10 Rekomendasi Mic Condenser Terbaik
Condenser microphone adalah alat pengolah suara yang sering digunakan untuk rekaman studio ataupun live streaming. Produknya dapat menangkap suara dengan baik sehingga memberi audio output yang enak didengar. Namun, mikrofon tipe ini tersedia dalam beragam spesifikasi. Hal ini mungkin membuat Anda bingung memilih condenser microphone yang bagus.
Untuk itu, kali ini kami akan berbagi tips memilih condenser microphone terbaik. Kami juga merekomendasikan dan mengulas produk dari berbagai merek, seperti Soundtech, Audio Technica, dan Raze. Rekomendasi ini dipilih dari produk-produk terlaris di marketplace dan diurutkan berdasarkan cara memilih mybest. Tenang saja! Condenser microphone kecil, murah, atau varian warna pink pun ada, kok.

mybest adalah situs layanan informasi produk rekomendasi berdasarkan uji coba menyeluruh serta bantuan pendapat oleh pakar. Menghasilkan konten setiap hari, mybest menyediakan pengalaman memilih terbaik bagi lebih dari 3 juta user per bulannya. Berbagai tema konten, mulai dari kosmetik, kebutuhan sehari-hari, elektronik rumah tangga, hingga jasa bisa ditemukan di mybest.
Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Mic condenser untuk apa?

Condenser microphone adalah alat pengolah suara yang berguna untuk menangkap sinyal suara vokal di ruangan tertutup. Alat ini bahkan bisa menangkap suara vokal yang samar. Berbeda dengan mikrofon dynamic, condenser microphone memiliki sensitivitas yang tinggi berkat adanya komponen membran atau diafragma.
Diafragma dalam condenser microphone bergetar ketika menangkap suara. Getaran tersebut dapat mengaktifkan sinyal listrik di dalam mikrofon ini. Selanjutnya, aliran listrik akan menyalakan pre-amplifier dan mengolah suara agar lebih jelas terdengar.
Karena hasil tangkapannya detail, condenser microphone sering digunakan sebagai perekam suara vokal untuk kebutuhan profesional. Akhir-akhir ini mikrofon condenser populer di kalangan streamer dan podcaster karena suaranya jernih dan sensitif.
Cara memilih Mic Condenser
Setelah tahu lebih banyak tentang condenser microphone, pasti Anda sudah tak sabar untuk memilikinya. Namun, sebaiknya Anda membaca lebih dahulu poin-poin yang perlu diperhatikan dalam memilih produknya. Simak penjabarannya dari kami di bawah ini, ya.
Gunakan mic cardioid untuk rekaman vokal tunggal, podcast, dan streaming

Cardioid merupakan pola tangkapan suara yang paling banyak digunakan condenser microphone. Produknya menangkap suara dari depan saja sehingga suara di belakang tidak terdengar.
Mikrofon dengan pola tangkapan suara ini memiliki diafragma yang dapat mengukur perbedaan tekanan suara yang diterima. Karena itu, mik tipe ini sensitif menangkap suara dari depan dan samping, tetapi tidak dengan suara dari belakang.
Apabila Anda mencari mikrofon condenser yang dapat mengurangi background noise, tipe cardioid dapat dipilih. Selain itu, mik tipe ini pas digunakan untuk rekaman vokal tunggal, podcast, atau streaming.
Jika hendak membuat rekaman grup vokal atau orkes, mic omnidirectional patut Anda perhitungkan

Condenser microphone yang omnidirectional biasanya disebut sebagai pressure microphones. Hal ini karena mikrofon tipe ini dapat menangkap suara secara merata di depan dan di belakangnya.
Diafragma dari mikrofon dengan pola tangkapan suara ini dapat mengukur tekanan suara hanya di satu titik. Oleh karena itu, mik tipe ini sangat sensitif menangkap suara dari berbagai sumber dalam waktu bersamaan.
Mikrofon omnidirectional biasanya digunakan untuk merekam suara yang datang dari sumber yang berbeda-beda. Maka dari itu, mik tipe ini cocok untuk merekam suara grup vokal atau orkes.
Dari small diaphragm hingga large diaphragm, pahami sensitivitasnya

- Small diaphragm condenser microphone cocok untuk digunakan saat live. Diafragma kecil berukuran kurang dari setengah inci menjadikan mic ini sangat bagus untuk menangkap suara dengan frekuensi tinggi yang berubah-ubah. Mik tipe ini juga cocok untuk menangkap suara yang keras dan cepat, seperti suara drum dan simbal.
- Large diaphragm condenser microphone dilengkapi diafragma hingga 1 inci sehingga tangkapan suaranya sangat sensitif dan tajam.Karena sangat sensitif, mikrofon tipe ini dilengkapi mounting yang dapat melindunginya dari getaran berlebihan. Produk tipe ini cocok untuk studio rekaman sehingga condenser microphone yang mayoritas dijual di pasaran adalah tipe large diaphragm.
- Dual diaphragm microphone sangat cocok digunakan untuk paduan suara dan grup vokal. Berbeda dengan mikrofon biasa, condenser microphone ini memiliki dua diafragma yang dapat menangkap suara dari arah yang berbeda. Tipe ini dapat menangkap suasana ruangan dan mempermudah balancing dua sumber suara yang berbeda.
Cek koneksinya, mic XLR dikhususkan untuk profesional sementara USB lebih mudah digunakan

Tergantung pada tipe koneksinya, condenser microphone cocok untuk keperluan tertentu. Sebelum membeli, ketahuilah terlebih dahulu tipe koneksi yang tepat untuk kegiatan Anda. Dua tipe koneksi yang sering digunakan condenser microphone adalah XLR dan USB. Kami akan memaparkan kedua tipe tersebut untuk Anda di bawah ini.
- Koneksi XLR
Tipe ini merupakan koneksi standar dari condenser microphone yang dikhususkan untuk profesional. Dengan konektor 3 pin, Anda harus menghubungkan mikrofon ini ke mixer atau phantom power terlebih dahulu. Tentunya mikrofon dengan koneksi XLR akan menghasilkan suara yang lebih jelas. Alhasil, produknya cocok untuk Anda yang ingin merekam suara secara profesional.
- Koneksi USB
Jika Anda ingin kemudahan dalam mengatur mikrofon, pilih yang menggunakan koneksi USB. Tipe ini bisa langsung dipasang di komputer atau laptop Anda tanpa membutuhkan alat khusus. Jadi, condenser microphone dengan koneksi USB cocok Anda gunakan untuk online meeting atau bermain game bersama teman.
Pertimbangkan yang dilengkapi power supply

Agar bekerja dengan optimal, condenser microphone membutuhkan daya sekitar 48 V untuk menangkap suara. Daya tersebut bisa didapatkan dari pre-amplifier di dalamnya.
Terkadang daya yang dihasilkan pre-amplifier tidak cukup besar untuk menghidupkan mikrofon. Maka dari itu, dibutuhkan power supply tambahan dalam wujud phantom power. Phantom power adalah alat yang dapat menyalurkan listrik ke dalam condenser microphone agar berfungsi dengan semestinya.
Beberapa produk tidak dilengkapi phantom power sehingga Anda harus membelinya secara terpisah. Jika Anda ingin kenyamanan, pertimbangkan mikrofon yang sudah memiliki pengeras suara atau phantom power. Harganya tentu lebih mahal, tetapi lebih praktis dan efisien ketika dipakai.
Pastikan distorsinya minimal agar tidak mengganggu rekaman Anda

Distorsi merupakan suara dengung dari hasil grounding elektronik yang digunakan. Dalam intensitas yang tinggi, tentunya hal ini akan mengganggu rekaman Anda. Maka dari itu, pilihlah condenser microphone dengan distorsi yang minimal.
Umumnya mikrofon condenser sudah dilengkapi mounting untuk mengurangi distorsi. Namun, ada juga produk yang dilengkapi fitur tambahan untuk mencegah distorsi dari bagian dalamnya.

Peringkat Mic Condenser Terbaik
Produk | Gambar | Harga terendah | Perincian | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Polar pattern | Frekuensi (minimal) | Frekuensi (maksimal) | SNR | Sensitivitas | Wireless | Output | ||||
1 | Soundtech Manufacturing Company Limited Soundtech 2.1 USB Condenser Microphone | ![]() | Cardioid, omnidirectional | 50 Hz | 20000 Hz | 80 dB | -43 dB ±3 dB | USB-C | ||
2 | Perangkat Karya Bangsa Noir Gear Noir Voix Condenser Microphone | ![]() | Cardioid, Omnidirectional | 80 Hz | 20.000 Hz | ≥96 dB | -33 dB ± 2 dB | USB-C | ||
3 | Jakarta Digital Nusantara TaffSTUDIO Mikrofon Kondenser Studio |BM-800 | ![]() | Cardioid | 20 Hz | 20000 Hz | 78 dB | -34 dB ± 2 dB | Konektor XLR to 3,5 mm | ||
4 | Sinceremusic Ashley® Shotgun Pro Professional Condenser Microphone | ![]() | Cardioid | Tidak tercantum | Tidak tercantum | Tidak tercantum | Tidak tercantum | Audio jack 3.5 mm TRS | ||
5 | Razer Razer|Seiren Mini | ![]() | Super-cardioid | 20 Hz | 20.000 Hz | 110 dB | 17,8 mV/Pa | Micro-USB | ||
6 | Samson Technologies Samson Multi-Pattern Condenser Microphone |C03 | ![]() | Super-cardioid, omnidirectional, figure-8 | 40 Hz | 18.000 Hz | Tidak tercantum | -40 dB | Konektor XLR | ||
7 | Harman International Industries AKG® Small Diaphragm Condenser Microphone Cable |C1000 S | ![]() | Cardioid, Hyper-cardioid | 50 Hz | 20.000 Hz | 73 dB | -44 dB | 3-pin male XLR connector | ||
8 | TOA GALVA Prima Karya TOA Microphone Condensor |ZM-300-AS | ![]() | Super-cardioid | 50 Hz | 18.000 Hz | Tidak tercantum | -49 dB | Konektor XLR female to 6,3 mm (1/4 inch) | ||
9 | Audio-Technica Corporation Audio-Technica Cardioid Condenser USB Microphone |AT2020USB-X | ![]() | Cardioid | 20 Hz | 20.000 Hz | Tidak tercantum | Tidak tercantum | USB type C | ||
10 | HP HyperX QuadCast 2 USB Microphone | ![]() | Cardioid, omnidirectional, stereo, bidirectional | 20 Hz | 20.000 Hz | Tidak tercantum | -7.5 dB | USB type C | ||

Soundtech Manufacturing Company LimitedSoundtech 2.1 USB Condenser Microphone
| Polar pattern | Cardioid, omnidirectional |
|---|
- Sensitivitas
- -43 dB ±3 dB
- Wireless
Mikrofon kondensor dengan dua pola polar, yaitu cardioid untuk podcast dan streaming serta omnidirectional untuk conference call
Ada headphone jack dan mendukung mode mute untuk memudahkan kontrol selama rapat
Plug & play dengan koneksi USB, kompatibel dengan Windows dan MacOS
Dilengkapi dengan stand mikrofon dan kabel USB ke type-C sepanjang 2 meter
| Frekuensi (minimal) | 50 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20000 Hz |
| SNR | 80 dB |
| Output | USB-C |
Perangkat Karya BangsaNoir Gear Noir Voix Condenser Microphone
| Polar pattern | Cardioid, Omnidirectional |
|---|
- Sensitivitas
- -33 dB ± 2 dB
- Wireless
| Frekuensi (minimal) | 80 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20.000 Hz |
| SNR | ≥96 dB |
| Output | USB-C |
Jakarta Digital NusantaraTaffSTUDIO Mikrofon Kondenser Studio | BM-800
| Polar pattern | Cardioid |
|---|
- Sensitivitas
- -34 dB ± 2 dB
- Wireless
| Frekuensi (minimal) | 20 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20000 Hz |
| SNR | 78 dB |
| Output | Konektor XLR to 3,5 mm |
Sinceremusic Ashley® Shotgun Pro Professional Condenser Microphone
| Polar pattern | Cardioid |
|---|
- Sensitivitas
- Tidak tercantum
- Wireless
| Frekuensi (minimal) | Tidak tercantum |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | Tidak tercantum |
| SNR | Tidak tercantum |
| Output | Audio jack 3.5 mm TRS |
RazerRazer | Seiren Mini
| Polar pattern | Super-cardioid |
|---|
- Sensitivitas
- 17,8 mV/Pa
- Wireless
| Frekuensi (minimal) | 20 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20.000 Hz |
| SNR | 110 dB |
| Output | Micro-USB |
Samson TechnologiesSamson Multi-Pattern Condenser Microphone | C03
| Polar pattern | Super-cardioid, omnidirectional, figure-8 |
|---|
- Sensitivitas
- -40 dB
- Wireless
| Frekuensi (minimal) | 40 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 18.000 Hz |
| SNR | Tidak tercantum |
| Output | Konektor XLR |
Harman International IndustriesAKG® Small Diaphragm Condenser Microphone Cable | C1000 S
| Polar pattern | Cardioid, Hyper-cardioid |
|---|
- Sensitivitas
- -44 dB
- Wireless
| Frekuensi (minimal) | 50 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20.000 Hz |
| SNR | 73 dB |
| Output | 3-pin male XLR connector |
TOA GALVA Prima KaryaTOA Microphone Condensor | ZM-300-AS
| Polar pattern | Super-cardioid |
|---|
- Sensitivitas
- -49 dB
- Wireless
| Frekuensi (minimal) | 50 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 18.000 Hz |
| SNR | Tidak tercantum |
| Output | Konektor XLR female to 6,3 mm (1/4 inch) |
Audio-Technica CorporationAudio-Technica Cardioid Condenser USB Microphone | AT2020USB-X
| Polar pattern | Cardioid |
|---|
- Sensitivitas
- Tidak tercantum
- Wireless
| Frekuensi (minimal) | 20 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20.000 Hz |
| SNR | Tidak tercantum |
| Output | USB type C |
HPHyperX QuadCast 2 USB Microphone
| Polar pattern | Cardioid, omnidirectional, stereo, bidirectional |
|---|
- Sensitivitas
- -7.5 dB
- Wireless
| Frekuensi (minimal) | 20 Hz |
|---|---|
| Frekuensi (maksimal) | 20.000 Hz |
| SNR | Tidak tercantum |
| Output | USB type C |
Baca juga rekomendasi peralatan audio lainnya di sini
Selain mic condenser, Anda bisa melengkapi perlengkapan audio Anda dengan berbagai perangkat lainnya untuk hasil suara yang lebih optimal. Soundcard, speaker bass, dan headphone Sony adalah beberapa produk yang bisa menjadi pilihan. Yuk, simak cara memilih dan rekomendasi produknya melalui tautan berikut ini.
Deskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.













































