10 Rekomendasi Mic Kamera Terbaik (Terbaru Tahun 2026)
Bagi para pembuat konten, videografer, atau vlogger, kualitas audio yang jernih sama pentingnya dengan visual yang tajam. Mic kamera menjadi solusi untuk menangkap suara secara lebih jelas dan profesional, terutama ketika mengambil gambar di lingkungan bising. Namun, mic kamera seperti apa yang bagus untuk digunakan?
Untuk membantu Anda, kami akan menjelaskan cara memilih mic kamera dalam artikel ini. Temukan juga rekomendasi mic kamera dari berbagai merek terbaik, seperti Brica, Saramonic, dan RODE. Produk rekomendasi ini telah kami kurasi berdasarkan cara memilih mybest dan jumlah penjualan di marketplace. Simak sampai akhir, ya!

Dominiko adalah content planner di mybest dengan lebih dari 10 tahun pengalaman dalam digital content creation, SEO, dan analisis tren produk. Memulai karier di Kaskus sebagai writer dan strategist, ia mengasah keterampilan dalam content marketing, review produk, hingga copywriting. Kini, ia aktif berkolaborasi dengan pakar berbagai industri dan menggunakan riset berbasis data untuk menyusun rekomendasi produk yang akurat, tepercaya, dan bermanfaat bagi pembaca mybest.

Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Apa kelebihan menggunakan mic kamera?

Selain itu, Anda akan lebih mudah menyesuaikan kebutuhan audio dengan video yang ingin diambil. Misalnya, shotgun mic dapat digunakan untuk menangkap suara yang ada di depan kamera. Sementara itu, lavalier dapat digunakan untuk menangkap suara dialog secara lebih jelas.
Cara memilih Mic Kamera
Ketika memilih mic kamera, Anda harus memperhatikan jenisnya, yakni shotgun atau lavalier. Selain itu, periksa nilai frekuensi, sensitivitas, SNR, dan SPL-nya. Jangan lupakan fitur peredam noise supaya suara yang direkam lebih jelas. Lalu, pastikan juga output mic kompatibel dengan perangkat yang Anda miliki.
Tentukan jenis mic kamera berdasarkan kebutuhan pengambilan gambar
Di pasaran terdapat dua jenis mic kamera yang umum beredar, yakni shotgun mic dan lavalier. Setiap jenis mikrofon memiliki karakteristik dan keunggulannya masing-masing. Simaklah lebih lanjut penjelasannya di bawah ini.
Shotgun, menangkap suara dari depan kamera dengan baik

Shotgun mic biasanya dipasang di atas kamera DSLR atau kamera mirrorless. Mic kamera ini umumnya memiliki polar pattern cardioid atau directional yang menangkap suara sesuai arah kamera. Artinya, shotgun mic tidak hanya menangkap suara dari satu atau dua objek, tetapi berbagai suara yang ada di depannya.
Mic kamera ini cocok digunakan ketika Anda ingin mewawancarai beberapa orang di jalan atau merekam penampilan di panggung. Hal yang perlu diingat saat memilih shotgun mic adalah banyak produk yang menggunakan koneksi kabel atau wired. Hal ini menyebabkan baterai kamera lebih cepat terkuras dari biasanya.
Lavalier, menangkap suara vokal dari jarak lebih dekat

Keunikan lavalier adalah banyak tersedia dalam koneksi wireless. Jadi, Anda dapat memasangnya pada dua objek dan suaranya terekam baik meski tidak semuanya on cam. Karena umumnya menggunakan koneksi wireless, lavalier dibekali baterai. Untuk ketahanan yang lebih lama, pilih produk dengan charging case. Ketahanan dayanya bisa mencapai 20-40 jam, cocok untuk mengambil gambar di luar ruangan seharian.
Periksa nilai rentang frekuensi, sensitivitas, SNR, dan SPL pada mic kamera

- Rentang frekuensi 20-20.000 Hz cocok untuk merekam suara vokal dan instrumen musik karena frekuensi suara yang bervariasi. Untuk merekam dialog, rentang frekuensi 50-500 Hz sudah cukup.
- Sensitivitas tinggi dibutuhkan untuk mengambil suara objek di tengah noise yang cukup tinggi. Mic akan lebih sensitif menangkap suara objek jika sensitivitasnya mendekati angka nol, misal -30 dB.
- SNR (signal-to-noise ratio) tinggi dapat menangkap lebih banyak sinyal suara yang diinginkan dibandingkan background noise. Jika Anda merekam di outdoor, sebaiknya pilih SNR >78 dB.
- SPL mengukur kemampuan mic dengan menangani tingkat tekanan suara tanpa mengalami distorsi. Produk dengan SPL 120 dB dapat menangkap suara keras, seperti untuk live music atau perekaman outdoor dengan banyak kebisingan.
Pilih mic kamera yang dilengkapi dengan fitur untuk meredam noise

- Low-cut filter: Dapat mengurangi noise frekuensi rendah (sekitar 200 Hz) seperti suara angin.
- Shock mount: Dudukan untuk meredam guncangan pada mic saat Anda berjalan dengan kamera.
- Noise cancellation: Meminimalkan suara sekitar yang tidak diinginkan tanpa terbatas oleh frekuensi.
- Windscreen: Perangkat keras bertipe busa ataupun bulu yang ditempelkan ke mic. Meskipun tingkat peredaman tipe bulu lebih tinggi dibandingkan tipe busa, tetapi suara penggunanya cenderung kurang teredam dibandingkan tipe busa.
Perlu diketahui bahwa tidak semua fitur peredam noise tersedia pada setiap tipe mic kamera. Fitur windscreen memang dapat ditemukan pada berbagai tipe mic. Namun, low-cut filter dan shock mount lebih umum tersedia pada shotgun mic. Sementara itu, noise cancellation lebih mudah ditemukan pada lavalier.
Pastikan output pada mic kompatibel dengan perangkat untuk merekam, seperti audio jack, USB-C, dan Lightning

Mic eksternal perlu dihubungkan ke kamera untuk mulai digunakan. Jadi, Anda perlu menyesuaikan output pada mic eksternal dengan input audio pada kamera atau HP. Pada umumnya, mic eksternal memiliki output audio jack 3.5 mm TRS yang memang kompatibel dengan kamera DSLR hingga mirrorless.
Untuk dihubungkan ke HP, Anda perlu memilih produk dengan output audio jack 3.5 mm TRRS, USB-C, atau Lightning. Jika output-nya belum sama dengan perangkat, Anda perlu kabel konverter tambahan. Bentuk konektor antara kabel audio jack 3.5 mm TRS dan input audio jack 3.5 mm TRRS memang mirip. Namun, keduanya tidak akan berfungsi secara maksimal.

Peringkat Mic Kamera Terbaik
Produk | Gambar | Harga terendah | Perincian | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Jenis | Polar pattern | Frekuensi (minimal) | Frekuensi (maksimal) | SNR | Tingkat sensitivitas | Fitur peredam noise | Output | ||||
1 | Fantech Indonesia Fantech|Mic Clip On Lavalier Microphone|MV01 | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | 65 Hz | 18 kHz | Tidak tercantum | -42 dB ± 3 dB | Windscreen | Audio jack 3.5 mm TRRS | |
2 | Shenzhen Hollyland Technology Hollyland Lark M2 Combo | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | 20 Hz | 20 kHz | 70 dB | -37 dB | Noise cancellation | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C, Lightning | |
3 | Costa Costa® Cardioid Microphone Shotgun |MS-1 | ![]() | Shotgun | Cardioid | 35 Hz | 18 kHz | 76 dB | -45 dB | Fur windshield, Shock mount, Noise cancellation | Audio jack 3.5 mm TRS, Audio jack 3.5 mm TRRS | |
4 | Shenzhen Jiayz Photo Industrial BOYA Universal Lavalier Clip-On Microphone|BY-M1 Pro II | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | 50 Hz | 20 kHz | >78 dB | -32 dB ± 3 dB | Windscreen | Audio jack 3.5 mm TRRS | |
5 | Klip Teknologi Indonesia NYK Nemesis Mic Clip On|MCL-01 Necro | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | 65 Hz | 18 kHz | 74 dB | -30 dB ± 3 dB | Windscreen | Audio jack 3.5 mm TRRS | |
6 | Shenzhen Saramonic Technology Saramonic Air Wireless Microphone|Air-02 | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | 20 Hz | 20 kHz | >90 dB | -32 dB | Windscreen, Noise cancellation | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C, Lightning | |
7 | Freedman Electronics RODE VideoMicro Compact On-Camera Microphone | ![]() | Shotgun | Cardioid | 100 Hz | 20 kHz | Tidak tercantum | -33 dB | Windscreen, Shock mount | Audio jack 3.5 mm TRS | |
8 | Harmoni Talenta Arthamedia Brica B-VLOG|M5 | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | 20 Hz | 20 kHz | >75 dB | -30 dB ± 3 dB | Windscreen | Audio jack 3.5 mm TRS | |
9 | Soundtech Manufacturing Soundtech Cardioid Arc-Shaped Microphone |ST-VM02 | ![]() | Shotgun | Cardioid | 35 Hz | 18 kHz | Tidak tercantum | Tidak tercantum | Windscreen | Audio jack 3.5 mm TRS, Audio jack 3.5 mm TRRS | |
10 | Guangdong Takstar Electronic TAKSTAR Shotgun Microphone|SGC-598 | ![]() | Shotgun | Cardioid | 50 Hz | 16 kHz | Tidak tercantum | -32 dB ± 3 dB | Windscreen | Audio jack 3.5 mm TRS | |

Fantech IndonesiaFantech | Mic Clip On Lavalier Microphone | MV01
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- Frekuensi (minimal)
- 65 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 18 kHz
| SNR | Tidak tercantum |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -42 dB ± 3 dB |
| Fitur peredam noise | Windscreen |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRRS |
Shenzhen Hollyland TechnologyHollyland Lark M2 Combo
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- Frekuensi (minimal)
- 20 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 20 kHz
| SNR | 70 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -37 dB |
| Fitur peredam noise | Noise cancellation |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C, Lightning |
CostaCosta® Cardioid Microphone Shotgun | MS-1
| Jenis | Shotgun |
|---|---|
| Polar pattern | Cardioid |
- Frekuensi (minimal)
- 35 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 18 kHz
| SNR | 76 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -45 dB |
| Fitur peredam noise | Fur windshield, Shock mount, Noise cancellation |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, Audio jack 3.5 mm TRRS |
Shenzhen Jiayz Photo IndustrialBOYA Universal Lavalier Clip-On Microphone | BY-M1 Pro II
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- Frekuensi (minimal)
- 50 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 20 kHz
| SNR | >78 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -32 dB ± 3 dB |
| Fitur peredam noise | Windscreen |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRRS |
Klip Teknologi IndonesiaNYK Nemesis Mic Clip On | MCL-01 Necro
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- Frekuensi (minimal)
- 65 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 18 kHz
Mikrofon clip-on yang mudah dipasang dengan desain ringan dan portable
Pemasangannya mudah, cocok untuk berbagai kebutuhan rekaman dan pertemuan
Kualitas suara yang jelas dan konsisten berkat pola omnidirectional dan low handling noise
| SNR | 74 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -30 dB ± 3 dB |
| Fitur peredam noise | Windscreen |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRRS |
Shenzhen Saramonic TechnologySaramonic Air Wireless Microphone | Air-02
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- Frekuensi (minimal)
- 20 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 20 kHz
| SNR | >90 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -32 dB |
| Fitur peredam noise | Windscreen, Noise cancellation |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C, Lightning |
Freedman ElectronicsRODE VideoMicro Compact On-Camera Microphone
| Jenis | Shotgun |
|---|---|
| Polar pattern | Cardioid |
- Frekuensi (minimal)
- 100 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 20 kHz
| SNR | Tidak tercantum |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -33 dB |
| Fitur peredam noise | Windscreen, Shock mount |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS |
Harmoni Talenta ArthamediaBrica B-VLOG | M5
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- Frekuensi (minimal)
- 20 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 20 kHz
| SNR | >75 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -30 dB ± 3 dB |
| Fitur peredam noise | Windscreen |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS |
Soundtech ManufacturingSoundtech Cardioid Arc-Shaped Microphone | ST-VM02
| Jenis | Shotgun |
|---|---|
| Polar pattern | Cardioid |
- Frekuensi (minimal)
- 35 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 18 kHz
| SNR | Tidak tercantum |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | Tidak tercantum |
| Fitur peredam noise | Windscreen |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, Audio jack 3.5 mm TRRS |
Guangdong Takstar ElectronicTAKSTAR Shotgun Microphone | SGC-598
| Jenis | Shotgun |
|---|---|
| Polar pattern | Cardioid |
- Frekuensi (minimal)
- 50 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 16 kHz
| SNR | Tidak tercantum |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -32 dB ± 3 dB |
| Fitur peredam noise | Windscreen |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS |
Baca juga rekomendasi perlengkapan video lainnya di sini
Ada perlengkapan lain yang mungkin akan Anda butuhkan dalam membuat video. Kami juga telah mengulas perlengkapan kamera lainnya, seperti fisheye lens, stabilizer, dan shutter release. Silakan klik tautan-tautan di bawah ini untuk membaca info lengkapnya.
Deskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.













































