10 Rekomendasi Mic untuk Vlog Terbaik
Bagi vlogger atau youtuber, kualitas audio yang jernih adalah salah satu kunci menciptakan konten yang menarik. Karena itu, mic tanpa kabel untuk vlog di HP atau perangkat lain bisa menjadi solusi untuk mendukung kreativitas Anda. Mulai dari condenser mic untuk audio tajam hingga mic wireless untuk vlog yang dinamis, pilih perangkat sesuai kebutuhan perekaman Anda.
Agar Anda lebih mudah mencari produk yang tepat, mybest akan menjelaskan cara memilih mic untuk vlog terbaik. Selain itu, mybest juga akan memberikan rekomendasi mic untuk vlog dari berbagai merek populer dan berkualitas beserta harga, seperti KIVEE, Fantech, dan KiiP. Rekomendasi ini disusun berdasarkan cara memilih mybest serta hasil riset produk terlaris di marketplace.

Maria adalah content planner di mybest yang berfokus pada produk perawatan kulit, kecantikan, hingga topik terkini yang banyak dicari orang seperti elektronik. Berpengalaman 9+ tahun di bidang konten dan SEO, ia pernah menjadi content editor di iPrice, mengoptimalkan artikel untuk membantu pembaca membandingkan produk dan menemukan penawaran terbaik di e-commerce. Kini, Maria menyunting artikel, melakukan riset keyword, menganalisis produk, serta berkolaborasi dengan pakar untuk menghadirkan panduan yang tepercaya, akurat, dan sesuai kebutuhan pembaca mybest.

Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Cara memilih Mic untuk Vlog
Agar mic untuk vlog dapat menghasilkan audio jernih dan profesional, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal. Perhatikan kompatibilitas output pada receiver dengan perangkat perekaman yang Anda gunakan. Selain itu, jenis mic, nilai SNR, sensitivity, hingga fitur noise reduction juga tak kalah penting untuk Anda perhatikan. Simak panduan lengkapnya di bawah ini!
Pastikan output pada receiver mic kompatibel dengan perangkat perekaman vlog

- Mikrofon untuk kamera DSLR atau mirrorless biasanya menggunakan receiver dengan output audio jack 3.5 mm.
- Output pada smartphone bisa berupa audio jack 3.5 mm, USB-C, atau Lightning, tergantung pada modelnya.
Pilih jenis mic yang mendukung konsep atau lokasi perekaman vlog: Mic wireless clip on, shotgun mic, atau condenser mic
Terdapat beberapa tipe mic yang dapat Anda gunakan untuk perekaman vlog, seperti mic wireless clip on, shotgun mic, atau condenser mic. Masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri, sehingga penting untuk mempertimbangkan konsep vlog atau lokasi syuting Anda.
Mic wireless clip-on: Ideal untuk konsep yang dinamis seperti vlog perjalanan atau lifestyle dan daily vlog

Namun, Anda perlu hati-hati saat memakai mic wireless clip on dengan polar pattern omnidirectional. Mikrofon ini dapat menangkap suara dari segala arah, termasuk noise di tempat ramai. Perhatikan juga daya jangkau mikrofon. Untuk perekaman dekat, jarak transmitter dan receiver sekitar 20 meter cukup memadai. Sementara itu, jangkauan di atas 50 meter dapat dipilih jika Anda sering menjauh dari kamera.
Condenser mic: Cocok untuk vlog profesional di studio atau dalam ruangan

Namun, karena lebih sensitif, mikrofon ini mudah menangkap noise dari lingkungan. Karena itu, condenser mic cocok untuk vlog dalam setup statis di indoor atau studio dengan kebisingan yang terkendali. Perhatikan juga tipe koneksinya. Beberapa condenser mic memerlukan mixer atau phantom power, sedangkan produk dengan koneksi USB bisa digunakan langsung tanpa perangkat tambahan.
Shotgun mic: Cocok untuk perekaman vlog di tempat yang relatif ramai

Shotgun mic dapat digunakan untuk vlog dengan konsep wawancara, travel vlog, hingga food atau beauty vlog. Hal ini terutama jika Anda ingin menjaga estetika visual tanpa mikrofon yang terlihat dalam frame. Pasalnya, kebanyakan shotgun mic dipasang langsung pada kamera. Namun, perlu diketahui bahwa suara dapat terdengar tidak konsisten jika subjek perekaman banyak bergerak atau tidak tetap dalam satu posisi.
Agar kualitas audio vlog lebih baik, perhatikan nilai SNR, sensitivity mikrofon, serta fitur noise reduction
Selain jenis, nilai SNR, sensitivitas mikrofon, hingga keberadaan fitur noise reduction juga dapat memengaruhi kejernihan dan detail suara pada rekaman vlog Anda. Mari kita bahas satu per satu!
Utamakan mic dengan SNR 70 dB ke atas, agar kualitas audio vlog lebih jelas

Untuk vlog kasual, SNR 70 dB ke atas sudah cukup baik karena menghasilkan suara jernih dengan noise relatif minim. Namun, untuk perekaman di studio dengan mikrofon profesional, pilih SNR 80 dB atau lebih untuk kejernihan yang optimal.
Pilih nilai sensitivity yang mendekati nol, terutama jika Anda butuh menangkap suara dengan detail

Hal ini berguna untuk kebutuhan menangkap suara lembut dengan detail seperti vlog ASMR atau vlog indoor. Namun, untuk perekaman outdoor, tingkat sensitivity tinggi dapat membuat noise lebih rentan tertangkap. Jadi, sesuaikan dengan prioritas Anda.
Pilih mikrofon dengan noise reduction, untuk meningkatkan kejernihan suara

Beberapa mic dilengkapi teknologi noise cancelling atau noise reduction untuk meredam suara bising. Ada pula yang menggunakan tambahan windscreen berupa busa atau bulu pada mic untuk mengurangi suara angin ketika merekam vlog di luar ruangan maupun suara napas dari pembicara. Jika ingin meningkatkan kejernihan suara pada vlog, temukan fitur ini pada spesifikasi atau deskripsi produk.

Peringkat Mic untuk Vlog Terbaik
Produk | Gambar | Harga terendah | Perincian | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Jenis | Polar pattern | Frekuensi (minimal) | Frekuensi (maksimal) | SNR | Tingkat sensitivitas | Fitur peredam noise | Output | ||||
1 | Kivee International Trade Kivee Black Live Microphone|KV-US19 | ![]() | Condenser | Cardioid | 30 Hz | 16.000 Hz | Tidak diketahui | -10 dB - 20 dB | Anti-wind foam cap, Pop filter | Audio jack 3.5 mm | |
2 | BOYA BOYA BY-MM1 | ![]() | Shotgun | Cardioid | 35 Hz | 18.000 Hz | 76 dB | -42 dB | Windscreen, Shock mount | Audio jack 3.5 mm TRS, Audio jack 3.5 mm TRRS | |
3 | Fantech Indonesia Jaya Fantech LEVIOSA|MCX01 | ![]() | Condenser | Cardioid | 20 Hz | 20.000 Hz | Tidak diketahui | -38 dB ± 3 dB | Pop filter | USB A/B cable 2.5 m | |
4 | Klip Teknologi Indonesia NYK Nemesis MCN-05 Klio | ![]() | Condenser | Omnidirectional | 20 Hz | 20.000 Hz | 78 dB | -34 dB ± 24 dB | Pop filter, wind foam | USB | |
5 | Kiip Kiip Indonesia KiiP Wireless Microphone Portable Dual Mic|KP-UV-M8L-BK | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | 20 Hz | 20.000 Hz | Tidak diketahui | Tidak diketahui | DSP noise reduction chip | Lightning | |
6 | Jqvitek Jqvitek Mikrofon Lavalier Nirkabel for Apple|LM03 | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | Tidak diketahui | Tidak diketahui | ≥75 dB | -38 dB ± 3 dB | DSP noise reduction | Lightning | |
7 | Jakarta Digital Nusantara TaffSTUDIO Shotgun Microphone untuk DSLR|MIC-05 | ![]() | Shotgun | Super-cardioid | 50 Hz | 16.000 Hz | Tidak diketahui | +20 dB | Windscreen | Audio jack 3.5 mm TRS, Audio jack 3.5 mm TRRS | |
8 | KINYO KINYO Magnetic Mic Wireless Clip On Professional|M60 | ![]() | Lavalier | Omnidirectional | 100 Hz | 20.000 Hz | 70 dB | -36 dB ± 2 dB | Noise cancellation | USB-C | |
9 | MIXIO MIXIO Microphone Condenser|TL-H2 | ![]() | Condenser | Cardioid | 50 Hz | 16.000 Hz | 85 dB | -50 dB ± 3dB | Mute noise reduction | USB-C | |
10 | G-POWER G-POWER Lavalier Microphone Clip On Mini Kabel Jack 3.5mm | ![]() | Lavalier | Tidak diketahui | 100 Hz | 16.000 Hz | >60 dB | -32 dB ± 1 dB | Sponge filter | Audio jack 3.5 mm | |

Kivee International TradeKivee Black Live Microphone | KV-US19
| Jenis | Condenser |
|---|---|
| Polar pattern | Cardioid |
- SNR
- Tidak diketahui
- Tingkat sensitivitas
- -10 dB - 20 dB
| Frekuensi (minimal) | 30 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 16.000 Hz |
| Fitur peredam noise | Anti-wind foam cap, Pop filter |
| Output | Audio jack 3.5 mm |
BOYABOYA BY-MM1
| Jenis | Shotgun |
|---|---|
| Polar pattern | Cardioid |
- SNR
- 76 dB
- Tingkat sensitivitas
- -42 dB
| Frekuensi (minimal) | 35 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 18.000 Hz |
| Fitur peredam noise | Windscreen, Shock mount |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, Audio jack 3.5 mm TRRS |
Fantech Indonesia JayaFantech LEVIOSA | MCX01
| Jenis | Condenser |
|---|---|
| Polar pattern | Cardioid |
- SNR
- Tidak diketahui
- Tingkat sensitivitas
- -38 dB ± 3 dB
| Frekuensi (minimal) | 20 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20.000 Hz |
| Fitur peredam noise | Pop filter |
| Output | USB A/B cable 2.5 m |
Klip Teknologi IndonesiaNYK Nemesis MCN-05 Klio
| Jenis | Condenser |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- SNR
- 78 dB
- Tingkat sensitivitas
- -34 dB ± 24 dB
| Frekuensi (minimal) | 20 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20.000 Hz |
| Fitur peredam noise | Pop filter, wind foam |
| Output | USB |
Kiip Kiip IndonesiaKiiP Wireless Microphone Portable Dual Mic | KP-UV-M8L-BK
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- SNR
- Tidak diketahui
- Tingkat sensitivitas
- Tidak diketahui
Dilengkapi 2 mic dan 1 receiver untuk perekaman audio berkualitas tinggi
| Frekuensi (minimal) | 20 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20.000 Hz |
| Fitur peredam noise | DSP noise reduction chip |
| Output | Lightning |
JqvitekJqvitek Mikrofon Lavalier Nirkabel for Apple | LM03
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- SNR
- ≥75 dB
- Tingkat sensitivitas
- -38 dB ± 3 dB
| Frekuensi (minimal) | Tidak diketahui |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | Tidak diketahui |
| Fitur peredam noise | DSP noise reduction |
| Output | Lightning |
Jakarta Digital NusantaraTaffSTUDIO Shotgun Microphone untuk DSLR | MIC-05
| Jenis | Shotgun |
|---|---|
| Polar pattern | Super-cardioid |
- SNR
- Tidak diketahui
- Tingkat sensitivitas
- +20 dB
| Frekuensi (minimal) | 50 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 16.000 Hz |
| Fitur peredam noise | Windscreen |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS, Audio jack 3.5 mm TRRS |
KINYOKINYO Magnetic Mic Wireless Clip On Professional | M60
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Omnidirectional |
- SNR
- 70 dB
- Tingkat sensitivitas
- -36 dB ± 2 dB
| Frekuensi (minimal) | 100 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20.000 Hz |
| Fitur peredam noise | Noise cancellation |
| Output | USB-C |
MIXIOMIXIO Microphone Condenser | TL-H2
| Jenis | Condenser |
|---|---|
| Polar pattern | Cardioid |
- SNR
- 85 dB
- Tingkat sensitivitas
- -50 dB ± 3dB
| Frekuensi (minimal) | 50 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 16.000 Hz |
| Fitur peredam noise | Mute noise reduction |
| Output | USB-C |
G-POWERG-POWER Lavalier Microphone Clip On Mini Kabel Jack 3.5mm
| Jenis | Lavalier |
|---|---|
| Polar pattern | Tidak diketahui |
- SNR
- >60 dB
- Tingkat sensitivitas
- -32 dB ± 1 dB
| Frekuensi (minimal) | 100 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 16.000 Hz |
| Fitur peredam noise | Sponge filter |
| Output | Audio jack 3.5 mm |
Baca juga rekomendasi produk lainnya untuk keperluan vlogging di sini
Agar hasil vlog lebih maksimal, pastikan Anda menggunakan perlengkapan yang tepat. Kamera vlogging yang berkualitas, tripod yang stabil, dan ring light HP yang baik akan meningkatkan kualitas video Anda. Jadi, jangan lewatkan rekomendasi produk-produk terbaiknya pada tautan berikut!
Deskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.


















































