10 Rekomendasi Kamera DSLR Terbaik [Ditinjau Photographer] (Terbaru Tahun 2026)
Meski kamera mirrorless makin banyak digemari, kamera DSLR masih memiliki pasarnya. Kamera ini punya kemampuan yang tidak dapat dipenuhi oleh kamera mirroless, seperti ketahanan baterai yang lebih lama. Daya tarik lain dari kamera DSLR adalah penggunaan optical viewfinder yang menghadirkan pengalaman tradisional.
Anda dapat mempertimbangkan kamera DSLR dari merek terbaik, seperti Canon dan Nikon. Namun, sebaiknya pahamilah cara memilihnya lebih dahulu. Kami akan membagikan cara memilih kamera DSLR yang disusun bersama photographer, Beawiharta. Selanjutnya, Anda dapat menyimak ulasan rekomendasi kamera DSLR dari kami. Rekomendasi ini dipilih dari produk-produk terlaris di marketplace dan diurutkan berdasarkan cara memilih mybest.
Highlight Kamera DSLR Teratas

Beawiharta adalah photographer dan visual storyteller berpengalaman 25+ tahun sebagai wartawan foto di kawasan Asia. Belajar di era film seluloid dan memulai karier sebagai fotografer komersial, kini ia mengkhususkan diri dalam narasi humanis lewat foto dokumenter. Pengalaman jurnalistik yang kaya dan ketertarikannya pada kamera mirrorless Fujifilm telah menghidupkan banyak cerita tentang orang-orang biasa yang dijumpainya. Karya visualnya yang sarat makna juga ia bagikan lewat akun Instagram @beawiharta.

Dominiko adalah content planner di mybest dengan lebih dari 10 tahun pengalaman dalam digital content creation, SEO, dan analisis tren produk. Memulai karier di Kaskus sebagai writer dan strategist, ia mengasah keterampilan dalam content marketing, review produk, hingga copywriting. Kini, ia aktif berkolaborasi dengan pakar berbagai industri dan menggunakan riset berbasis data untuk menyusun rekomendasi produk yang akurat, tepercaya, dan bermanfaat bagi pembaca mybest.
Pakar dalam artikel ini hanya meninjau isi cara memilih. Produk dan layanan yang direkomendasikan bukanlah pilihan dari pakar.
Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Kamera DSLR apakah cocok untuk profesional?
Kebutuhan profesional pada umumnya sudah diambil alih oleh kamera mirrorless. Penggunaan kamera DSLR lebih cocok untuk situasi tertentu yang membutuhkan ketahanan baterai.

Kamera DSLR sebenarnya tidak terlalu disarankan bagi profesional, kecuali untuk memotret di kondisi yang ekstrem. Salah satu contohnya adalah memotret di daerah kutub dengan temperatur -30 ℃. Kamera mirrorless juga bisa digunakan, tetapi DSLR lebih disarankan, misalnya Canon 1DX dan Canon 5D Mark IV. Keduanya memiliki kapasitas baterai yang besar. Dengan kapasitas baterai yang besar, kamera DSLR mampu bertahan lebih lama dibandingkan baterai kamera mirrorless yang kecil.
Untuk kebutuhan profesional secara umum, Anda dapat menggunakan kamera mirrorless. Dengan budget 30-40 juta, profesional bisa mendapatkan kamera mirrorless yang performanya lebih tinggi dari kamera DSLR. Jika tertarik dengan kamera mirrorless, Anda bisa mengunjungi artikel di bawah ini.
Kamera mirrorless makin digemari oleh masyarakat seiring dengan berkembangnya teknologi. Dengan spesifikasi yang sama, kamera mirrorless menawarkan harga lebih terjangkau dibandingkan kamera DSLR.
Cara memilih Kamera DSLR
Kamera DSLR umumnya menawarkan kebebasan bagi fotografer untuk menyalurkan kreativitas dengan kontrol manual yang lebih luas. Tak heran jika kamera DSLR cukup banyak diminati. Dengan banyaknya produk yang beredar di pasaran, Anda tentu perlu memilih produk secara cermat. Simak cara memilihnya di bawah ini!
Sensor APS-C atau full frame tak masalah! Pastikan saja Anda memilih resolusi yang ideal
Pemilihan sensor APS-C atau full frame lebih didasarkan pada budget. Harga kamera sekaligus lensa full frame lebih tinggi sehingga juga akan menentukan banyaknya biaya yang keluar.

Image quality dari suatu kamera dipengaruhi oleh sensor yang digunakan. Kamera DSLR di pasaran biasanya memakai sensor micro four thirds, APS-C (advanced photo system type-C), dan full frame. Namun, sensor yang paling umum dipakai adalah APS-C dan full frame. Perbedaan dari ketiga sensor tersebut terletak pada besaran foto yang dihasilkan sehingga dimensinya berbeda secara visual. Urutan dimensi terkecil hingga terbesar yaitu dimulai dari micro four thirds, APS-C, kemudian full frame.
Tak hanya sensor, besaran megapiksel (MP) juga bisa mempengaruhi image quality dari kamera. Gambar yang dihasilkan kamera adalah perpaduan antara besaran sensor dan MP. Perlu diketahui bahwa MP merupakan bintik-bintik yang bisa ditampung dalam satu kotak sensor. Jika warna bintiknya hampir seragam, seperti hitam dan putih, kamera hanya akan menghasilkan gambar 10-20 MP. Sementara itu, resolusi gambar yang dihasilkan bisa mencapai 40 MP bila seluruh spektrum warna dipakai.
Gambar 40 MP yang dikompres dalam ukuran sensor APS-C akan terlihat berdesakan. Selain itu, perbedaannya tidak terlalu terlihat bila dibanding dengan sensor APS-C yang resolusinya lebih kecil. Resolusi 40 MP akan lebih terlihat pada kamera full frame. Meski begitu, gambar yang dihasilkan oleh sensor APS-C mencukupi untuk kebutuhan komersial karena sudah didukung oleh prosesor yang bagus.
Selain sensor APS-C dan full frame, ada juga sensor medium format. Ukuran yang dihasilkan medium format lebih besar dari full frame sehingga hasil fotonya punya spektrum warna yang lebih lengkap. Orang dengan budget lebih yang hobi fotografi biasanya lebih memilih medium format daripada full frame.
Untuk kemudahan mengambil gambar yang tajam, utamakan autofokus yang cepat dan bukaan lensa minimal f/2.8
Makin kecil angka bukaannya, makin mendukung lensa tersebut untuk performa autofokus yang tinggi. Bukaan f/2.8 adalah kriteria minimal untuk lensa yang bagus.

Autofokus berguna untuk membantu Anda mendapatkan gambar yang fokus dan tidak blur dengan cepat. Sebenarnya, autofokus dipengaruhi oleh besaran sensor dan jenis lensa yang dipakai. Jika Anda memakai lensa kit atau lensa bawaan, autofokusnya akan menurun drastis dibandingkan lensa f/1.4 atau f/2.8. Autofokus pada lensa f/1.4 atau f/2.8 akan jauh lebih cepat.
Perlu diketahui bahwa kamera didukung oleh kemampuan motor yang ada di dalam lensa. Saat Anda memencet tombol shutter, motor di dalam lensa akan bergerak. Namun, lensa kit biasanya tidak dilengkapi dengan motor yang cukup bagus. Angka bukaan lensa yang bagus biasanya kecil dan jumlahnya satu saja, seperti f/1.4, f/2, atau f/2.8. Hal ini berbeda dengan lensa kit yang biasanya memiliki angka bukaan f/4.5-6.3.
Autofokus yang bagus memiliki lag/jeda lebih pendek antara saat memencet tombol dan terjadinya fokus. Namun, kamera dengan performa autofokus yang tinggi biasanya harganya juga tinggi. Jika Anda menggunakan DSLR untuk belajar teknis kamera saja, pertimbangkan kamera DSLR untuk pemula. Anda bisa membaca informasinya pada tautan di bawah ini.
Sesuaikan keunggulan kamera dengan kebutuhan, misalnya resolusi 4K untuk kebutuhan videografi
Tiap kamera memiliki keunggulan yang berbeda-beda sehingga perlu disesuaikan dengan tujuan penggunaannya. Berikut ini beberapa fitur unggulan dari kamera DSLR yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Koneksi wireless, cocok untuk mentransfer gambar langsung ke HP
Penggunaan microSD untuk memindah data masih ideal. Namun, koneksi wireless menjadi penting bagi anak muda yang identik dengan teknologi praktis.

Anak muda yang sering mengandalkan HP pasti akan sangat terbantu dengan adanya koneksi wireless. Fitur ini memungkinkan Anda untuk mentransfer gambar dari kamera ke HP secara instan.
Koneksi wireless juga penting bagi content creator atau influencer yang ingin membagikan karyanya di media sosial dengan cepat. Untuk memudahkan operasional kamera, pertimbangkan keberadaan koneksi wireless, baik Bluetooth maupun Wi-Fi.
Resolusi 4K, cocok untuk menghasilkan video yang jernih
Resolusi video maksimal untuk kamera DSLR umumnya adalah 4K. Resolusi yang lebih tinggi difasilitasi oleh kamera mirrorless.

Kamera DSLR yang bagus untuk mengambil video biasanya dibekali dengan resolusi 4K. Untuk kebutuhan komersial, Anda membutuhkan resolusi 4K agar dapat menampilkan video di TV atau screen berukuran besar. Jika resolusi FHD dibutuhkan, Anda tinggal mengompres resolusi 4K menjadi FHD.
Perlu diingat bahwa resolusi video yang tinggi akan diikuti dengan tingginya harga kamera. Jika Anda tidak mengutamakan performa video, pertimbangkan kamera DSLR dengan resolusi FHD yang lebih terjangkau.
Continuous shoot 8 fps, cocok untuk menangkap objek yang cepat
Continuous shoot yang tinggi paling dibutuhkan oleh sports photographer dan street photographer. Keduanya banyak berinteraksi dengan objek yang bergerak cepat.

Objek yang bergerak dengan cepat biasanya sering menghasilkan foto yang blur. Karena itu, continuous shoot yang tinggi dibutuhkan fotografer untuk mengambil objek yang bergerak secara cepat. Continuous shoot adalah fitur yang membantu Anda untuk menangkap serangkaian gambar dalam waktu singkat.
Continuous shoot diukur dalam satuan fps (frame per second). Makin tinggi nilai fps dari suatu kamera, makin cocok pula kamera tersebut dipakai untuk menangkap momen yang cepat. Kamera dengan continuous shoot 10 fps sudah tergolong tinggi. Namun, kamera DSLR biasanya dibekali dengan spesifikasi 5-7 fps. Karena itu, nilai 8 fps ke atas bisa dipilih oleh fotografer sport atau street untuk mengambil momen yang cepat.
Peringkat Kamera DSLR Terbaik
Produk | Gambar | Harga terendah | Perincian | ||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Tipe kamera | Ukuran sensor | ISO minimum | ISO maksimum | Jumlah piksel | Resolusi video (maks) | Stabilisasi gambar | Shutter speed | Continuous shoot | Titik autofokus | Layar | Sistem koneksi | Lensa kit | Bobot | Waterproof | Touchscreen | ||||
1 | Canon Canon|EOS 1100D | ![]() | DSLR | APS-C | 100 | 6400 | 12.2 MP | HD (1.280 x 720) | 30-1/4000 | Manual Focus (MF), One-Shot AF, AI Servo AF, AI Focus AF | 2.7 inci | USB, HDMI mini, Remote control, Eye-Fi card | 450 gram | ||||||
2 | Canon Canon|EOS 250D | ![]() | DSLR | APS-C | 100 | 25600 | 24.1 MP | 4K (3.840 x 2.160) | 30-1/4000 | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S) | 3 inci | USB, Wi-Fi, Bluetooth | 449-451 gram | ||||||
3 | Canon Canon|EOS 700D | ![]() | DSLR | APS-C | 100 | 12800 | 17.9 MP | FHD (1.920 x 1.080) | 1/4000 to 30 s | Auto-select AF (AF-A), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | 3 inci | USB | 580 gram | ||||||
4 | Canon Canon|EOS 600D | ![]() | DSLR | APS-C | 100 | 12800 | 18 MP | FHD (1.920 x 1.080) | 1/4000 | One-Shot AF, AI Servo AF, AI Focus AF, Manual focusing (MF) One-Shot AF, AI Servo AF, AI Focus AF, Manual focusing (MF) | 3 inci | USB, HDMI, Eye-Fi, Remote control | 82 gram | ||||||
5 | Canon Canon|EOS 1300D | ![]() | DSLR | APS-C | 100 | 6400 | 18 MP | FHD (1.920 x 1.080) | 1/4000 to 30 s | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Manual Focus (MF) | 3 inci | USB | 485 gram | ||||||
6 | Canon Canon|EOS 5D Mark IV | ![]() | DSLR | Full-frame | 100 | 32.000 (expanded 102.400) | 30.4 MP | 4K (4.096 x 2.160) | 1/8000 hingga 30 detik | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | 3.2 inci | USB, Wi-Fi, NFC | 890 gram | ||||||
7 | Nikon Nikon D5500 | ![]() | DSLR | APS-C CMOS | 100 | 25600 | 24.2 MP | FHD (1.920 x 1.080) | 1/4000 to 30 s | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | 3.2 inci | USB | 420 gram | ||||||
8 | Nikon Nikon D5600 | ![]() | DSLR | APS-C | 100 | 25.600 | 24.2 MP | FHD (1.920 x 1.080) | 1/4000 hingga 30 detik | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | 3.2 inci | USB, Wi-Fi, Bluetooth, NFC | 465 gram (termasuk baterai dan kartu memori) | ||||||
9 | Nikon Nikon D7100 | ![]() | DSLR | APS-C | 100 | 6.400 (expanded 25.600) | 24.1 MP | FHD (1.920 x 1.080) | 1/8000 hingga 30 detik | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | 3.2 inci | USB | 765 gram (termasuk baterai dan kartu memori) | ||||||
10 | Nikon Nikon D780 | ![]() | DSLR | Full-frame | 100 | 51.200 (expanded 204.800) | 24.5 MP | 4K (3.840 x 2.160) | 1/8000 hingga 30 detik | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) | 3.2 inci | USB, Wi-Fi, Bluetooth | 840 gram (termasuk baterai dan kartu memori) | ||||||
CanonCanon | EOS 1100D
| Ukuran sensor | APS-C |
|---|---|
| Layar | 2.7 inci |
- Stabilisasi gambar
- Continuous shoot
Dapatkan hasil gambar berkualitas dengan kamera harga 2 jutaan!
- Dibekali lensa kit 18–55 mm IS untuk kebutuhan fotografi harian
- Mampu menghasilkan foto detail berkat sensor APS-C CMOS 12,2 MP
- Hadir dengan aksesori tambahan seperti memory card, tas, dan tripod
- Mendukung perekaman lebih jernih dengan resolusi HD 1.280 x 720 piksel
- ISO 100–6400 dan built-in flash-nya membantu pencahayaan lebih optimal
| Tipe kamera | DSLR |
|---|---|
| ISO minimum | 100 |
| ISO maksimum | 6400 |
| Jumlah piksel | 12.2 MP |
| Resolusi video (maks) | HD (1.280 x 720) |
| Shutter speed | 30-1/4000 |
| Titik autofokus | Manual Focus (MF), One-Shot AF, AI Servo AF, AI Focus AF |
| Sistem koneksi | USB, HDMI mini, Remote control, Eye-Fi card |
| Lensa kit | |
| Bobot | 450 gram |
| Waterproof | |
| Touchscreen |
CanonCanon | EOS 250D
| Ukuran sensor | APS-C |
|---|---|
| Layar | 3 inci |
- Stabilisasi gambar
(Optical) - Continuous shoot
Kamera DSLR ringkas untuk hasil maksimal saat traveling
Desain bodi compact 122 mm x 92 mm ideal untuk dibawa bepergian
Sensor 24.1 MP dan prosesor DIGIC 8 hasilkan gambar tajam dan memukau
Lapisan karet pada grip memberikan genggaman yang stabil dan nyaman saat digunakan
Fitur Wi-Fi memudahkan pengiriman foto langsung ke ponsel
| Tipe kamera | DSLR |
|---|---|
| ISO minimum | 100 |
| ISO maksimum | 25600 |
| Jumlah piksel | 24.1 MP |
| Resolusi video (maks) | 4K (3.840 x 2.160) |
| Shutter speed | 30-1/4000 |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth |
| Lensa kit | |
| Bobot | 449-451 gram |
| Waterproof | |
| Touchscreen |
Canon Canon | EOS 700D
| Ukuran sensor | APS-C |
|---|---|
| Layar | 3 inci |
- Stabilisasi gambar
- Continuous shoot
Kamera andal untuk Anda yang suka membuat vlog
Kualitas video lebih hidup dengan kamera FHD 1080p 30 fps
- Didukung DIGIC 5 Image Processor untuk hasil foto lebih tajam dan detail
Dilengkapi sensor 18 MP APS-C CMOS yang menangkap gambar lebih jernih
Kamera dengan 9-Point Cross-Type AF, pilihan tepat untuk mulai belajar memotret
Menghasilkan exposure yang lebih akurat dengan 63-Zone Dual-Layer Metering System
| Tipe kamera | DSLR |
|---|---|
| ISO minimum | 100 |
| ISO maksimum | 12800 |
| Jumlah piksel | 17.9 MP |
| Resolusi video (maks) | FHD (1.920 x 1.080) |
| Shutter speed | 1/4000 to 30 s |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB |
| Lensa kit | |
| Bobot | 580 gram |
| Waterproof | |
| Touchscreen |
CanonCanon | EOS 600D
| Ukuran sensor | APS-C |
|---|---|
| Layar | 3 inci |
- Stabilisasi gambar
- Continuous shoot
Menghasilkan gambar tajam dan jernih, serta merekam video berkualitas Full HD
- Layar LCD 3 inci membantu melihat hasil foto lebih nyaman
- Menghasilkan gambar tajam berkat sensor APS-C CMOS 18 MP
- Perekaman Full HD 1080p 30 fps membuat hasil video lebih jernih
- Mode Scene Intelligent Auto membantu pengaturan kamera lebih praktis
| Tipe kamera | DSLR |
|---|---|
| ISO minimum | 100 |
| ISO maksimum | 12800 |
| Jumlah piksel | 18 MP |
| Resolusi video (maks) | FHD (1.920 x 1.080) |
| Shutter speed | 1/4000 |
| Titik autofokus | One-Shot AF, AI Servo AF, AI Focus AF, Manual focusing (MF) One-Shot AF, AI Servo AF, AI Focus AF, Manual focusing (MF) |
| Sistem koneksi | USB, HDMI, Eye-Fi, Remote control |
| Lensa kit | |
| Bobot | 82 gram |
| Waterproof | |
| Touchscreen |
Canon Canon | EOS 1300D
| Ukuran sensor | APS-C |
|---|---|
| Layar | 3 inci |
- Stabilisasi gambar
- Continuous shoot
Bagikan momen lebih cepat dengan koneksi Wi-Fi dan NFC
Dapat melakukan tansfer foto secara instan ke smartphone via Wi-Fi dan NFC
Layar 3 inci TFT LCD jernih dengan desain fixed yang kokoh
Sensor APS-C CMOS 18MP, hasil tajam dan warna lebih hidup
Hasil tajam di berbagai kondisi cahaya berkat ISO 100–12800 Auto
Kamera dengan dukungan Hi-Speed USB untuk transfer data cepat dan stabil
| Tipe kamera | DSLR |
|---|---|
| ISO minimum | 100 |
| ISO maksimum | 6400 |
| Jumlah piksel | 18 MP |
| Resolusi video (maks) | FHD (1.920 x 1.080) |
| Shutter speed | 1/4000 to 30 s |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB |
| Lensa kit | |
| Bobot | 485 gram |
| Waterproof | |
| Touchscreen |
CanonCanon | EOS 5D Mark IV
| Ukuran sensor | Full-frame |
|---|---|
| Layar | 3.2 inci |
- Stabilisasi gambar
(lens-based) - Continuous shoot
Fitur kombo dual pixel memberi kontrol optimal untuk hasilkan foto bokeh
- Sensor full-frame 30,4 MP + prosesor DIGIC 6+ memberikan detail tinggi dan rentang dinamis luas
- Sistem autofokus 61 titik (41 cross-type) yang sensitif hingga f/8, cocok untuk konverter telefoto
- Fitur Dual Pixel CMOS AF dan Dual Pixel RAW memungkinkan fokus dan bokeh dikoreksi pasca-pemotretan
- Kemampuan video 4K DCI plus frame grab 8,8 MP dari video, menunjang kerja video dan still dalam satu kamera
| Tipe kamera | DSLR |
|---|---|
| ISO minimum | 100 |
| ISO maksimum | 32.000 (expanded 102.400) |
| Jumlah piksel | 30.4 MP |
| Resolusi video (maks) | 4K (4.096 x 2.160) |
| Shutter speed | 1/8000 hingga 30 detik |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, NFC |
| Lensa kit | |
| Bobot | 890 gram |
| Waterproof | |
| Touchscreen |
NikonNikon D5500
| Ukuran sensor | APS-C CMOS |
|---|---|
| Layar | 3.2 inci |
- Stabilisasi gambar
- Continuous shoot
Ukurannya kecil, tetapi kinerjanya besar!
- Kamera dengan mode burst, abadikan 4–5 momen sempurna sekaligus
- Beratnya 668 gram dengan lensa kit 18–55 mm VR II, praktis dibawa bepergian
- Kecepatan rana 1/4000–30 detik, tangkap detail cepat hingga long exposure artistik
| Tipe kamera | DSLR |
|---|---|
| ISO minimum | 100 |
| ISO maksimum | 25600 |
| Jumlah piksel | 24.2 MP |
| Resolusi video (maks) | FHD (1.920 x 1.080) |
| Shutter speed | 1/4000 to 30 s |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB |
| Lensa kit | |
| Bobot | 420 gram |
| Waterproof | |
| Touchscreen |
NikonNikon D5600
| Ukuran sensor | APS-C |
|---|---|
| Layar | 3.2 inci |
- Stabilisasi gambar
(lens-based) - Continuous shoot
Koneksi pintar tak terputus dengan fitur SnapBridge, makin mudah transfer konten
- Memiliki sensor APS-C 24,2 MP tanpa low-pass filter sehingga hasil gambar sangat tajam dan detail
- Layar touchscreen 3,2 inci vari-angle bisa diputar-putar memudahkan pengambilan dari sudut kreatif
- Fitur SnapBridge (Bluetooth Low Energy + Wi-Fi) untuk koneksi terus-menerus ke perangkat pintar dan unggah otomatis
- Sistem autofokus 39 titik (9 cross-type) meningkatkan kecepatan dan presisi pengambilan fokus terutama objek bergerak
| Tipe kamera | DSLR |
|---|---|
| ISO minimum | 100 |
| ISO maksimum | 25.600 |
| Jumlah piksel | 24.2 MP |
| Resolusi video (maks) | FHD (1.920 x 1.080) |
| Shutter speed | 1/4000 hingga 30 detik |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth, NFC |
| Lensa kit | |
| Bobot | 465 gram (termasuk baterai dan kartu memori) |
| Waterproof | |
| Touchscreen |
NikonNikon D7100
| Ukuran sensor | APS-C |
|---|---|
| Layar | 3.2 inci |
- Stabilisasi gambar
(lens-based) - Continuous shoot
Dengan sensor tanpa optical low-pass filter, hasil jepretan jadi lebih tajam
- Sensor DX 24,1 MP tanpa optical low-pass filter (OLPF), menghasilkan gambar lebih tajam dan detail
- Sistem autofokus 51 titik (15 cross-type), termasuk kemampuan fokus hingga apertur f/8, luar biasa untuk tele + konverter
- Mode crop 1,3x yang meningkatkan frame rate dari 6 fps menjadi 7 fps untuk aksi cepat tanpa kehilangan banyak area fokus AF
- Casing magnesium alloy dan weather/dust sealing, menjaga performa di kondisi outdoor
| Tipe kamera | DSLR |
|---|---|
| ISO minimum | 100 |
| ISO maksimum | 6.400 (expanded 25.600) |
| Jumlah piksel | 24.1 MP |
| Resolusi video (maks) | FHD (1.920 x 1.080) |
| Shutter speed | 1/8000 hingga 30 detik |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB |
| Lensa kit | |
| Bobot | 765 gram (termasuk baterai dan kartu memori) |
| Waterproof | |
| Touchscreen |
NikonNikon D780
| Ukuran sensor | Full-frame |
|---|---|
| Layar | 3.2 inci |
- Stabilisasi gambar
(lens-based) - Continuous shoot
Pengambilan gambar tepat dan cepat berkat autofokus 273 titik pada live-view
Menggabungkan sistem autofokus 273 titik hybrid pada live-view + 51 titik AF viewfinder untuk akurasi tinggi
Sensor full-frame 24,5 MP belakang-terang (BSI) dan prosesor EXPEED 6 untuk performa bagus di ISO tinggi
Video 4K tanpa crop dengan output 10-bit (N-Log / HLG), plus Full HD hingga 120 fps
Bodi magnesium alloy dengan weather sealing + daya tahan baterai luar biasa
| Tipe kamera | DSLR |
|---|---|
| ISO minimum | 100 |
| ISO maksimum | 51.200 (expanded 204.800) |
| Jumlah piksel | 24.5 MP |
| Resolusi video (maks) | 4K (3.840 x 2.160) |
| Shutter speed | 1/8000 hingga 30 detik |
| Titik autofokus | Auto-select AF (AF-A), Single AF (AF-S), Continuous AF (AF-C), Manual Focus (MF) |
| Sistem koneksi | USB, Wi-Fi, Bluetooth |
| Lensa kit | |
| Bobot | 840 gram (termasuk baterai dan kartu memori) |
| Waterproof | |
| Touchscreen |
Baca juga rekomendasi kamera lainnya di sini
Selain kamera DSLR, ada beragam jenis kamera lain yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Beberapa di antaranya adalah kamera mirrorless, kamera 360, dan Instax Fujifilm. Simak rekomendasinya lewat tautan berikut agar Anda bisa memilih kamera yang paling sesuai dengan gaya fotografi Anda.
Deskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.
![10 Rekomendasi Kamera DSLR Terbaik [Ditinjau Photographer] (Terbaru Tahun 2026) 1](https://img.id.my-best.com/product_images/858f13c0df1762b6c86593bc11d8b91d.png?ixlib=rails-4.3.1&q=45&lossless=0&w=160&h=160&fit=clip&s=489cff0d11dd033ce3feb79841ac4347)
![10 Rekomendasi Kamera DSLR Terbaik [Ditinjau Photographer] (Terbaru Tahun 2026) 2](https://img.id.my-best.com/product_images/c8b4cee4261797a1cf60db499e2c5e97.png?ixlib=rails-4.3.1&q=45&lossless=0&w=160&h=160&fit=clip&s=f5e06b5d6c2e61457019ed1d8d3b0745)
![10 Rekomendasi Kamera DSLR Terbaik [Ditinjau Photographer] (Terbaru Tahun 2026) 3](https://img.id.my-best.com/product_images/49b7f801d55e5747d93fa58e410815e1.png?ixlib=rails-4.3.1&q=45&lossless=0&w=160&h=160&fit=clip&s=60dc454acb739e219ab520cec0d52ae9)
![10 Rekomendasi Kamera DSLR Terbaik [Ditinjau Photographer] (Terbaru Tahun 2026) 4](https://img.id.my-best.com/product_images/bb344e44d89af3e40fb27624be77ce3c.png?ixlib=rails-4.3.1&q=45&lossless=0&w=160&h=160&fit=clip&s=db7b11c1a62a3ff679ad6d757940aa08)
![10 Rekomendasi Kamera DSLR Terbaik [Ditinjau Photographer] (Terbaru Tahun 2026) 5](https://img.id.my-best.com/product_images/977854789cb6bd10e16dc726c8ce929c.png?ixlib=rails-4.3.1&q=45&lossless=0&w=160&h=160&fit=clip&s=4ed2104c27addf79142671ab1743c535)


































































































