10 Rekomendasi Lensa Mirrorless Terbaik (Terbaru Tahun 2026)
Untuk itu, produsen seperti Sony, Canon, Fujifilm, Panasonic, dan Nikon secara aktif mengembangkan lensa untuk kamera mirrorless. Melalui artikel ini, kami akan mengajak Anda untuk mengetahui cara memilih lensa mirrorless beserta produk-produk rekomendasinya, termasuk lensa keluaran third party, seperti Sigma. Rekomendasi ini dipilih dari produk-produk terlaris di marketplace dan diurutkan berdasarkan cara memilih mybest. Yuk, disimak!

mybest adalah situs layanan informasi produk rekomendasi berdasarkan uji coba menyeluruh serta bantuan pendapat oleh pakar. Menghasilkan konten setiap hari, mybest menyediakan pengalaman memilih terbaik bagi lebih dari 3 juta user per bulannya. Berbagai tema konten, mulai dari kosmetik, kebutuhan sehari-hari, elektronik rumah tangga, hingga jasa bisa ditemukan di mybest.
Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Cara memilih lensa kamera mirrorless
Lensa merupakan perangkat penting pada kamera. Lensa mampu memengaruhi kualitas gambar dari segi ketajaman, kontras, warna, dan efek tertentu. Ada berbagai lensa kamera mirrorless dengan beragam ukuran dan kegunaan. Untuk itu, simak penjelasan cara memilih lensa kamera mirrorless berikut ini!
Pilih lensa sesuai tujuan penggunaan
Untuk memilih lensa kamera mirrorless, tentukan terlebih dahulu tujuan Anda menggunakannya. Hal ini karena setiap jenis lensa memiliki ukuran focal length yang memengaruhi jarak dan fokus pengambilan objek. Secara umum, jarak fokal dibagi menjadi tiga berdasarkan penggunaannya, yaitu wide, portrait, dan tele.
Untuk foto landscape hingga vlog, pilih lensa wide

Dengan lensa wide, Anda bisa memotret pemandangan, arsitektur, acara pesta ulang tahun dan pernikahan, hingga untuk vlog. Lensa wide dengan focal length pendek inilah yang cocok untuk mengambil banyak objek dalam satu frame sekaligus.
Untuk foto portrait, close-up, atau yang menonjolkan detail, pilih lensa standar

Selain menjadi andalan fotografi portrait, lensa standar juga bisa untuk melengkapi kebutuhan fotografi jalanan, foto jurnalisme, dan foto event. Ukurannya yang pas membuat lensa ini mudah dibawa ke mana saja dan tidak terlalu menonjol saat dipasang pada kamera. Pada lensa standar tipe fix, Anda juga bisa mendapatkah efek bokeh yang smooth karena umumnya aperture-nya besar.
Memotret jarak jauh, olahraga, atau wildlife? Gunakan lensa tele

Lensa tele (telefoto) memiliki focal length antara 70–600 mm. Lensa ini dirancang untuk memotret objek jarak jauh, seperti kegiatan olahraga, balapan, satwa, dan lainnya. Lensa tele atau tele zoom memiliki rentang pembesaran yang lebar. Makin besar ukuran focal length, makin jauh jarak yang bisa dijangkau lensa. Berikut ini panduan singkat untuk menyesuaikan ukuran lensa tele dengan objeknya.
- Focal length 85–135 mm untuk mengambil foto jarak pendek atau portrait.
- Focal length 135–300 mm untuk memotret kegiatan olahraga.
- Focal length di atas 300 mm untuk memotret olahraga outdoor dan hewan liar.
Dari segi bobot, ukuran, dan harga, lensa telefoto biasanya lebih berat, besar, dan mahal dari lensa lainnya. Apabila Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang lensa tele, silakan kunjungi artikel kami di bawah ini.
Ketahuilah tipe lensa
Selanjutnya, Anda perlu mengetahui tipe-tipe lensa. Pada penjelasan sebelumnya mungkin Anda penasaran dengan yang dimaksud lensa tipe fix dan zoom. Karena itu, simak penjelasan berikut ini agar tidak tidak salah memilih lensa.
Lensa fix: Untuk hasil foto bokeh

Lensa fix atau lensa tetap adalah lensa yang hanya memiliki satu focal length, seperti 50 mm atau 300 mm. Ia juga hanya memiliki satu aperture saja. Karena itu, Anda perlu bergerak demi menemukan jarak bidik yang tepat. Nilai aperture pada lensa fix umumnya kecil, tetapi itulah yang menjadi keunggulannya. Meski dipakai pada malam hari, lensa jenis ini mampu menghasilkan gambar yang tajam dan berlatar bokeh.
Lensa fix hadir dalam berbagai varian tergantung dari tujuan penggunaan, seperti untuk memotret wide, portrait, atau makro. Lensa fix juga lebih ringan dan kecil dibanding lensa zoom. Hal ini karena material dan komponen di dalamnya lebih sedikit dibanding tipe zoom yang memiliki aneka focal length.
Lensa zoom: fleksibel untuk memotret objek dekat maupun jauh

Dengan lensa zoom, Anda bisa memakai mode wide dan berganti ke portrait atau tele sesuai focal length yang tersedia. Karena itulah lensa zoom juga biasa dijuluki lensa serbaguna.
Kenali jenis sensor kamera yang kompatibel dengan lensa

Sensor kamera merupakan komponen untuk mengubah gambar dari tangkapan lensa ke sinyal digital. Setiap sinyal digital akan diproses oleh chip kamera yang kemudian disajikan dalam bentuk file gambar. Ukuran sensor kamera digital yang ada saat ini berbeda-beda. Berikut adalah ukuran sensor kamera yang paling umum.
- Full-frame adalah ukuran sensor kamera seluas 35 x 24 mm. Ukuran ini biasa ditemui pada kamera DSLR high-end dan mirrorless mid-end ke atas. Kualitas gambarnya sangat baik dengan sudut pandang lebih luas dan lebih mudah menghasilkan bokeh. Ada banyak pilihan lensa yang mendukung sensor full frame, terutama pada merek Sony dan Canon.
- APS-C adalah sensor kamera berukuran 23,6 x 15,60 mm. Bobot kamera mirroless APS-C umumnya lebih ringan dengan body compact. Kualitas gambarnya masih sangat baik, tetapi kinerja ISO dan bokeh-nya setingkat di bawah full-frame. Lensa Sony dengan kode E dan Canon berkode M mendukung kamera bersensor APS-C.
- Micro Four Thirds merupakan sensor kamera berukuran 17 x 13 mm. Lensa yang kompatibel dengan sensor ini bisa dipasang di semua merek mirrorless Micro Four Thirds. Saat ini, merek kamera mirrorless yang menggunakan ukuran sensor Micro Four Thirds adalah Panasonic dan Olympus. Pilihan ukuran lensanya juga tidak sebanyak full-frame dan APS-C.
Sesuaikan dengan mounting kamera yang kompatibel

Mount kamera adalah dudukan tempat lensa dipasang pada kamera. Setiap merek dan seri kamera mirrorless memiliki ukuran mounting yang berbeda. Pastikan bahwa lensa kompatibel dengan mounting pada kamera mirrorless Anda. Berikut ini beberapa tipe mount pada kamera mirrorless.
- E-mount merupakan dudukan lensa pada kamera mirrorless Sony. Mount ini didesain Sony untuk mendukung dua format sensor sekaligus, APS-C dan full frame. Lensa Sony full frame memiliki kode E pada keterangan body lensa, sedangkan lensa Sony APS-C berkode FE.
- X-mount dan G-mount adalah dudukan lensa kamera mirrorless Fujifilm. Kamera Fuji X-series menggunakan X-mount, sementara G-series menggunakan G-mount. Untuk format sensor, X-mount menggunakan APS-C dan G-mount format medium. Pastikan Anda memilih lensa dengan kode X dan G yang sesuai.
- Micro Four Thirds mount adalah dudukan lensa pada kamera mirrorless Olympus dan Panasonic. Sesuai dengan namanya, mount ini menggunakan format Micro Four Third. Kedua merek ini dapat berbagi lensa yang sama.
- EF-M mount dan R-mount merupakan dudukan lensa kamera mirrorless Canon. EF-M mount mendukung format sensor APS-C, sedangkan R-mount untuk format full frame. Pilih lensa dengan kode EF untuk EF-M mount, dan kode R untuk R-mount.
- Nikon Z mount dan Nikon 1 adalah dudukan lensa pada kamera mirrorless Nikon. Kamera mirrorless Nikon seri Z menggunakan Nikon Z mount, sementara Nikon 1 seri J dan V menggunakan Nikon 1 mount. Nikon Z mendukung dua format sensor, APS-C dan full frame, sedangkan Nikon 1 memakai format CX. Namun, seri Nikon 1 V dan J sudah tidak diproduksi lagi.
Perhatikan aperture pada lensa

Berikutnya, Anda perlu memperhatikan nilai aperture. Aperture atau bukaan diafragma berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam sensor. Nilai aperture diukur dengan satuan f-stop seperti f/1.2, atau f/3.5–5.6 yang tertulis pada body lensa. Makin kecil angka F-nya, makin lebar aperture lensa dalam menangkap cahaya.
Lensa dengan nilai F kecil mampu memberikan efek bokeh dan gambar tajam di kondisi minim cahaya. Karenanya, sangat cocok digunakan untuk kegiatan fotografi di malam hari. Untuk lensa fix, nilai aperture-nya konstan mengikuti ukuran focal length yang juga tunggal. Di sisi lain, pada lensa zoom, aperture dapat berubah-ubah sesuai ukuran focal length yang sedang digunakan. Namun, ada pula produk lensa zoom yang memiliki aperture konstan.
Pertimbangkan fitur pada lensa

Sejumlah lensa kamera mirrorless dilengkapi fitur-fitur tambahan. Hal ini membuat kinerja lensa lebih maksimal dan memiliki daya tahan yang kuat. Kami akan menjelaskan sejumlah fitur pada lensa yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam membeli.
- Lensa G merupakan seri lensa mirrorless yang dikeluarkan oleh Sony. Lensa G memiliki standar kualitas setara lensa Zeiss. Lapisan depan lensa (coating) seri G ini antipantul sehingga menghasilkan gambar yang lebih kontras. Lensa G ditujukan untuk Anda yang ingin mendapatkan hasil foto tajam dan detail.
- STM atau stepper motor merupakan motor autofokus pada lensa yang memiliki karakteristik senyap dan halus. Fitur ini terdapat pada beberapa lensa Canon dan Nikon.
Cek bobot dan ukuran lensa

Bobot dan ukuran lensa dipengaruhi oleh jenis dan tipe lensa. Lensa tipe fix dengan focal length dan aperture yang kecil memiliki bobot ringan serta ukuran yang compact. Sementara itu, lensa fix dan zoom dengan focal length besar memiliki bobot dan ukuran yang lebih besar. Lensa tele memiliki bobot dan ukuran terberat karena focal length yang besar dan memanjang.
Peringkat Lensa Mirrorless Terbaik
| Produk | Gambar | Harga terendah | Popularity | Perincian | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Mount yang kompatibel | Sensor | Focal length | Aperture minimum | Aperture maksimum | Autofocus | Stabilisasi gambar | Bobot | Panjang lensa | Diameter filter | Pembesaran maksimum | |||||
1 | Sony|FE 50mm F1.8|SEL50F18F Sony Group Corporation | ![]() | No.1 | Sony E | Full Frame | 50 mm | f/1.8 | f/22 | 186gram | 6.86 cm | 49mm | 0.14x | |||
2 | Canon|EF-M 22mm f2 STM Lens Canon | ![]() | No.2 | Canon EOS M | APS-C | 22 mm | F/22 | F/2 | 105gram | 2.37 cm | 43mm | 0.21x | |||
3 | Sigma 30mm f1.4 DC DN Contemporary Lens Sigma Corporation | ![]() | No.3 | Canon EF-M Mount | APS-C | 30 mm | F/16 | F/1.4 | 270gram | 6.48 cm | 52mm | 0.14x | |||
4 | Viltrox AF 25mm f1.7 Air Fuji XF Mount Lens Shenzhen Jueying Technology | ![]() | No.4 | Fujifilm X | Full Frame | 25 mm | F/16 | F/1.7 | 170gram | 6.4 cm | 52mm | 0.11x | |||
5 | TTArtisan APS-C 50mm F1.2 Shenzhen Mingjiang Optical Technology | ![]() | No.5 | Fujifilm X | APS-C | 50 mm | F/16 | F/1.2 | 336gram | 6 cm | 52mm | 0.125x | |||
6 | Tamron 18-300mm F/3.5-6.3 Di III-A VC VXD Tamron | ![]() | No.6 | Sony E | APS-C | 18 mm to 300 mm | F/22 to 40 | F/3.5 to 6.3 | 630gram | 12.56 cm | 67mm | 0.5x | |||
7 | NIKKOR Z DX 50-250mm f/4.5-6.3 VR Nikon Corporation | ![]() | No.7 | Nikon Z | APS-C | 50-250 mm | f/16 | f/4.5-6.3 | 405gram | 11 cm | 62mm | 0.23x | |||
8 | Panasonic|Lumix G 42.5mm f1.7 ASPH Power OIS Lens Panasonic Corporation | ![]() | No.8 | Lumix G, OM System | Micro Four Thirds | 42.5 mm | F/22 | F/1.7 | 130gram | 5.5 cm | 37mm | 0.2x | |||
9 | Panasonic|Lumix S Lenses|S-R26GC Panasonic Corporation | ![]() | No.9 | Lumix L | Full Frame | 26 mm | F/8 | F/8 | 58gram | 1.81 cm | Tidak dapat dipasangi filter | 0.14x | |||
10 | FUJIFILM|GF 45mm f/2.8 R WR Fujifilm | ![]() | No.10 | Fujifilm G | Medium format | 45 mm | F/32 | F/2.8 | 490gram | 8.4 cm | 62mm | 0.14x | |||

Sony Group CorporationSony | FE 50mm F1.8 | SEL50F18F
| Mount yang kompatibel | Sony E |
|---|---|
| Sensor | Full Frame |
- Autofocus
- Stabilisasi gambar
| Focal length | 50 mm |
|---|---|
| Aperture minimum | f/1.8 |
| Aperture maksimum | f/22 |
| Bobot | 186gram |
| Panjang lensa | 6.86 cm |
| Diameter filter | 49mm |
| Pembesaran maksimum | 0.14x |
CanonCanon | EF-M 22mm f2 STM Lens
| Mount yang kompatibel | Canon EOS M |
|---|---|
| Sensor | APS-C |
- Autofocus
- Stabilisasi gambar
| Focal length | 22 mm |
|---|---|
| Aperture minimum | F/22 |
| Aperture maksimum | F/2 |
| Bobot | 105gram |
| Panjang lensa | 2.37 cm |
| Diameter filter | 43mm |
| Pembesaran maksimum | 0.21x |
Sigma CorporationSigma 30mm f1.4 DC DN Contemporary Lens
| Mount yang kompatibel | Canon EF-M Mount |
|---|---|
| Sensor | APS-C |
- Autofocus
- Stabilisasi gambar
| Focal length | 30 mm |
|---|---|
| Aperture minimum | F/16 |
| Aperture maksimum | F/1.4 |
| Bobot | 270gram |
| Panjang lensa | 6.48 cm |
| Diameter filter | 52mm |
| Pembesaran maksimum | 0.14x |
Shenzhen Jueying TechnologyViltrox AF 25mm f1.7 Air Fuji XF Mount Lens
| Mount yang kompatibel | Fujifilm X |
|---|---|
| Sensor | Full Frame |
- Autofocus
- Stabilisasi gambar
| Focal length | 25 mm |
|---|---|
| Aperture minimum | F/16 |
| Aperture maksimum | F/1.7 |
| Bobot | 170gram |
| Panjang lensa | 6.4 cm |
| Diameter filter | 52mm |
| Pembesaran maksimum | 0.11x |
Shenzhen Mingjiang Optical TechnologyTTArtisan APS-C 50mm F1.2
| Mount yang kompatibel | Fujifilm X |
|---|---|
| Sensor | APS-C |
- Autofocus
- Stabilisasi gambar
| Focal length | 50 mm |
|---|---|
| Aperture minimum | F/16 |
| Aperture maksimum | F/1.2 |
| Bobot | 336gram |
| Panjang lensa | 6 cm |
| Diameter filter | 52mm |
| Pembesaran maksimum | 0.125x |
TamronTamron 18-300mm F/3.5-6.3 Di III-A VC VXD
| Mount yang kompatibel | Sony E |
|---|---|
| Sensor | APS-C |
- Autofocus
- Stabilisasi gambar
| Focal length | 18 mm to 300 mm |
|---|---|
| Aperture minimum | F/22 to 40 |
| Aperture maksimum | F/3.5 to 6.3 |
| Bobot | 630gram |
| Panjang lensa | 12.56 cm |
| Diameter filter | 67mm |
| Pembesaran maksimum | 0.5x |
Nikon CorporationNIKKOR Z DX 50-250mm f/4.5-6.3 VR
| Mount yang kompatibel | Nikon Z |
|---|---|
| Sensor | APS-C |
- Autofocus
- Stabilisasi gambar
| Focal length | 50-250 mm |
|---|---|
| Aperture minimum | f/16 |
| Aperture maksimum | f/4.5-6.3 |
| Bobot | 405gram |
| Panjang lensa | 11 cm |
| Diameter filter | 62mm |
| Pembesaran maksimum | 0.23x |
Panasonic CorporationPanasonic | Lumix G 42.5mm f1.7 ASPH Power OIS Lens
| Mount yang kompatibel | Lumix G, OM System |
|---|---|
| Sensor | Micro Four Thirds |
- Autofocus
- Stabilisasi gambar
| Focal length | 42.5 mm |
|---|---|
| Aperture minimum | F/22 |
| Aperture maksimum | F/1.7 |
| Bobot | 130gram |
| Panjang lensa | 5.5 cm |
| Diameter filter | 37mm |
| Pembesaran maksimum | 0.2x |
Panasonic CorporationPanasonic | Lumix S Lenses | S-R26GC
| Mount yang kompatibel | Lumix L |
|---|---|
| Sensor | Full Frame |
- Autofocus
- Stabilisasi gambar
| Focal length | 26 mm |
|---|---|
| Aperture minimum | F/8 |
| Aperture maksimum | F/8 |
| Bobot | 58gram |
| Panjang lensa | 1.81 cm |
| Diameter filter | Tidak dapat dipasangi filter |
| Pembesaran maksimum | 0.14x |
FujifilmFUJIFILM | GF 45mm f/2.8 R WR
| Mount yang kompatibel | Fujifilm G |
|---|---|
| Sensor | Medium format |
- Autofocus
- Stabilisasi gambar
| Focal length | 45 mm |
|---|---|
| Aperture minimum | F/32 |
| Aperture maksimum | F/2.8 |
| Bobot | 490gram |
| Panjang lensa | 8.4 cm |
| Diameter filter | 62mm |
| Pembesaran maksimum | 0.14x |
Apakah kamera mirrorless bisa menggunakan lensa DSLR?

Fungsi dan spesifikasi lensa DSLR secara umum sama dengan lensa mirrorless. Karenanya, kamera mirroless bisa menggunakan lensa DSLR. Untuk memasang lensa DLSR ke kamera mirroless, diperlukan adaptor sebagai perantara mount-nya.
Selain karena dudukan lensa yang perlu disesuaikan, adaptor juga berfungsi sebagai pemberi jarak. Lensa DSLR dirancang berjarak karena kamera DSLR memiliki cermin yang membuat sensor agak mundur ke belakang. Adaptor berfungsi untuk memberi jarak ideal antara mount lensa ke sensor.
Tiap merek kamera memiliki adaptornya masing-masing. Pilihlah adaptor yang mendukung autofokus agar tidak kehilangan fungsi bawaannya. Harga adaptor lensa ini bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Baca juga rekomendasi produk kamera mirrorless lainnya di sini
Setelah mengetahui cara memilih dan rekomendasi produk lensa mirrorless terbaik, Anda mungkin perlu melihat berbagai produk kamera mirrorless. Agar tidak bingung memilih, kami telah menyiapkan rekomendasinya untuk Anda. Klik tautan berikut ini untuk mendapatkan informasi lengkapnya!
Deskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.













































