![10 Rekomendasi Headphone Terbaik [Suara Jernih] (Terbaru Tahun 2026) 1](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
![10 Rekomendasi Headphone Terbaik [Suara Jernih] (Terbaru Tahun 2026) 2](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
![10 Rekomendasi Headphone Terbaik [Suara Jernih] (Terbaru Tahun 2026) 3](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
![10 Rekomendasi Headphone Terbaik [Suara Jernih] (Terbaru Tahun 2026) 4](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
![10 Rekomendasi Headphone Terbaik [Suara Jernih] (Terbaru Tahun 2026) 5](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
Headphone dapat membuat aktivitas mendengarkan musik, menonton film, ataupun gaming lebih nyaman. Namun, kualitas suara yang dihasilkan tiap produk bisa berbeda. Ada headphone over ear, headphone noise cancelling, dan lainnya. Merek headphone yang bagus, seperti SONY, Marshall, dan JBL, juga banyak tersedia di marketplace. Karena itu, Anda harus teliti demi mendapatkan kualitas suara terbaik.
Kali ini, kami akan menjelaskan cara memilih headphone bersama sound engineer, Dennis Novriandi. Kami juga menyiapkan rekomendasi headphone terbaik yang dipilih dari produk-produk terlaris di marketplace dan diurutkan sesuai cara memilih mybest. Produk headphone kabel terbaik maupun headphone wireless via Bluetooth pun tersedia. Jadi, pastikan baca review-nya sampai akhir, ya!
Highlight Headphone Teratas
Shenzhen Times Innovation Technology

Menyajikan suara yang deep dan rich berkat teknologi 3D Immersive Spatial Audio
Sony

Baterainya bisa bertahan selama 30 jam nonstop
Lenovo

Pemakaian berjam-jam tetap nyaman dengan earpad breathable
Miniso Lifestyle Trading Indonesia

Ringkas saat disimpan, mudah dikontrol saat digunakan

Dennis adalah seorang bassist dari band SASVRITA yang juga aktif sebagai sound engineer dan music producer untuk berbagai band dalam negeri. Selain mengelola Eastneptune Studio, sebuah recording studio dan production house miliknya, Dennis juga terlibat dalam berbagai proyek kreatif di bidang animasi dan teknologi digital. Ia berpengalaman sebagai front end developer, freelance UI/UX designer, serta 2D dan 3D animator lepas.

Gigih Prayitno adalah content planner di mybest Indonesia sejak 2024 yang berfokus pada segmen perangkat elektronik, travel, dan DIY tools. Sebelumnya, Gigih bekerja sebagai reporter online di Tribun Travel selama 2 tahun+ serta pernah menjadi kontributor di Kompasiana dan IDN Community. Berbekal pengalamannya meriset informasi yang tepercaya, saat ini Gigih aktif menyusun cara memilih dalam artikel serta melakukan riset produk yang dibutuhkan user agar pembaca mendapatkan informasi yang akurat dan relevan.
Pakar dalam artikel ini hanya meninjau isi cara memilih. Produk dan layanan yang direkomendasikan bukanlah pilihan dari pakar.
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Memilih headphone tidak hanya soal desain, tetapi juga kualitas audio dan fitur pendukung. Rentang frekuensi, jenis konektivitas, dan daya tahan baterai memengaruhi kenyamanan serta performa suara, terutama untuk penggunaan jangka panjang atau saat bepergian. Selain itu, fitur tambahan seperti noise cancelling dan surround sound juga dapat meningkatkan pengalaman mendengarkan audio sesuai kebutuhan Anda.

Rentang 20 Hz–20 kHz mencakup seluruh spektrum suara yang dapat didengar manusia. Dengan begitu, setiap nada bass, mid, dan treble terdengar lebih jelas dan detail.
Oleh karena itu, headphone dengan rentang frekuensi 20 Hz-20 kHz sudah ideal untuk mendengarkan musik dan main game. Dukungan rentang frekuensi 20 Hz-20 kHz pada headphone ini memastikan detail vokal, instrumen utama, dan efek suara tetap terdengar utuh. Jadi, Anda bisa menikmati berbagai genre musik dengan kualitas suara bass yang dalam dan vokal yang lebih natural.

Profesional seperti mixing engineer biasanya memakai headphone yang frekuensinya flat atau tidak di-"kosmetik" (misalnya bass-nya diatur terlalu tinggi). Frekuensi pada musik-musik standar biasanya mulai dari 40 Hz. Musik bass heavy, seperti koplo atau RnB, membutuhkan frekuensi bass, misalnya dipotong dari 20 Hz sampai 20 KHz.
Kualitas audio headphone juga dipengaruhi oleh impedance, meski hal ini tidak krusial bagi pengguna pemula karena headphone di pasaran umumnya memiliki impedance standar 32-100 ohm. Namun, terdapat headphone dengan impedance tinggi yang biasanya digunakan profesional. Untuk menggunakan headphone tersebut, para profesional biasanya membutuhkan amplifier tambahan.

Headphone wired memberikan kualitas audio lebih stabil tanpa degradasi suara. Tipe headphone ini menggunakan jack audio universal dan cocok bagi profesional yang fokus pada kualitas suara.
Headphone kabel (wired) menjamin kualitas suara yang lebih baik dan stabil karena tidak ada latensi. Tak heran jika headphone wired biasa digunakan profesional yang ingin mendengar kualitas suara tingkat tinggi. Selain itu, wired headphone juga tidak merepotkan karena tidak memakai baterai sehingga bisa dipakai kapan saja. Namun, Anda harus berkompromi ruang gerak yang terbatas sesuai dengan panjang kabel. Anda juga perlu memperhatikan kabelnya agar tidak terlilit dan rusak.

Housing open-back memiliki desain earcup terbuka yang memungkinkan udara dan suara mengalir bebas. Desain ini menghasilkan suara lebih natural, detail, dan terasa realistis saat mendengarkan musik.
Untuk kualitas audio terbaik, pertimbangkan headphone dengan housing open-back. Earcup berlubangnya memungkinkan udara dan suara mengalir bebas sehingga menghasilkan soundstage luas dan natural. Namun, tipe headphone ini minim isolasi suara dan bass yang tidak terlalu kuat. Oleh karena itu, headphone open-back ideal digunakan di ruangan tenang untuk audiophile atau kebutuhan mixing rumahan.
Selain itu, cek juga material housing karena berpengaruh pada bobot headphone dan kecepatan rambatan suara. Housing berbahan plastik lebih ringan sehingga nyaman dipakai lama. Kemudian housing logam (kuningan, stainless steel, aluminium) memiliki rambatan suara yang cepat, tetapi lebih berat. Meski demikian, headphone open-back cukup jarang ditemukan di marketplace. Tipe closed-back lebih umum karena mampu menahan suara agar tidak bocor ke luar.


Headphone wireless lebih fleksibel dan portabel saat dipakai sehingga Anda lebih leluasa bergerak. Sementara playtime panjang memastikan headphone tetap menyala tanpa sering mengisi daya.
Bagi Anda yang mobilitasnya tinggi, sebaiknya pilih wireless headphone agar bisa lebih leluasa bergerak. Headphone ini menggunakan koneksi Bluetooth sehingga mudah disambungkan ke berbagai perangkat. Untuk meminimalkan latensi, pilihlah Bluetooth dengan codec aptX Low Latency, AAC, atau LDAC. Namun, pastikan Anda juga memiliki perangkat yang mendukung Bluetooth codec tersebut.
Bila memungkinkan, Anda dapat mengutamakan headphone dengan versi Bluetooth lebih baru karena memiliki kecepatan transfer data yang tinggi sehingga lebih minim delay. Di luar itu, Anda juga perlu memastikan daya headphone selalu terisi penuh. Untuk penggunaan yang optimal, pastikan daya tahan baterainya lebih dari 6 jam. Dengan begitu, Anda bisa mendengarkan musik saat perjalanan panjang tanpa harus sering mengisi daya.

Headphone wireless memiliki portabilitas dan fleksibilitas yang baik tetapi sayangnya stabilitas suara headphone ini biasanya kurang baik. Karena adanya latency, suara bisa terdistorsi dan mengalami degradasi (penurunan kualitas suara). Oleh karena itu, jika ingin headphone wireless dengan kualitas suara yang bagus, sebaiknya pilih yang harganya mahal, sekitar 1-3 jutaan.
Salah satu contohnya adalah Audio Technica ATH-M50xBT2 dengan harga sekitar 3 jutaan. Headphone ini memakai Bluetooth 5.0 2.4 GHz dengan playtime hingga 50 jam. Produk ini juga dilengkapi dual microphone, frequency response 15 Hz - 28 kHz, dan codec AAC/LDAC yang membuat suara terdengar jernih dan minim latency.

Selain itu, karena desain earcup-nya tidak menutupi seluruh bagian telinga, headphone on-ear juga relatif lebih aman dipakai saat berjalan di ruang terbuka. Meski nyaman dipakai bergerak, sebaiknya Anda tidak menggunakan headphone ini berlama-lama karena dapat membuat telinga sakit akibat tekanan earcup yang cukup kuat.

Selain desain dan kualitas suara, fitur tambahan bisa menjadi penentu kenyamanan saat Anda menggunakan headphone. Teknologi seperti noise cancelling dapat membantu meredam suara bising di sekitar, sementara surround sound memberikan sensasi audio yang lebih hidup dan mendalam. Mari kita bahas fungsi dan keunggulan masing-masing fitur tersebut

Adanya fitur noise cancelling atau noise cancelation membuat suara musik atau video yang diputar terdengar lebih jernih. Hal ini akan sangat membantu, terutama saat Anda sedang ada di tempat umum, seperti tempat gym, di dalam pesawat, atau lingkungan perkotaan yang ramai.
Untuk kualitas yang lebih baik, pilihlah headphone dengan fitur active noise-cancelling. Active noise-cancelling bekerja dengan mendeteksi suara di sekitar Anda dan menghasilkan gelombang suara yang berlawanan sehingga mengurangi kebisingan yang masuk ke telinga. Fitur ini menghasilkan pengalaman mendengarkan yang lebih tenang dan fokus pada suara audio.

Untuk gamer atau streamer yang tidak ingin membeli microphone external, pertimbangkan juga headphone yang dilengkapi built-in microphone. Namun, akan lebih nyaman lagi jika Anda memakai headset, yakni headphone yang sudah ada microphone-nya.

Fitur surround sound membuat arah suara headphone terdengar lebih jelas dan realistis. Hal ini meningkatkan pengalaman yang lebih seru saat bermain game maupun menonton film. Efek surround mampu menghadirkan suara dari berbagai arah.
Jika Anda ingin pengalaman gaming dan menonton film jadi terasa lebih realistis, pilih headphone dengan fitur surround sound. Adanya fitur surround sound membantu Anda membedakan jarak suara, misalnya ledakan dekat dan jauh terdengar lebih jelas. Dalam game kompetitif, surround sound memudahkan Anda mendengar langkah kaki musuh dan menentukan arah serangan.
Headphone dengan surround sound juga memberi kesan panggung suara lebih luas saat menikmati konser atau konten musik. Biasanya, ada dua jenis surround sound pada headphone, yaitu virtual surround sound dan true surround sound. Anda bisa memilih true surround sound untuk kualitas efek 3D yang lebih baik.

Produk | Gambar | Harga terendah | Poin | Perincian | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Tipe ear pad | Noise cancelling | Surround sound | Mic | Panjang kabel | Versi Bluetooth | Codec | Daya tahan baterai | Frekuensi (min) | Frekuensi (max) | Driver unit | Koneksi | |||||
1 | Shenzhen Times Innovation Technology Baseus Bowie Bluetooth Headphone|D05 | ![]() | Menyajikan suara yang deep dan rich berkat teknologi 3D Immersive Spatial Audio | Over-ear | Internal | Tidak ada | Bluetooth 5.3 | LDAC | 70 jam | 20 Hz | 20 kHz | 40 mm | Wireless (Bluetooth), Wired (jack 3.5 mm), Wired (USB-C) | |||
2 | Sony Sony|Headphone Noise Cancelling Nirkabel|WH-1000XM5 | ![]() | Baterainya bisa bertahan selama 30 jam nonstop | Over-ear | Internal | 120 cm | Bluetooth 5.2 | SBC, AAC, LDAC | 30-40 jam | 20 Hz | 20 kHz | 30 mm | Wireless (Bluetooth), Wired (jack 3.5 mm) | |||
3 | Lenovo Lenovo|Thinkplus Headworn True Wireless Bluetooth Earphone|EH150 | ![]() | Pemakaian berjam-jam tetap nyaman dengan earpad breathable | Over-ear | Tidak ada | Tidak tercantum | Bluetooth 5.4 | SBC | 25 jam | 20 Hz | 20 kHz | 40 mm | Wired (jack 3.5 mm), Wireless (Bluetooth) | |||
4 | Miniso Lifestyle Trading Indonesia MINISO Colorful Bluetooth Headphone Gaming | ![]() | Ringkas saat disimpan, mudah dikontrol saat digunakan | On-ear | Tidak ada | Tidak ada | Bluetooth 5.0 | SBC | 4 jam | 20 Hz | 20 kHz | 40 mm | Wired (jack 3.5 mm), Wireless (Bluetooth) | |||
5 | HARMAN International Industries JBL Tune Wireless On-Ear Headphone|520BT | ![]() | Mendengarkan musik lebih asyik dengan teknologi JBL Pure Bass | On-ear | Internal | Tidak ada | Bluetooth 5.3 | SBC | hingga 57 jam | 20 Hz | 20 kHz | 33 mm | Wireless (Bluetooth) | |||
6 | Bose Corporation Bose QuietComfort Ultra Spatial Audio Headphones 2nd Gen | ![]() | Komunikasi tanpa gangguan dengan AI noise reduction dan Wind Block | Over-ear | Internal | Tidak ada | Bluetooth 5.4 | SBC | 30 jam | 20 Hz | 20 kHz | Tidak tercantum | Wireless (Bluetooth), Wired (USB-C) | |||
7 | Samson Samson Semi-Open Studio Headphones|SR850 | ![]() | Frekuensinya luas, cocok untuk monitoring sambil menikmati musik | Over-ear | Tidak ada | 250 cm | Tidak ada | Tidak ada | Tidak ada | 10 Hz | 30 kHz | 50 mm | Wired (jack 3.5 mm) | |||
8 | dbE Indonesia dbE High End Closed Back Over Ear DJ Headphone|DJ500 | ![]() | Isolasi pasif maksimal dengan earpad besar yang nyaman | Over-ear | Eksternal (detachable) | 300 cm | Tidak ada | Tidak ada | Tidak ada | 20 Hz | 40 kHz | 50 mm | Wired (jack 3.5 mm) | |||
9 | Marshall Group Marshall Major V | ![]() | Baterainya mampu bertahan hingga 100 jam lebih | On-ear | Internal | Tidak tercantum | Bluetooth 5.3 | SBC, MPEG-2 AAC, LC3 | 100 jam | 20 Hz | 20 kHz | 40 mm | Wired (jack 3.5 mm), Wireless (Bluetooth) | |||
10 | APPLE Apple|AirPods Max | ![]() | Nikmati harmonisasi suara yang sempurna berkat teknologi EQ Adaptif | Over-ear | Tidak ada | Tidak tercantum | Bluetooth 5.0 | SBC, AAC | 20 jam | 20 Hz | 20 kHz | 40 mm | Wired (USB-C), Wireless (Bluetooth) | |||
| Tipe ear pad | Over-ear |
|---|---|
| Versi Bluetooth | Bluetooth 5.3 |
| Mic | Internal |
|---|---|
| Panjang kabel | Tidak ada |
| Daya tahan baterai | 70 jam |
| Frekuensi (min) | 20 Hz |
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Driver unit | 40 mm |
| Koneksi | Wireless (Bluetooth), Wired (jack 3.5 mm), Wired (USB-C) |
| Tipe ear pad | Over-ear |
|---|---|
| Versi Bluetooth | Bluetooth 5.2 |
| Mic | Internal |
|---|---|
| Panjang kabel | 120 cm |
| Daya tahan baterai | 30-40 jam |
| Frekuensi (min) | 20 Hz |
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Driver unit | 30 mm |
| Koneksi | Wireless (Bluetooth), Wired (jack 3.5 mm) |
| Tipe ear pad | Over-ear |
|---|---|
| Versi Bluetooth | Bluetooth 5.4 |
| Mic | Tidak ada |
|---|---|
| Panjang kabel | Tidak tercantum |
| Daya tahan baterai | 25 jam |
| Frekuensi (min) | 20 Hz |
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Driver unit | 40 mm |
| Koneksi | Wired (jack 3.5 mm), Wireless (Bluetooth) |
| Tipe ear pad | On-ear |
|---|---|
| Versi Bluetooth | Bluetooth 5.0 |
| Mic | Tidak ada |
|---|---|
| Panjang kabel | Tidak ada |
| Daya tahan baterai | 4 jam |
| Frekuensi (min) | 20 Hz |
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Driver unit | 40 mm |
| Koneksi | Wired (jack 3.5 mm), Wireless (Bluetooth) |
| Tipe ear pad | On-ear |
|---|---|
| Versi Bluetooth | Bluetooth 5.3 |
| Mic | Internal |
|---|---|
| Panjang kabel | Tidak ada |
| Daya tahan baterai | hingga 57 jam |
| Frekuensi (min) | 20 Hz |
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Driver unit | 33 mm |
| Koneksi | Wireless (Bluetooth) |
| Tipe ear pad | Over-ear |
|---|---|
| Versi Bluetooth | Bluetooth 5.4 |
| Mic | Internal |
|---|---|
| Panjang kabel | Tidak ada |
| Daya tahan baterai | 30 jam |
| Frekuensi (min) | 20 Hz |
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Driver unit | Tidak tercantum |
| Koneksi | Wireless (Bluetooth), Wired (USB-C) |
| Tipe ear pad | Over-ear |
|---|---|
| Versi Bluetooth | Tidak ada |
| Mic | Tidak ada |
|---|---|
| Panjang kabel | 250 cm |
| Daya tahan baterai | Tidak ada |
| Frekuensi (min) | 10 Hz |
| Frekuensi (max) | 30 kHz |
| Driver unit | 50 mm |
| Koneksi | Wired (jack 3.5 mm) |
| Tipe ear pad | Over-ear |
|---|---|
| Versi Bluetooth | Tidak ada |
| Mic | Eksternal (detachable) |
|---|---|
| Panjang kabel | 300 cm |
| Daya tahan baterai | Tidak ada |
| Frekuensi (min) | 20 Hz |
| Frekuensi (max) | 40 kHz |
| Driver unit | 50 mm |
| Koneksi | Wired (jack 3.5 mm) |
| Tipe ear pad | On-ear |
|---|---|
| Versi Bluetooth | Bluetooth 5.3 |
| Mic | Internal |
|---|---|
| Panjang kabel | Tidak tercantum |
| Daya tahan baterai | 100 jam |
| Frekuensi (min) | 20 Hz |
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Driver unit | 40 mm |
| Koneksi | Wired (jack 3.5 mm), Wireless (Bluetooth) |
| Tipe ear pad | Over-ear |
|---|---|
| Versi Bluetooth | Bluetooth 5.0 |
| Mic | Tidak ada |
|---|---|
| Panjang kabel | Tidak tercantum |
| Daya tahan baterai | 20 jam |
| Frekuensi (min) | 20 Hz |
| Frekuensi (max) | 20 kHz |
| Driver unit | 40 mm |
| Koneksi | Wired (USB-C), Wireless (Bluetooth) |

Headphone menawarkan kualitas suara yang detail dan pengalaman mendengarkan yang lebih fokus serta imersif. Namun, ukuran headphone cenderung besar sehingga kurang praktis dibawa dibandingkan earphone atau TWS.
Headphone biasanya memiliki driver lebih besar sehingga menghasilkan kualitas audio lebih baik dengan rentang luas dan bass lebih dalam. Beberapa model juga menyediakan isolasi suara yang optimal agar Anda fokus dengan suara yang didengarkan. Secara umum, headphone juga lebih kuat dan tahan lama dibandingkan earphone yang kecil.
Di sisi lain, ukuran headphone relatif besar dan berat sehingga kurang cocok untuk digunakan sambil berolahraga aktif karena dapat terasa tidak aman saat bergerak. Untuk kualitas, spesifikasi, dan fitur serupa, harga headphone umumnya juga lebih mahal dibandingkan earphone.

Headphone digunakan untuk mendengarkan musik, menonton film, dan kegiatan profesional seperti produksi audio dan mixing. Namun, kualitas suara headphone biasanya tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kualitas driver dan desain headphone.

Earphone memiliki desain lebih kecil serta digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam telinga, sedangkan headphone berbentuk bando dengan earcup yang menutupi telinga. Jika keduanya dilengkapi mikrofon, perangkat tersebut disebut headset.
Awalnya, earphone dan headphone hanya untuk mendengarkan audio, sedangkan headset dilengkapi mikrofon untuk mendukung komunikasi dua arah. Namun, earphone dan headphone saat ini umumnya sudah memiliki mikrofon sehingga dapat dikategorikan sebagai headset.
Seiring dengan perubahan tersebut, istilah ‘earphone’ dan ‘headset’ kini sering dipakai bergantian untuk produk yang sama. Sementara itu, istilah ‘headphone’ tetap kerap digunakan untuk merujuk pada model bando dengan earcup yang menutupi telinga.
No. 1: Shenzhen Times Innovation Technology|Baseus Bowie Bluetooth Headphone|D05
No. 2: Sony|Sony|Headphone Noise Cancelling Nirkabel|WH-1000XM5
No. 3: Lenovo|Lenovo|Thinkplus Headworn True Wireless Bluetooth Earphone|EH150
No. 4: Miniso Lifestyle Trading Indonesia|MINISO Colorful Bluetooth Headphone Gaming
No. 5: HARMAN International Industries|JBL Tune Wireless On-Ear Headphone|520BT
Lihat rekomendasi lengkapnya di siniDeskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.
























