10 Rekomendasi Kamera 360 Terbaik (Terbaru Tahun 2026)
Kamera 360 adalah jenis kamera dengan beberapa lensa sehingga memiliki jangkauan yang besar. Efek dan mode perekamannya bervariasi sehingga Anda akan mendapatkan footage yang variatif. Jadi, produknya bisa dipertimbangkan apabila Anda senang membuat vlog saat mengendarai motor atau mobil.
Anda akan menemukan beragam merek kamera 360 yang bagus di pasaran, seperti GoPro, Insta360, dan DJI. Untuk itu, kali ini kami akan membagikan cara memilih kamera 360 dengan membandingkan harga dan spesifikasinya. Setelah itu, kami akan memberikan rekomendasi kamera 360 terbaik untuk Anda. Rekomendasi ini dipilih dari produk-produk terlaris di marketplace dan diurutkan berdasarkan cara memilih mybest. Yuk, baca ulasan selengkapnya dari kami di bawah ini!

mybest adalah situs layanan informasi produk rekomendasi berdasarkan uji coba menyeluruh serta bantuan pendapat oleh pakar. Menghasilkan konten setiap hari, mybest menyediakan pengalaman memilih terbaik bagi lebih dari 3 juta user per bulannya. Berbagai tema konten, mulai dari kosmetik, kebutuhan sehari-hari, elektronik rumah tangga, hingga jasa bisa ditemukan di mybest.
Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Apa keunggulan kamera 360?

Berbeda dari action cam, kamera mirrorless, dan DSLR, kamera 360 memungkinkan Anda mengambil gambar atau video dari berbagai sisi. Hal ini karena kamera 360 memiliki setidaknya dua lensa fish eye sehingga jangkauannya sangat luas. Anda bisa menangkap objek dan suasana dari sisi kanan-kiri serta atas-bawah, kemudian memilih bagian yang akan digunakan.
Beberapa kamera 360 sudah dilengkapi selfie stick yang dapat tidak terlihat dalam frame video. Hasilnya, Anda bisa merekam seorang diri dengan tampilan seperti fitur follow me saat menggunakan drone. Tidak heran bila kamera ini biasa digunakan untuk membuat vlog perjalanan.
Ada juga kamera 360 yang sudah dilengkapi teknologi Virtual Reality (VR). Kamera dengan teknologi ini biasanya digunakan untuk live streaming atau virtual tour. Berbeda dari kamera biasa, kamera 360 memungkinkan penonton melihat keadaan sekitar daerah yang direkam. Dengan demikian, penonton disuguhkan pengalaman menonton yang berbeda.
Cara memilih Kamera 360
Pertama-tama, kami akan menjelaskan berbagai poin penting yang perlu Anda ketahui sebelum memilih kamera 360. Bacalah dengan teliti sehingga Anda dapat mengetahui spesifikasi kamera 360 yang pas untuk Anda.
Pilih kamera 360 yang menggunakan dua lensa

Foto dan video 360 derajat terbentuk dengan menggabungkan dua gambar atau lebih menjadi satu. Proses penangkapan gambar tersebut biasanya menggunakan beberapa lensa. Jadi, Anda perlu memeriksa jumlah lensa dari kamera 360 yang dipilih.
Makin banyak lensanya, makin sedikit terjadinya distorsi pada gambar. Meskipun demikian, makin banyak lensa yang digunakan bukan berarti gambar yang dihasilkan juga makin baik. Hal ini karena garis stitching (jahitan) yang ada pada gambar akan makin banyak. Maka dari itu, kami menyarankan Anda untuk memilih kamera 360 yang menggunakan dua lensa saja.
Periksa kualitas gambar rekaman dari kamera 360
Anda tentunya menginginkan hasil tangkapan yang berkualitas. Ada dua hal mendasar yang memengaruhi kualitas gambar kamera 360, yakni resolusi dan frame per second (fps). Mari simak pembahasannya lebih mendetail!
Resolusi, menentukan kualitas foto dan video

Resolusi lensa kamera 360 memengaruhi tingkat kejernihan dan detail pada hasil foto dan videonya. Makin tinggi resolusi kamera, makin rapat piksel gambar yang dihasilkan. Hal ini mengindikasikan kualitas gambar dan hasil rekaman kamera 360 makin bagus.
Untuk hasil foto yang bagus, pilihlah kamera yang mampu memotret gambar dengan resolusi 2.048 x 1.080 ke atas. Akan tetapi, resolusi foto kamera 360 sedikit berbeda dengan resolusi videonya.
Resolusi standar kamera konvensional yang diperlukan untuk kualitas gambar HD (high definition) adalah 1080p. Namun, dibutuhkan resolusi 4K ke atas untuk menghasilkan gambar berkualitas HD pada kamera 360. Kami menyarankan Anda untuk memilih kamera 360 yang mampu merekam video beresolusi 4K ke atas.
FPS, memengaruhi tingkat kehalusan video yang dihasilkan

Frame per second (fps) merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas video yang direkam kamera 360. FPS menunjukkan berapa banyak frame (gambar) yang mampu dihasilkan kamera 360 per detiknya.
Makin tinggi nilai FPS, makin halus juga hasil video dari kamera 360. Untuk kualitas video yang halus dan minim patah-patah, sebaiknya Anda memilih kamera 360 dengan frame rate 30 fps ke atas. Video yang dihasilkan dari nilai FPS tersebut sudah cukup halus untuk kamera 360.
Cek ketersediaan fitur pendukung pada kamera 360
Setiap produk kamera 360 memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Salah satu hal yang memengaruhi hal tersebut adalah fitur yang tersedia pada kamera 360. Sebaiknya pilihlah produk dengan fitur yang menunjang aktivitas Anda.
Stabilizer, menghasilkan video yang stabil dan minim guncangan

Fitur stabilizer pada kamera 360 membuat hasil video yang direkam menjadi lebih stabil dan minim guncangan. Hal ini akan memudahkan Anda saat melakukan pengeditan. Jika Anda sering merekam video dengan memegang kamera memakai tangan, perhatikan ketersediaan fitur ini.
Apabila kamera 360 tidak memiliki fitur stabilizer, Anda dapat menggunakan tripod atau gimbal. Namun, perangkat tersebut dijual secara terpisah sehingga Anda perlu menyiapkan bujet tambahan lagi.
Waterproof, tetap aman saat berada di tempat yang rawan basah

Lihat juga ketersediaan fitur waterproof bila Anda suka bepergian ke tempat-tempat yang rawan basah, seperti pantai dan gunung. Kamera 360 dengan fitur ini akan menjaga kamera tetap aman saat terpapar air. Bahkan, beberapa produk dapat digunakan di dalam air.
Jika produknya tidak memiliki fitur ini, Anda bisa membeli waterproof case yang dijual secara terpisah. Namun, tidak semua kamera 360 memiliki waterproof case. Jadi, jangan lupa untuk mengeceknya juga, ya
Ketahui daya tahan baterai saat kamera digunakan

Karena sering digunakan untuk berbagai aktivitas outdoor, daya tahan baterai kamera 360 penting untuk diperhatikan. Pilihlah kamera 360 dengan baterai yang mampu bertahan dalam durasi panjang. Baterai kamera 360 yang Anda pilih sebaiknya mampu bertahan selama 40 menit atau lebih saat merekam.
Periksa juga berapa lama baterai kamera dapat terisi penuh saat proses charging. Jika Anda bepergian dalam waktu yang lama, pertimbangkan juga untuk membeli baterai cadangan. Jadi, Anda bisa langsung menggantinya dengan baterai cadangan saat kehabisan daya. Hal ini akan menyingkat waktu hingga beberapa jam.
Pastikan desain kamera 360 mudah digunakan

Bentuk kamera 360 yang ada di pasaran berbeda-beda, ada yang berbentuk tabung, kotak, atau bulat. Maka dari itu, pastikanlah kamera 360 yang akan dibeli memiliki bentuk yang dapat Anda gunakan dengan nyaman. Anda bisa melihat dahulu review dari pengguna lainnya di internet.
Periksa juga kompatibilitas kamera 360 saat akan digunakan dengan perangkat lain. Misalnya, ada produk yang dapat disambungkan dengan drone, tongsis, tripod, atau gimbal. Tingkat kompatibilitas kamera dengan perangkat lain tentu akan memengaruhi angle dan hasil rekaman.

Peringkat Kamera 360 Terbaik
Produk | Gambar | Harga terendah | Perincian | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Jumlah lensa | Resolusi foto maksimum | Resolusi video maksimum | Frame rate | AI-powered | Image stabilization | Waterproof | Daya tahan baterai | ||||
1 | Arashi Vision Insta360 X5 | ![]() | 2 lensa | 72MP (11.904 p x 5.952 p) | 8K (7.680 p x 3.840 p) | 30fps | 15 m | 208 menit | |||
2 | Arashi Vision Insta360 X4 Air | ![]() | 2 lensa | 29 MP (7.680p × 3.840p) | 8K (7.680p × 3.840p) | 30fps | 15 m | 105 menit | |||
3 | DJI DJI Osmo 360 Adventure Combo | ![]() | 2 lensa | 120 MP (15.520 p x 7.760 p) | 8K (7.680 p x 3.840 p) | 50fps | 10 m | 190 menit | |||
4 | Arashi Vision Insta360 X3 Action Cam Motorcycle Kit | ![]() | 2 lensa | 72 MP (11.968p × 5984p) | 5.7K (5.760p× 2.880p) | 30fps | 10 m | 81 menit | |||
5 | AKASO Tech AKASO 360 | ![]() | 2 lensa | 72 MP (11.968p × 5984p) | 5.7K (5.760p × 2880p) | 30fps | Tidak | 60 menit | |||
6 | Arashi Vision Insta360 ONE X2 | ![]() | 2 lensa | 18.48 MP (6080 × 3040) | 5.7K (5.760p × 2880p) | 30fps | 10 m | 80 menit | |||
7 | GoPro GoPro MAX | ![]() | 2 lensa | 18 MP Source (16.6 MP Stitched) | 6K Source (5.6K Stitched) | 30fps | 5 m | 115 menit | |||
8 | GoPro GoPro MAX2 | ![]() | 2 lensa | 29 MP (7.680p x 3.840p) | 8K (7.680p x 3.840p) | 30fps | 5 m | 60 menit | |||
9 | KanDao KanDao Meeting Pro | ![]() | 2 lensa | 8 MP | 1.920p x 1.080p | 25fps | Tidak | Tidak ada | |||
10 | Kandao Kandao QooCam 3 Ultra | ![]() | 2 lensa | 96 MP (13.888p × 6.944p) | 8K (7.680p × 3.840p) | 30fps | 10 m | 100 menit | |||

Arashi VisionInsta360 X5
| Jumlah lensa | 2 lensa |
|---|---|
| Waterproof | 15 m |
- AI-powered
- Image stabilization
| Resolusi foto maksimum | 72MP (11.904 p x 5.952 p) |
|---|---|
| Resolusi video maksimum | 8K (7.680 p x 3.840 p) |
| Frame rate | 30fps |
| Daya tahan baterai | 208 menit |
Arashi VisionInsta360 X4 Air
| Jumlah lensa | 2 lensa |
|---|---|
| Waterproof | 15 m |
- AI-powered
- Image stabilization
| Resolusi foto maksimum | 29 MP (7.680p × 3.840p) |
|---|---|
| Resolusi video maksimum | 8K (7.680p × 3.840p) |
| Frame rate | 30fps |
| Daya tahan baterai | 105 menit |
DJIDJI Osmo 360 Adventure Combo
| Jumlah lensa | 2 lensa |
|---|---|
| Waterproof | 10 m |
- AI-powered
- Image stabilization
| Resolusi foto maksimum | 120 MP (15.520 p x 7.760 p) |
|---|---|
| Resolusi video maksimum | 8K (7.680 p x 3.840 p) |
| Frame rate | 50fps |
| Daya tahan baterai | 190 menit |
Arashi VisionInsta360 X3 Action Cam Motorcycle Kit
| Jumlah lensa | 2 lensa |
|---|---|
| Waterproof | 10 m |
- AI-powered
- Image stabilization
| Resolusi foto maksimum | 72 MP (11.968p × 5984p) |
|---|---|
| Resolusi video maksimum | 5.7K (5.760p× 2.880p) |
| Frame rate | 30fps |
| Daya tahan baterai | 81 menit |
AKASO TechAKASO 360
| Jumlah lensa | 2 lensa |
|---|---|
| Waterproof | Tidak |
- AI-powered
- Image stabilization
| Resolusi foto maksimum | 72 MP (11.968p × 5984p) |
|---|---|
| Resolusi video maksimum | 5.7K (5.760p × 2880p) |
| Frame rate | 30fps |
| Daya tahan baterai | 60 menit |
Arashi VisionInsta360 ONE X2
| Jumlah lensa | 2 lensa |
|---|---|
| Waterproof | 10 m |
- AI-powered
- Image stabilization
| Resolusi foto maksimum | 18.48 MP (6080 × 3040) |
|---|---|
| Resolusi video maksimum | 5.7K (5.760p × 2880p) |
| Frame rate | 30fps |
| Daya tahan baterai | 80 menit |
GoProGoPro MAX
| Jumlah lensa | 2 lensa |
|---|---|
| Waterproof | 5 m |
- AI-powered
- Image stabilization
| Resolusi foto maksimum | 18 MP Source (16.6 MP Stitched) |
|---|---|
| Resolusi video maksimum | 6K Source (5.6K Stitched) |
| Frame rate | 30fps |
| Daya tahan baterai | 115 menit |
GoProGoPro MAX2
| Jumlah lensa | 2 lensa |
|---|---|
| Waterproof | 5 m |
- AI-powered
- Image stabilization
| Resolusi foto maksimum | 29 MP (7.680p x 3.840p) |
|---|---|
| Resolusi video maksimum | 8K (7.680p x 3.840p) |
| Frame rate | 30fps |
| Daya tahan baterai | 60 menit |
KanDaoKanDao Meeting Pro
| Jumlah lensa | 2 lensa |
|---|---|
| Waterproof | Tidak |
- AI-powered
- Image stabilization
| Resolusi foto maksimum | 8 MP |
|---|---|
| Resolusi video maksimum | 1.920p x 1.080p |
| Frame rate | 25fps |
| Daya tahan baterai | Tidak ada |
KandaoKandao QooCam 3 Ultra
| Jumlah lensa | 2 lensa |
|---|---|
| Waterproof | 10 m |
- AI-powered
- Image stabilization
| Resolusi foto maksimum | 96 MP (13.888p × 6.944p) |
|---|---|
| Resolusi video maksimum | 8K (7.680p × 3.840p) |
| Frame rate | 30fps |
| Daya tahan baterai | 100 menit |
Baca juga rekomendasi perlengkapan dokumentasi lainnya di sini
Agar hasil gambar dan rekaman makin bervariasi, menggunakan kamera 360 saja tidak cukup. Anda membutuhkan peralatan dokumentasi lainnya, seperti drone, action cam, dan kamera mirrorless. Yuk, simak rekomendasi produknya dari kami di link berikut!
Deskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.













































