10 Rekomendasi 3D Printer Terbaik [Ditinjau oleh Pemilik Percetakan]
3D printer memungkinkan Anda mencetak model 3D untuk berbagai keperluan, mulai dari kebutuhan manufaktur hingga hobi. Merek 3D printer yang bagus cukup bervariasi, seperti Creality, Anet 3D Printer, dan Anycubic. Namun, manakah 3D printer yang paling pas untuk Anda?
Untuk menjawabnya, kami akan menjelaskan cara memilih 3D printer yang disusun bersama teknisi mesin fotocopy dan percetakan, Ahmad Yusuf. Fitur dan teknologi 3D printer untuk pemula hingga profesional akan kami paparkan dengan rinci. Jangan lewatkan juga rekomendasi 3D printer terbaik yang dihimpun berdasarkan cara memilih dari kami. Rekomendasi ini dipilih dari produk-produk terlaris di marketplace dan diurutkan berdasarkan cara memilih mybest.
Highlight 3D Printer Teratas
Shenzhen Creality 3D Technology

Cocok untuk pemula yang senang bereksperimen
Shenzhen Anycubic Technology

Detailnya luar biasa dengan resolusi 14K untuk hasil cetak resin terbaik

Ahmad Yusuf adalah teknisi mesin fotocopy dan printer dengan kanal YouTube "kangyusuf" yang dipercaya 45.000+ subscriber. Ia aktif membagikan pengetahuan dan kemampuannya tentang teknologi percetakan terkini, termasuk printer 3D, printer laser, printer inkjet, dan mesin CNC, melalui tutorial komprehensif. Kang Yusuf berkomitmen memberikan edukasi bermanfaat bagi masyarakat umum dan wirausahawan di bidang percetakan. Ia khususnya memiliki fokus pada pengembangan minat wirausahawan muda di bidang teknologi percetakan dan fotocopy.

Dominiko adalah content planner di mybest dengan lebih dari 10 tahun pengalaman dalam digital content creation, SEO, dan analisis tren produk. Memulai karier di Kaskus sebagai writer dan strategist, ia mengasah keterampilan dalam content marketing, review produk, hingga copywriting. Kini, ia aktif berkolaborasi dengan pakar berbagai industri dan menggunakan riset berbasis data untuk menyusun rekomendasi produk yang akurat, tepercaya, dan bermanfaat bagi pembaca mybest.
Pakar dalam artikel ini hanya meninjau isi cara memilih. Produk dan layanan yang direkomendasikan bukanlah pilihan dari pakar.
Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Apa saja fungsi 3D printer?

Fungsi utama dari 3D printer adalah mencetak model 3D. Tidak ada printer lain yang dapat mencetak model 3D.

Satu-satunya fungsi dari 3D printer adalah mencetak model 3D. Hal yang berbeda-beda adalah tujuan pengguna dalam mencetak model tersebut. Berikut contoh kebutuhannya.
- Teknisi butuh cetakan 3D sebagai spare part untuk mesin.
- Dokter butuh cetakan model bagian tubuh untuk memberi penjelasan ke pasien.
- Pehobi bisa mencetak figure dengan 3D printer. Namun, 3D printer konsumer lebih cocok mencetak bahan yang ringan seperti plastik, bukan besi.
Sebelum mencetak di 3D printer, Anda perlu membuat model 3D di PC. Karena itu, pengguna 3D printer butuh skill modelling. Anda yang memiliki background di bidang modelling akan dapat memanfaatkan 3D printer. Sebaliknya, Anda yang belum punya kemampuan mendesain model 3D menggunakan software akan kesulitan bereksperimen dengan 3D printer.

Anda bisa mendesain model 3D lewat software SketchUp, AutoCAD, atau Blender. Jika sudah ada desainnya, Anda hanya perlu memindahkan file untuk dicetak lewat aplikasi bawaan 3D printer.
Apa saja jenis 3D printer?

Jenis 3D printer yang paling umum di pasaran adalah FDM dan SLA. Sementara itu, printer SLS (selective laser sintering) yang dapat mencetak logam tidak umum pada produk konsumer. Printer SLS lebih banyak digunakan untuk industri besar.

- Printer FDM
- Printer SLA
Jangan lupa juga untuk memperhatikan kebersihan printer. Nozel pada printer FDM akan mampet kalau sering dipakai dan tidak dibersihkan. Di sisi lain, tangki pada printer SLA perlu dibersihkan dari sisa-sisa resin dengan menggunakan alkohol. Pada dasarnya, perawatan 3D printer secara umum adalah membersihkan bagian-bagian yang kotor.

Pemula akan kesulitan mencari tahu letak kesalahan bila menggunakan 3D printer dengan teknologi SLA. Hal ini karena pengguna harus menunggu sampai printer selesai mencetak. Oleh karena itu, printer SLA lebih cocok untuk pengguna yang sudah berpengalaman.
Cara memilih 3D Printer
Tidak hanya metodenya, spesifikasi pada 3D printer di pasaran bisa berbeda-beda. Ada produk yang cocok digunakan pemula untuk belajar dan ada yang cocok digunakan profesional untuk pekerjaan. Agar Anda mendapatkan produk yang tepat, mari simak cara memilih 3D printer berikut.
Bila belum terbiasa menggunakan 3D printer, pastikan Anda memilih printer yang bisa auto-leveling

Auto-leveling penting untuk pengguna awam. Jika belum terbiasa, kemungkinan pengguna malah repot dengan leveling dan tidak kunjung mencetak objek.

Leveling adalah proses meratakan nozel supaya rata dengan hotbed. Leveling berguna untuk memastikan permukaan tempat cetak berada pada posisi yang sejajar mendekati gerakan nozel saat mencetak. Leveling yang tepat penting untuk mendapatkan hasil cetakan yang akurat dan konsisten. Jika tidak melakukan leveling, hasilnya akan menjadi tidak rata.
Terdapat dua sistem leveling pada 3D printer, yakni auto dan manual. Penjelasannya adalah sebagai berikut.
- Pada manual leveling, ada bagian baut yang harus diputar. Bagi pengguna baru, manual leveling akan terasa menyulitkan sehingga lebih cocok untuk pengguna yang sudah berpengalaman.
- Pada auto-leveling, printer akan melakukan leveling dengan sendirinya ketika pengguna memilih menu pada panel. Karena kemudahan tersebut, pengguna baru sebaiknya memilih 3D printer dengan sistem auto-leveling.
Utamakan 3D printer dengan teknologi FDM untuk belajar; Untuk profesional, pilih temperatur nozzle/hot-end yang bisa mencapai 300 °C

Proses mencetak pada printer FDM bisa dilihat langsung sehingga pemula bisa mengetahui letak kesalahannya. Namun, printer FDM untuk pemula hanya cocok untuk mencetak bahan ringan. Untuk memanaskan bahan yang lebih keras, Anda memerlukan printer FDM dengan temperatur hot-end yang mencapai 300 °C.

Salah satu karakteristik printer FDM yang cocok untuk pemula adalah proses mencetak yang terlihat secara langsung. Jadi, pemula dapat langsung mengetahui letak kesalahannya saat belajar mencetak dengan 3D printer. Perlu diketahui bahwa FDM menggunakan filamen padat yang langsung dipanaskan oleh printer. Jadi, filamen hanya berubah bentuk dari satu benda padat menjadi benda padat yang lain.
Temperatur nozzle/hot-end akan menentukan material apa saja yang bisa diatasi printer FDM. Kebutuhan pemula biasanya hanya untuk mencetak bahan-bahan yang ringan berikut.
- ABS dan PLA dapat digunakan untuk membuat vas, pot, hingga action figure.
- TPU yang sifatnya seperti karet dapat digunakan untuk mencetak casing HP.
Bahan-bahan tersebut umumnya sudah dapat diatasi oleh printer dengan temperatur hot-end hingga 260 °C. Namun, kekurangan dari bahan-bahan yang ringan adalah lebih mudah pecah.
Pengguna profesional biasanya menggunakan bahan-bahan yang titik lelehnya tinggi, yakni hingga 300 °C. Bahan-bahan tersebut tidak mudah patah, bahkan bisa dicetak sebagai bagian pada mesin. Salah satu bahan yang banyak digunakan oleh profesional adalah nilon. Tak hanya nilon, carbon nylon pun dapat dicetak oleh printer dengan temperatur hot-end 300 °C. Selain tidak mudah patah, bahan tersebut juga tahan panas.

Profesional biasanya menggunakan printer dari Bambu Lab karena banyak produknya yang memiliki temperatur hot-end sampai 300 °C. Dengan tingginya suhu yang bisa dicapai, profesional bisa mencetak beragam bahan.
Agar makin mudah dioperasikan, pastikan keberadaan filament sensor dan panel LCD

Selain auto-leveling, fitur yang memudahkan pemula untuk belajar lewat printer FDM adalah filament sensor dan panel LCD. Sebenarnya, keberadaan fitur auto-leveling dan filament sensor saja sudah cukup bagi pemula untuk mulai belajar.

Filament sensor akan mendeteksi putusnya filamen untuk memberi tahu pengguna agar segera memperbaikinya. Sebagai informasi, printer FDM rata-rata memiliki kecepatan cetak 100-200 mm/s. Jadi, proses mencetak model 3D butuh waktu yang lama meskipun model yang dicetak berukuran kecil.
Selain filament sensor, Anda juga bisa mengandalkan printer dengan panel LCD. Setiap menu pada panel LCD akan menampilkan keterangan, misalnya untuk pemanasan atau pengurangan panas. Sebaliknya, printer FDM yang dioperasikan dengan tombol fisik agak susah dipahami sehingga lebih cocok untuk pengguna yang sudah berpengalaman.
Salah satu printer yang cocok digunakan oleh pemula untuk belajar adalah Mingda X2. Selain dilengkapi panel LCD, printer tersebut juga dibekali fitur auto-leveling dan filament sensor.

Pemula pun dapat mempertimbangkan sisi kemudahan perakitan printer. Salah satu printer FDM yang paling mudah dirakit adalah Kingroon KP3S. Printer tersebut hanya memiliki satu tiang Z-axis dan bisa langsung dipakai untuk mencetak.
Produk di pasaran biasanya menggunakan dua tiang Z-axis. Printer kelas profesional bahkan terdiri dari empat tiang Z-axis yang harus dirakit semuanya lebih dahulu.
Jika printer FDM digunakan untuk jangka panjang, cari yang dibekali double gear extruder

Double gear extruder lebih direkomendasikan karena lebih awet pemakaiannya dibandingkan extruder dengan satu gear.

Trouble mungkin akan lebih mudah datang pada extruder dengan satu gear. Gear pada extruder lama-kelamaan akan aus sehingga menyebabkan filamen macet. Kalau bahannya kurang kuat, gear pada extruder bahkan bisa patah. Oleh karena itu, beberapa produsen membuat extruder dari logam agar lebih kuat. Selain lebih kuat, extruder logam umumnya juga lebih stabil daripada extruder plastik.
Untuk hasil cetakan dengan detail tinggi, gunakan 3d printer dengan teknologi SLA

Detail cetakan pada printer SLA lebih tinggi daripada printer FDM. Namun, printer FDM bisa mencetak objek yang lebih besar daripada printer SLA.

Keunggulan utama printer SLA dari printer FDM adalah dapat mencetak dengan detail dan presisi yang lebih tinggi. Berikut perbandingan akurasinya.
- Ketelitian print pada printer FDM umumnya adalah 0,1 mm. Pada produk yang lebih canggih, ketelitian print-nya bisa mencapai 0,05 mm.
- Ketelitian print pada printer SLA umumnya mencapai 0,01 mm. Alhasil, printer SLA lebih disukai oleh perajin perhiasan, desainer produk, hingga pehobi yang menghargai akurasi.
Meskipun demikian, print size dari printer SLA umumnya lebih kecil dari printer FDM.
- Print size dari printer FDM umumnya sekitar 220 mm x 220 mm x 250 mm.
- Dimensi panjang, lebar, dan tinggi dari printer SLA umumnya tidak mencapai 200 mm.
Oleh karena itu, printer SLA lebih cocok untuk mencetak benda kecil dengan detail yang apik. Sebaliknya, printer FDM cocok untuk mencetak objek yang berukuran lebih besar.

Selain printer SLA, printer yang juga mengeraskan bahan resin dengan menggunakan sinar UV adalah printer DLP (digital light processing). Kecepatan dan akurasi print dari printer DLP bahkan lebih tinggi dari printer SLA. Namun, perlu diketahui bahwa harga printer ini umumnya lebih tinggi dari printer FDM dan printer SLA.
Peringkat 3D Printer Terbaik
Produk | Gambar | Harga terendah | Poin | Perincian | ||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Teknologi | Leveling | Auto resume | Filament sensor | Material | Dimensi panjang print size | Dimensi tinggi print size | Dimensi kedalaman print size | Kecepatan print | Ketelitian print | Temperatur hot-end maksimum | Temperatur hot-bed maksimum | Koneksi | Slicer | |||||
1 | Bambu Lab Bambu Lab A1 Mini Combo | ![]() | 3D printer mini yang pas untuk ruang kerja kecil | FDM | Auto | PLA, PETG, TPU, PVA | 180 mm | 180 mm | 180 mm | 500 mm/detik | Tidak tercantum | 300°C | 80°C | Wi-Fi, app support | Bambu Slicer | |||
2 | Shenzhen Creality 3D Technology Creality Ender-3 V3 SE 3D Printer | ![]() | Cocok untuk pemula yang senang bereksperimen | FDM | Auto | PLA, PETG, TPU (95A) | 220 mm | 250 mm | 220 mm | 250 mm/detik | 0.1 mm | 250°C (nozzle) | 100°C | SD Card | Creality Print, Cura 5.0 or New Version, Simplify3D | |||
3 | Shenzhen Anycubic Technology Anycubic Photon Mono M7 | ![]() | Detailnya luar biasa dengan resolusi 14K untuk hasil cetak resin terbaik | SLA | Auto | Resin | 223 mm | 230 mm | 126 mm | 150 mm/detik | 0.01-0.05 mm | Tidak diketahui | Tidak diketahui | USB, Wi-Fi, LAN MODE (2025 Q1) | Photon Workshop, Chitubox, Lycheeslicer | |||
4 | Prusa Research Original Prusa i3 MK3S+ | ![]() | Mencetak lebih presisi dengan adanya SuperPinda sensor | Fused Filament Fabrication (FFF) | Auto | PLA, PETG, ASA, ABS, PC (polycarbonate) | 210 mm | 250 mm | 210 mm | 200 mm/detik | Tidak tercantum | 300°C (nozzle) | 120°C | SD Card, USB 2.0 | PrusaSlicer | |||
5 | Shenzhen Kingroon Technology Kingroon KP5L Pro 3D Printer | ![]() | Printer 3D dengan kinerja mesin yang tidak ribut | FDM | Manual | PLA, PETG, TPU, ABS | 300 mm | 340 mm | 300 mm | 30-150 mm/detik | 0.1 mm | 260°C (nozzle) | 90°C | USB, TF Card | Tidak tercantum | |||
6 | Anet 3D Printer Anet 3D Printer ET4 Plus | ![]() | Pencetak otomatis dengan sistem auto-leveling dan kontrol 32-bit | FDM | Auto | ABS, PLA, PA, Wood, PVA, Nylon, HIPS, TPE, PETG | 220 mm | 250 mm | 220 mm | 150-220 mm/detik (maksimum) | Tidak tercantum | 250°C | 100°C | SD Card | OctoPrint, Mainsail, Fluidd, SimplyPrint | |||
7 | Elegoo Elegoo Mars 4 9K Resin 3D Printer | ![]() | Bebas dari overheat karena adanya sistem pendingin yang efisien | MSLA | Tidak tercantum | Resin | 153.36 mm | 175 mm | 77.76 mm | 30-70 mm/h | 0.02 mm | Tidak tercantum | Tidak tercantum | USB | Voxeldance Tango, Chltubox, Lychee | |||
8 | Sovol Sovol SV07 3D Printer | ![]() | Pilihan tepat untuk kebutuhan cetak ekstra cepat | FDM | Auto | PLA, PETG, Carbon Fiber, TPU | 220 mm | 250 mm | 220 mm | 500 mm/detik | 0.1 mm | 300°C (nozzle) | 80°C | Wi-Fi, USB flash drive | PrusaSlicer, Cura | |||
9 | Dimension Technology Dmscreate DP2 3D Printer | ![]() | 3D printer dengan hasil detail yang memukau | FDM | Tidak tercantum | Wood, PLA | 150 mm | 200 mm | 150 mm | 10-150 mm/detik | Tidak tercantum | 250°C (nozzle) | Tidak tercantum | Tidak tercantum | Repetierr-host, Cura, Slic3r | |||
10 | Shenzhen Getech Geeetech A10 Pro 3D Printer | ![]() | Bebas dari mampet atau macet karena anti-clogging hotend design | FDM | Auto | ABS, PLA, Wood-polymer, PVA, HIPS, PETG | 220 mm | 260 mm | 220 mm | 60-120 mm/detik | 0.1-0.2 mm | 250°C | 100°C | SD Card, Wi-Fi, USB | Easyprint 3D, Repetier-host, Cura, Simplify3D, Slic3r | |||
Bambu LabBambu Lab A1 Mini Combo
| Teknologi | FDM |
|---|---|
| Leveling | Auto |
- Auto resume
- Filament sensor
3D printer mini yang pas untuk ruang kerja kecil
- Dilengkapi dengan Automatic Material System (AMS) untuk pencetakan multi-color yang efisien
- Menggunakan extruder A1 Series yang kompatibel dengan berbagai jenis filamen
- Ukurannya mini sehingga cocok untuk penggunaan pribadi atau ruang kerja berukuran kecil
- Mendukung pencetakan dengan berbagai material seperti PLA, PETG, dan TPU
| Material | PLA, PETG, TPU, PVA |
|---|---|
| Dimensi panjang print size | 180 mm |
| Dimensi tinggi print size | 180 mm |
| Dimensi kedalaman print size | 180 mm |
| Kecepatan print | 500 mm/detik |
| Ketelitian print | Tidak tercantum |
| Temperatur hot-end maksimum | 300°C |
| Temperatur hot-bed maksimum | 80°C |
| Koneksi | Wi-Fi, app support |
| Slicer | Bambu Slicer |
Shenzhen Creality 3D TechnologyCreality Ender-3 V3 SE 3D Printer
| Teknologi | FDM |
|---|---|
| Leveling | Auto |
- Auto resume
- Filament sensor
Cocok untuk pemula yang senang bereksperimen
- Printer 3D dengan teknologi pencetakan FDM dengan area cetak 22 cm x 22 cm x 25 cm
- Dibekali resolusi lapisan minimum 100 mikron untuk detail cetak yang halus
- Lebih rapi karena produk ini menggunakan sensor CR Touch untuk automatic bed leveling
- Ideal untuk pemula yang baru menggunakan atau bereksperimen dengan printer 3D
| Material | PLA, PETG, TPU (95A) |
|---|---|
| Dimensi panjang print size | 220 mm |
| Dimensi tinggi print size | 250 mm |
| Dimensi kedalaman print size | 220 mm |
| Kecepatan print | 250 mm/detik |
| Ketelitian print | 0.1 mm |
| Temperatur hot-end maksimum | 250°C (nozzle) |
| Temperatur hot-bed maksimum | 100°C |
| Koneksi | SD Card |
| Slicer | Creality Print, Cura 5.0 or New Version, Simplify3D |
Shenzhen Anycubic TechnologyAnycubic Photon Mono M7
| Teknologi | SLA |
|---|---|
| Leveling | Auto |
- Auto resume
- Filament sensor
Detailnya luar biasa dengan resolusi 14K untuk hasil cetak resin terbaik
- 3D printer yang menggunakan layar LCD 10,1 inci dengan resolusi 14K untuk detail tinggi
- Dibekali kecepatan cetak ekstra tinggi untuk efisiensi waktu dalam produksi
- Memiliki area cetak yang lebih besar, memungkinkan pembuatan model yang lebih besar
- Cocok untuk pengguna yang membutuhkan hasil cetak resin berkualitas tinggi
| Material | Resin |
|---|---|
| Dimensi panjang print size | 223 mm |
| Dimensi tinggi print size | 230 mm |
| Dimensi kedalaman print size | 126 mm |
| Kecepatan print | 150 mm/detik |
| Ketelitian print | 0.01-0.05 mm |
| Temperatur hot-end maksimum | Tidak diketahui |
| Temperatur hot-bed maksimum | Tidak diketahui |
| Koneksi | USB, Wi-Fi, LAN MODE (2025 Q1) |
| Slicer | Photon Workshop, Chitubox, Lycheeslicer |
Prusa ResearchOriginal Prusa i3 MK3S+
| Teknologi | Fused Filament Fabrication (FFF) |
|---|---|
| Leveling | Auto |
- Auto resume
- Filament sensor
Mencetak lebih presisi dengan adanya SuperPinda sensor
- Dilengkapi dengan sensor filament run-out dan power recovery untuk keamanan cetak
- Printer ini menggunakan extruder bondtech dan hotend E3D untuk performa optimal
- Hasil cetakan lebih presisi dan rapi berkat adanya SuperPinda sensor
- Kompatibel dengan berbagai jenis filamen seperti PLA, ABS, dan PETG
| Material | PLA, PETG, ASA, ABS, PC (polycarbonate) |
|---|---|
| Dimensi panjang print size | 210 mm |
| Dimensi tinggi print size | 250 mm |
| Dimensi kedalaman print size | 210 mm |
| Kecepatan print | 200 mm/detik |
| Ketelitian print | Tidak tercantum |
| Temperatur hot-end maksimum | 300°C (nozzle) |
| Temperatur hot-bed maksimum | 120°C |
| Koneksi | SD Card, USB 2.0 |
| Slicer | PrusaSlicer |
Shenzhen Kingroon TechnologyKingroon KP5L Pro 3D Printer
| Teknologi | FDM |
|---|---|
| Leveling | Manual |
- Auto resume
- Filament sensor
Printer 3D dengan kinerja mesin yang tidak ribut
- Printer 3D menggunakan sistem dual linear rail pada sumbu XYZ untuk presisi tinggi
- Dilengkapi layar touch screen 3,5 inch full color interface untuk kemudahan pemakaian
- Mendukung berbagai jenis filamen berkat adanya extruder direct drive
- Dibekali driver motor TMC2225 untuk operasi yang lebih senyap dan halus
| Material | PLA, PETG, TPU, ABS |
|---|---|
| Dimensi panjang print size | 300 mm |
| Dimensi tinggi print size | 340 mm |
| Dimensi kedalaman print size | 300 mm |
| Kecepatan print | 30-150 mm/detik |
| Ketelitian print | 0.1 mm |
| Temperatur hot-end maksimum | 260°C (nozzle) |
| Temperatur hot-bed maksimum | 90°C |
| Koneksi | USB, TF Card |
| Slicer | Tidak tercantum |
Anet 3D PrinterAnet 3D Printer ET4 Plus
| Teknologi | FDM |
|---|---|
| Leveling | Auto |
- Auto resume
- Filament sensor
Pencetak otomatis dengan sistem auto-leveling dan kontrol 32-bit
- 3D printer yang menggunakan motherboard 32-bit untuk kontrol yang lebih pas
- Dibekali fitur auto-leveling untuk kemudahan kalibrasi platform cetak
- Memiliki struktur rangka logam berkualitas untuk stabilitas selama pencetakan
- Dilengkapi layar sentuh berwarna dengan ukuran 2,8 inci untuk navigasi yang intuitif
| Material | ABS, PLA, PA, Wood, PVA, Nylon, HIPS, TPE, PETG |
|---|---|
| Dimensi panjang print size | 220 mm |
| Dimensi tinggi print size | 250 mm |
| Dimensi kedalaman print size | 220 mm |
| Kecepatan print | 150-220 mm/detik (maksimum) |
| Ketelitian print | Tidak tercantum |
| Temperatur hot-end maksimum | 250°C |
| Temperatur hot-bed maksimum | 100°C |
| Koneksi | SD Card |
| Slicer | OctoPrint, Mainsail, Fluidd, SimplyPrint |
ElegooElegoo Mars 4 9K Resin 3D Printer
| Teknologi | MSLA |
|---|---|
| Leveling | Tidak tercantum |
- Auto resume
- Filament sensor
Bebas dari overheat karena adanya sistem pendingin yang efisien
- Printer 3D yang menggunakan layar mono LCD 9K untuk resolusi cetak ultra tinggi
- Dilengkapi sistem pendingin yang bagus untuk menjaga suhu optimal selama pencetakan
- Desain bodinya kukuh dengan penutup UV, efektif untuk melindungi hasil cetak
- Kompatibel dengan berbagai perangkat lunak slicing yang populer
| Material | Resin |
|---|---|
| Dimensi panjang print size | 153.36 mm |
| Dimensi tinggi print size | 175 mm |
| Dimensi kedalaman print size | 77.76 mm |
| Kecepatan print | 30-70 mm/h |
| Ketelitian print | 0.02 mm |
| Temperatur hot-end maksimum | Tidak tercantum |
| Temperatur hot-bed maksimum | Tidak tercantum |
| Koneksi | USB |
| Slicer | Voxeldance Tango, Chltubox, Lychee |
SovolSovol SV07 3D Printer
| Teknologi | FDM |
|---|---|
| Leveling | Auto |
- Auto resume
- Filament sensor
Pilihan tepat untuk kebutuhan cetak ekstra cepat
- Menggunakan firmware klipper untuk kecepatan cetak hingga 250 mm/s
- Cocok untuk kebutuhan cetak ekstra cepat dalam jumlah yang banyak
- Dilengkapi fitur auto-leveling otomatis untuk kemudahan kalibrasi
- Aman untuk jangka panjang karena memiliki dual gear extruder direct drive
| Material | PLA, PETG, Carbon Fiber, TPU |
|---|---|
| Dimensi panjang print size | 220 mm |
| Dimensi tinggi print size | 250 mm |
| Dimensi kedalaman print size | 220 mm |
| Kecepatan print | 500 mm/detik |
| Ketelitian print | 0.1 mm |
| Temperatur hot-end maksimum | 300°C (nozzle) |
| Temperatur hot-bed maksimum | 80°C |
| Koneksi | Wi-Fi, USB flash drive |
| Slicer | PrusaSlicer, Cura |
Dimension TechnologyDmscreate DP2 3D Printer
| Teknologi | FDM |
|---|---|
| Leveling | Tidak tercantum |
- Auto resume
- Filament sensor
3D printer dengan hasil detail yang memukau
- Printer 3D siap pakai tanpa perlu perakitan tambahan
- Dibekali mesin yang mampu hasilkan cetakan ekstra detail dan presisi
- Memiliki area cetak sebesar 15 cm x 15 cm x 20 cm dengan speed 10-150 mm/s
- Pilihan bagus untuk Anda yang senang dengan hasil cetak yang mendetail
| Material | Wood, PLA |
|---|---|
| Dimensi panjang print size | 150 mm |
| Dimensi tinggi print size | 200 mm |
| Dimensi kedalaman print size | 150 mm |
| Kecepatan print | 10-150 mm/detik |
| Ketelitian print | Tidak tercantum |
| Temperatur hot-end maksimum | 250°C (nozzle) |
| Temperatur hot-bed maksimum | Tidak tercantum |
| Koneksi | Tidak tercantum |
| Slicer | Repetierr-host, Cura, Slic3r |
Shenzhen GetechGeeetech A10 Pro 3D Printer
| Teknologi | FDM |
|---|---|
| Leveling | Auto |
- Auto resume
- Filament sensor
Bebas dari mampet atau macet karena anti-clogging hotend design
- 3D printer dengan area cetak 22 cm x 22 cm x 26 cm, pas untuk objek berukuran besar
- Dilengkapi dengan sensor filament run-out untuk keamanan cetak
- Dibekali anti-clogging hotend design guna mencegah printer macet
- Mesin ini kompatibel dengan filamen PLA, ABS, dan lainnya
| Material | ABS, PLA, Wood-polymer, PVA, HIPS, PETG |
|---|---|
| Dimensi panjang print size | 220 mm |
| Dimensi tinggi print size | 260 mm |
| Dimensi kedalaman print size | 220 mm |
| Kecepatan print | 60-120 mm/detik |
| Ketelitian print | 0.1-0.2 mm |
| Temperatur hot-end maksimum | 250°C |
| Temperatur hot-bed maksimum | 100°C |
| Koneksi | SD Card, Wi-Fi, USB |
| Slicer | Easyprint 3D, Repetier-host, Cura, Simplify3D, Slic3r |
Baca juga rekomendasi peralatan pendukung komputer lainnya di sini
5 Rekomendasi 3D Printer terbaik
No. 1: Bambu Lab|Bambu Lab A1 Mini Combo
No. 2: Shenzhen Creality 3D Technology|Creality Ender-3 V3 SE 3D Printer
No. 3: Shenzhen Anycubic Technology|Anycubic Photon Mono M7
No. 4: Prusa Research|Original Prusa i3 MK3S+
No. 5: Shenzhen Kingroon Technology|Kingroon KP5L Pro 3D Printer
Lihat rekomendasi lengkapnya di siniDeskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.