




Salah satu merek lensa fix yang bagus adalah Canon. Di pasaran, terdapat macam-macam lensa fix Canon, mulai dari lensa fix Canon mirrorless hingga lensa fix untuk kamera DSLR. Harga lensanya pun beragam tergantung spesifikasi yag ditawarkan.
Kami akan menjelaskan tips memilih lensa fix Canon terbaik sesuai kebutuhan. Anda akan menemukan lensa fix Canon EF 50mm f/1.8, EF-s 24mm f/2/8, dan sebagainya. Kami juga akan mengulas lensa yang cocok untuk Canon 1200D, Canon 600D, dan Canon EOS M50. Lensa fix Canon yang murah pun ada! Rekomendasi produk ini dipilih dari produk-produk terlaris di marketplace dan diurutkan berdasarkan cara memilih mybest. Selamat membaca!
Highlight Lensa Fix Canon Teratas
Canon Singapore

Lensa pancake ringan dengan sudut lebar dan fokus yang senyap
Canon Singapore

Bukaan f/1.4 untuk efek bokeh halus dan pencahayaan maksimal
Canon Singapore

Tangkap detail tajam dengan sudut lebar dan fitur makro presisi

mybest adalah situs layanan informasi produk rekomendasi berdasarkan uji coba menyeluruh serta bantuan pendapat oleh pakar. Menghasilkan konten setiap hari, mybest menyediakan pengalaman memilih terbaik bagi lebih dari 3 juta user per bulannya. Berbagai tema konten, mulai dari kosmetik, kebutuhan sehari-hari, elektronik rumah tangga, hingga jasa bisa ditemukan di mybest.
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Lensa fix atau lensa prime merupakan tipe lensa yang memiliki jarak fokal (focal length) tunggal. Ada lensa fix 24 mm, 35 mm, dan sebagainya. Makin kecil angka focal length-nya, sudut pandang lensa akan makin besar. Begitu pun sebaliknya, makin besar angka focal length, maka sudut pandang yang didapat pun makin mengecil.
Saat menggunakan lensa fix, Anda tidak dapat melakukan pembesaran objek layaknya lensa zoom atau telephoto. Selain itu, ketika Anda merekam menggunakan lensa fix, video yang dihasilkan akan terlihat lebih tajam dibandingkan lensa zoom.
Sebagian besar lensa fix juga memiliki aperture atau diafragma yang cukup besar. Karakteristik ini tentu memudahkan Anda mengambil foto di ruangan yang minim cahaya. Selain itu, aperture besar akan membuat efek bokeh makin menonjol.
Canon merupakan merek kamera yang cukup populer di dunia dan mulai menjual produknya di Indonesia pada 1976. Hingga saat ini, Canon terus memproduksi kamera dengan teknologi yang makin canggih. Canon juga memiliki koleksi lensa yang lengkap, mulai dari lensa prime, wide, tele, dan makro.
Untuk lensa fix sendiri, Canon memiliki banyak seri dengan focal length beragam. Performa optik dan teknologi dari lensa fix Canon juga terus dikembangkan. Beberapa lensa fix Canon juga dibekali teknologi image stabilization (IS). Hal tersebut membuatnya mampu menghasilkan gambar yang jernih, tajam, dan mengagumkan.
Canon juga mengeluarkan lensa L Series yang ditandai dengan gelang merah pada badan lensanya. Lensa ini merupakan produk berkelas dari Canon untuk para fotografer profesional.
Di sini, kami akan menjelaskan poin-poin utama dalam memilih lensa fix Canon terbaik. Pastikan Anda memperhatikan hal-hal penting, mulai dari jenis sensor pada kamera hingga fitur yang ditawarkan.
Terdapat dua jenis kamera Canon yang saat ini dapat Anda temui di pasaran, yaitu kamera DSLR dan mirrorless. Setiap jenis kamera Canon juga dibekali sensor yang berbeda-beda. Baik sensor APS-C maupun full frame, keduanya memiliki dudukan mounting lensa yang berbeda.
Untuk produk Canon sendiri, setiap lensa akan ditandai kode seri yang berbeda-beda. Salah satunya adalah lensa fix yang ditandai dengan kode EF, EF-S, dan EF-M.
Focal length merupakan kemampuan lensa untuk melihat dan merekam objek gambar. Ukuran focal length pada lensa Canon ditulis dalam satuan milimeter (mm). Supaya Anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai ukuran focal length, simak poin-poin berikut ini.
Lensa fix dengan focal length 14 mm hingga 35 mm memiliki kemiripan fungsi dengan lensa wide. Hanya saja, jenis lensa ini tidak dapat melakukan pembesaran. Lensa fix jenis ini dapat Anda fungsikan untuk menangkap objek gambar yang luas dalam jarak dekat.
Dengan jangkauan gambar yang cukup luas, lensa ini sering digunakan untuk kebutuhan fotografi jurnalistik. Namun, penggunaan lensa ini tidak sebatas untuk satu genre fotografi saja. Anda dapat dengan leluasa memanfaatkannya untuk memotret makanan, acara pesta, pemandangan alam, atau jalanan.
Kunci dari hasil foto dengan latar belakang bokeh terletak pada angka aperture lensa. Umumnya, lensa fix Canon dengan focal length 50 mm memiliki aperture yang cukup besar.
Ada lensa dengan aperture f/1.8, f/1.4, atau f/1.2. Dengan aperture tersebut, Anda tidak akan kesulitan menggunakan pengaturan kamera dengan shutter speed tinggi. Selain itu, karakteristik tersebut tentunya akan membuat foto terlihat memiliki efek bokeh yang lebih tinggi dibandingkan lensa lainnya.
Keuntungan lain menggunakan lensa fix 50 mm adalah kemudahan saat memotret dalam kondisi low light. Cukup menggunakan pengaturan ISO yang tidak terlalu tinggi, Anda dapat memotret objek gambar dengan baik tanpa blur.
Pada dasarnya, semua jenis lensa dapat digunakan untuk foto portrait. Namun, seorang fotografer biasanya menginginkan hasil foto dengan latar belakang yang terlihat blur atau bokeh. Untuk itu, lensa fix ideal digunakan dalam fotografi portrait. Untuk foto portrait, Anda dapat memilih lensa fix dengan focal length yang panjang, seperti 85 mm atau 135 mm.
Aperture atau diafragma merupakan bukaan yang akan memengaruhi jumlah cahaya yang masuk ke dalam sensor. Aperture pada lensa ditunjukkan dalam satuan huruf "f", misalnya f/1.4, f/2.2, dan lainnya. Makin besar angkanya, maka makin sedikit cahaya yang dapat diterima. Begitu pula sebaliknya, makin kecil angkanya, maka makin banyak cahaya yang dapat diterima lensa.
Untuk Anda yang senang dengan efek bokeh, pilihlah lensa fix dengan angka aperture yang kecil. Nilai aperture yang kecil akan memberikan area fokus yang sempit sehingga memberikan efek blur di bagian background.
Poin terakhir yang harus Anda perhatikan saat ingin membeli lensa fix Canon adalah fitur dan teknologinya. Supaya lensa yang Anda pilih dapat digunakan secara maksimal, simak lebih lanjut penjelasan di bawah ini!
Saat Anda membeli lensa Canon, mungkin Anda akan kebingungan saat menemui kode yang mengikuti angka aperture. Salah satu contohnya adalah Canon EF50mm f/1.4 USM dan Canon EF50mm f/1.8 STM. Kode ini menunjukkan teknologi motor autofokus pada lensa yang Anda gunakan.
Saat memotret di tempat gelap, tentunya Anda akan menggunakan komposisi pengaturan ISO yang tinggi dan shutter speed rendah. Tanpa bantuan tripod, foto yang dihasilkan dapat berpotensi menjadi blur. Untuk itu, memasang tripod dan memberi sedikit cahaya buatan sangat penting.
Anda akan menemukan kamera Canon yang sudah dibekali teknologi image stabilization (IS). Namun, fitur tersebut tidak akan memberikan banyak pengaruh jika lensanya tidak memiliki teknologi yang sama. Untuk itu, pastikan lensa yang Anda gunakan memiliki fitur stabilisasi gambar. Dengan teknologi ini, Anda akan sangat terbantu saat melakukan perekaman video dan memotret di kondisi yang minim cahaya.
Produk | Gambar | Harga terendah | Poin | Perincian | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Jenis kamera | Focal length | Aperture Max | Aperture Min | Autofocus | Stabilisasi gambar | Sensor | Bobot | Motor autofokus | |||||
1 | Canon Singapore Canon|EF 50mm f/1.8 STM | ![]() | Hasil bokeh halus dengan lensa fix 50mm f/1.8 yang ringan | DSLR | 50 mm | f/1.8 | 22 | Full frame | 160 gram | STM | |||
2 | Canon Singapore Canon|EF-S 24mm f/2.8 STM | ![]() | Lensa pancake ringan dengan sudut lebar dan fokus yang senyap | DSLR | 24 mm | f/2.8 | f/22 | APS-C | 125 gram | STM | |||
3 | Canon Singapore Canon|EF 50mm f/1.4 USM | ![]() | Bukaan f/1.4 untuk efek bokeh halus dan pencahayaan maksimal | DSLR | 50 mm | f/1.4 | f/22 | Full frame | 290 gram | USM | |||
4 | Canon Singapore Canon|RF 35mm f/1.8 Macro IS STM | ![]() | Tangkap detail tajam dengan sudut lebar dan fitur makro presisi | Mirrorless | 35 mm | f/1.8 | f/22 | Full frame | 305 gram | STM | |||
5 | Canon Singapore Canon|EF 40mm f2.8 STM | ![]() | Ringkas dan senyap untuk hasil tajam tanpa menarik perhatian | DSLR | 40 mm | f/2.8 | f/22 | Full Frame | 130 gram | STM | |||
6 | Canon Singapore Canon|EF-M 22mm f/2.0 STM | ![]() | Performa tajam dan cerah dalam bodi mungil untuk EOS M | Mirrorless | 22 mm | f/2.0 | f/22 | APS-C | 105 gram | STM | |||
7 | Canon Singapore Canon|RF 16mm f/2.8 STM | ![]() | Sudut ultra lebar untuk landscape dramatis dan video vlogging stabil | Mirrorless | 16 mm | f/2.8 | f/22 | Full Frame | 165 gram | STM | |||
8 | Canon Singapore Canon|EF 85mm f/1.8 USM | ![]() | Hasilkan portrait tajam dan bokeh indah dengan aperture f/1.8 | DSLR | 85 mm | f/1.8 | f/22 | Full frame | 425 gram | USM | |||
9 | Canon Singapore Canon|RF 85mm f/2 Macro IS STM | ![]() | Detail makro dan bokeh menawan dalam satu lensa portrait serbaguna | Mirrorless | 85 mm | f/2 | f/29 | Full frame | 500 gram | STM | |||
10 | Canon Singapore Canon|RF 28mm f2.8 STM | ![]() | Lensa ringan f/2.8 untuk hasil jernih dengan sudut pandang lebar | Mirrorless | 28 mm | f/2.8 | f/22 | Full Frame | 120 gram | STM | |||
| Jenis kamera | DSLR |
|---|---|
| Focal length | 50 mm |
Ideal digunakan oleh fotografer pemula yang ingin mulai eksplorasi portrait dan low light
Bukaan diafragma f/1.8 menghasilkan latar belakang blur yang lembut dan fokus tajam pada objek
Memiliki sudut pandang 46° yang menyerupai pandangan alami mata manusia
Autofokus cepat dan senyap dengan teknologi STM, cocok untuk foto maupun video
| Aperture Max | f/1.8 |
|---|---|
| Aperture Min | 22 |
| Sensor | Full frame |
| Bobot | 160 gram |
| Motor autofokus | STM |
| Jenis kamera | DSLR |
|---|---|
| Focal length | 24 mm |
Desain ultra-tipis ideal untuk pengguna APS-C yang menyukai mobilitas tinggi saat memotret
Jangkauan 24mm setara 38.4mm menawarkan sudut pandang natural untuk street dan travel photography
Bukaan f/2.8 memudahkan pengambilan gambar dalam kondisi cahaya minim tanpa tripod
Dilengkapi STM motor untuk autofokus halus, cocok untuk video dan pemotretan tanpa suara
| Aperture Max | f/2.8 |
|---|---|
| Aperture Min | f/22 |
| Sensor | APS-C |
| Bobot | 125 gram |
| Motor autofokus | STM |
| Jenis kamera | DSLR |
|---|---|
| Focal length | 50 mm |
Sangat ideal untuk fotografer portrait yang menginginkan depth of field dangkal dan latar bokeh halus
Bukaan diafragma f/1.4 memungkinkan pemotretan tajam dalam kondisi minim cahaya tanpa flash
Sudut pandang 46° memberi komposisi natural seperti pandangan mata manusia
Menggunakan motor USM untuk autofokus cepat, akurat, dan senyap dalam berbagai situasi pemotretan
| Aperture Max | f/1.4 |
|---|---|
| Aperture Min | f/22 |
| Sensor | Full frame |
| Bobot | 290 gram |
| Motor autofokus | USM |
| Jenis kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Focal length | 35 mm |
Diperuntukkan bagi pengguna Canon RF yang menginginkan lensa ringan serbaguna dengan kemampuan makro
Bukaan f/1.8 memungkinkan hasil bokeh lembut dan pencahayaan maksimal di kondisi minim cahaya
Sudut pandang 63° mendukung pengambilan gambar landscape, street, hingga dokumentasi sehari-hari
Dilengkapi image stabilizer dan motor STM untuk hasil tajam baik foto maupun video handheld
| Aperture Max | f/1.8 |
|---|---|
| Aperture Min | f/22 |
| Sensor | Full frame |
| Bobot | 305 gram |
| Motor autofokus | STM |
| Jenis kamera | DSLR |
|---|---|
| Focal length | 40 mm |
Desain super tipis dan ringan membuatnya nyaris tak terlihat saat terpasang di kamera
Dilengkapi bukaan f/2.8 dan diafragma melingkar untuk hasil bokeh lembut dan fokus akurat
Lensa ini memberi sudut pandang natural, ideal untuk street photography dan dokumentasi harian
Autofokus STM berjalan halus dan senyap, sangat mendukung perekaman video yang minim noise
| Aperture Max | f/2.8 |
|---|---|
| Aperture Min | f/22 |
| Sensor | Full Frame |
| Bobot | 130 gram |
| Motor autofokus | STM |
| Jenis kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Focal length | 22 mm |
Produk ini dibuat khusus untuk pengguna Canon EOS M yang mencari lensa fix ringan dan ringkas
Bukaan f/2 memberikan hasil cerah dan bokeh lembut, bahkan di kondisi cahaya minim
Jarak fokus minimum hanya 5.9 inci, ideal untuk foto makanan atau detail close-up
STM motor menghadirkan autofokus halus dan senyap, sempurna untuk video handheld
| Aperture Max | f/2.0 |
|---|---|
| Aperture Min | f/22 |
| Sensor | APS-C |
| Bobot | 105 gram |
| Motor autofokus | STM |
| Jenis kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Focal length | 16 mm |
Ultra wide angle 16mm dengan sudut pandang 108° menghasilkan tampilan visual yang lebih luas dan dinamis
Didesain untuk pengguna Canon RF full frame yang aktif membuat konten atau memotret pemandangan
Bobot ringan dan bukaan f/2.8 memudahkan pengambilan gambar di kondisi low light tanpa tripod
Autofokus STM halus dan senyap, sangat mendukung kebutuhan perekaman video dan vlog harian
| Aperture Max | f/2.8 |
|---|---|
| Aperture Min | f/22 |
| Sensor | Full Frame |
| Bobot | 165 gram |
| Motor autofokus | STM |
| Jenis kamera | DSLR |
|---|---|
| Focal length | 85 mm |
Super Spectra Coating membantu mengurangi flare dan ghosting untuk kontras warna yang optimal
| Aperture Max | f/1.8 |
|---|---|
| Aperture Min | f/22 |
| Sensor | Full frame |
| Bobot | 425 gram |
| Motor autofokus | USM |
| Jenis kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Focal length | 85 mm |
Ideal bagi fotografer portrait dan makro yang mengutamakan hasil tajam dengan latar blur natural
Bukaan f/2 menghadirkan bokeh lembut sekaligus menjaga pencahayaan tetap optimal di kondisi redup
Mendukung pemotretan makro 1:2 untuk hasil close-up seperti tekstur kulit, bunga, atau makanan
Fitur image stabilizer dan autofokus STM memastikan hasil tetap tajam meski tanpa tripod
| Aperture Max | f/2 |
|---|---|
| Aperture Min | f/29 |
| Sensor | Full frame |
| Bobot | 500 gram |
| Motor autofokus | STM |
| Jenis kamera | Mirrorless |
|---|---|
| Focal length | 28 mm |
Pilihan ideal bagi pengguna Canon RF yang membutuhkan lensa harian ringan dan portabel
Bukaan f/2.8 mendukung pemotretan dalam kondisi minim cahaya tanpa menurunkan kualitas gambar
Sudut pandang 75° memberi perspektif luas, cocok untuk street, travel, hingga video handheld
Autofokus STM bekerja halus dan senyap, sangat nyaman untuk pengambilan video stabil
| Aperture Max | f/2.8 |
|---|---|
| Aperture Min | f/22 |
| Sensor | Full Frame |
| Bobot | 120 gram |
| Motor autofokus | STM |
Menggunakan lensa dengan focal length tertentu dapat memberikan pengalaman memotret yang lebih menyenangkan. Tidak hanya lensa fix saja, masih ada berbagai macam lensa untuk kamera tergantung pada jenis dan fungsinya. Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih detail, Anda dapat membacanya melalui tautan di bawah ini.
No. 1: Canon Singapore|Canon|EF 50mm f/1.8 STM
No. 2: Canon Singapore|Canon|EF-S 24mm f/2.8 STM
No. 3: Canon Singapore|Canon|EF 50mm f/1.4 USM
No. 4: Canon Singapore|Canon|RF 35mm f/1.8 Macro IS STM
No. 5: Canon Singapore|Canon|EF 40mm f2.8 STM
Lihat rekomendasi lengkapnya di siniDeskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.
























