![10 Rekomendasi Smart TV 4K Terbaik [Mulai dari 3 Jutaan] (Terbaru Tahun 2026) 1](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
![10 Rekomendasi Smart TV 4K Terbaik [Mulai dari 3 Jutaan] (Terbaru Tahun 2026) 2](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
![10 Rekomendasi Smart TV 4K Terbaik [Mulai dari 3 Jutaan] (Terbaru Tahun 2026) 3](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
![10 Rekomendasi Smart TV 4K Terbaik [Mulai dari 3 Jutaan] (Terbaru Tahun 2026) 4](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
![10 Rekomendasi Smart TV 4K Terbaik [Mulai dari 3 Jutaan] (Terbaru Tahun 2026) 5](https://assets.id.my-best.com/_next/static/media/loading-rectangle.dbd06764.png)
Highlight Smart TV 4K Teratas
Yongwang Electronics Indonesia

Layar terasa lebih luas berkat desain bezel-less modern
LG Electronics

Warna lebih dinamis dan detail berkat dukungan HDR modern
Hisense

AI 4K Upscaler hadirkan gambar buram jadi lebih tajam dan jernih
Samsung Electronics

Akses hiburan lebih mudah dengan sistem Tizen Smart TV

Gio Abdulfatah adalah praktisi elektronik dengan pengalaman 12 tahun di bidang audio, video, dan home appliances. Berawal sebagai product consultant dengan pelatihan hingga ke luar negeri, kini ia aktif membagikan informasi dan tutorial troubleshooting TV, mesin cuci, kulkas hingga review smart home technology di YouTube & Instagram. Keahlian yang komprehensif menjadikannya sebagai rujukan terpercaya untuk solusi perawatan dan optimalisasi perangkat elektronik rumah tangga.

Dominiko adalah content planner di mybest dengan lebih dari 10 tahun pengalaman dalam digital content creation, SEO, dan analisis tren produk. Memulai karier di Kaskus sebagai writer dan strategist, ia mengasah keterampilan dalam content marketing, review produk, hingga copywriting. Kini, ia aktif berkolaborasi dengan pakar berbagai industri dan menggunakan riset berbasis data untuk menyusun rekomendasi produk yang akurat, tepercaya, dan bermanfaat bagi pembaca mybest.
Pakar dalam artikel ini hanya meninjau isi cara memilih. Produk dan layanan yang direkomendasikan bukanlah pilihan dari pakar.
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.

Smart TV 4K cocok untuk beragam tayangan YouTube, Netflix, Disney+, dan platform streaming lainnya yang sudah mendukung resolusi UHD (3840 x 2160).

Jarak menonton yang tersedia lebih menentukan ukuran TV yang ideal dibandingkan berpanduan pada luas ruangan.

Dengan dukungan teknologi HDR yang bervariasi, Anda bisa merasakan pengalaman menonton terbaik yang dimaksudkan oleh setiap kreator konten.

Anda juga perlu memeriksa tingkat kecerahan TV selain teknologi HRD apa saja yang didukung. Teknologi HDR memang dapat mencapai tingkat kecerahan hingga 10.000 nits. Namun, banyak smart TV 4K yang hanya mampu mencapai tingkat kecerahan di bawah 2.000 nits.

Teknologi spatial yang didukung speaker atas akan menciptakan pengalaman audio surround yang sesungguhnya dan bukan virtual saja.
Selain visual yang memanjakan mata, teknologi audio spatial yang memanjakan telinga dalam pengalaman menonton. Spatial audio adalah teknologi yang menciptakan formasi suara 3D. Bukan hanya dari kiri dan kanan, suara juga berasal dari atas, bawah, depan, dan belakang. Beberapa contoh teknologi audio spatial adalah Dolby Atmos dan DTS:X.
Ada juga teknologi spatial bawaan TV seperti Object Tracking Sound pada TV Samsung dan AI Sound Pro pada TV LG. Dengan bantuan AI, suara dapat dibuat mengikuti objek. Meski begitu, teknologi ini perlu disempurnakan dengan speaker atas. Spesifikasi speaker atas dilihat dari angka ketiga dari jumlah speaker TV, misalnya 4.2.2 atau 6.2.4. Jika hanya ada dua angka (2.0 atau 5.1), audio hanya akan terdengar "seolah-olah" 3D (virtual).

HDMI 2.1 mendukung refresh rate hingga 120 Hz pada resolusi 4K sehingga pergerakan game di atas 60 fps akan lebih smooth. Namun, Anda juga perlu dukungan layar 120 Hz.
Input HDMI 2.1 penting untuk konsol game terkini seperti PS5 yang mendukung resolusi 4K dengan frame rate hingga 120 fps. Meski begitu, PS5 dan HDMI 2.1 perlu didukung TV dengan variable refresh rate (VRR) mencapai 120 Hz. Jika tidak, TV hanya akan bekerja dengan refresh rate standar, yakni 60 Hz. Anda tidak akan mengalami kendala saat bermain, tetapi performance tertinggi juga tidak bisa dirasakan.
VRR pun penting untuk konsol game pendahulu seperti PS4. Fitur ini mampu menyesuaikan frame rate game PS4 yang banyak berjalan di 30 fps. Game dengan frame rate 30 fps berpotensi stuttering atau patah-patah saat berjalan di TV 60 Hz tanpa fitur VRR. Beberapa contoh fitur VRR adalah AMD FreeSync dan NVIDIA G-Sync.

Klaim refresh rate 120 Hz juga perlu dipastikan apakah berlaku untuk resolusi FHD saja atau sudah bisa mencapai 4K. Untuk gaming dengan konsol game generasi terbaru, pastikan smart TV dapat menjalankan refresh rate 120 Hz pada resolusi 4K.

TV QLED memiliki tambahan lapisan quantum dot yang akan membuat TV lebih kaya warna sehingga makin memanjakan mata
QLED adalah TV dengan lapisan quantum dot (QD) yang bekerja di antara backlight dan panel LCD. Lapisan ini dapat meningkatkan kecerahan dan volume warna hingga mampu mempertahankan kualitas gambar meski terkena cahaya silau. Dengan begitu, TV QLED cocok untuk ruangan terang yang mendapat paparan sinar matahari langsung. Pada TV LG teknologi ini juga disebut QNED.

Berkat kemampuan local dimming pada mini-LED TV dan TV OLED, warna hitam akan tampak lebih pekat berkat pencahayaan yang lebih presisi.
Kelebihan mini-LED TV dan TV OLED adalah local dimming atau kemampuan mematikan piksel atau LED pada area tertentu. Spesifikasi ini membuat reproduksi warna hitam menjadi lebih akurat. Jadi, scene gelap pada film tampil sebagaimana mestinya. Berkat pencahayaan yang lebih presisi, warna hitam pada TV OLED bahkan lebih pekat. Namun, cahaya OLED lebih redup daripada LED sehingga gambarnya cenderung lebih gelap.
Mini-LED TV menjadi pilihan yang lebih baik jika Anda suka gambar yang cerah. Namun, cahaya yang bocor (blooming) masih dapat terlihat karena faktor kecerahannya. Meski begitu, mini-LED TV menampilkan warna hitam secara lebih akurat daripada TV LED biasa. Dengan kelebihan yang ditawarkan, mini-LED TV atau TV OLED akan menjadi pilihan ideal bagi penikmat sinema, terutama saat menonton di ruangan gelap.

Color volume 100% memiliki akurasi warna yang tinggi sehingga objek dalam gambar bisa ditampilkan dengan warna yang mirip seperti aslinya.

Sekarang cukup banyak produk dengan spesifikasi color volume 100%. Meskipun demikian, perlu ada sertifikasi yang memvalidasi bahwa color volume pada smart TV 4K benar-benar mencapai 100%. Agar lebih pasti, pilihlah produk yang benar-benar certified memiliki color volume 100%.

Panel VA cocok untuk sudut menonton dari depan saja, sedangkan panel IPS lebih ideal untuk layar yang ditonton dari berbagai sudut.
Color volume yang tinggi juga bisa didukung dengan panel VA. Panel VA memiliki tingkat kontras yang paling bagus sehingga ketajaman warna layar dapat dipertahankan. Namun, gambar pada panel VA akan terdistorsi jika dilihat dari sisi samping.
Untuk ditonton bersama, layar IPS akan lebih nyaman karena memiliki viewing angle yang lebih luas. Saat dilihat dari samping, kualitas gambar yang ditampilkan layar IPS akan tetap sama seperti dilihat dari depan.
Produk | Gambar | Harga terendah | Poin | Perincian | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Sistem operasi | Ukuran layar | Teknologi audio | Konsumsi daya | Daya speaker | HDR | Refresh rate | 4K Upscaling | Resolusi | |||||
1 | Yongwang Electronics Indonesia TCL AI 4K Google TV|43V6C | ![]() | Layar terasa lebih luas berkat desain bezel-less modern | Google TV | 43 inci | Dolby Audio | 85 watt | 15 watt | HDR10 | 60 Hz | 4K | ||
2 | LG Electronics LG|Smart TV 4K LG UHD|43UR7500ESE | ![]() | Warna lebih dinamis dan detail berkat dukungan HDR modern | WebOS | 43 inci | Tidak diketahui | 95 watt | 20 watt | HDR10 Pro | 60 Hz | 4K | ||
3 | Hisense Hisense|VIDAA 65" Inch QLED|65E7Q | ![]() | AI 4K Upscaler hadirkan gambar buram jadi lebih tajam dan jernih | Vidaa TV | 65 inci | DTS Virtual:X, Dolby Atmos | 190 watt | 20 watt | HDR10、HDR10+、Dolby Vision | 60 Hz | 4K | ||
4 | Samsung Electronics Samsung|Smart TV 43" QLED 4K|QEF1 | ![]() | Akses hiburan lebih mudah dengan sistem Tizen Smart TV | Tizen | 43 inci | Tidak diketahui | 120 watt | 20 watt | HDR10+ | 50 Hz | 4K | ||
5 | Xiaomi Communication Technology Xiaomi|TV A Pro 75 2026 | ![]() | Layar besar dan suara sinematik layaknya bioskop di rumah | Google TV | 75 inci | Dolby Audio, DTS:X, DTS Virtual:X | 210 watt | 20 watt | HDR10+、HLG | 60 Hz | 4K | ||
6 | Hartono Istana Teknologi Polytron 65" Google TV|65UG5959 | ![]() | Dukungan Wi-Fi dual-band untuk pengalaman streaming lebih stabil | Google TV, Android TV | 65 inci | Dolby Atmos | 150 watt | 10 watt | Tidak diketahui | 60 Hz | 4K | ||
7 | Changhong Electric Indonesia Changhong QD Mini LED TV 4K New Generation|M55QN9S1 | ![]() | Pengalaman Smart TV lebih praktis dengan Google Assistant | Google TV | 55 inci | Dolby Audio, Dolby Atmos | 450 watt | Tidak diketahui | HDR10、HLG、Dolby Vision | 120 Hz | 4K | ||
8 | Panasonic Gobel Indonesia Panasonic|LED TV 65 inch 4K HDR Smart TV|TH-65NX600G | ![]() | TV 65 inci yang menyajikan visual lebih hidup dan nyata | Google TV | 65 inci | Tidak ada | 200 watt | 24 watt | HDR10 | 60 Hz | 4K | ||
9 | Skyworth Industry Indonesia Toshiba 4K OLED Smart TV|65X9900LP | ![]() | Audio visual kelas flagship untuk pengalaman menonton maksimal | Vidaa TV | 65 inci | Dolby Audio, Dolby Atmos, DTS-HD, DTS Virtual:X | 420 watt | 113 watt | HDR10、Dolby Vision | 120 Hz | 4K | ||
10 | Skyworth Indonesia COOCAA Q-Mini LED TV 75 Inch|X66H | ![]() | Layar matte ultra menjaga gambar tetap jelas tanpa silau yang mengganggu mata | Google TV | 75 inci | Dolby Audio, Dolby Atmos | Tidak disebutkan | 20 watt | HDR10、HDR10+ | 60 Hz | 4K | ||
| Sistem operasi | Google TV |
|---|
| Ukuran layar | 43 inci |
|---|---|
| Teknologi audio | Dolby Audio |
| Konsumsi daya | 85 watt |
| Daya speaker | 15 watt |
| HDR | HDR10 |
| Refresh rate | 60 Hz |
| Resolusi | 4K |
| Sistem operasi | WebOS |
|---|
| Ukuran layar | 43 inci |
|---|---|
| Teknologi audio | Tidak diketahui |
| Konsumsi daya | 95 watt |
| Daya speaker | 20 watt |
| HDR | HDR10 Pro |
| Refresh rate | 60 Hz |
| Resolusi | 4K |
| Sistem operasi | Vidaa TV |
|---|
| Ukuran layar | 65 inci |
|---|---|
| Teknologi audio | DTS Virtual:X, Dolby Atmos |
| Konsumsi daya | 190 watt |
| Daya speaker | 20 watt |
| HDR | HDR10、HDR10+、Dolby Vision |
| Refresh rate | 60 Hz |
| Resolusi | 4K |
| Sistem operasi | Tizen |
|---|
| Ukuran layar | 43 inci |
|---|---|
| Teknologi audio | Tidak diketahui |
| Konsumsi daya | 120 watt |
| Daya speaker | 20 watt |
| HDR | HDR10+ |
| Refresh rate | 50 Hz |
| Resolusi | 4K |
| Sistem operasi | Google TV |
|---|
| Ukuran layar | 75 inci |
|---|---|
| Teknologi audio | Dolby Audio, DTS:X, DTS Virtual:X |
| Konsumsi daya | 210 watt |
| Daya speaker | 20 watt |
| HDR | HDR10+、HLG |
| Refresh rate | 60 Hz |
| Resolusi | 4K |
| Sistem operasi | Google TV, Android TV |
|---|
| Ukuran layar | 65 inci |
|---|---|
| Teknologi audio | Dolby Atmos |
| Konsumsi daya | 150 watt |
| Daya speaker | 10 watt |
| HDR | Tidak diketahui |
| Refresh rate | 60 Hz |
| Resolusi | 4K |
| Sistem operasi | Google TV |
|---|
| Ukuran layar | 55 inci |
|---|---|
| Teknologi audio | Dolby Audio, Dolby Atmos |
| Konsumsi daya | 450 watt |
| Daya speaker | Tidak diketahui |
| HDR | HDR10、HLG、Dolby Vision |
| Refresh rate | 120 Hz |
| Resolusi | 4K |
| Sistem operasi | Google TV |
|---|
| Ukuran layar | 65 inci |
|---|---|
| Teknologi audio | Tidak ada |
| Konsumsi daya | 200 watt |
| Daya speaker | 24 watt |
| HDR | HDR10 |
| Refresh rate | 60 Hz |
| Resolusi | 4K |
| Sistem operasi | Vidaa TV |
|---|
| Ukuran layar | 65 inci |
|---|---|
| Teknologi audio | Dolby Audio, Dolby Atmos, DTS-HD, DTS Virtual:X |
| Konsumsi daya | 420 watt |
| Daya speaker | 113 watt |
| HDR | HDR10、Dolby Vision |
| Refresh rate | 120 Hz |
| Resolusi | 4K |
| Sistem operasi | Google TV |
|---|
| Ukuran layar | 75 inci |
|---|---|
| Teknologi audio | Dolby Audio, Dolby Atmos |
| Konsumsi daya | Tidak disebutkan |
| Daya speaker | 20 watt |
| HDR | HDR10、HDR10+ |
| Refresh rate | 60 Hz |
| Resolusi | 4K |
Variasi smart TV 4K sudah cukup banyak di pasaran. Anda juga dapat menemukannya secara khusus pada Google TV, TV Android, atau smart TV yang lain. Kami telah menyiapkan ulasan cara memilih dan rekomendasi produknya untuk Anda. Silakan simak info lengkapnya pada link di bawah ini.
No. 1: Yongwang Electronics Indonesia|TCL AI 4K Google TV|43V6C
No. 2: LG Electronics|LG|Smart TV 4K LG UHD|43UR7500ESE
No. 3: Hisense|Hisense|VIDAA 65" Inch QLED|65E7Q
No. 4: Samsung Electronics|Samsung|Smart TV 43" QLED 4K|QEF1
No. 5: Xiaomi Communication Technology|Xiaomi|TV A Pro 75 2026
Lihat rekomendasi lengkapnya di siniDeskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.
























