10 Makanan MPASI Terbaik untuk Usia Setelah 6 Bulan - Ditinjau oleh Bidan (Terbaru Tahun 2026)
Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) pada bayi usia 6 bulan mungkin membuat Anda mulai memperhatikan produk MPASI. Yummy Bites, Gerber, dan banyak lagi merek MPASI lainnya menyediakan berbagai rasa, bentuk, dan jenis yang bisa dipilih.
Dalam artikel ini, kami akan membahas cara memilih produk makanan bayi yang bagus untuk usia di atas 6 bulan. Kami juga akan memberikan sepuluh rekomendasi produk sebagai bahan referensi. Ada komentar dari bidan Ony Christy juga, lho! Produk-produk ini dapat membantu Anda menyiapkan makanan dengan praktis dan aman untuk bayi Anda. Selamat membaca!
Highlight Makanan MPASI untuk Usia Setelah 6 Bulan Teratas

Ony Christy adalah bidan lulusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dengan pengalaman bekerja 6 tahun di RS Bethesda. Kini, bidan Ony aktif sebagai content creator yang rajin memberikan edukasi seputar kehamilan, persalinan, serta tumbuh kembang anak melalui Instagram, YouTube, TikTok, dan blog pribadinya. Ia berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dengan informasi yang akurat dan mudah dipahami. Kontennya telah menjadi sumber pengetahuan terpercaya bagi ibu muda dalam menjalani masa kehamilan dan pengasuhan.

mybest adalah situs layanan informasi produk rekomendasi berdasarkan uji coba menyeluruh serta bantuan pendapat oleh pakar. Menghasilkan konten setiap hari, mybest menyediakan pengalaman memilih terbaik bagi lebih dari 3 juta user per bulannya. Berbagai tema konten, mulai dari kosmetik, kebutuhan sehari-hari, elektronik rumah tangga, hingga jasa bisa ditemukan di mybest.
Pakar dalam artikel ini hanya meninjau isi cara memilih. Produk dan layanan yang direkomendasikan bukanlah pilihan dari pakar.
Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Saat anak Anda mulai tertarik dengan makanan, inilah saatnya menyiapkan MPASI

Umumnya, bayi mulai mengonsumsi makanan pada usia 5 atau 6 bulan. Salah satu tanda bayi sudah bisa mengonsumsi makanan adalah leher yang kuat menyangga kepala dan mulai tertarik pada makanan.
Anda bisa mulai mencoba memberi makan bayi Anda dengan memberikan nasi tanpa bumbu. Namun, pastikan nasi yang Anda berikan memiliki tekstur yang lembut. Cobalah Anda berikan nasi tersebut dengan takaran sekali sehari, berikan sedikit demi sedikit. Anda juga bisa membaca referensi MPASI pada buku dan artikel untuk memastikan MPASI yang diberikan sesuai usia anak Anda.

MPASI sebaiknya diberikan saat bayi menginjak usia 6 bulan. Pemberian MPASI sebelum usia 6 bulan sebaiknya atas rekomendasi dokter anak. Selain itu, sebaiknya Anda juga memperhatikan tanda anak siap makan, di antaranya:
- Tertarik pada makanan
- Mampu duduk sendiri dan menopang kepalanya dengan tegak
- Dapat menelan makanan
- Dapat meraih makanan dan memasukkannya ke mulut
- Mampu membuka mulutnya dengan baik
Berkolaborasi dengan pakar: Cara memilih produk makanan MPASI untuk usia setelah 6 bulan
Produk makanan bayi bisa sangat membantu menjadi alternatif MPASI yang aman dan praktis. Nah, berikut ini adalah beberapa tips mengenai cara memilih produk makanan bayi usia 6 bulan ke atas.
Sesuaikan tekstur makanan dengan usia bayi

Pertama, ada baiknya untuk memilih makanan bayi sesuai dengan usianya. Anda bisa mulai memberikan makanan pada bayi saat berusia 5 atau 6 bulan.
Bahan dan tekstur makanan yang sesuai dapat berbeda-beda tergantung pada usia bayi. Jika Anda tidak tahu produk mana yang harus dipilih, silakan lihat target usia yang tertera pada kemasan. Sementara itu, bila tidak ada keterangan usianya, Anda bisa menyesuaikan tekstur produk sebelum diberikan pada bayi Anda.

Saat mengenalkan MPASI, sebaiknya MPASI diberikan secara bertahap, baik itu dari segi porsi maupun teksturnya. Hal ini disebabkan oleh kemampuan anak untuk menelan dan pencernaannya belum sempurna sehingga perlu waktu untuk berkembang. Anak juga belum terbiasa dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dari ASI ke MPASI.
Periksa komposisi makanan sesuai dengan tahapan usia bayi Anda
Tujuan awal penyapihan adalah agar bayi dapat mengonsumsi makanan lain selain ASI. Setelahnya, bayi akan belajar mengenali rasa dan tekstur makanan. Dapat dikatakan bahwa Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan keseimbangan nutrisi karena nutrisi yang diperlukan diambil dari ASI. Jadi, mari berikan komposisi makanan sesuai dengan tahapannya!
Tahap awal: Bahan makanan yang dihaluskan

Untuk tahapan pertama, mari mulai dengan nasi yang dihaluskan dan disaring agar mudah dikonsumsi bayi. Selain itu, Anda juga bisa mencoba beberapa jenis sayuran rebus untuk perkenalan. Untuk pertama kali, Anda bisa memberi satu macam sayuran saja. Kemudian, sambil mengamati reaksinya, mulailah dengan satu sendok sehari dan secara bertahap tambah jumlahnya atau berikan rasa baru.
Bahan makanan ini hadir dalam berbagai bentuk produk, seperti bubuk, botolan, atau pouch. Silakan pilih bentuk produk yang paling nyaman untuk Anda.

Pada tahap awal, anak masih beradaptasi dari ASI ke makanan padat pertamanya. Oleh karena itu, pada fase ini, tekstur makanan yang diberikan sebaiknya halus dan sedikit cair. Hal ini dilakukan untuk mencegah bayi tersedak dan supaya bayi lebih mudah membiasakan diri dengan makanan padat. Di awal MPASI, Anda bisa memberikan makanan 1–2 kali sehari dengan takaran 2–3 sendok makan dewasa per porsi.
Tahap lanjutan: Setelah terbiasa, lanjutkan ke sayuran, tahu tumbuk, ikan putih, dan lainnya

Begitu bayi Anda terbiasa dengan bubur, Anda bisa mulai memberinya berbagai rasa dan tekstur dari bahan lainnya. Makanan bayi seperti kentang, wortel, dan labu sering dijual di pasaran dan bisa dikatakan cukup disukai oleh bayi. Selain itu, kami juga merekomendasikan bahan-bahan yang mengandung protein, seperti tahu tumbuk, ikan putih, dan kuning telur.
Sebaiknya Anda membuat teksturnya lembut seperti yoghurt dan mulailah dengan sedikit bahan untuk pertama kali. Tujuannya agar bayi terbiasa dengan makanan dan peralatan makan seperti sendok tanpa harus terburu-buru makan banyak.

Saat bayi sudah terbiasa dengan makanan bertekstur halus, Anda bisa mencoba memberikan menu MPASI yang sedikit lebih kasar. Peralihan antara makanan halus dan kasar sebaiknya dilakukan secara bertahap agar bayi terbiasa. Apabila bayi menolak naik tekstur, silahkan berikan MPASI perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit. Jangan mengulang tekstur halus karena nanti bayi akan kesulitan untuk beradaptasi kembali.
Pilihlah jenis produk makanan yang sesuai dengan penggunaannya
Produk makanan bayi di pasaran terdiri dari dua jenis, yakni jenis kering dan jenis basah. Jenis kering perlu dilarutkan dengan air biasa atau air panas. Jenis basah biasanya bisa langsung dikonsumsi. Cara dan waktu pembuatan juga berbeda, jadi pilihlah yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.
Jenis basah, bisa langsung dikonsumsi

Jenis basah dapat langsung dikonsumi. Jenis ini biasanya juga hadir dalam kemasan yang mudah digunakan saat bepergian keluar rumah. Misalnya, jenis makanan basah dalam kemasan jar, Anda hanya perlu menggunakan sendok untuk memberikannya pada bayi Anda.
Selain itu, ada juga jenis basah dalam kemasan pouch dengan corong. Anda bisa menekan pouch sedikit demi sedikit untuk mengeluarkan isinya. Anda bisa langsung menyuapi bayi Anda tanpa repot.

MPASI jenis basah biasanya lebih praktis saat dibawa bepergian karena Anda tidak perlu melarutkannya terlebih dahulu. Selain itu, biasanya MPASI jenis basah juga lebih steril karena tersimpan dalam jar yang tertutup. MPASI jenis ini akan sangat membantu saat Anda bepergian. Hal ini disebabkan oleh anak dibawah usia 1 tahun biasanya belum dapat mengkonsumsi makanan keluarga atau menu dewasa.
Jenis kering, untuk penggunaan di rumah

Jika Anda ingin memasak di rumah, kami juga merekomendasikan produk jenis kering seperti bubuk, flakes, dan frozen. Jenis ini bisa dikonsumsi dengan melarutkannya menggunakan air panas atau dingin. Jika Anda membawa air panas untuk membuat susu, Anda dapat menggunakan jenis kering ini juga saat bepergian.
Pada awal penyapihan, bahan harus dibuat menjadi pasta sehingga membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Jenis yang kelembutannya mudah diatur dengan air panas ini dapat digunakan sebagai menu utama atau sebagai pelengkap menu.

MPASI kering biasanya lebih tahan lama ketimbang MPASI basah. Namun, Anda perlu melarutkannya terlebih dahulu dengan susu atau air hangat. Pastikan membaca petunjuk dalam kemasan dan memperhatikan takaran yang dianjurkan. Simpan MPASI kering dalam wadah yang bersih, kering, dan tertutup agar lebih tahan lama.
Cek label alergi dan kandungan zat aditif pada suatu produk
Sebagian orang mungkin bertanya-tanya, apakah bahan-bahan yang dipakai dalam produk makanan bayi aman dikonsumsi bayi? Jika Anda khawatir dengan kandungannya, silakan lihat poin-poin berikut ini sebagai referensi saat memilih makanan bayi.
Label alergi, penting untuk bayi yang memiliki alergi bahan tertentu

Alergen adalah zat yang menyebabkan alergi. Semua makanan dapat menyebabkan alergi. Namun, ada tujuh jenis makanan dengan jumlah kasus alergi tertinggi dan gejala paling parah yang sering terjadi. Selain itu, ada juga 21 sumber makanan yang setara dengan itu. Berikut ini adalah rinciannya:
- Tujuh bahan baku khusus yang harus diberi label alergi: Udang, kepiting, gandum, soba, telur, susu, dan kacang tanah.
- 21 item yang direkomendasikan untuk diberi label menurut bahan baku tertentu: Almon, abalone, cumi-cumi, telur ikan, jeruk, kacang mete, buah kiwi, daging sapi, kenari, wijen, salmon, makerel, kedelai, ayam, pisang, babi, jamur, paha, gembili, apel, dan gelatin.
Jadi, jika bayi Anda memiliki alergi, pastikan Anda memeriksa label alergi produk. Di samping bahan di atas, untuk bayi di bawah usia satu tahun hindari pemberian madu. Bayi di bawah usia satu tahun dapat terkena infant botulism jika mengonsumsi madu. Jadi, jangan berikan madu ataupun makanan yang mengandung madu.

Bayi biasanya belum memiliki kekebalan seperti orang dewasa sehingga sangat mungkin untuk mengalami reaksi alergi saat pemberian MPASI. Oleh karena itu, perhatikan reaksi alergi saat mengenalkan makanan pada anak terutama jika orang tua memiliki riwayat alergi.
Alergi makanan dapat muncul segera setelah pemberian MPASI atau beberapa jam setelahnya. Perhatikan apakah anak mengalami ruam merah pada kulitnya, gatal-gatal, muntah, diare, batuk atau mengi, dan kesulitan bernafas.
Zat aditif atau bumbu penyedap, belum dibutuhkan oleh bayi

Menurut para ahli nutrisi, bumbu penyedap tidak diperlukan pada awal penyapihan. Garam atau gula belum dibutuhkan oleh bayi yang menyusu. Bahkan, setelah terbiasa dengan makanan bayi, cobalah berikan bumbu masakan seringan mungkin. Idealnya, makanan bayi hanya memiliki rasa kaldu sup dan bahan-bahan turunannya.

Pemberian gula, garam, dan penyedap makanan pada MPASI yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi bayi. Misalnya, pemberian gula yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan gigi dan obesitas.
Sementara itu, pemberian garam yang berlebihan dapat menyebabkan masalah ginjal atau risiko hipertensi. Bayi sebenarnya dapat mengenali rasa manis dari sayur dan buah yang diberikan. Selain itu, pemberian MPASI tanpa tambahan penyedap justru dapat memperkaya khazanah rasa si kecil.
10 Rekomendasi makanan MPASI terbaik untuk usia setelah 6 bulan
Produk | Gambar | Harga terendah | Poin | |
|---|---|---|---|---|
1 | Indofood Promina Silky Pudding Strawberry | ![]() | Puding lembut dengan potongan buah asli | |
2 | Plum and Blum MPASI Abon Cheese | ![]() | Abon tinggi protein, cocok untuk BB booster! | |
3 | Gasol Tepung Beras Putih Organic | ![]() | Tepung beras putih organik kaya manfaat untuk bayi Anda | |
4 | Milna Nature Delight Apple, Banana, Strawberry | ![]() | Puree kombinasi tiga buah, nikmat untuk si buah hati | |
5 | Heinz Pumpkin Potato & Beef Puree | ![]() | Perkenalkan daging dan sayuran untuk 6 bulan pertama kehidupannya | |
6 | Nayz Bubur Bayi Organik Homemade Rasa Salmon | ![]() | Bubur organik rasa salmon lengkap dengan omega-3 | |
7 | Yummy Bites Organic Noodle Spinach | ![]() | Mi rasa bayam yang rendah sodium untuk si buah hati | |
8 | Pureeland Baby Pasta Ribbon | ![]() | Buat si kecil tertarik makan dengan pasta warna-warni | |
9 | Peachy Chicken and Corn Soup Puree | ![]() | Bisa disantap langsung maupun ditambahkan ke makanan lain | |
10 | Nestlé Gerber Organic Oatmeal Banana Cereal | ![]() | Kaya zat besi untuk menunjang pertumbuhan otak anak Anda |
IndofoodPromina Silky Pudding Strawberry
Puding lembut dengan potongan buah asli
Kelebihan:
- Tekstur lembut dengan rasa manis yang pas untuk bayi
- Dalam satu boks terbagi menjadi kemasan kecil-kecil untuk memudahkan sekali makan
- Sejumlah review menyebut potongan buah di puding membuat anak doyan makan
Kekurangan:
- Proses pembuatan puding memakan waktu sampai siap disantap
Jika bayi Anda sudah berusia di atas 8 bulan dan memasuki tahap lanjutan MPASI, Anda bisa mencoba produk ini. Tekstur lembut puding dipadu dengan potongan buah stroberi asli tidak akan membuat bayi Anda bosan makan. Namun, Anda perlu memperhatikan alergi pada si kecil karena produk ini mengandung susu.
Abon tinggi protein, cocok untuk BB booster!
Kelebihan:
- Sejumlah review menyebut rasa enak dan cocok untuk mengatasi anak yang sedang GTM
- Tekstur bubuk mudah dicampur ke dalam bubur
Kekurangan:
- Rawan menggumpal jika kemasan dibuka terlalu lama
- Beberapa konsumen menyebut ada serbuk yang kasar sehingga sulit termakan bayi
Anda bisa mengkreasikan menu dengan MPASI abon dari Plum and Blum ini. Kandungan bahan abon ini pun diklaim mampu menjadi BB (berat badan) booster untuk anak Anda. Abon ini juga tersedia dalam tiga variasi, yakni ayam, daging sapi, dan ikan. Produk ini patut dicoba jika anak Anda mulai menunjukkan tanda-tanda GTM karena bosan menu makanan!
Tepung beras putih organik kaya manfaat untuk bayi Anda
Kelebihan:
- Dapat dikombinasikan dengan tepung Gasol Organik lainnya
- Dapat diolah menjadi beragam jenis makanan atau cemilan
Kekurangan:
- Proses pemasakan cukup lama, 10–15 menit
- Ada review menyebut tepung menjadi kenyal setelah dimasak
Produk ini dibuat menggunakan bahan organik, bebas pupuk dan pestisida sehingga aman untuk dikonsumsi si kecil. Meski tidak instan, tepung beras ini tetap bisa dibuat dengan cepat dan mudah. Germinated organic rice sebagai kandungan utamanya ini kaya akan serat, selenium, magnesium, fosfor, serta vitamin B. Zat-zat tersebut sangat baik untuk pertumbuhan fisik dan otak anak.
MilnaNature Delight Apple, Banana, Strawberry
Puree kombinasi tiga buah, nikmat untuk si buah hati
Kelebihan:
- Produk lokal, mudah ditemui di pasaran dan harga terjangkau
- Dapat dikonsumsi dalam keadaan dingin
Kekurangan:
- Ada konsumen menyebut rasa buah di puree ini kurang terasa
- Komposisi hanya buah, perlu tambahan bahan makanan lain agar seimbang gizinya
Hadir dalam bentuk pouch yang mudah dibawa, puree buah dari Milna bisa menjadi selingan menu MPASI si kecil. Sensasi rasa segar dari tiga jenis buah juga akan melengkapi kebutuhan vitamin bayi Anda. Anda juga tidak perlu khawatir karena produk ini bebas pewarna, pengawet, dan perasa buatan. Jika Anda sedang mencari cara untuk mengatasi GTM si kecil, cobalah produk ini!
Perkenalkan daging dan sayuran untuk 6 bulan pertama kehidupannya
Kelebihan:
- Tekstur lembut, cocok untuk pengenalan tekstur dan rasa bayi
- Beberapa review menyebut aroma dan rasa enak sehingga disukai anak
Kekurangan:
- Ukuran kecil, hanya untuk makan sehari
- Kemasan kaca sehingga rawan pecah
Dalam masa pertumbuhannya, bayi berusia 6 bulan ke atas membutuhkan banyak asupan kalori, protein, dan lemak. Nah, Anda bisa mencoba MPASI puree dari Heinz ini. Selain mendapat kandungan kalori dari kentang dan labu, si kecil juga akan mendapat protein dan lemak dari daging sapi. Puree ini juga bisa Anda gunakan sebagai alternatif untuk mengenalkan daging dan sayuran untuk si kecil, lho!
NayzBubur Bayi Organik Homemade Rasa Salmon
Bubur organik rasa salmon lengkap dengan omega-3
Kelebihan:
- Komposisi lengkap mulai dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, hingga lemak
- Menggunakan bahan-bahan organik
Kekurangan:
- Ada review menyebut waktu memasak cukup lama
- Beberapa konsumen mengeluhkan aroma amis yang membuat anak kurang suka
Perpaduan bahan-bahan organik dengan ikan salmon patut Anda coba sebagai MPASI untuk si kecil. Kandungan omega-3 dari ikan salmon sangat baik untuk perkembangan otak anak Anda. Selain itu, penggunaan sayuran organik juga baik untuk kesehatan si buah hati. Bahan-bahannya pun minim alergen sehingga aman untuk dikonsumsi.
Mi rasa bayam yang rendah sodium untuk si buah hati
Kelebihan:
- Isi banyak, awet untuk persediaan makan bayi
- Rendah sodium
Kekurangan:
- Isi produk hanya mi, perlu membuat bumbu tambahan sendiri
Beberapa orang tua masih menghindari mi sebagai bahan MPASI karena kandungan sodium yang cukup tinggi. Namun, kini Anda bisa mencoba Yummy Bites Organic Noodle Spinach yang rendah sodium. Selain itu, mi ini juga diperkaya omega-3 dan omega-6 yang bagus untuk pertumbuhan si kecil. Variasi rasa bayamnya juga akan menambah khazanah rasa makanan untuk bayi Anda.
Buat si kecil tertarik makan dengan pasta warna-warni
Kelebihan:
- Masa simpan mencapai 60 hari di suhu ruang
- Dapat disajikan tanpa bahan tambahan karena sudah mengandung sayur dan buah
- Tekstur pasta lembut, cocok untuk bayi
Kekurangan:
- Perlu dimasak terlebih dahulu sekitar 3–5 menit
- Warna pasta luntur saat dimasak
Ada kalanya buah hati Anda bosan dengan nasi sebagai sumber karbohidrat. Anda bisa menggunakan pasta warna-warni dari Pureeland ini sebagai alternatif, lho! Pasta ini menggunakan buah dan sayuran sebagai pewarnanya sehingga Anda tidak perlu khawatir. Anda bisa mengkreasikan menu makan si kecil agar pengalaman makannya lebih menarik dan ia pun makan dengan lahap.
Bisa disantap langsung maupun ditambahkan ke makanan lain
Kelebihan:
- Kemasan pouch, mudah dibawa dan dimakan langsung dari wadahnya
- Cara menghangatkan cukup direndam di air hangat
Kekurangan:
- Tidak bisa dipanaskan menggunakan microwave
- Tidak bisa bertahan lebih dari 24 jam setelah dibuka
Produk satu ini cukup memudahkan Anda dalam memberikan MPASI untuk buah hati. Puree siap santap dari Peachy ini dapat diberikan langsung kepada anak Anda. Selain itu, puree ini juga bisa digunakan sebagai campuran makanan lain, seperti pasta, nasi, atau mi. Rasa puree ini pun masih alami dan sehat karena tidak menggunakan gula dan garam tambahan.
NestléGerber Organic Oatmeal Banana Cereal
Kaya zat besi untuk menunjang pertumbuhan otak anak Anda
Kelebihan:
- Tidak menggunakan pewarna dan perasa buatan
- Dapat disajikan di suhu normal atau hangat
Kekurangan:
- Kemasan besar, cukup sulit dibawa bepergian
- Harus dicampur dengan ASI atau susu formula terlebih dahulu
Gerber memadukan bahan alami oatmeal dengan pisang yang menghasilkan sereal tinggi zat besi. Selain praktis, sereal ini juga bagus untuk memaksimalkan pertumbuhan otak si kecil. Gerber juga menambahkan kalsium, zinc, dan beragam jenis vitamin yang dibutuhkan anak Anda. Gizinya lebih lengkap, makin yakin untuk memberikannya pada si kecil.
Tips agar bayi Anda mau mengonsumsi makanan bayi
Jika Anda ingin mulai memberi makanan pada bayi, sebaiknya Anda fokus pada kondisi si bayi, jangan memaksanya untuk makan. Untuk itu, kami akan memberikan beberapa tips agar bayi Anda mau mengonsumsi makanan bayi.
Bicara perlahan dengan bayi Anda

Pertama, periksalah apakah bayi Anda bisa menelan makanan bayi atau tidak. Jika bayi Anda menolak sendok yang dimasukkan ke mulutnya, mungkin ini terlalu dini untuk makanan bayi.
Dalam kondisi seperti itu, bicaralah dengan bayi Anda dan ciptakan suasana yang menyenangkan. Tujuannya, untuk membiasakan bayi dengan mood makan dan peralatan makan seperti sendok. Bayi Anda mungkin akan menumpahkannya sampai terbiasa dengan makanan bayi. Untuk itu, jangan terburu-buru dan lanjutkan sedikit demi sedikit.

Saat pengenalan MPASI, ada kemungkinan bayi tidak langsung bisa makan sehingga ibu sebaiknya sabar dalam mencoba. Ciptakan suasana makan yang nyaman sehingga anak tidak trauma. Beri pengertian dan contoh pada anak bahwa memang manusia membutuhkan makan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Terkadang bayi membutuhkan 10–15 kali makan untuk bisa terbiasa dan beradaptasi.
Setelah terbiasa, tambahkan rasa dan tekstur makanan

Saat bayi sudah terbiasa dengan makanan bayi, tetapi tidak mau makan banyak, cobalah menambahkan aksen pada rasanya. Namun, pada tahap awal penyapihan, bayi tidak perlu dipaksa untuk makan banyak. Hal ini lantaran bayi sudah mendapatkan nutrisi yang diperlukan dari ASI. Selain itu, garam dan gula yang berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan sang bayi. Jadi, coba perbanyak variasi rasa ringan.

Saat mulai makan, bayi bisa mengalami mogok makan. Jika hal ini terjadi, cobalah mengubah variasi makan mulai dari tekstur, rasa, atau cara pemberian makan. Makin banyak anak mencoba variasi makan, makin dia mengenal banyak jenis makanan.
Dengan demikian, nantinya dia tidak berisiko menjadi anak yang pilih-pilih makanan. Sesekali ajak anak untuk makan bersama sehingga dia bisa mencoba meniru orang tuanya.
Tips dari bidan kami, Ony Christy

Biasakan memberi makan sesuai jadwal sehingga anak terbiasa makan pada waktu tertentu. Jangan membiasakan anak makan dalam jangka waktu yang lama atau berjam-jam. Cukup 30–45 menit saja sekali makan karena anak akan menjadi bosan. Jangan memberikan camilan atau susu jelang waktu makan agar anak tidak terlalu kenyang saat waktu makan tiba.
Baca juga rekomendasi makanan bayi lainnya di sini
Selain makanan bayi, kami juga memiliki rekomendasi produk bubur dan biskuit bayi yang enak dan sehat untuk si kecil. Mari simak selengkapnya pada artikel rekomendasi makanan bayi lainnya di sini.
Kesimpulan
Berbagai rekomendasi produk makanan bayi telah kami tuliskan di atas. Apakah Anda ingin mencoba semuanya? Namun, jangan lupa untuk memperhatikan cara memilih makanan bayi untuk usia 6 bulan ke atas.
Selain itu, saat Anda memperkenalkan makanan baru, Anda harus selalu memperhatikan reaksi bayi Anda. Perhatikan juga apabila ada reaksi alergi atau jenis makanan yang tidak disukai oleh anak Anda. Yuk, jadikan makan sebagai momen menyenangkan untuk bayi Anda!
5 Rekomendasi Makanan MPASI untuk Usia Setelah 6 Bulan terbaik
No. 1: Indofood|Promina Silky Pudding Strawberry
No. 2: Plum and Blum|MPASI Abon Cheese
No. 3: Gasol|Tepung Beras Putih Organic
No. 4: Milna|Nature Delight Apple, Banana, Strawberry
No. 5: Heinz|Pumpkin Potato & Beef Puree
Lihat rekomendasi lengkapnya di siniDeskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.