10 Rekomendasi Mic Kamera Terbaik
Bagi para pembuat konten, videografer, atau vlogger, kualitas audio yang jernih sama pentingnya dengan visual yang tajam. Mic kamera menjadi solusi untuk menangkap suara secara lebih jelas dan profesional, terutama ketika mengambil gambar di lingkungan bising. Namun, mic kamera seperti apa yang bagus untuk digunakan?
Untuk membantu Anda, kami akan menjelaskan cara memilih mic kamera dalam artikel ini. Temukan juga rekomendasi mic kamera dari berbagai merek terbaik, seperti Brica, Saramonic, dan RODE. Produk rekomendasi ini telah kami kurasi berdasarkan cara memilih mybest dan jumlah penjualan di marketplace. Simak sampai akhir, ya!
Highlight Mic Kamera Teratas
Hollyland Technology

Mikrofon mungil dengan jangkauan nirkabel hingga 300 meter
Harmoni Talenta Arthamedia

Terdapat indikator baterai, memastikan mikrofon siap digunakan

Dominiko adalah content planner di mybest dengan lebih dari 10 tahun pengalaman dalam digital content creation, SEO, dan analisis tren produk. Memulai karier di Kaskus sebagai writer dan strategist, ia mengasah keterampilan dalam content marketing, review produk, hingga copywriting. Kini, ia aktif berkolaborasi dengan pakar berbagai industri dan menggunakan riset berbasis data untuk menyusun rekomendasi produk yang akurat, tepercaya, dan bermanfaat bagi pembaca mybest.
Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Apa kelebihan menggunakan mic kamera?

Selain itu, Anda akan lebih mudah menyesuaikan kebutuhan audio dengan video yang ingin diambil. Misalnya, shotgun mic dapat digunakan untuk menangkap suara yang ada di depan kamera. Sementara itu, lavalier dapat digunakan untuk menangkap suara dialog secara lebih jelas.
Cara memilih Mic Kamera
Ketika memilih mic kamera, Anda harus memperhatikan jenisnya, yakni shotgun atau lavalier. Selain itu, periksa nilai frekuensi, sensitivitas, SNR, dan SPL-nya. Jangan lupakan fitur peredam noise supaya suara yang direkam lebih jelas. Lalu, pastikan juga output mic kompatibel dengan perangkat yang Anda miliki.
Tentukan jenis mic kamera berdasarkan kebutuhan pengambilan gambar
Di pasaran terdapat dua jenis mic kamera yang umum beredar, yakni shotgun mic dan lavalier. Setiap jenis mikrofon memiliki karakteristik dan keunggulannya masing-masing. Simaklah lebih lanjut penjelasannya di bawah ini.
Shotgun, menangkap suara dari depan kamera dengan baik

Shotgun mic biasanya dipasang di atas kamera DSLR atau kamera mirrorless. Mic kamera ini umumnya memiliki polar pattern cardioid atau directional yang menangkap suara sesuai arah kamera. Artinya, shotgun mic tidak hanya menangkap suara dari satu atau dua objek, tetapi berbagai suara yang ada di depannya.
Mic kamera ini cocok digunakan ketika Anda ingin mewawancarai beberapa orang di jalan atau merekam penampilan di panggung. Hal yang perlu diingat saat memilih shotgun mic adalah banyak produk yang menggunakan koneksi kabel atau wired. Hal ini menyebabkan baterai kamera lebih cepat terkuras dari biasanya.
Lavalier, menangkap suara vokal dari jarak lebih dekat

Keunikan lavalier adalah banyak tersedia dalam koneksi wireless. Jadi, Anda dapat memasangnya pada dua objek dan suaranya terekam baik meski tidak semuanya on cam. Karena umumnya menggunakan koneksi wireless, lavalier dibekali baterai. Untuk ketahanan yang lebih lama, pilih produk dengan charging case. Ketahanan dayanya bisa mencapai 20-40 jam, cocok untuk mengambil gambar di luar ruangan seharian.
Periksa nilai rentang frekuensi, sensitivitas, SNR, dan SPL pada mic kamera

- Rentang frekuensi 20-20.000 Hz cocok untuk merekam suara vokal dan instrumen musik karena frekuensi suara yang bervariasi. Untuk merekam dialog, rentang frekuensi 50-500 Hz sudah cukup.
- Sensitivitas tinggi dibutuhkan untuk mengambil suara objek di tengah noise yang cukup tinggi. Mic akan lebih sensitif menangkap suara objek jika sensitivitasnya mendekati angka nol, misal -30 dB.
- SNR (signal-to-noise ratio) tinggi dapat menangkap lebih banyak sinyal suara yang diinginkan dibandingkan background noise. Jika Anda merekam di outdoor, sebaiknya pilih SNR >78 dB.
- SPL mengukur kemampuan mic dengan menangani tingkat tekanan suara tanpa mengalami distorsi. Produk dengan SPL 120 dB dapat menangkap suara keras, seperti untuk live music atau perekaman outdoor dengan banyak kebisingan.
Pilih mic kamera yang dilengkapi dengan fitur untuk meredam noise

- Low-cut filter: Dapat mengurangi noise frekuensi rendah (sekitar 200 Hz) seperti suara angin.
- Shock mount: Dudukan untuk meredam guncangan pada mic saat Anda berjalan dengan kamera.
- Noise cancellation: Meminimalkan suara sekitar yang tidak diinginkan tanpa terbatas oleh frekuensi.
- Windscreen: Perangkat keras bertipe busa ataupun bulu yang ditempelkan ke mic. Meskipun tingkat peredaman tipe bulu lebih tinggi dibandingkan tipe busa, tetapi suara penggunanya cenderung kurang teredam dibandingkan tipe busa.
Perlu diketahui bahwa tidak semua fitur peredam noise tersedia pada setiap tipe mic kamera. Fitur windscreen memang dapat ditemukan pada berbagai tipe mic. Namun, low-cut filter dan shock mount lebih umum tersedia pada shotgun mic. Sementara itu, noise cancellation lebih mudah ditemukan pada lavalier.
Pastikan output pada mic kompatibel dengan perangkat untuk merekam, seperti audio jack, USB-C, dan Lightning

Mic eksternal perlu dihubungkan ke kamera untuk mulai digunakan. Jadi, Anda perlu menyesuaikan output pada mic eksternal dengan input audio pada kamera atau HP. Pada umumnya, mic eksternal memiliki output audio jack 3.5 mm TRS yang memang kompatibel dengan kamera DSLR hingga mirrorless.
Untuk dihubungkan ke HP, Anda perlu memilih produk dengan output audio jack 3.5 mm TRRS, USB-C, atau Lightning. Jika output-nya belum sama dengan perangkat, Anda perlu kabel konverter tambahan. Bentuk konektor antara kabel audio jack 3.5 mm TRS dan input audio jack 3.5 mm TRRS memang mirip. Namun, keduanya tidak akan berfungsi secara maksimal.
Peringkat Mic Kamera Terbaik
Produk | Gambar | Harga terendah | Poin | Perincian | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Jenis | Polar pattern | Frekuensi (minimal) | Frekuensi (maksimal) | SNR | Tingkat sensitivitas | Fitur peredam noise | Output | |||||
1 | Hollyland Technology Hollyland Combo Wireless Lavalier Microphone|Lark M2 | ![]() | Mikrofon mungil dengan jangkauan nirkabel hingga 300 meter | Lavalier | Omnidirectional | 20 Hz | 20 kHz | 70 dB | -37 dB | Noise cancellation | USB-C, Lightning | |
2 | Harmoni Talenta Arthamedia Brica B-VLOG Dual Magnetic Clip Wireless Microphone|M3 | ![]() | Terdapat indikator baterai, memastikan mikrofon siap digunakan | Lavalier | Cardioid | 20 Hz | 20 kHz | 75 dB | -38 dB | Noise cancellation | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C, Lightning | |
3 | Koorfly Microphone|Kf-M01 | ![]() | Rekam konten panjang dengan daya tahan hingga 45 jam | Lavalier | Omnidirectional | 20 Hz | 20 kHz | 65 dB | -38 dB | Noise cancellation | USB-C, Lightning | |
4 | COSTA Microphone Shotgun|MS-1 | ![]() | Dapatkan rekaman audio yang jernih tanpa membuat kantong jebol | Shotgun | Cardioid | 35 Hz | 18 kHz | 76 dB | -45 dB | Fur windshield, Shock mount, Noise cancellation | Audio jack 3.5 mm TRS, Audio jack 3.5 mm TRRS | |
5 | Mayy K31 Wirelles Microphone 2-In-1 | ![]() | Pengurangan kebisingan ganda dengan ENC dan windproof sponge | Lavalier | Omnidirectional | 20 Hz | 20 kHz | 70 dB | Tidak tercantum | Noise cancellation, Windscreen | USB-C, Lightning | |
6 | Doran Sukses Indonesia JETE Microphone Wireless|MX1 | ![]() | Kualitas suara optimal dengan teknologi omnidirectional | Lavalier | Omnidirectional | 20 Hz | 20 kHz | 58 dB | Tidak tercantum | Noise cancellation, Windscreen | Audio jack 3.5 mm TRRS, USB-C, Lightning | |
7 | MIXIO MIXIO Microphone Wireless |B10PRO | ![]() | 2.4 GHz wireless, performa andal untuk konten profesional | Lavalier | Omnidirectional | 20 Hz | 20.000 Hz | ≥70 dB | -38 dB | Windscreen, Noise cancellation | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C, lightning | |
8 | Freedman Electronics RØDE Videomic GO II | ![]() | HELIX™ Isolation bantu jaga output suara tetap fokus dan natural | Shotgun | Super-cardioid | 20 Hz | 20.000 Hz | 79 dB | -31 dBV ± 1 dB | Windscreen | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C | |
9 | Jakarta Digital Nusantara TaffSTUDIO Shotgun Microphone|MIC-05 | ![]() | Hasil rekaman jernih dengan desain shotgun yang reduksi noise maksimal | Shotgun | Super-cardioid | 50 Hz | 16.000 Hz | Tidak tercantum | +20 dB | Windscreen | Audio jack 3.5 mm TRS | |
10 | Saramonic International Saramonic Microphone |SR-M3 | ![]() | Dilengkapi shoe mount, ideal digunakan pada kamera dan camcorder | Shotgun | Super-cardioid | 75 Hz | 18.000 Hz | 75 dB | -37 dB +/- 1 dB | Foam windscreen, Low-cut filter (200 Hz), Integrated shockmount and shoe mount | Audio jack 3.5 mm TRS | |
Hollyland TechnologyHollyland Combo Wireless Lavalier Microphone | Lark M2
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- Frekuensi (minimal)
- 20 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 20 kHz
Mikrofon mungil dengan jangkauan nirkabel hingga 300 meter
- Transmisi tetap stabil hingga 300 meter berkat dukungan antena LDS performa tinggi
- Bobot 9 gram menjadikannya ringan dan pas menempel di baju tanpa khawatir terlepas
- Charging case mendukung daya hingga 40 jam, cocok untuk sesi rekaman panjang nonstop
- Aplikasi LarkSound memungkinkan kontrol peredam bising dengan pilihan level rendah maupun tinggi
- Rekaman dengan format 24 bit/48 kHz menghadirkan detail audio jernih berkualitas tinggi
| SNR | 70 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -37 dB |
| Fitur peredam noise | Noise cancellation |
| Output | USB-C, Lightning |
Harmoni Talenta ArthamediaBrica B-VLOG Dual Magnetic Clip Wireless Microphone | M3
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Cardioid |
- Frekuensi (minimal)
- 20 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 20 kHz
Terdapat indikator baterai, memastikan mikrofon siap digunakan
- Jarak jangkauan sinyal hingga 20 meter tanpa gangguan untuk rekaman bebas kabel
- Dilengkapi fitur pengurangan kebisingan latar belakang agar suara lebih jernih
- Memiliki klip magnetik ganda yang mudah dipasang dan praktis digunakan
- Charging case dengan indikator baterai memudahkan penyimpanan dan pengisian daya
| SNR | 75 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -38 dB |
| Fitur peredam noise | Noise cancellation |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C, Lightning |
Koorfly Microphone | Kf-M01
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- Frekuensi (minimal)
- 20 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 20 kHz
Rekam konten panjang dengan daya tahan hingga 45 jam
- Lavalier wireless berukuran mini, praktis dibawa dan mudah dipasang saat digunakan
- Dilengkapi noise cancelling secara real time, menjaga hasil rekaman tetap bersih dari gangguan suara
- Tahan daya hingga 45 jam, mendukung penggunaan intensif tanpa sering isi ulang
- Paket mencakup dua mikrofon dan satu receiver, siap pakai tanpa memerlukan aplikasi tambahan
- Kompatibel luas dengan perangkat seperti kamera, smartphone, dan tablet untuk berbagai keperluan
| SNR | 65 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -38 dB |
| Fitur peredam noise | Noise cancellation |
| Output | USB-C, Lightning |
COSTA Microphone Shotgun | MS-1
| Jenis | Shotgun |
|---|---|
| Polar pattern | Cardioid |
- Frekuensi (minimal)
- 35 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 18 kHz
Dapatkan rekaman audio yang jernih tanpa membuat kantong jebol
- Harganya ramah di kantong dengan kualitas dan bahan yang mumpuni
- Bahannya kukuh dengan metal housing anti-interference yang sekaligus meningkatkan kualitas suaranya
- Dilengkapi konektor yang sesuai untuk berbagai jenis kamera dan smartphone
- Mampu meredam getaran dan windproof sehingga hasil rekaman bebas dari kebisingan
| SNR | 76 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -45 dB |
| Fitur peredam noise | Fur windshield, Shock mount, Noise cancellation |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, Audio jack 3.5 mm TRRS |
Mayy K31 Wirelles Microphone 2-In-1
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- Frekuensi (minimal)
- 20 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 20 kHz
Pengurangan kebisingan ganda dengan ENC dan windproof sponge
- Menggunakan chip ENC 2024 dengan pengurangan kebisingan ganda untuk rekaman lebih jernih
- Menggunakan teknologi transmisi nirkabel 2.4 GHz dengan jangkauan hingga 80 meter untuk koneksi stabil
- Dilengkapi kapas tahan angin yang membantu menyaring hingga 99% suara bising dari lingkungan sekitar
- Kompartemen pengisian daya dilengkapi digital display untuk memantau daya baterai dengan mudah
| SNR | 70 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | Tidak tercantum |
| Fitur peredam noise | Noise cancellation, Windscreen |
| Output | USB-C, Lightning |
Doran Sukses IndonesiaJETE Microphone Wireless | MX1
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- Frekuensi (minimal)
- 20 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 20 kHz
Kualitas suara optimal dengan teknologi omnidirectional
- Mikrofon omnidirectional merekam suara jernih dari segala arah tanpa repot diarahkan
- Koneksi tetap stabil hingga radius 100 meter, memudahkan mobilitas saat merekam
- Koneksi instan dengan teknologi wireless 2.4 GHz, langsung pakai tanpa instalasi aplikasi tambahan
- Menggunakan port pengisian daya Type-C, dengan waktu pengisian penuh sekitar 2 jam
| SNR | 58 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | Tidak tercantum |
| Fitur peredam noise | Noise cancellation, Windscreen |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRRS, USB-C, Lightning |
MIXIOMIXIO Microphone Wireless | B10PRO
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- Frekuensi (minimal)
- 20 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 20.000 Hz
2.4 GHz wireless, performa andal untuk konten profesional
- Perpaduan AI noise cancelling dan DSP menghadirkan suara bersih dengan sentuhan reverb profesional
- Transmisi stabil 2.4 GHz memungkinkan penggunaan jarak jauh hingga 100 meter tanpa gangguan
- Transmitter dapat digunakan sampai 11 jam nonstop dengan dukungan charging case
- Instalasi super mudah, cukup nyalakan perangkat dan langsung terhubung tanpa aplikasi tambahan
| SNR | ≥70 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -38 dB |
| Fitur peredam noise | Windscreen, Noise cancellation |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C, lightning |
Freedman ElectronicsRØDE Videomic GO II
| Jenis | Shotgun |
|---|---|
| Polar pattern | Super-cardioid |
- Frekuensi (minimal)
- 20 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 20.000 Hz
HELIX™ Isolation bantu jaga output suara tetap fokus dan natural
- HELIX™ isolation system menstabilkan mikrofon, menghindari gangguan suara dari guncangan atau sentuhan
- Konektivitas fleksibel melalui jack 3.5 mm TRS atau USB-C untuk berbagai perangkat rekaman
- Dengan pola kutub super-cardioid, suara utama terekam jelas dan noise sekitar berkurang signifikan
- Kompatibilitas penuh dengan RØDE Connect, Central, dan Reporter memudahkan kontrol input serta monitoring real time
- Praktis digunakan, mikrofon memperoleh daya otomatis dari perangkat host yang terhubung
| SNR | 79 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -31 dBV ± 1 dB |
| Fitur peredam noise | Windscreen |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C |
Jakarta Digital Nusantara TaffSTUDIO Shotgun Microphone | MIC-05
| Jenis | Shotgun |
|---|---|
| Polar pattern | Super-cardioid |
- Frekuensi (minimal)
- 50 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 16.000 Hz
Hasil rekaman jernih dengan desain shotgun yang reduksi noise maksimal
- Desain shotgun menghasilkan fokus suara utama lebih jelas, mengurangi kebisingan lingkungan sekitar
- Dilengkapi windscreen untuk meredam kebisingan dan menghasilkan audio lebih bersih saat merekam
- Menggunakan baterai AAA dengan waktu standby hingga 80 jam pemakaian berkelanjutan
- Kompatibel dengan kamera DSLR melalui hot shoe adapter dan jack audio 3.5 mm
- Menggunakan kepala kondensor elektrostatik dengan tingkat kebisingan setara hanya 24 dBa
| SNR | Tidak tercantum |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | +20 dB |
| Fitur peredam noise | Windscreen |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS |
Saramonic InternationalSaramonic Microphone | SR-M3
| Jenis | Shotgun |
|---|---|
| Polar pattern | Super-cardioid |
- Frekuensi (minimal)
- 75 Hz
- Frekuensi (maksimal)
- 18.000 Hz
Dilengkapi shoe mount, ideal digunakan pada kamera dan camcorder
- Dirancang untuk hasilkan rekaman suara jernih dan detail saat merekam di dalam atau pun luar ruangan
- Dengan fitur Low Cut Filter (200 Hz) untuk menghilangkan kebisingan frekuensi rendah dan memperjelas suara manusia
- Dilengkapi shoe mount yang memudahkan pemasangan di kamera sekaligus menjaga stabilitas mikrofon
| SNR | 75 dB |
|---|---|
| Tingkat sensitivitas | -37 dB +/- 1 dB |
| Fitur peredam noise | Foam windscreen, Low-cut filter (200 Hz), Integrated shockmount and shoe mount |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS |
Baca juga rekomendasi perlengkapan video lainnya di sini
Ada perlengkapan lain yang mungkin akan Anda butuhkan dalam membuat video. Kami juga telah mengulas perlengkapan kamera lainnya, seperti fisheye lens, stabilizer, dan shutter release. Silakan klik tautan-tautan di bawah ini untuk membaca info lengkapnya.
5 Rekomendasi Mic Kamera terbaik
No. 1: Hollyland Technology|Hollyland Combo Wireless Lavalier Microphone|Lark M2
No. 2: Harmoni Talenta Arthamedia|Brica B-VLOG Dual Magnetic Clip Wireless Microphone|M3
No. 3: |Koorfly Microphone|Kf-M01
No. 4: |COSTA Microphone Shotgun|MS-1
No. 5: |Mayy K31 Wirelles Microphone 2-In-1
Lihat rekomendasi lengkapnya di siniDeskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.