10 Rekomendasi Alat Bantu Dengar Terbaik [Ditinjau Perawat] (Terbaru Tahun 2026)
Alat bantu dengar membantu meningkatkan kemampuan mendengar, terutama bagi kaum lansia, sehingga komunikasi sehari-hari tetap nyaman. Jenisnya pun beragam, mulai dari model behind the ear yang mudah digunakan, in the ear yang lebih ringkas, hingga alat bantu dengar rechargeable atau baterai yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, ada banyak merek alat bantu dengar yang bagus di pasaran, seperti TaffOmicron, Dr. Isla, dan Harmed. Banyaknya ragam produk ini mungkin membuat Anda bingung saat memilih.
Untuk membantu Anda, kami akan menjelaskan cara memilih alat bantu dengar yang disusun bersama perawat, Afiyad Bardian. Kami juga akan memberikan rekomendasi alat bantu dengar terbaik. Rekomendasi ini dipilih dari produk-produk terlaris di marketplace dan diurutkan sesuai cara memilih mybest. Yuk, simak dengan saksama untuk mendapatkan alat bantu dengar paling pas untuk Anda!
Highlight Alat Bantu Dengar Teratas

Mendengar dengan jernih tanpa repot ganti baterai setiap hari

Afiyad Bardian adalah perawat profesional yang bertugas di RS Mata JEC Primasana, ia memiliki minat dalam bidang keperawatan mata serta perangkat perawatan lainnya. Afiyad kerap terlibat dalam kegiatan sosial dan edukatif, termasuk pemeriksaan mata untuk lansia dan masyarakat umum di berbagai posyandu. Melalui dedikasinya, Afiyad berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata. Selain itu, Afiyad mengemban tugas sebagai Sekretaris 2 DPK PPNI RS Mata JEC Primasana dan juga sebagai Anggota Ikatan Perawat Mata Indonesia (IKPAMI).

Dominiko adalah content planner di mybest dengan lebih dari 10 tahun pengalaman dalam digital content creation, SEO, dan analisis tren produk. Memulai karier di Kaskus sebagai writer dan strategist, ia mengasah keterampilan dalam content marketing, review produk, hingga copywriting. Kini, ia aktif berkolaborasi dengan pakar berbagai industri dan menggunakan riset berbasis data untuk menyusun rekomendasi produk yang akurat, tepercaya, dan bermanfaat bagi pembaca mybest.
Pakar dalam artikel ini hanya meninjau isi cara memilih. Produk dan layanan yang direkomendasikan bukanlah pilihan dari pakar.
Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Kapan alat bantu dengar dibutuhkan?
Pada saat terjadinya penurunan fungsi pendengaran dan adanya gangguan pendengaran. Faktor penyebabnya antara lain penuaan, kongenital (bawaan sejak lahir), trauma, atau penyakit.

Alat bantu dengar (ABD) biasanya dibutuhkan oleh lansia dan seseorang dengan kemampuan mendengar yang rendah sejak lahir. ABD mungkin juga dibutuhkan oleh seseorang karena faktor trauma dan penyakit yang mengganggu pendengaran. Secara umum, berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan fungsi pendengaran menurun atau pendengaran terganggu.
- Penurunan fungsi pendengaran karena penuaan. Biasanya dimulai dari usia 55 tahun.
- Gangguan pendengaran yang dibawa sejak lahir. Biasanya anak diperkenalkan pada alat bantu dengar pada usia 3 tahun. Namun, ABD bisa digunakan lebih cepat jika anak tidak merasa terganggu.
- Trauma karena pernah menerima dentuman suara yang keras di samping telinga. Benturan kepala yang keras akibat kecelakaan juga bisa menjadi trauma yang menyebabkan gangguan pendengaran.
- Infeksi pada telinga bagian dalam yang biasanya disebabkan oleh virus.
Ketahuilah bahwa tunarungu termasuk dalam gangguan pendengaran total. Tingkat gangguan ini tidak bisa dibantu dengan alat bantu dengar. Perlu dicatat juga bahwa gangguan pendengaran total dapat disebabkan oleh keempat hal di atas.
Memberikan alat bantu dengar pada penderita gangguan pendengaran dapat meningkatkan rasa percaya dirinya. Rasa percaya diri orang saat mengobrol bisa saja turun karena sering salah mendengar. Oleh sebabnya, pastikanlah untuk langsung periksa ke dokter jika Anda atau kerabat merasakan fungsi pendengaran yang berkurang.
Apakah boleh membeli alat bantu dengar sendiri?
Boleh selama sudah dikonsultasikan oleh dokter. Pembelian alat bantu dengar bisa dilakukan sendiri berdasarkan rekomendasi dokter.

Alat bantu dengar memang banyak tersedia di toko online dan bisa Anda beli sendiri. Namun, Anda disarankan untuk tes audiometri lebih dahulu sebelum membeli alat bantu dengar. Tes ini berguna untuk menentukan kategori gangguan pendengaran. Jadi, Anda dapat membeli alat bantu dengar yang tepat. Jika Anda mengalami gangguan pendengaran berat, menggunakan alat bantu dengar untuk gangguan pendengaran ringan hingga sedang tidak akan banyak membantu.
Anda pun lebih disarankan untuk mencoba langsung alat bantu dengar. Pemilihan tipe ABD dapat memengaruhi tingkat kenyamanan dan rasa percaya diri ketika Anda memakainya. Selain itu, Anda dapat menentukan ukuran karet earbuds yang tidak terlalu sempit ataupun terlalu longgar di telinga. Tingkat kejernihan suara ABD juga lebih mudah diketahui dengan mencobanya langsung karena berhubungan dengan kualitas produk. Keunggulan ini akan sulit ditentukan dari spesifikasinya saja.
Tes audiometri bisa menggunakan garpu tala yang diketuk, kemudian didekatkan ke telinga. Ada juga tes dengan cara menguji batas frekuensi suara yang bisa Anda dengar. Hasil tes audiometri biasanya berupa grafik yang menunjukkan kemampuan mendengar Anda.
Cara memilih Alat Bantu Dengar
Walaupun fungsi dasarnya sama, spesifikasi alat bantu dengar bisa berbeda-beda. Menyesuaikannya dengan tingkat gangguan pendengaran adalah langkah awal yang perlu Anda utamakan. Setelah itu, Anda dapat menentukan tipe hearing aid, seperti ITE, ITC, CIC, RIC, atau BTE. Keberadaan fitur tambahan seperti pengatur volume dan noise reduction juga akan banyak membantu.
Sesuaikan spesifikasi pada alat bantu dengar dengan gangguan pendengaran ringan, sedang, berat, atau sangat berat
Kemampuan amplifikasi suara pada ABD bervariasi. Tiap tingkat pendengaran membutuhkan nilai amplifikasi yang berbeda.

Alat bantu dengar bekerja dengan cara menangkap suara, lalu menguatkannya dan dikirimkan ke telinga pengguna. Karena itu, pengguna dapat mendengar suara secara lebih jelas dari biasanya. Agar mendapat amplifikasi suara yang tepat, Anda perlu menyesuaikan tingkat gangguan pendengaran dengan nilai max output dan gain pada ABD.
Berikut macam gangguan pendengaran serta spesifikasi ABD yang direkomendasikan.
- Gangguan pendengaran pada 20-40 dB (ringan) membutuhkan max output 84,7 dB SPL dan gain 9,2 dB.
- Gangguan pendengaran pada 41-60 dB (sedang) membutuhkan max output 99,7 dB SPL dan gain 24,6 dB.
- Gangguan pendengaran pada 61-90 dB (berat) membutuhkan max output 103,3 dB SPL dan gain 35,8 dB.
- Gangguan pendengaran di atas 90 dB (sangat berat) membutuhkan max output 115 dB SPL dan gain 50,8 dB.
Amplifikasi alat bantu dengar di pasaran rata-rata sudah dapat digunakan untuk gangguan pendengaran ringan hingga sedang.
Tentukan model alat bantu dengar yang nyaman, misalnya ITE, ITC, CIC, RIC, atau BTE
Tipe alat bantu dengar umumnya terbagi menjadi in-ear dan behind-the-ear (BTE). In-ear merupakan tipe yang digunakan di dalam telinga, sedangkan tipe BTE digunakan di belakang telinga. Tipe ABD akan menentukan tingkat kenyamanan telinga hingga rasa percaya diri pengguna ketika memakainya. Jadi, pilihlah tipenya dengan pertimbangan yang baik.
In-ear: Cocok untuk Anda yang kurang percaya diri dengan ABD
Tipe in-ear digunakan di dalam telinga sehingga membuat penggunaannya tidak mudah terlihat sedang menggunakan alat bantu dengar.

Jika Anda memilih masalah dengan rasa percaya diri saat menggunakan alat bantu dengar, pastikan untuk memilih tipe in-ear. Tipe ini memiliki beberapa model dengan ukuran dan performa yang berbeda. Tingkat kamuflasenya bisa ditentukan oleh ukuran tiap model. Berikut berbagai model tipe in-ear yang dapat Anda pilih.
- In-the ear (ITE) merupakan alat bantu dengar in-ear dengan ukuran paling besar. ABD ini mengisi seluruh atau sebagian cetakan telinga.
- In-the-canal (ITC) dipasang di pintu liang telinga, tetapi belum sepenuhnya. ABD ini mengombinasikan ukuran ringkas dan performa.
- Completely-in-the-canal (CIC) adalah tipe in-ear yang paling kecil dan terpasang sepenuhnya di dalam pintu liang telinga. Model ini bisa tidak terlihat sama sekali.
- Receiver-in-the-canal (RIC) merupakan gabungan tipe in-ear dengan BTE. Model ini memiliki receiver di dalam telinga seperti in-ear, tetapi mikrofonnya terletak di luar seperti BTE.
Meski ITE, ITC, dan RIC lebih mudah terlihat dari luar, ketahanan baterainya lebih baik dari CIC. Ukuran CIC yang sangat kecil membuat kapasitas baterainya lebih kecil pula. Jadi, Anda yang mengutamakan kamuflase bisa memilih CIC. Sementara itu, ITE, ITC, RIC cocok untuk Anda yang lebih mengedepankan performa.
Tipe in-ear biasanya tersedia untuk gangguan pendengaran ringan hingga berat. Hanya model RIC yang biasanya tersedia untuk gangguan pendengaran sangat berat.
Behind-the-ear (BTE): Cocok untuk anak-anak dan lansia
Tipe over-ear berukuran besar sehingga tidak mudah jatuh saat digunakan oleh anak-anak atau lansia.

Jika Anda sedang mencarikan alat bantu dengar untuk anak-anak atau lansia, tipe behind-the-ear atau BTE bisa diutamakan. Tipe ini memiliki mikrofon, amplifier, dan speaker yang berada di belakang telinga sehingga lebih mudah terlihat dari luar dibandingkan tipe in-ear. Meski begitu, ABD ini akan lebih mudah digenggam, dilepas, dan dipasang oleh lansia karena ukurannya yang besar.
Karena berukuran lebih besar dibandingkan tipe in-ear, ketahanan baterai BTE pun lebih lama. Selain itu, ukuran yang besar membuat BTE lebih mudah terlihat oleh mata lansia. Anak-anak juga akan lebih cocok menggunakan BTE karena tipe ini tidak mudah terjatuh dari telinga saat mereka banyak bergerak.
RIC bisa menjadi alternatif dari BTE. Selain tersedia untuk gangguan pendengaran sangat berat, RIC memiliki pengaturan volume di bagian luar sehingga memudahkan pengguna dalam mengoperasikannya.
Pastikan ada fitur pengaturan volume dan noise reduction
Pengaturan volume dan noise reduction berkaitan langsung dengan kenyamanan pemakaian alat bantu dengar. Tanpa keduanya, suara ABD mungkin kurang nyaman di telinga.

Dua fitur yang perlu Anda utamakan pada alat bantu dengar adalah pengaturan volume dan noise reduction. Jika memiliki pengaturan volume, kekuatan suara ABD bisa disesuaikan kembali dengan kondisi gangguan pendengaran setiap orang. Fitur ini dapat digunakan untuk mengatasi max output dan gain yang sedikit berbeda dari kebutuhan pengguna.
Sementara itu, noise reduction dapat meredam gangguan suara yang diterima alat bantu dengar. ABD bisa saja mengeluarkan suara yang berisik saat penggunanya berada dekat dengan TV karena dapat menimbulkan frekuensi yang bertabrakan. Fitur ini juga bisa disebut dengan noise cancellation atau noise cancelling oleh penjual.
Kebanyakan alat bantu dengar di pasaran saat ini memang sudah dibekali fitur pengaturan volume dan noise reduction. Namun, hal ini penting untuk dipastikan kembali karena pengaruhnya besar terhadap kenyamanan pengguna ABD. Jika Anda tidak dapat menemukan informasi ini pada deskripsi produk, tanyakanlah pada penjual lebih dahulu sebelum membeli untuk memastikannya.
Pengaturan volume yang dianggap nyaman oleh banyak pengguna biasanya berada di angka 50 sampai 75 (dengan range volume 1 sampai 100 seperti pada TV).
Peringkat Alat Bantu Dengar Terbaik
Produk | Gambar | Harga terendah | Perincian | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Tipe | Tipe baterai | Max output | Tingkat amplifikasi (gain) | Noise reduction | Pengontrolan volume | Pilihan ukuran eartip | Frekuensi minimum | Frekuensi maksimum | ||||
1 | UORRIS Alat Bantu Dengar | ![]() | Tipe BTE (behind-the-ear) | Isi ulang | Tidak tercantum | Tidak tercantum | 4 level | 1 | Tidak diketahui | Tidak diketahui | ||
2 | Harmed Hearing Aid|CTS-99 | ![]() | Tipe BTE (behind-the-ear) | Zinc battery | 126 + 5 dB | 55 + 5 dB | Ada | 3 | 300 Hz | 4.000 Hz | ||
3 | AXON Hearing Aid |K-80 | ![]() | Tipe ITE (in-the-ear) | Sekali pakai (LR41) | 120 dB | 30 dB | Ada | 3 | 300 Hz | 4000 Hz | ||
4 | Dr.Isla Alat Bantu Dengar Orang Tua|H11 | ![]() | Tipe BTE (behind-the-ear) | Isi ulang | 130 + 3 dB | 28 ± 5 dB | 4 level | 3 | 100 Hz | 4.500 Hz | ||
5 | Sinthe Utama Indonesia Sammora Hearing Aid |SM-338 | ![]() | Tipe ITE (in-the-ear) | Sekali pakai (A10) | 126±5 dB | 55±5 dB | 4 level | 3 | 300 Hz | 4000 Hz | ||
6 | Jakarta Digital Nusantara TaffOmicron Hearing Aid |K-88U | ![]() | Tipe ITE (in-the-ear) | Isi ulang (Ni-MH) | 125±4 dB | Tidak diketahui | 5 level | 3 | 450 Hz | 3500 Hz | ||
7 | Puremed Hearing Aid Cantel | ![]() | BTE (behid-the-ear) | Isi ulang (AG13 dan A675) | 130 dB | 50 dB | Tidak diketahui | 4 | 300 Hz | 4.000 Hz | ||
8 | POWRISE Hearing Aid | ![]() | Tipe BTE (behind-the-ear) | Isi ulang | Tidak diketahui | Tidak diketahui | 6 level | 5 | Tidak diketahui | Tidak diketahui | ||
9 | Djuniar & Djuniar Nesco Hearing Aid|JH-906 | ![]() | Tipe ITE (in-the-ear) | Sekali pakai (AG3) | 125±5 dB | 35 dB | Ada | 1 | 300 Hz | 4000 Hz | ||
10 | Kels Alat Bantu Dengar Analog Ite |HR110 | ![]() | Tipe ITE (in-the-ear) | Isi ulang | 117 dB | Tidak diketahui | Ada | 1 | 450 Hz | 4000 Hz | ||
UORRIS Alat Bantu Dengar
| Tipe | Tipe BTE (behind-the-ear) |
|---|---|
| Tipe baterai | Isi ulang |
- Noise reduction
Dalam sekali isi ulang daya, alat sudah bisa digunakan berhari-hari
- Menggunakan baterai isi ulang yang membutuhkan waktu 7 jam untuk mengisi daya
- Dalam sekali isi daya, alat dapat digunakan selama 40 jam
- Desainnya slim dan ringan, nyaman dipakai beraktivitas seharian
- Memiliki rentang frekuensi tinggi dan rendah untuk pengalaman mendengar yang lebih baik
| Max output | Tidak tercantum |
|---|---|
| Tingkat amplifikasi (gain) | Tidak tercantum |
| Pengontrolan volume | 4 level |
| Pilihan ukuran eartip | 1 |
| Frekuensi minimum | Tidak diketahui |
| Frekuensi maksimum | Tidak diketahui |
Harmed Hearing Aid | CTS-99
| Tipe | Tipe BTE (behind-the-ear) |
|---|---|
| Tipe baterai | Zinc battery |
- Noise reduction
Menghasilkan suara lantang dengan desain belakang telinga yang nyaman
Maksimum output sekitar 126 dB ±5 dB untuk daya suara tinggi
Gain maksimal sekitar 55 dB ±5 dB agar suara kecil bisa diperkuat ke level lebih baik
Dilengkapi beberapa eartips dengan ukuran yang berbeda
Desain penyanggahnya dibuat nyaman di telinga
| Max output | 126 + 5 dB |
|---|---|
| Tingkat amplifikasi (gain) | 55 + 5 dB |
| Pengontrolan volume | Ada |
| Pilihan ukuran eartip | 3 |
| Frekuensi minimum | 300 Hz |
| Frekuensi maksimum | 4.000 Hz |
AXON Hearing Aid | K-80
| Tipe | Tipe ITE (in-the-ear) |
|---|---|
| Tipe baterai | Sekali pakai (LR41) |
- Noise reduction
Ada pengontrolan volume yang bisa disesuaikan kebutuhan
- Membantu memperjelas pendengaran orang tua yang sudah berkurang
- Dibekali pengaturan volume suara dengan bentuk sakelar berputar yang mudah digunakan
- Ukuran kecil dan tanpa kabel sehingga tidak mengganggu pergerakan atau penempatan kacamata
- Bobot yang ringan membuat pengguna nyaman memakainya seharian
| Max output | 120 dB |
|---|---|
| Tingkat amplifikasi (gain) | 30 dB |
| Pengontrolan volume | Ada |
| Pilihan ukuran eartip | 3 |
| Frekuensi minimum | 300 Hz |
| Frekuensi maksimum | 4000 Hz |
Dr.Isla Alat Bantu Dengar Orang Tua | H11
| Tipe | Tipe BTE (behind-the-ear) |
|---|---|
| Tipe baterai | Isi ulang |
- Noise reduction
Mendengar dengan jernih tanpa repot ganti baterai setiap hari
Mengusung fungsi frekuensi tinggi dan rendah sekaligus untuk jangkauan suara yang lebih jernih serta luas
Memiliki empat tingkat volume agar bisa disesuaikan menurut kebutuhan pendengar
Baterai dapat diisi ulang (rechargeable), mendukung penggunaan berkelanjutan tanpa sering ganti baterai
Waktu penggunaan setelah penuh pengisian sekitar 35 jam
| Max output | 130 + 3 dB |
|---|---|
| Tingkat amplifikasi (gain) | 28 ± 5 dB |
| Pengontrolan volume | 4 level |
| Pilihan ukuran eartip | 3 |
| Frekuensi minimum | 100 Hz |
| Frekuensi maksimum | 4.500 Hz |
Sinthe Utama IndonesiaSammora Hearing Aid | SM-338
| Tipe | Tipe ITE (in-the-ear) |
|---|---|
| Tipe baterai | Sekali pakai (A10) |
- Noise reduction
Dipakai seharian tetap nyaman tanpa terasa mengganjal
- Memiliki tipe Behind The Ear yang ergonomis, ringan, dan nyaman dipakai lama tanpa terasa mengganjal
- Bisa digunakan untuk anak-anak hingga lansia
- Dilengkapi empat level pengaturan volume yang mudah dioperasikan
- Cocok untuk gangguan pendengaran ringan hingga sedang
| Max output | 126±5 dB |
|---|---|
| Tingkat amplifikasi (gain) | 55±5 dB |
| Pengontrolan volume | 4 level |
| Pilihan ukuran eartip | 3 |
| Frekuensi minimum | 300 Hz |
| Frekuensi maksimum | 4000 Hz |
Jakarta Digital NusantaraTaffOmicron Hearing Aid | K-88U
| Tipe | Tipe ITE (in-the-ear) |
|---|---|
| Tipe baterai | Isi ulang (Ni-MH) |
- Noise reduction
Pilihan untuk gangguan pendengaran sedang hingga berat dengan desain ringkas
- Desain in-ear yang ringkas dan tidak mengganggu penampilan
- Dilengkapi fitur pengaturan volume dan switch power yang mudah dijangkau
- Menggunakan tip silikon yang lembut dan dapat meminimalisasi kebocoran suara
- Mampu menerima dan menyalurkan suara hingga 125 dB, cocok untuk penderita gangguan pendengaran sedang hingga berat
| Max output | 125±4 dB |
|---|---|
| Tingkat amplifikasi (gain) | Tidak diketahui |
| Pengontrolan volume | 5 level |
| Pilihan ukuran eartip | 3 |
| Frekuensi minimum | 450 Hz |
| Frekuensi maksimum | 3500 Hz |
Puremed Hearing Aid Cantel
| Tipe | BTE (behid-the-ear) |
|---|---|
| Tipe baterai | Isi ulang (AG13 dan A675) |
- Noise reduction
Memberikan kenyamanan dan stabilitas berkat model behind-the ear
- Menggunakan desain cantel di belakang telinga agar pemakaian terasa stabil
- Pengisian daya memakai baterai kancing lithium A132 yang bisa bertahan selama 3-7 hari
- Membantu memperjelas pendengaran untuk semua usia
- Berukuran kecil dan tidak mengganggu penampilan
| Max output | 130 dB |
|---|---|
| Tingkat amplifikasi (gain) | 50 dB |
| Pengontrolan volume | Tidak diketahui |
| Pilihan ukuran eartip | 4 |
| Frekuensi minimum | 300 Hz |
| Frekuensi maksimum | 4.000 Hz |
POWRISE Hearing Aid
| Tipe | Tipe BTE (behind-the-ear) |
|---|---|
| Tipe baterai | Isi ulang |
- Noise reduction
Tidak perlu sering mengisi daya berkat kemampuan baterai hingga 40 jam
Bagian pengait terbuat dari TPE yang lembut dan nyaman di telinga sehingga tidak menyebabkan iritasi
Penggunaan seharian bisa mencapai hingga 40 jam nonstop
- Menggunakan sistem rechargeable yang memudahkan pemakaian tanpa sering mengganti baterai
- Tersedia empat pilihan warna, yaitu hitam, silver, biru, dan krem
| Max output | Tidak diketahui |
|---|---|
| Tingkat amplifikasi (gain) | Tidak diketahui |
| Pengontrolan volume | 6 level |
| Pilihan ukuran eartip | 5 |
| Frekuensi minimum | Tidak diketahui |
| Frekuensi maksimum | Tidak diketahui |
Djuniar & DjuniarNesco Hearing Aid | JH-906
| Tipe | Tipe ITE (in-the-ear) |
|---|---|
| Tipe baterai | Sekali pakai (AG3) |
- Noise reduction
Tetap bisa mendengar lawan bicara dengan jelas berkat fitur smart focus-nya
- Dilengkapi tiga eartip dengan beragam ukuran yang dapat Anda sesuaikan dengan kenyamanan dan ukuran telinga
- Terdapat fitur smart focus yang memungkinkan Anda fokus pada orang yang berbicara di lingkungan yang bising
Dibekali pengaturan volume suara yang dapat Anda sesesuaikan dengan kebutuhan
Setiap paket penjualan produk sudah include baterai sekali pakai untuk pemakaian pertama
| Max output | 125±5 dB |
|---|---|
| Tingkat amplifikasi (gain) | 35 dB |
| Pengontrolan volume | Ada |
| Pilihan ukuran eartip | 1 |
| Frekuensi minimum | 300 Hz |
| Frekuensi maksimum | 4000 Hz |
Kels Alat Bantu Dengar Analog Ite | HR110
| Tipe | Tipe ITE (in-the-ear) |
|---|---|
| Tipe baterai | Isi ulang |
- Noise reduction
Menghasilkan suara jelas tanpa distorsi dan tahan percikan air
- Membantu memperjelas suara tanpa distorsi sehingga terdengar jernih dan jelas
- Memiliki sertifikasi rating IP21 yang menjadikannya lebih aman dari percikan air
- Ideal digunakan bagi yang mengalami gangguan pendengaran ringan hingga sedang
- Dapat diisi ulang dengan kabel USB dan penggunaan bertahan hingga 15 jam
| Max output | 117 dB |
|---|---|
| Tingkat amplifikasi (gain) | Tidak diketahui |
| Pengontrolan volume | Ada |
| Pilihan ukuran eartip | 1 |
| Frekuensi minimum | 450 Hz |
| Frekuensi maksimum | 4000 Hz |
Apakah ada efek samping untuk alat bantu dengar?
Ada, tetapi hal ini bisa dihindari dengan memilih alat bantu dengar yang tepat.

Efek samping yang paling umum terjadi dari pemakaian alat bantu dengar adalah iritasi kulit dan sakit kepala. Iritasi kulit bisa terjadi karena ukuran karet earbud yang terlalu besar dan dipaksakan masuk ke dalam telinga. Jika sering dilepas dan dipasang, gesekan dengan kulit dapat mengakibatkan iritasi.
Di sisi lain, pengaturan volume yang salah atau tidak dapat disesuaikan dapat berujung pada sakit kepala. Hal ini biasanya terjadi karena volume suara yang terlalu kencang. Maka dari itu, Anda dapat mengikuti langkah-langkah cara memilih alat bantu dengar dari kami untuk menghindari efek samping pemakaiannya.
Alat bantu dengar juga perlu dibersihkan sekali setiap hari agar tidak menimbulkan efek samping. ABD bisa dilap menggunakan kapas alkohol, tetapi jangan terlalu basah (lembap sudah cukup). Ada juga alat khusus untuk membersihkan earbud pada ABD yang berbentuk seperti cotton bud, tetapi lebih kecil.
Temukan juga rekomendasi alat medis lainnya di sini!
Alat bantu dengar bukan satu-satunya alat medis yang dapat mempermudah Anda atau caregiver. Anda mungkin juga akan banyak terbantu dengan memiliki tensimeter, alat cek gula darah, hingga kursi roda. Kami sudah mengulas cara memilih dan rekomendasi produknya untuk Anda di bawah ini!
Deskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.
![10 Rekomendasi Alat Bantu Dengar Terbaik [Ditinjau Perawat] (Terbaru Tahun 2026) 1](https://img.id.my-best.com/product_images/71c36f8c651f31ecea35c70950c6c52c.png?ixlib=rails-4.3.1&q=45&lossless=0&w=160&h=160&fit=clip&s=cace7abfdc56bee6e860ae93f259c2a7)
![10 Rekomendasi Alat Bantu Dengar Terbaik [Ditinjau Perawat] (Terbaru Tahun 2026) 2](https://img.id.my-best.com/product_images/fbe9e82aea3005fb25b8fb1861dfcb0a.jpeg?ixlib=rails-4.3.1&q=45&lossless=0&w=160&h=160&fit=clip&s=74df9a8f9a483aacf4b1e45333d55fca)
![10 Rekomendasi Alat Bantu Dengar Terbaik [Ditinjau Perawat] (Terbaru Tahun 2026) 3](https://img.id.my-best.com/product_images/8985e0f0d78dad486cf0170e9c7df59c.png?ixlib=rails-4.3.1&q=45&lossless=0&w=160&h=160&fit=clip&s=a5cabebcd9c942439ed5fa1b02b57dfb)
![10 Rekomendasi Alat Bantu Dengar Terbaik [Ditinjau Perawat] (Terbaru Tahun 2026) 4](https://img.id.my-best.com/product_images/d1f4234249c0ab567748149120ca941f.jpeg?ixlib=rails-4.3.1&q=45&lossless=0&w=160&h=160&fit=clip&s=106be31dc3f0bd27f5c57860aa1c5f14)
![10 Rekomendasi Alat Bantu Dengar Terbaik [Ditinjau Perawat] (Terbaru Tahun 2026) 5](https://img.id.my-best.com/product_images/de0887f59f9c383bf6222e4066a78883.png?ixlib=rails-4.3.1&q=45&lossless=0&w=160&h=160&fit=clip&s=767df4032391cc1d2862d68adfc8dbea)











































































































