10 Rekomendasi Kamera Mirrorless untuk Pemula Terbaik [Ditinjau Photographer]
Kamera mirrorless makin banyak diminati oleh fotografer dan videografer. Salah satu alasannya adalah rancang bangun yang lebih ringan dan compact dari kamera DSLR. Kalangan pengguna kamera mirrorless juga luas, mulai dari pemula hingga profesional.
Apakah Anda seorang pemula yang sedang mencari kamera mirrorless? Jika iya, Anda berada di artikel yang tepat. Kami akan mengulas cara memilih kamera mirrorless untuk pemula yang disusun bersama photographer, Beawiharta. Spesifikasi dan fitur yang bagus untuk pemula akan dikupas. Ada juga ulasan rekomendasi kamera mirrorless terbaik dari Sony, Canon, Fujifilm, Nikon, dan merek lainnya. Rekomendasi ini dipilih dari produk-produk terlaris di marketplace dan diurutkan berdasarkan cara memilih mybest. Selamat membaca!
Highlight Kamera Mirrorless untuk Pemula Teratas
Canon

Bisa jadi teman travelling berkat bodinya yang ringkas

Beawiharta adalah photographer dan visual storyteller berpengalaman 25+ tahun sebagai wartawan foto di kawasan Asia. Belajar di era film seluloid dan memulai karier sebagai fotografer komersial, kini ia mengkhususkan diri dalam narasi humanis lewat foto dokumenter. Pengalaman jurnalistik yang kaya dan ketertarikannya pada kamera mirrorless Fujifilm telah menghidupkan banyak cerita tentang orang-orang biasa yang dijumpainya. Karya visualnya yang sarat makna juga ia bagikan lewat akun Instagram @beawiharta.

Gigih Prayitno adalah content planner di mybest Indonesia sejak 2024 yang berfokus pada segmen perangkat elektronik, travel, dan DIY tools. Sebelumnya, Gigih bekerja sebagai reporter online di Tribun Travel selama 2 tahun+ serta pernah menjadi kontributor di Kompasiana dan IDN Community. Berbekal pengalamannya meriset informasi yang tepercaya, saat ini Gigih aktif menyusun cara memilih dalam artikel serta melakukan riset produk yang dibutuhkan user agar pembaca mendapatkan informasi yang akurat dan relevan.
Pakar dalam artikel ini hanya meninjau isi cara memilih. Produk dan layanan yang direkomendasikan bukanlah pilihan dari pakar.
Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Kamera mirrorless buat apa? Apa bedanya dari kamera HP?

Semua kebutuhan fotografi atau vlogging memang sudah bisa difasilitasi oleh kamera HP. Namun, kamera mirrorless bisa menghadirkan visual yang lebih baik daripada kamera HP.

Kamera mirrorless dapat memenuhi berbagai kebutuhan, dari anak sekolah dan mahasiswa yang belajar teknis hingga profesional untuk keperluan komersial. Kebutuhan fotografi sekaligus videografi pun bisa dipenuhi dengan baik oleh kamera mirrorless.
Kamera HP juga makin banyak digunakan untuk fotografi dan videografi karena kian canggih. Meski begitu, hasilnya akan jauh berbeda dari kamera mirrorless. Kebutuhan visual yang bagus tidak bisa dipenuhi oleh kamera HP karena sensornya kecil. Walaupun nilai megapikselnya besar, spektrum warna dari sensor yang kecil terbatas. Sebab itu, mengembangkan intuisi memotret, memasukkan feeling, dan memilih preset warna akan sulit dilakukan dengan sensor yang kecil.
Perlu dicatat bahwa Anda setidaknya harus menyiapkan bujet mulai 10 jutaan untuk memiliki kamera mirrorless entry level yang bagus. Jika terasa mahal untuk keperluan belajar, Anda bisa mempertimbangkan kamera DSLR entry level yang harganya lebih terjangkau. Kami juga sudah mengulas cara memilihnya untuk Anda. Silakan buka tautan di bawah ini untuk membacanya.

Traveler membutuhkan kamera yang compact dan ringan sehingga menjatuhkan pilihan pada kamera mirrorless. Untuk kebutuhan traveler, kamera DSLR dinilai terlalu besar dan berat. Sementara itu, kamera mirrorless rata-rata ringan. Perbedaannya lebih terletak pada dimensi. Beberapa contoh kamera mirrorless yang ringan dan compact adalah Ricoh GR dan Fujifilm X100V.
Cara memilih Kamera Mirrorless untuk Pemula
Untuk pemula yang baru menggunakan kamera mirrorless, kami memfokuskan pembahasan cara memilih pada hal-hal dasar yang penting. Simak penjelasannya berikut ini agar Anda dapat memilih kamera mirrorless yang sesuai dengan kebutuhan.
Untuk belajar teknis, utamakan kamera dengan ragam pengaturan yang mudah diakses

Jika dari pengaturan saja sudah susah, pemula biasanya akan kurang tertarik melakukan setting.

Speed dan ISO pada kamera Fujifilm seri XT bahkan bisa diatur di luar. Anda tinggal memutar tombol yang ada pada bodi kamera. Hal ini lebih mudah dibandingkan harus memencet tombol, lalu dioper ke screen, dan melalui banyak langkah lainnya.
Perlu diingat bahwa kemudahan mengontrol kamera tidak selalu disebutkan pada spesifikasi produk. Oleh karena itu, sebaiknya Anda melihat review mengenai kemudahan ini dari pengguna. Secara umum, interface kamera Fujifilm lebih user-friendly untuk pemula.
Sesuaikan keunggulan kamera dengan tujuan penggunaannya: untuk fotografi, videografi, atau dokumentasi saja
Anda harus memasuki ekosistem yang sesuai dengan minat ketika memutuskan untuk membeli kamera, baik untuk keperluan fotografi maupun videografi. Kamera mirrorless hadir dengan keunggulan dan spesifikasi berbeda-beda untuk mewadahi hal tersebut. Produk yang cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan dokumentasi pun tersedia.
Untuk fotografi, sensor full frame akan memberikan hasil gambar yang lebih baik; Namun, jika budget Anda terbatas, sensor APS-C juga sudah cukup

Pengeluaran untuk kamera APS-C cenderung lebih sedikit dari kamera full frame. Hal ini karena harga kamera dan lensa full frame umumnya lebih tinggi.

Untuk kebutuhan memotret, periksalah ukuran sensor dari kamera. Kamera mirrorless umumnya memakai sensor APS-C atau full frame. Ukuran sensor full frame lebih besar dari APS-C sehingga hasil gambarnya punya spektrum warna yang lebih lengkap. Meskipun demikian, hasil gambar kamera APS-C tergolong mencukupi untuk kebutuhan profesional karena sudah didukung prosesor yang canggih.
Jika Anda lebih beminat pada fotografi, Anda tidak memerlukan kamera dengan spesifikasi video yang tinggi. Misalnya, kamera mirrorless dengan resolusi video 6K. Anda yang punya budget lebih sebaiknya mengutamakan kamera dengan sensor full frame. Sensor ini memang lebih umum ditemukan pada kamera mirroless kelas mid-end ke atas. Silakan buka tautan di bawah ini untuk informasi lengkapnya.

Bila Anda sudah belajar teknis, perhatikan ragam preset warna yang dimiliki kamera mirrorless. Preset warna berguna untuk menampilkan warna-warna spesifik yang lebih teduh. Memanfaatkan preset warna juga dapat menggiring mood tertentu bagi orang yang melihat hasil jepretan Anda.
Untuk videografi, utamakan resolusi video minimal 4K dan keberadaan image stabilization

Kamera dengan resolusi video yang tinggi harganya lebih mahal sehingga sayang jika tidak dimaksimalkan penggunaannya.

Kamera mirrorless juga banyak yang dibekali dengan image stabilization. Stabilisasi gambar akan membuat frame tetap steady meski kamera bergeser sedikit saat merekam. Jadi, video yang terekam lebih stabil dan minim guncangan.
Hal penting lain yang harus dipertimbangkan adalah performa sound dan memori dari kamera. Periksalah keberadaan jack 3,5 mm dua slot SD card. Kompatibilitas jack 3,5 mm luas untuk mic kelas profesional. Sementara itu, Anda dapat mengambil banyak footage tanpa khawatir memorinya cepat penuh dengan dua slot SD card.
Jika Anda seorang content creator yang juga berperan di depan layar, prioritaskan kamera mirrorless yang screen-nya bisa dibalik. Dengan screen yang bisa diputar menghadap depan, Anda bisa mengoperasikan kamera sendiri sambil merekam. Salah satu kamera yang nyaman untuk nge-vlog adalah Sony ZV-E10.

Untuk kebutuhan profesional, periksa keberadaan F-log. Fitur ini dapat menetralkan warna-warna yang masuk ke dalam kamera. Video yang warnanya netral akan jauh lebih gampang dibentuk menjadi mood tertentu saat editing.
Untuk dokumentasi saja, cari yang kualitas foto dan videonya mencukupi dari awal

Kamera yang bagus untuk fotografi dan videografi akan memudahkan pemula yang belum bisa menentukan minatnya.

Untuk pengguna awam, patokannya adalah kamera yang easy to use atau kamera entry level. Hal ini karena fungsi yang masih terbatas sehingga interface-nya sederhana. Selain itu, tombolnya tidak terlalu banyak. Pengguna yang lebih banyak memakai mode auto juga akan cocok dengan kamera entry level.
Kelengkapan lensa penting untuk penggunaan jangka panjang! Pilih merek yang ragam lensanya sesuai dengan kebutuhan

Ketika Anda belajar kamera, hal yang harus diutamakan adalah masuk ke ekosistem yang bisa mewadahi saat Anda berkembang. Salah satunya adalah ketersediaan lensa.

Ada berbagai pilihan merek kamera mirrorless, seperti Sony, Fuji, Nikon, Panasonic Lumix, dan Canon. Periksalah apakah merek kamera pilihan Anda menyediakan jenis lensa yang beragam untuk kebutuhan Anda kelak. Jika Anda memilih kamera Sony, ceklah jenis lensa apa saja yang tersedia dalam ekosistem Sony.
Anda bisa mengetahui ekosistem ini dari website resmi. Jika merek pilihan Anda tidak menyediakan lensa yang dibutuhkan, periksalah produk dari produsen third party. Sigma, Tamron, Filtrox, 7Artisant, TTArtisant, Zeiss, dan Voigtlander menyediakan lensa alternatif untuk Anda. Jenis lensa yang disediakan produsen pihak ketiga biasanya memiliki spesifikasi yang sama dan harganya cenderung lebih murah.

Saat ini, merek yang memiliki pilihan lensa paling lengkap dalam kelompok mirrorless adalah Sony. Namun, harga lensa Sony lebih tinggi dibandingkan lensa dari merek lain. Di sisi lain, Canon memiliki pilihan lensa yang paling lengkap dalam kelompok DSLR.
Pertimbangkan kamera mirrorless dengan lensa kit agar lebih terjangkau bila dana Anda terbatas

Kamera dengan lensa kit memungkinkan pemula untuk langsung mengoperasikan kamera. Karena itu, kit lens akan cocok untuk Anda yang belum paham soal lensa.

Harga kit lens lebih ekonomis dengan selisih harga hanya sekitar 1 jutaan dari kamera body only. Kalau bujet yang Anda siapkan cukup besar, belilah kamera body only dan lensa yang terpisah. Hal ini karena daya tahan dari lensa kit bisanya tidak lama serta kualitasnya pun tidak begitu bagus.

Jangan lupa untuk memilih merek yang menawarkan after sales service di Indonesia. Kamera yang rusak bisa dikirim untuk diperbaiki. Jika tidak ada after sales service, kamera mungkin harus diperbaiki di luar negeri atau bahkan terbuang. Di Indonesia, Anda bisa mendapatkan after sales service dari Canon, Fujifilm, dan Sony.
Peringkat Kamera Mirrorless untuk Pemula Terbaik
Produk | Gambar | Harga terendah | Poin | Perincian | ||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Tipe kamera | Ukuran sensor | ISO minimum | ISO maksimum | Jumlah piksel | Resolusi video (maks) | Stabilisasi gambar | Shutter speed | Continuous shoot | Titik autofokus | Sistem koneksi | Bobot | Layar | Lensa kit | F-Log | Waterproof | Weather-sealed | Touchscreen | |||||
1 | Sony Sony|Alpha 6400 | ![]() | Buat video sinematik dan foto lowlight tanpa batasan waktu | Mirrorless | APS-C | 100 | 102400 | 25 MP | HD (1.280 x 720), 4K (3.840 x 2.160), FHD (1.920 x 1.080) | 1/4000 to 30 sec | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF), Direct Manual Focus (DMF) | USB, Wi-Fi, Bluetooth, NFC | 403 gram | 3 inci | ||||||||
2 | SONY Sony|α7 III | ![]() | Mudah menangkap momen penting dengan autofokus 693 titik | Mirrorless | Full-frame | 100 (expandable 50) | 51.200 (expandable 204.800) | 24.2 MP | 4K (3.840 x 2.160) | 1/8000 hingga 30 detik | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | USB, Wi-Fi, Bluetooth, NFC | 650 gram | 3 inci | ||||||||
3 | Canon Canon|EOS R100 Kit RF-S18-45mm f/4.5-6.3 IS STM | ![]() | Bisa jadi teman travelling berkat bodinya yang ringkas | Mirrorless | APS-C | 100 | 12800 | 24.1 MP | 4K (3.840 x 2.160) | 30-1/4000 | Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | USB, Wi-Fi, Bluetooth | 356 gram | 3 inci | ||||||||
4 | Nikon Nikon Z50 | ![]() | Berbagai fitur untuk mendapatkan fokus dengan mudah, bahkan bagi pemula | Mirrorless | Full-frame | 100 | 51.200 | 24.3 MP | 4K (3.840 x 2.160) | 1/8000 hingga 30 detik | Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF), Hybrid AF | USB, Wi-Fi, Bluetooth | 675 gram (termasuk baterai dan kartu memori) | 3.2 inci | ||||||||
5 | Fujifilm FUJIFILM|XM 5 | ![]() | Makin asyik eksplorasi kreatif dengan kualitas rekaman video hingga 6,2K | Mirrorless | APS-C | 80 | 51.200 | 26.1 MP | 6.2K (6.240 x 4.160) | 1/4000 hingga 30 detik | Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | USB, Wi-Fi, Bluetooth | 355 gram (termasuk baterai dan kartu memori) | 3 inci | ||||||||
6 | Nikon Z50 ii | ![]() | Autofokusnya canggih, mampu melacak berbagai tipe subjek dengan akurat | Mirrorless | APS-C | 100 | 51.200 | 20.9 MP | 4K (3.840 x 2.160) | 1/4000 hingga 30 detik | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | USB, Wi-Fi, Bluetooth | 550 gram (termasuk baterai dan kartu memori) | 3.2 inci | ||||||||
7 | Panasonic Corporation Panasonic|Lumix S5 II | ![]() | Jelajahi kreativitas profesional dengan autofokus cepat dan video 6K | Mirrorless | Full-frame | 100 | 51200 | 24.2 MP | FHD (1.920 x 1.080), 4K (3.840 x 2.160) | 1/8000 to 60 sec | Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | USB, Wi-Fi, Bluetooth | 740 gram | 3 inci | ||||||||
8 | Canon Singapore PTE LTD Canon|EOS M50 II | ![]() | Mengambil foto dengan banyak objek dalam satu frame jadi lebih praktis! | Mirrorless | APS-C | 100 | 25.600 (expandable 51.200) | 24.1 MP | 4K (3.840 x 2.160) | 1/4000 hingga 30 detik | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | USB, Wi-Fi, Bluetooth | 387 gram (termasuk baterai dan kartu memori) | 3 inci | ||||||||
9 | Olympus OLYMPUS OM-D E-M10 Mark IV | ![]() | Hasil jepretan tetap tajam dan stabil meski tanpa tripod | Mirrorless | Micro Four Thirds | 200 | 25.600 | 20.3 MP | 4K (3.840 x 2.160) | 1/4000 hingga 60 detik | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | USB, Wi-Fi, Bluetooth | 383 gram (termasuk baterai dan kartu memori) | 3 inci | ||||||||
10 | OM Digital Solutions OM System OM-5 | ![]() | Bodi ringan dan tahan kondisi ekstrem, cocok untuk kamera outdoor | Mirrorless | Micro Four Thirds | 200 (expandable 64/100) | 6.400 (expandable 25.600) | 20.4 MP | 4K (3.840 x 2.160) | 1/8000 hingga 60 detik | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | USB, Wi-Fi, Bluetooth | 418 gram (termasuk baterai dan kartu memori) | 3 inci | ||||||||
SonySony | Alpha 6400
| Tipe kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Ukuran sensor | APS-C |
- Waterproof
- Touchscreen
Buat video sinematik dan foto lowlight tanpa batasan waktu
Mendukung S-Log dan color grading langsung di kamera untuk hasil video sinematik
Tidak mudah panas saat merekam dalam durasi panjang, cocok untuk content creator
Hasil foto tetap tajam dan jernih meskipun di kondisi pencahayaan minim
Dilengkapi jack mikrofon eksternal untuk audio profesional yang lebih optimal
| ISO minimum | 100 |
|---|---|
| ISO maksimum | 102400 |
| Jumlah piksel | 25 MP |
| Resolusi video (maks) | HD (1.280 x 720), 4K (3.840 x 2.160), FHD (1.920 x 1.080) |
| Stabilisasi gambar | |
| Shutter speed | 1/4000 to 30 sec |
| Continuous shoot | |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF), Direct Manual Focus (DMF) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth, NFC |
| Bobot | 403 gram |
| Layar | 3 inci |
| Lensa kit | |
| F-Log | |
| Weather-sealed |
SONYSony | α7 III
| Tipe kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Ukuran sensor | Full-frame |
- Waterproof
- Touchscreen
Mudah menangkap momen penting dengan autofokus 693 titik
- Autofokus 693 titik bekerja cepat dan akurat, memudahkan pemula menangkap momen penting
- Sensor full-frame 24,2 MP menghadirkan detail tajam dengan noise rendah di berbagai kondisi cahaya
- Stabilisasi gambar 5-axis membantu menghasilkan foto dan video stabil tanpa banyak usaha
- Perekaman video 4K yang jernih memberi ruang luas bagi eksplorasi konten kreatif
| ISO minimum | 100 (expandable 50) |
|---|---|
| ISO maksimum | 51.200 (expandable 204.800) |
| Jumlah piksel | 24.2 MP |
| Resolusi video (maks) | 4K (3.840 x 2.160) |
| Stabilisasi gambar | |
| Shutter speed | 1/8000 hingga 30 detik |
| Continuous shoot | |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth, NFC |
| Bobot | 650 gram |
| Layar | 3 inci |
| Lensa kit | |
| F-Log | |
| Weather-sealed |
CanonCanon | EOS R100 Kit RF-S18-45mm f/4.5-6.3 IS STM
| Tipe kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Ukuran sensor | APS-C |
- Waterproof
- Touchscreen
Bisa jadi teman travelling berkat bodinya yang ringkas
Desain ringkas dan ringan, ideal dibawa ke mana pun saat bepergian
Burst rate 6,5 fps memudahkan menangkap momen cepat secara presisi
Resolusi 24,1 MP memberikan hasil gambar tajam dengan warna alami
Mampu merekam video 4K25p atau HD 120p untuk kebutuhan dokumentasi dinamis
| ISO minimum | 100 |
|---|---|
| ISO maksimum | 12800 |
| Jumlah piksel | 24.1 MP |
| Resolusi video (maks) | 4K (3.840 x 2.160) |
| Stabilisasi gambar | |
| Shutter speed | 30-1/4000 |
| Continuous shoot | |
| Titik autofokus | Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth |
| Bobot | 356 gram |
| Layar | 3 inci |
| Lensa kit | |
| F-Log | |
| Weather-sealed |
NikonNikon Z50
| Tipe kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Ukuran sensor | Full-frame |
- Waterproof
- Touchscreen
Berbagai fitur untuk mendapatkan fokus dengan mudah, bahkan bagi pemula
- Hybrid AF 209 titik dengan Eye-Detection dan cakupan hingga 90% frame, sangat membantu pemula menangkap subjek bergerak
- Sensor APS-C 20,9 MP + prosesor Expeed 6 menghasilkan gambar detail dengan noise rendah
- Kecepatan burst hingga 11 fps dengan AF dan AE, cocok untuk memotret aksi cepat
- 4K video pada 30 fps + layar sentuh vari-angle yang bisa dilipat ke depan untuk selfie atau vlogging
| ISO minimum | 100 |
|---|---|
| ISO maksimum | 51.200 |
| Jumlah piksel | 24.3 MP |
| Resolusi video (maks) | 4K (3.840 x 2.160) |
| Stabilisasi gambar | |
| Shutter speed | 1/8000 hingga 30 detik |
| Continuous shoot | |
| Titik autofokus | Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF), Hybrid AF |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth |
| Bobot | 675 gram (termasuk baterai dan kartu memori) |
| Layar | 3.2 inci |
| Lensa kit | |
| F-Log | |
| Weather-sealed |
FujifilmFUJIFILM | XM 5
| Tipe kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Ukuran sensor | APS-C |
- Waterproof
- Touchscreen
Makin asyik eksplorasi kreatif dengan kualitas rekaman video hingga 6,2K
- Sensor APS-C 26,1 MP menghadirkan detail tinggi dengan warna khas Fujifilm yang akurat
- Rekaman video hingga 6,2K/30 fps mendukung eksplorasi kreatif, bahkan bagi pemula
- Bodi ringkas dan ringan, praktis dibawa untuk aktivitas harian.
- Layar vari-angle serta port audio memudahkan perekaman vlog maupun selfie
| ISO minimum | 80 |
|---|---|
| ISO maksimum | 51.200 |
| Jumlah piksel | 26.1 MP |
| Resolusi video (maks) | 6.2K (6.240 x 4.160) |
| Stabilisasi gambar | |
| Shutter speed | 1/4000 hingga 30 detik |
| Continuous shoot | |
| Titik autofokus | Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth |
| Bobot | 355 gram (termasuk baterai dan kartu memori) |
| Layar | 3 inci |
| Lensa kit | |
| F-Log | |
| Weather-sealed |
NikonZ50 ii
| Tipe kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Ukuran sensor | APS-C |
- Waterproof
- Touchscreen
Autofokusnya canggih, mampu melacak berbagai tipe subjek dengan akurat
- Autofokus hybrid dengan 209 titik + pelacakan 9 jenis subjek, memudahkan fokus akurat saat bergerak
- Rekaman video 4K hingga 60 fps + mode N-Log 10-bit, cocok untuk konten video kreatif dan editing
- Sensor APS-C 20,9 MP dipadu prosesor EXPEED 7, memberikan detail tajam dan respons cepat
- Layar vari-angle + viewfinder terang (hingga 1000 nit) serta tombol Picture Control, mendukung fleksibilitas dan kreasi visual instan
| ISO minimum | 100 |
|---|---|
| ISO maksimum | 51.200 |
| Jumlah piksel | 20.9 MP |
| Resolusi video (maks) | 4K (3.840 x 2.160) |
| Stabilisasi gambar | |
| Shutter speed | 1/4000 hingga 30 detik |
| Continuous shoot | |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth |
| Bobot | 550 gram (termasuk baterai dan kartu memori) |
| Layar | 3.2 inci |
| Lensa kit | |
| F-Log | |
| Weather-sealed |
Panasonic CorporationPanasonic | Lumix S5 II
| Tipe kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Ukuran sensor | Full-frame |
- Waterproof
- Touchscreen
Jelajahi kreativitas profesional dengan autofokus cepat dan video 6K
Menggunakan sensor baru dengan autofokus cepat dan akurat untuk hasil tajam
Mampu merekam video 6K hingga 30 menit, ideal untuk proyek sinematik
Mendukung perekaman video 120p untuk membuat efek slow motion berkualitas tinggi
Dilengkapi teknologi canggih yang bisa dieksplorasi untuk hasil sesuai gaya Anda
| ISO minimum | 100 |
|---|---|
| ISO maksimum | 51200 |
| Jumlah piksel | 24.2 MP |
| Resolusi video (maks) | FHD (1.920 x 1.080), 4K (3.840 x 2.160) |
| Stabilisasi gambar | |
| Shutter speed | 1/8000 to 60 sec |
| Continuous shoot | |
| Titik autofokus | Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth |
| Bobot | 740 gram |
| Layar | 3 inci |
| Lensa kit | |
| F-Log | |
| Weather-sealed |
Canon Singapore PTE LTDCanon | EOS M50 II
| Tipe kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Ukuran sensor | APS-C |
- Waterproof
- Touchscreen
Mengambil foto dengan banyak objek dalam satu frame jadi lebih praktis!
- Dual Pixel CMOS AF dengan Eye Detection dan pelacakan wajah/objek, mempercepat dan mempermudah fokus
- Perekaman video 4K (dengan crop) dan Full HD 60 fps, cocok untuk konten media sosial dan vlogging
- Sensor APS-C 24,1MP + prosesor DIGIC 8 menghadirkan gambar detail dengan warna hidup
- Layar sentuh vari-angle + fitur Tap AF/Touch & Drag, memudahkan kontrol fokus bahkan saat merekam sendiri
| ISO minimum | 100 |
|---|---|
| ISO maksimum | 25.600 (expandable 51.200) |
| Jumlah piksel | 24.1 MP |
| Resolusi video (maks) | 4K (3.840 x 2.160) |
| Stabilisasi gambar | |
| Shutter speed | 1/4000 hingga 30 detik |
| Continuous shoot | |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth |
| Bobot | 387 gram (termasuk baterai dan kartu memori) |
| Layar | 3 inci |
| Lensa kit | |
| F-Log | |
| Weather-sealed |
OlympusOLYMPUS OM-D E-M10 Mark IV
| Tipe kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Ukuran sensor | Micro Four Thirds |
- Waterproof
- Touchscreen
Hasil jepretan tetap tajam dan stabil meski tanpa tripod
- Kecepatan continuous shooting hingga 8,7 fps (shutter mekanik) / 15 fps (elektronik) berguna saat memotret objek bergerak
- Stabilisasi 5-axis dalam bodi mampu mengurangi blur hingga sekitar 4,5 stop, membantu jepretan tetap tajam
- Layar sentuh vari-angle bisa flip-down / ke depan, cocok untuk selfie, vlog, atau pengambilan sudut tinggi/rendah
- Sensor Live MOS 20,3 MP + prosesor TruePic VIII memberikan detail tinggi dan warna yang natural
| ISO minimum | 200 |
|---|---|
| ISO maksimum | 25.600 |
| Jumlah piksel | 20.3 MP |
| Resolusi video (maks) | 4K (3.840 x 2.160) |
| Stabilisasi gambar | |
| Shutter speed | 1/4000 hingga 60 detik |
| Continuous shoot | |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth |
| Bobot | 383 gram (termasuk baterai dan kartu memori) |
| Layar | 3 inci |
| Lensa kit | |
| F-Log | |
| Weather-sealed |
OM Digital SolutionsOM System OM-5
| Tipe kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Ukuran sensor | Micro Four Thirds |
- Waterproof
- Touchscreen
Bodi ringan dan tahan kondisi ekstrem, cocok untuk kamera outdoor
- Stabilisasi gambar 5-axis dalam bodi hingga ±6,5 stop, sangat membantu menghasilkan foto tanpa blur
- Sensor 20,4 MP dan prosesor TruePic IX menghasilkan foto detail dengan noise rendah di berbagai kondisi pencahayaan
- Tubuh ringan (366 g body only), desain IP53 tahan debu/basah dan beku -10 °C, cocok dibawa outdoor
- Fitur video 4K tanpa batas waktu perekaman + autofocus deteksi wajah/mata, mendukung keperluan vlogging konten
| ISO minimum | 200 (expandable 64/100) |
|---|---|
| ISO maksimum | 6.400 (expandable 25.600) |
| Jumlah piksel | 20.4 MP |
| Resolusi video (maks) | 4K (3.840 x 2.160) |
| Stabilisasi gambar | |
| Shutter speed | 1/8000 hingga 60 detik |
| Continuous shoot | |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth |
| Bobot | 418 gram (termasuk baterai dan kartu memori) |
| Layar | 3 inci |
| Lensa kit | |
| F-Log | |
| Weather-sealed |
Baca juga rekomendasi perlengkapan kamera lainnya di sini
Jika Anda tertarik mempelajari fotografi lebih dalam, ada beberapa jenis peralatan yang perlu Anda kenal. Berikut ini kami jabarkan beberapa produk yang bisa mendukung kegiatan fotografi Anda. Ada lensa kamera mirrorless, mic kamera, dan tas kamera yang dapat menunjang hobi Anda. Klik tautan di bawah ini, ya!
5 Rekomendasi Kamera Mirrorless untuk Pemula terbaik
No. 1: Sony|Sony|Alpha 6400
No. 2: SONY|Sony|α7 III
No. 3: Canon|Canon|EOS R100 Kit RF-S18-45mm f/4.5-6.3 IS STM
No. 4: Nikon|Nikon Z50
No. 5: Fujifilm|FUJIFILM|XM 5
Lihat rekomendasi lengkapnya di siniDeskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.