth: Sistem sederhana untuk para pemula

Jika ingin memakai teleskop tanpa kesusahan, pilihlah dudukan altazimuth. Jenis dudukan ini mempunyai sistem yang mudah digunakan. Cukup menggerakkannya secara vertikal atau horizontal, Anda sudah dapat menyesuaikan teleskop ke arah yang ingin dilihat. Anda juga tidak perlu menyesuaikan sumbu kutub sehingga jenis ini cocok untuk pemula dan anak-anak.
Dudukan altazimuth menggunakan dua buah sumbu, yaitu sumbu X atau altitude (atas bawah) dan Y atau azimuth (kanan kiri). Untuk pengoperasian, dudukan altazimuth sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan dudukan ekuatorial.
Akan tetapi, sistem pelacakan bintang yang bergerak akan cukup sulit dilakukan dengan dudukan ini. Anda perlu menggerakkan dua sumbu pada saat bersamaan sedikit demi sedikit. Pertimbangkan yang dilengkapi dengan pelacak otomatis yang terkomputerisasi untuk mengamati dalam waktu cukup lama.
Equatorial: Pembesaran tinggi untuk penggunaan tingkat lanjut

Dudukan equatorial cocok untuk Anda yang ingin melakukan pengamatan dengan pembesaran tinggi atau melakukan astrofotografi. Dudukan ini dapat bergerak mengikuti gerak bintang di dekat kutub (polar axis), deklinasi, dan asensiorekta.
Sebagai informasi, asensiorekta atau panjatan tegak adalah istilah astronomi yang dikaitkan dengan sistem koordinat ekuator. Asensiorekta merupakan salah satu dari dua koordinat bola langit pada sistem koordinat khatulistiwa. Karena memiliki pembesaran yang tinggi, dudukan equatorial ideal untuk Anda yang hendak melakukan observasi.
Terlebih, dudukan equatorial memungkinkan teleskop untuk bergerak ke segala penjuru langit, mulai dari langit utara-selatan hingga timur-barat. Dudukan ini juga memungkinkan teleskop dapat menghadap ke langit tepat atas kepala.
Menariknya lagi, ada produk yang memiliki fitur deteksi otomatis yang memudahkan pencarian benda langit. Hanya saja, Anda perlu melakukan penyelarasan sumbu kutub berdasarkan bintang utara sebelum memakainya. Penggunaannya pun cukup rumit untuk pemula. Anda bisa mencoba dudukan jenis ini saat sudah terbiasa memakai teleskop.
Banyak juga dudukan ekuatorial yang dilengkapi dengan motor listrik yang berfungsi sebagai penggerak otomatis teleskop dalam mencari benda langit. Motor listrik juga memungkinkan Anda mengikuti gerak benda langit, misalnya Bulan, yang bergerak semu mengikuti rotasi Bumi.
Periksa spesifikasi lensa dan cermin pada teleskop
Lensa dan cermin merupakan bagian terpenting yang menentukan hasil pengamatan. Jadi, jangan lupa periksa spesifikasinya juga.
Ukuran aperture: Makin besar, makin mudah mengumpulkan cahaya

Ketika memilih teleskop, pilihlah yang lensa objektif atau cerminnya berdiameter besar. Makin besar diameternya, makin mudah pula teleskop mengumpulkan cahaya. Dengan begitu, hasil pengamatan ruang angkasa jadi lebih terang. Dengan tingkat pembesaran yang sama sekalipun, hasilnya tetap lebih cerah.
Diameter lensa objektif yang direkomendasikan adalah 60 mm, sedangkan untuk cermin pilih yang diameternya lebih dari 100 mm. Jika lebih kecil, cahaya yang ditangkap akan lebih sedikit sehingga objek langit sulit dilihat. Di sisi lain, jika diameternya terlalu besar, teleskop menjadi lebih berat sehingga merepotkan saat dibawa dan disimpan.
Perlu diketahui, aperture atau bukaan adalah aspek pertama yang harus diperhatikan sebelum membeli teleskop. Semua jenis teleskop, besar atau kecil, dirancang untuk melakukan dua hal, yaitu mencerahkan dan memperbesar pandangan terhadap benda-benda langit. Teleskop jenis refraktor, reflektor, dan katadioptrik melakukan ini dengan cara yang berbeda, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Apa pun jenis teleskop yang nantinya Anda beli, spesifikasi pertama yang paling penting adalah aperture-nya. Dalam hal ini diameter utama yang akan mengumpulkan cahaya (bisa lensa atau cermin). Perlu dicatat, makin besar aperture, makin tajam dan terang pandangan Anda terhadap benda-benda langit.
Eyepiece: Pembesaran untuk melihat objek

Eyepiece berfungsi sebagai lensa okuler pada sistem teleskop. Eyepiece dipasang pada ujung tabung melalui flip mirror atau diagonal. Biasanya, eyepiece mempunyai pengunci untuk keamanan sehingga tidak terjatuh dan hilang.
Anda dapat mengubah pembesaran pada teleskop menggunakan eyepiece. Karena itu, Anda tidak perlu memikirkan tentang pembesaran saat membeli teleskop. Meski ada produk yang menawarkan magnifikasi tinggi, kami kurang merekomendasikannya jika Anda hanya menginginkan pembesaran.
Sebuah aperture yang besar juga memungkinkan Anda untuk mendapatkan magnifikasi atau pembesaran yang maksimal. Walau Anda sebenarnya bisa mendapatkan pembesaran maksimal dengan eyepiece, tetapi tanpa aperture besar, pembesaran tinggi tidak akan terlalu berpengaruh. Anda justru hanya melihat cahaya kabur, berantakan, dan blur.
Sebuah teleskop dengan magnifikasi 50x (50 kali pembesaran) sudah dapat digunakan untuk melihat Jupiter, cincin Saturnus, nebula, bahkan galaksi. Namun, untuk mendapatkan detail permukaan Mars atau "memisahkan" pandangan sebuah bintang ganda, diperlukan teleskop dengan magnifikasi 150x atau lebih.
Batas magnitudo dan daya pengumpulan cahaya: Objek samar lebih terlihat

Batas magnitudo adalah satuan yang menyatakan magnitudo terlemah/teredup dari objek astronomi yang masih dapat dilihat teleskop. Jika Anda ingin melakukan pengamatan tingkat lanjut, pilih teleskop dengan batas magnitudo dan daya pengumpulan cahaya yang besar.
Makin tinggi angka batas magnitudo, makin banyak pula bintang yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang bisa disaksikan. Begitu juga dengan daya pengumpulan cahaya, makin besar dayanya, hasilnya pun lebih cerah. Namun, besar batas magnitudo dan daya pengumpulan cahaya harus proporsional dengan diameternya.
Cara mencari tahu batas magnitudo adalah 7.5 + 5 log aperture atau diameter (dalam cm). Diameter 70 mm untuk magnitudo 11,7, diameter 80 mm untuk magnitudo 12, dan seterusnya. Namun, metode penghitungan ini bisa berbeda sesuai produsen dan spesifikasi teleskop lainnya.
Daya pengumpulan cahaya merupakan nilai numerik yang menunjukkan banyaknya cahaya yang dapat dikumpulkan dibandingkan mata telanjang. Cara menghitung nilai tersebut adalah kuadrat dari diameter lensa÷(7x7). Misalnya, lensa berdiameter 60 mm dapat mengumpulkan cahaya 73 kali lipat lebih banyak dari mata normal. Makin besar angkanya, makin jelas objek langit yang dapat dilihat.
Pertimbangkan teleskop yang dilengkapi adaptor untuk menghubungkan dengan kamera

Bagi Anda yang ingin memotret objek langit, pilih produk yang bisa dipasangkan adaptor kamera. Adaptor biasanya dipasang di eyepiece supaya Anda bisa memotret menggunakan smartphone atau kamera.
Saat membeli teleskop, pastikan produk tersebut menyediakan adaptor asli. Jika tidak tersedia, Anda bisa memilih produk yang kompatibel dengan adaptor yang dijual di pasaran. Beberapa adaptor memiliki batas ukuran dan berat maksimal kamera. Pilihlah yang cocok dengan kamera Anda.
Untuk penggunaan di luar ruangan, pilih teleskop yang ringan dan mudah dipasang

Jika Anda ingin memakai teleskop di luar ruangan, periksalah berat dan ukurannya. Dari macam-macam teleskop yang tersedia di pasaran, pilihlah yang aksesorinya bisa dibongkar pasang.
Jika ingin praktis saat menyimpan, pilih teleskop yang bagian terpanjangnya berukuran maksimal 100 cm. Ukuran tersebut mudah dibawa. Akan lebih baik jika teleskop incaran Anda menyediakan tas penyimpanan. Kami juga menyarankan teleskop yang sekrupnya sedikit dan mudah dibongkar pasang.
Cek ketersediaan sistem deteksi otomatis untuk mencari nebula dan gugus bintang

Nebula dan gugus bintang memang sulit ditemukan dengan mata telanjang, bahkan teleskop biasa. Jika ingin melihatnya, pilihlah teleskop yang memiliki sistem deteksi otomatis. Anda hanya perlu mengatur jenis bintang yang ingin dilihat. Setelah itu, teleskop akan mencari dan melacaknya secara otomatis.
Beberapa produk memungkinkan Anda untuk memasukkan nama dan koordinat benda langit menggunakan software khusus. Ada juga produk yang menampilkan display bintang yang dicari. Anda cukup mengarahkan teleskop sesuai display tersebut.
Namun, untuk menggunakannya, Anda butuh pengetahuan lengkap tentang benda-benda langit, seperti susunan dan nama bintang. Hal ini mungkin sulit untuk seorang pemula. Teleskop dengan sistem deteksi otomatis memang lebih pas untuk Anda yang mempunyai pengetahuan lengkap tentang objek astronomi.
Peringkat Teleskop Bintang Terbaik
Produk | Gambar | Harga terendah | Poin | Perincian | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Diameter aperture | Panjang fokus | Jenis teleskop | Jenis dudukan | Batas magnitudo | Daya pengumpulan cahaya | Perbesaran maksimum | Eyepiece | Adaptor | Sistem deteksi otomatis | |||||
1 | Space Astronomical Telescope|F70060 | ![]() | Penggunaannya sangat mudah, eksplorasi objek astronomi dari dalam rumah | 60 mm | 700 mm | Refraktor | Altazimuth | 10.8 | 73 kali | 210 kali | 12.5 mm, 20 mm | |||
2 | Monocular Space Astronomical Telescope 300/70mm|F30070M | ![]() | Lihat lebih dekat ke bulan dan bintang dengan tingkat zoom hingga 150 kali | 70 mm | 300 mm | Reflektor | Altazimuth | Tidak diketahui | Tidak diketahui | 150 kali | 6 mm, 20 mm | |||
3 | Nikula Teropong Bintang Astronomical|F36050 | ![]() | Teleskop sederhana untuk Anda yang ingin menjelajahi luar angkasa | 50 mm | 360 mm | Refraktor | Altazimuth | Tidak diketahui | Tidak diketahui | 90 kali | 6 mm, 20 mm | |||
4 | Vixen Space Eye 70mm AltAZ Refraktor | ![]() | Pengamatan benda langit jadi lebih terarah berkat kontrol slow motion yang mudah | 70 mm | 700 mm | Refraktor | Altazimuth | Tidak diketahui | Tidak diketahui | 60 kali | 10 mm, 20 mm | |||
5 | Synta Technology Corporation Celestron Teropong Bintang Astronomical |SCTW-70 | ![]() | Dilengkapi holder ponsel bawaan untuk dokumentasi langit yang menakjubkan | 70 mm | 500 mm | Refraktor | Altazimuth | Tidak diketahui | Tidak diketahui | 100 kali | 4 mm, 10 mm, 20 mm | |||
6 | Synta Technology Corporation Celestron Astronomical Telescope|Deluxe 80EQ | ![]() | Dibekali mount equatorial, dapat mengikuti gerakan benda langit secara real-time | 80 mm | 900 mm | Refraktor | Equatorial | 12 | 131 kali | 225 kali | 4 mm, 20 mm | |||
7 | Astronomical Telescope Reflector 700/76mm| F70076 | ![]() | Nikmati detail bulan dan bintang dengan sistem reflektor 76 mm | 76 mm | 700 mm | Reflektor | Altazimuth | Tidak diketahui | Tidak diketahui | Tidak diketahui | 4 mm, 12.5 mm, 20 mm | |||
8 | Synta Technology Corporation Celestron StarSense Explorer|LT80AZ | ![]() | Lensa yang tajam dipadukan dengan aplikasi cerdas membuat observasi astronomi jadi presisi | 800 mm | 900 mm | Refraktor | Altazimuth | 12 | 131 kali | 189 kali | 10 mm, 25 mm | |||
9 | Synta Technology Corporation Celestron FirstScope 76mm Telescope | ![]() | Mudah digunakan, sempurna untuk teleskop pertama Anda | 76 mm | 300 mm | Reflektor | Altazimuth | 11.9 | 118 kali | 180 kali | 4 mm, 20 mm | |||
10 | Synta Technology Corporation Celestron StarSense Explorer™ |LT5"AZ | ![]() | Memungkinkan pencarian objek otomatis serta kualitas visual setara observatorium | 127 mm | 1000 mm | Reflektor | Altazimuth | 13 | 329 kali | 300 kali | 10 mm, 25 mm | |||
Space Astronomical Telescope | F70060
Penggunaannya sangat mudah, eksplorasi objek astronomi dari dalam rumah
- Menggunakan sistem refraktor untuk hasil pengamatan yang jernih
- Pengamatan benda langit jadi lebih tajam dengan aperture 60 mm dan focal length 700 mm
- Memiliki paket aksesori yang lengkap, memudahkan pengamatan objek astronomi secara variatif dan praktis
- Dukungan tripod aluminium membuatnya stabil digunakan di dalam dan luar ruangan
- Pengoperasiannya mudah, ideal untuk pemula dalam astronomi ataupun sebagai alat edukatif anak-anak
| Diameter aperture | 60 mm |
|---|---|
| Panjang fokus | 700 mm |
| Jenis teleskop | Refraktor |
| Jenis dudukan | Altazimuth |
| Batas magnitudo | 10.8 |
| Daya pengumpulan cahaya | 73 kali |
| Perbesaran maksimum | 210 kali |
| Eyepiece | 12.5 mm, 20 mm |
| Adaptor | |
| Sistem deteksi otomatis |
Monocular Space Astronomical Telescope 300/70mm | F30070M
Lihat lebih dekat ke bulan dan bintang dengan tingkat zoom hingga 150 kali
- Memiliki bukaan lensa 70 mm, memungkinkan penyerapan cahaya lebih baik untuk hasil observasi yang terang
- Kombinasi lensa yang lengkap mendukung tingkat pembesaran variatif mulai 15 hingga 150 kali
- Anda bisa mengamati secara lebih rileks dengan mirror lens 90°
- Dilengkapi dudukan altazimuth, membuat pengamatan bintang dan bulan jadi lebih stabil dan simpel
- Cocok untuk mobilitas tinggi saat observasi berkat ukurannya yang tidak besar serta tripod aluminium ringan
| Diameter aperture | 70 mm |
|---|---|
| Panjang fokus | 300 mm |
| Jenis teleskop | Reflektor |
| Jenis dudukan | Altazimuth |
| Batas magnitudo | Tidak diketahui |
| Daya pengumpulan cahaya | Tidak diketahui |
| Perbesaran maksimum | 150 kali |
| Eyepiece | 6 mm, 20 mm |
| Adaptor | |
| Sistem deteksi otomatis |
Nikula Teropong Bintang Astronomical | F36050
Teleskop sederhana untuk Anda yang ingin menjelajahi luar angkasa
- Hadir dengan aperture 50 mm dan fokus 360 mm, menjadikan objek benda langit terlihat cukup tajam dan jelas
- Sistem refraktor memberikan hasil pengamatan yang stabil dan minim distorsi optik
- Mampu memperbesar hingga 60 kali untuk melihat tekstur permukaan bulan lebih dekat
- Dilengkapi tripod adjustable untuk kenyamanan dan stabilitas saat observasi
- Pengoperasiannya sederhana, cocok untuk edukasi anak-anak hingga dewasa dalam mengenal astronomi
| Diameter aperture | 50 mm |
|---|---|
| Panjang fokus | 360 mm |
| Jenis teleskop | Refraktor |
| Jenis dudukan | Altazimuth |
| Batas magnitudo | Tidak diketahui |
| Daya pengumpulan cahaya | Tidak diketahui |
| Perbesaran maksimum | 90 kali |
| Eyepiece | 6 mm, 20 mm |
| Adaptor | |
| Sistem deteksi otomatis |
VixenSpace Eye 70mm AltAZ Refraktor
Pengamatan benda langit jadi lebih terarah berkat kontrol slow motion yang mudah
- Dibekali dudukan altazimuth manual dengan kontrol gerak lambat untuk pelacakan objek langit yang halus dan presisi
- Menggunakan lensa refraktor 70 mm dengan panjang fokus 700 mm untuk gambar yang tajam dan kontras tinggi
- Terdapat lapisan pada lensa untuk meningkatkan kejernihan gambar dan kualitas optik
- Dilengkapi lensa okuler 20 mm dan 10 mm, membantu observasi lebih jelas hingga 70 kali tingkat zoom
- Finderscope yang dilengkapi kompas memudahkan penentuan arah dan posisi objek langit sebelum pengamatan utama
| Diameter aperture | 70 mm |
|---|---|
| Panjang fokus | 700 mm |
| Jenis teleskop | Refraktor |
| Jenis dudukan | Altazimuth |
| Batas magnitudo | Tidak diketahui |
| Daya pengumpulan cahaya | Tidak diketahui |
| Perbesaran maksimum | 60 kali |
| Eyepiece | 10 mm, 20 mm |
| Adaptor | |
| Sistem deteksi otomatis |
Synta Technology CorporationCelestron Teropong Bintang Astronomical | SCTW-70
Dilengkapi holder ponsel bawaan untuk dokumentasi langit yang menakjubkan
- Mendukung live view melalui smartphone dengan holder khusus, memudahkan pengamatan dan dokumentasi
- Green film pada lensa objektif meningkatkan kejernihan gambar dalam berbagai kondisi cahaya
- Tiga pilihan eyepiece memungkinkan pengamatan fleksibel dari 25 kali hingga 125 kali variasi pembesaran
- Bukaan lensa 70 mm membuatnya dapat menangkap cahaya lebih banyak sehingga objek pengamatan lebih detail dan jernih
- Desainnya portabel dan tidak membutuhkan banyak bracket sehingga perakitan teleskop begitu mudah
| Diameter aperture | 70 mm |
|---|---|
| Panjang fokus | 500 mm |
| Jenis teleskop | Refraktor |
| Jenis dudukan | Altazimuth |
| Batas magnitudo | Tidak diketahui |
| Daya pengumpulan cahaya | Tidak diketahui |
| Perbesaran maksimum | 100 kali |
| Eyepiece | 4 mm, 10 mm, 20 mm |
| Adaptor | |
| Sistem deteksi otomatis |
Synta Technology CorporationCelestron Astronomical Telescope | Deluxe 80EQ
Dibekali mount equatorial, dapat mengikuti gerakan benda langit secara real-time
- Melakukan tracking objek langit jadi mudah dan halus dengan desain dudukan equatorial dan knop slow motion
- Lensa full-coated 80 mm hadirkan pengamatan yang cerah dan tajam untuk objek langit secara mendalam
- Ponsel di dudukan teleskop membantu aplikasi mengenali posisi bintang dan planet lebih presisi
- Dilengkapi tripod bermaterial stainless steel yang tebal, memberikan posisi yang stabil dan kokoh selama observasi
- Jenis reflektor menghasilkan citra yang tajam, menjadikan observasi objek langit lebih menarik dan informatif
| Diameter aperture | 80 mm |
|---|---|
| Panjang fokus | 900 mm |
| Jenis teleskop | Refraktor |
| Jenis dudukan | Equatorial |
| Batas magnitudo | 12 |
| Daya pengumpulan cahaya | 131 kali |
| Perbesaran maksimum | 225 kali |
| Eyepiece | 4 mm, 20 mm |
| Adaptor | |
| Sistem deteksi otomatis |
Astronomical Telescope Reflector 700/76mm | F70076
Nikmati detail bulan dan bintang dengan sistem reflektor 76 mm
- Menggunakan sistem reflektor, memungkinkan pengumpulan cahaya lebih banyak untuk melihat objek langit yang redup secara jelas
- Focal length 700 mm bantu tampilkan visual yang lebih tajam saat melihat objek astronomi
- Memiliki variasi lensa okuler dan Barlow 2X, membantu menyesuaikan tingkat zoom sesuai kebutuhan observasi
- Dilengkapi tripod aluminium adjustable yang tingginya dapat disesuaikan dari 66–113 cm
- Dengan aperture 76 mm dan tingkat zoom hingga 175 kali, permukaan kawah bulan pun bisa terlihat jelas
| Diameter aperture | 76 mm |
|---|---|
| Panjang fokus | 700 mm |
| Jenis teleskop | Reflektor |
| Jenis dudukan | Altazimuth |
| Batas magnitudo | Tidak diketahui |
| Daya pengumpulan cahaya | Tidak diketahui |
| Perbesaran maksimum | Tidak diketahui |
| Eyepiece | 4 mm, 12.5 mm, 20 mm |
| Adaptor | |
| Sistem deteksi otomatis |
Synta Technology CorporationCelestron StarSense Explorer | LT80AZ
Lensa yang tajam dipadukan dengan aplikasi cerdas membuat observasi astronomi jadi presisi
- Teknologi StarSense memudahkan pencarian objek langit dengan menganalisis pola lewat kamera smartphone secara real-time
- Transmisi cahaya optimal dari lensa ganda berlapis bantu tampilkan planet dan bulan lebih detail
- Pandangan tidak terbalik berkat lensa erect-image, fleksibel untuk astronomi atau observasi darat
- Kontrol slow motion pada mount altazimuth memungkinkan pelacakan objek langit secara stabil dan presisi
- Dilengkapi aksesori tray untuk menjaga lensa tetap teratur dan mudah dijangkau saat pengamatan berlangsung
| Diameter aperture | 800 mm |
|---|---|
| Panjang fokus | 900 mm |
| Jenis teleskop | Refraktor |
| Jenis dudukan | Altazimuth |
| Batas magnitudo | 12 |
| Daya pengumpulan cahaya | 131 kali |
| Perbesaran maksimum | 189 kali |
| Eyepiece | 10 mm, 25 mm |
| Adaptor | |
| Sistem deteksi otomatis |
Synta Technology CorporationCelestron FirstScope 76mm Telescope
Mudah digunakan, sempurna untuk teleskop pertama Anda
- Menggunakan desain reflektor Newtonian dengan aperture 76 mm, menghasilkan visual yang cukup cerah dan tajam
- Penggunaannya sederhana, tinggal arahkan ke target, lalu objek langit langsung tampak sehingga ideal untuk pemula
- Memiliki desain yang simpel dan bobot yang ringan yakni sekitar 1,7 kg, memudahkan untuk dibawa dan dipindahkan
- Lensa mata 20 mm dan 4 mm memungkinkan pembesaran hingga 75 kali, bisa untuk mengamati Saturnus
| Diameter aperture | 76 mm |
|---|---|
| Panjang fokus | 300 mm |
| Jenis teleskop | Reflektor |
| Jenis dudukan | Altazimuth |
| Batas magnitudo | 11.9 |
| Daya pengumpulan cahaya | 118 kali |
| Perbesaran maksimum | 180 kali |
| Eyepiece | 4 mm, 20 mm |
| Adaptor | |
| Sistem deteksi otomatis |
Synta Technology CorporationCelestron StarSense Explorer™ | LT5"AZ
Memungkinkan pencarian objek otomatis serta kualitas visual setara observatorium
- Bukaan 127 mm dan fokus 1000 mm mendukung pengamatan objek deep-sky dengan kejernihan tinggi
- Anda cukup menjepit smartphone pada dock, lalu biarkan StarSense Explorer memandu penyesuaian posisi secara otomatis
- Aksesori bawaan yang lengkap menunjang kenyamanan observasi layaknya penggunaan teleskop profesional
- Optik fully coated memastikan cahaya terserap optimal, menghasilkan visual objek langit yang lebih jelas
- Mount manual jenis altazimuth dengan kontrol yang halus mendukung pengamatan objek langit lebih nyaman
| Diameter aperture | 127 mm |
|---|---|
| Panjang fokus | 1000 mm |
| Jenis teleskop | Reflektor |
| Jenis dudukan | Altazimuth |
| Batas magnitudo | 13 |
| Daya pengumpulan cahaya | 329 kali |
| Perbesaran maksimum | 300 kali |
| Eyepiece | 10 mm, 25 mm |
| Adaptor | |
| Sistem deteksi otomatis |
Baca juga rekomendasi perlengkapan outdoor lainnya di sini
5 Rekomendasi Teleskop Bintang terbaik
No. 1: |Space Astronomical Telescope|F70060
No. 2: |Monocular Space Astronomical Telescope 300/70mm|F30070M
No. 3: Nikula |Teropong Bintang Astronomical|F36050
No. 4: Vixen|Space Eye 70mm AltAZ Refraktor
No. 5: Synta Technology Corporation|Celestron Teropong Bintang Astronomical |SCTW-70
Lihat rekomendasi lengkapnya di siniDeskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.