10 Rekomendasi Microphone ASMR Terbaik (Terbaru Tahun 2026)
Konten-konten ASMR seperti mukbang atau makanan hingga suara-suara menenangkan lainnya tentu membutuhkan mic yang bisa menangkap suara dengan detail tinggi. Ada berbagai jenis microphone ASMR yang bisa digunakan, termasuk mic ASMR untuk HP agar lebih praktis dibawa ke mana saja. Beberapa merek mic ASMR yang bagus di pasaran antara lain Saramonic, Soundtech, dan Hollyland. Banyaknya pilihan ini bisa membuat Anda bingung dalam menentukan produk yang tepat.
Untuk membantu Anda, kami akan menjelaskan cara memilih mic ASMR sesuai kebutuhan konten. Kami juga akan memberikan rekomendasi mic ASMR terbaik. Rekomendasi ini dipilih dari produk-produk terlaris di marketplace dan diurutkan sesuai cara memilih mybest. Yuk, temukan mic ASMR terbaik untuk hasil audio yang maksimal!

Gigih Prayitno adalah content planner di mybest Indonesia sejak 2024 yang berfokus pada segmen perangkat elektronik, travel, dan DIY tools. Sebelumnya, Gigih bekerja sebagai reporter online di Tribun Travel selama 2 tahun+ serta pernah menjadi kontributor di Kompasiana dan IDN Community. Berbekal pengalamannya meriset informasi yang tepercaya, saat ini Gigih aktif menyusun cara memilih dalam artikel serta melakukan riset produk yang dibutuhkan user agar pembaca mendapatkan informasi yang akurat dan relevan.
Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Apa itu ASMR?

ASMR (autonomous sensory meridian response) merupakan istilah dari sensasi spontan yang dipicu oleh suara tertentu. Sensasi dari suara ASMR bisa berupa perasaan yang memuaskan. Audionya bahkan bisa merilekskan tubuh hingga membuat orang tertidur. Tak heran jika banyak konten video ASMR di YouTube yang digemari dan ditonton hingga jutaan views.
Ada banyak jenis konten ASMR, mulai dari suara mengunyah makanan, ketikan keyboard, bisikan, hingga kata-kata motivasi. Konten ASMR dengan audio reparasi dan restorasi barang bahkan tersedia. Konten ambience yang tak kalah menarik pun ada, seperti suara ombak, angin, dan hujan. Hal-hal tersebut bisa membuat pikiran jadi lebih rileks.
Cara memilih Microphone ASMR
Mulai dari tipe, arah suara yang ditangkap, hingga spesifikasi microphone ASMR, semuanya penting untuk dipahami. Hal ini akan memudahkan Anda dalam mengenali karakteristik tiap mikrofon demi mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan.
Sesuaikan tipe mikrofon dengan kebutuhan
Ada tiga jenis microphone yang bisa digunakan untuk membuat konten ASMR, yakni condenser mic, shotgun mic, dan lavalier mic. Tiap jenis microphone tentu memiliki karakteristik serta keunggulannya masing-masing. Kami akan mengupasnya satu per satu untuk Anda.
Condenser mic, mampu menangkap detail suara

Condenser microphone memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi. Detail suara yang mampu ditangkap mik ini lebih jelas. Suara dengan volume pelan bahkan dapat terekam dengan baik. Tak heran jika mik ini digunakan untuk kebutuhan profesional, seperti voice over atau membuat efek suara untuk film.
Sebagian besar condenser mic tidak bisa disambungkan langsung ke kamera. Anda butuh sound card atau audio interface yang terhubung ke PC. Maka dari itu, mik ini lebih cocok digunakan di dalam ruangan. File audio hasil rekamannya pun terpisah dari file video sehingga proses mengeditnya sedikit lebih ribet.
Shotgun mic, dapat digunakan untuk merekam suara di luar ruangan

Jika Anda mencari microphone ASMR yang tingkat sensitivitasnya tinggi dan lebih fleksibel, shotgun mic adalah jawabannya. Bisa dibilang bahwa sensitivitas mik ini mirip dengan condenser mic. Perbedaannya adalah shotgun mic lebih fleksibel dari condenser mic karena tidak membutuhkan sound card. Mik ini dapat digunakan di area indoor ataupun outdoor.
Mik shotgun bisa digunakan untuk membuat konten mukbang di dalam ruangan ataupun relaxing ASMR, seperti suara alam dan hujan. Selain itu, shotgun mic sering digunakan dalam pembuatan film. Keunggulan lainnya dari mik ini adalah dapat disambungkan langsung ke kamera sehingga tidak menghasilkan file yang terpisah.
Lavalier mic, berukuran kecil dan praktis digunakan

Lavalier mic dikenal juga dengan mik clip-on karena berukuran kecil dan memiliki klip di bagian belakang. Adanya klip membuat mik ini bisa dikaitkan ke kerah baju. Mik ini menggunakan sistem wireless sehingga gerak Anda jadi lebih fleksibel. Biasanya lavalier mic digunakan untuk kebutuhan membuat vlog dan interview.
Mik lavalier menggunakan baterai yang dapat dicas. Ada beberapa produk dengan case yang bisa jadi tempat mengecas. Jadi, waktu pemakaian mik ini dapat lebih lama. Sayangnya mik lavalier memiliki sensitivitas yang lebih kecil dari mik condenser dan shotgun. Tipe mik ini kurang direkomendasikan jika Anda mau menangkap detail suara.
Periksa jenis microphone berdasarkan area tangkapan suaranya
Selanjutnya, periksalah juga tipe area tangkapan suara dari microphone ASMR. Hal ini agar konten yang Anda buat memiliki audio yang berkualitas baik. Setidaknya ada dua tipe arah tangkapan suara dari mic ASMR, yakni cardioid dan omnidirectional.
Cardioid, menangkap suara yang hanya ada di depan

Cardioid merupakan jenis mik yang tangkapan suaranya dari depan saja. Mik dengan pattern ini hanya merekam suara yang ada di depannya sehingga suara dari belakang mik tidak terdengar. Pola tangkapan cardioid biasanya terdapat pada condenser mic. Karena suara yang ditangkap terfokus di depan, mik ini unggul untuk monolog, podcast, dan rekaman di dalam ruangan lainnya.
Omnidirectional, mampu merekam dari berbagai arah

Mik omnidirectional mampu menangkap suara dari segala arah. Shotgun mic dan lavalier mic banyak menggunakan pattern ini. Sesuai dengan namanya, mik omnidirectional dapat menangkap suara dari depan dan belakang mik.
Tipe ini biasa digunakan untuk kebutuhan rekaman stereo dengan efek blumlein pair. Karena itu, mik dengan pola tangkapan omnidirectional sebaiknya digunakan untuk merekam suara orang banyak, keramaian, keadaan kota, dan alam.
Cek juga spesifikasi penting pada microphone ASMR
Terakhir, jangan lupa untuk mengecek spesifikasi dari microphone ASMR. Spesifikasi akan memengaruhi performa mic dan kualitas hasil tangkapannya. Kami akan mengulasnya secara singkat pada poin berikut.
Sensitivitas, kemampuan mic dalam mendeteksi suara

Sensitivitas akan memengaruhi kemampuan microphone ASMR saat mendeteksi suara. Tingkat sensitivitas mik ditunjukkan dalam satuan negatif desibel (-dB). Makin tinggi tingkat sensitivitas mik, makin bagus juga kemampuannya dalam menangkap suara. Hal ini khususnya suara saat dalam kondisi hening.
Perlu dipahami bahwa nilai sensitivitas yang makin mendekati angka nol berarti makin sensitif. Contohnya, mik -40 dB lebih sensitif dibandingkan mik -60 dB. Nah, tingkat sensitivitas mik yang dibutuhkan untuk konten ASMR adalah sekitar -50 dB. Mic ASMR tersebut mampu menangkap detail suara yang lembut dan jelas.
Self-noise (S/N), meredam noise yang berasal dari mikrofon

Self-noise (S/N) adalah suara noise yang dihasilkan microphone ASMR. Makin rendah nilainya, mik pun makin minim noise sehingga hasil rekamannya jadi lebih bagus. Karena itu, kami menyarankan Anda untuk memilih mikrofon dengan nilai S/N di bawah 15 dBA.
Ada juga nilai signal-to-noise ratio (SNR) yang merupakan rasio dari S/N dan sinyal mikrofon. Makin tinggi angka SNR, hasil rekaman mik juga akan makin baik. Hal ini berarti mic ASMR mampu mendeteksi suara yang volumenya kecil. Untuk kebutuhan ASMR, pilihlah mikrofon dengan nilai SNR 60–80 dB.
Peringkat Microphone ASMR Terbaik
Produk | Gambar | Harga terendah | Perincian | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Jenis | Polar pattern | Frekuensi (minimal) | Frekuensi (maksimal) | SNR | Tingkat sensitivitas | Fitur peredam noise | Output | ||||
1 | Soundtech Manufacturing Company Limited Soundtech 2.1 USB Condenser Microphone | ![]() | Condenser | Cardioid, Omnidirectional | 50 Hz | 20 kHz | 80 dB | -43 dB | Noise cancellation | USB-C | |
2 | Shenzhen Hollyland Technology Hollyland Lark M2 Combo | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | 20 Hz | 20 kHz | 70 dB | -37 dB | Noise cancellation | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C, Lightning | |
3 | UNEED Wireless Microphone |UMC211 | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | 20 Hz | 20 kHz | 65 dB | -36 dB | Noise reduction | USB-C | |
4 | Jovitech Microphone Wireless |LM04 | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | Tidak tercantum | Tidak tercantum | ≥70 dB | -38 dB | Noise cancellation | USB-C | |
5 | Perangkat Karya Bangsa Noir Gear Noir Voix Condenser Microphone | ![]() | Condenser | Omnidirectional, Cardioid | 80 Hz | 20 kHz | ≥96 dB | -33 dB | Tidak ada | USB-C | |
6 | Nala Daya Sasmita TaffSTUDIO Mikrofon Kondenser 3.5 mm Omnidirectional Podcast with Stand SF-666 | ![]() | Condenser | Omnidirectional | 50 Hz | 16 kHz | >36 dB | -30 dB | Noise cancellation | Audio jack 3.5 mm TRS | |
7 | Costa Costa® Cardioid Microphone Shotgun |MS-1 | ![]() | Shotgun | Cardioid | 35 Hz | 18 kHz | 76 dB | -45 dB | Fur windshield, Shock mount, Noise cancellation | Audio jack 3.5 mm TRS, Audio jack 3.5 mm TRRS | |
8 | HP Development Company HyperX QuadCast 2 S | ![]() | Condenser | Omnidirectional, cardioid, bidirectional, stereo | 20 Hz | 20 kHz | ≥90 dB | -8 dBFS | Shock mount, low-cut filter | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C | |
9 | Shenzhen Jiayz Photo Industrial Saramonic Blink500 |T4 | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | 20 Hz | 20 kHz | >80 dB | -39 dB | Noise cancellation | Audio jack 3.5 mm TRRS | |
10 | Røde Microphones RØDE VideoMic Go II | ![]() | Shotgun | Super-cardioid | 20 Hz | 20.000 Hz | 79 dB | -31 dB +/- 1 dB | Foam windscreen, HELIX™ isolation mount | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C | |
Soundtech Manufacturing Company LimitedSoundtech 2.1 USB Condenser Microphone
| Jenis | Condenser |
|---|---|
| Polar pattern | Cardioid, Omnidirectional |
- SNR
- 80 dB
- Tingkat sensitivitas
- -43 dB
Tingkatkan kualitas suara Anda dengan mikrofon kondensor dual directional pattern
Mikrofon kondensor dengan dua pola polar, yaitu cardioid untuk podcast dan streaming serta omnidirectional untuk conference call
Ada headphone jack dan mendukung mode mute untuk memudahkan kontrol selama rapat
Plug & play dengan koneksi USB, kompatibel dengan Windows dan MacOS
Dilengkapi dengan stand mikrofon dan kabel USB ke type-C sepanjang 2 meter
| Frekuensi (minimal) | 50 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20 kHz |
| Fitur peredam noise | Noise cancellation |
| Output | USB-C |
Shenzhen Hollyland TechnologyHollyland Lark M2 Combo
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- SNR
- 70 dB
- Tingkat sensitivitas
- -37 dB
Mikrofon mungil dengan jangkauan nirkabel hingga 300 meter
- Transmisi tetap stabil hingga 300 meter berkat dukungan antena LDS performa tinggi
- Bobot 9 gram menjadikannya ringan dan pas menempel di baju tanpa khawatir terlepas
- Charging case mendukung daya hingga 40 jam, cocok untuk sesi rekaman panjang nonstop
- Aplikasi LarkSound memungkinkan kontrol peredam bising dengan pilihan level rendah maupun tinggi
- Rekaman dengan format 24 bit/48 kHz menghadirkan detail audio jernih berkualitas tinggi
| Frekuensi (minimal) | 20 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20 kHz |
| Fitur peredam noise | Noise cancellation |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C, Lightning |
UNEED Wireless Microphone | UMC211
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- SNR
- 65 dB
- Tingkat sensitivitas
- -36 dB
Suara rekaman lebih bersih berkat teknologi noise reduction
- Menggunakan transmisi nirkabel yang stabil hingga sejauh 20 meter, proses perekaman jadi semakin mudah dan praktis
- Didukung teknologi peredam suara (noise reduction) untuk menghasilkan rekaman ASMR yang jernih dan berkualitas
- Mikrofon dengan tingkat sensitivitas yang tinggi, bisa menangkap suara secara responsif hingga sudut 360 derajat
- Desain plug-and-play membuat siapa pun bisa mengoperasikannya, bentuknya yang compact juga memudahkan penyimpanan
| Frekuensi (minimal) | 20 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20 kHz |
| Fitur peredam noise | Noise reduction |
| Output | USB-C |
Jovitech Microphone Wireless | LM04
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- SNR
- ≥70 dB
- Tingkat sensitivitas
- -38 dB
Daya tahan lama dengan baterai 6 jam plus case isi ulang
- Teknologi transmisi 2,4 GHz stabil dengan latensi rendah hanya ≤35 ms
- Dual mikrofon kondensor omnidirectional dengan pengurangan kebisingan ganda yang cerdas
- Daya tahan baterai hingga 6 jam, dengan kotak isi ulang 300 mAh
- Jarak transmisi nirkabel luas, dapat menjangkau hingga 50 meter
| Frekuensi (minimal) | Tidak tercantum |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | Tidak tercantum |
| Fitur peredam noise | Noise cancellation |
| Output | USB-C |
Perangkat Karya BangsaNoir Gear Noir Voix Condenser Microphone
| Jenis | Condenser |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional, Cardioid |
- SNR
- ≥96 dB
- Tingkat sensitivitas
- -33 dB
Fitur pencahayaan RGB untuk proses rekaman yang stylish
- Merekam secara stylish dengan desain dan pilihan warna yang elegan, plus fitur pencahayaan RGB
- Menggunakan kondensor cardoid yang menghasilkan suara yang jernih dan fokus dari arah depan
- Makin praktis dengan tombol mute sentuh dan kontrol volume yang langsung terpasang di bodi mikrofon
- Konektivitas berbasis kabel USB Type-C yang kompatibel untuk berbagai perangkat
| Frekuensi (minimal) | 80 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20 kHz |
| Fitur peredam noise | Tidak ada |
| Output | USB-C |
Nala Daya SasmitaTaffSTUDIO Mikrofon Kondenser 3.5 mm Omnidirectional Podcast with Stand SF-666
| Jenis | Condenser |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- SNR
- >36 dB
- Tingkat sensitivitas
- -30 dB
Tangkap suara dari berbagai arah secara merata dengan mic satu ini
- Menggunakan teknologi kondenser guna hasilkan rekaman lebih detail berkat sensitivitas tinggi
- Dilengkapi dengan konektor audio 3.5 mm untuk kompatibilitas dengan beragam perangkat audio
- Mengandalkan polar pattern omnidirectional untuk tangkap suara dari berbagai arah secara merata
- Menyediakan stand mini berkaki tiga yang optimal menjaga posisi mikrofon senantiasa stabil di meja
- Mendukung kebutuhan ASMR, podcast, live streaming, voice over, dan diskusi dengan setup praktis
| Frekuensi (minimal) | 50 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 16 kHz |
| Fitur peredam noise | Noise cancellation |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS |
CostaCosta® Cardioid Microphone Shotgun | MS-1
| Jenis | Shotgun |
|---|---|
| Polar pattern | Cardioid |
- SNR
- 76 dB
- Tingkat sensitivitas
- -45 dB
Dapatkan rekaman audio yang jernih tanpa membuat kantong jebol
- Harganya ramah di kantong dengan kualitas dan bahan yang mumpuni
- Bahannya kukuh dengan metal housing anti-interference yang sekaligus meningkatkan kualitas suaranya
- Dilengkapi konektor yang sesuai untuk berbagai jenis kamera dan smartphone
- Mampu meredam getaran dan windproof sehingga hasil rekaman bebas dari kebisingan
| Frekuensi (minimal) | 35 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 18 kHz |
| Fitur peredam noise | Fur windshield, Shock mount, Noise cancellation |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, Audio jack 3.5 mm TRRS |
HP Development CompanyHyperX QuadCast 2 S
| Jenis | Condenser |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional, cardioid, bidirectional, stereo |
- SNR
- ≥90 dB
- Tingkat sensitivitas
- -8 dBFS
Padukan audio yang mendetail dengan pencahayaan yang ekspresif
- Dibekali empat pola recording untuk kebutuhan ASMR, podcast, gaming, atau rapat online
- Menawarkan pencahayaan RGB dinamis guna ciptakan tampilan streaming yang menarik
- Menghadirkan kualitas audio berdetail tinggi sehingga terdengar lebih jernih dan natural
- Menyediakan fitur tap-to-mute untuk mudahkan pengaturan privasi saat siaran berlangsung
- Mendukung pemantauan suara secara real-time sehingga hasil rekaman jadi makin akurat
| Frekuensi (minimal) | 20 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20 kHz |
| Fitur peredam noise | Shock mount, low-cut filter |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C |
Shenzhen Jiayz Photo IndustrialSaramonic Blink500 | T4
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- SNR
- >80 dB
- Tingkat sensitivitas
- -39 dB
Hasilkan rekaman yang lebih kaya dengan dukungan 4 transmitter
- Dilengkapi 4 transmitter yang dapat menangkap audio dari 4 titik berbeda secara bersamaan
- Didukung resolusi 48 kHz / 24-bit yang efektif merekam bisikan halus atau ketukan khas ASMR
- Menciptakan efek spasial atau binaural-like experience makin mudah dengan fitur multi-track
- Terdapat pengaturan sensitivitas hingga 7 level yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan
- Receiver-nya dibekali real-time monitoring demi kemudahan memastikan rekaman bebas clipping
| Frekuensi (minimal) | 20 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20 kHz |
| Fitur peredam noise | Noise cancellation |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRRS |
Røde MicrophonesRØDE VideoMic Go II
| Jenis | Shotgun |
|---|---|
| Polar pattern | Super-cardioid |
- SNR
- 79 dB
- Tingkat sensitivitas
- -31 dB +/- 1 dB
Mikrofon shotgun ringan dengan kualitas siaran
- Dirancang untuk menghasilkan rekaman suara berkualitas broadcast
- Sangat ringan dengan bobot hanya 89 gram sehingga mudah dibawa ke mana saja
- Mudah digunakan tanpa memerlukan baterai dan pengaturan yang rumit
- Dapat digunakan dengan perangkat mobile (iOS dan Android) dan komputer (macOS dan Windows) melalui USB
- Didukung aplikasi RØDE untuk akses fitur lanjutan, pemrosesan sinyal digital, dan rekaman berkualitas studio pada berbagai perangkat
| Frekuensi (minimal) | 20 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20.000 Hz |
| Fitur peredam noise | Foam windscreen, HELIX™ isolation mount |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, USB-C |
Baca juga perlengkapan recording lainnya di sini
Ada beberapa perlengkapan selain mikrofon yang diperlukan saat membuat dan mengolah data audio. Kami juga telah mengulas alat-alat tersebut, seperti kamera vlogging, sound card, dan speaker monitor. Jika Anda juga sedang mencari produknya, silakan baca ulasan lengkapnya pada link berikut.
Deskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.












































































































