10 Rekomendasi Susu Rendah Laktosa untuk Bayi Terbaik [Ditinjau Dokter Gizi]
Jika bayi mengalami diare setelah minum susu formula, penyebabnya mungkin karena intoleransi laktosa. Untuk mengatasinya, Anda bisa memberikan susu bayi bebas laktosa atau rendah laktosa. Susu bayi non-laktosa dirancang agar lebih mudah dicerna dan mengurangi gejala mengganggu. Namun, produk susu bebas laktosa mana yang baik untuk pencernaan bayi? Untuk membantu Anda, kami telah menyusun cara memilih susu rendah laktosa untuk bayi dari 0 bulan sampai di atas 1 tahun.
Panduan ini kami susun bersama dokter gizi, dr. Diana Suganda dan dokter anak, dr. Maria Chrismayani. Anda akan menemukan informasi jenis susu, kandungan penting sesuai usia bayi, serta rekomendasi susu formula anti kembung. Temukan juga merek susu rendah laktosa terbaik, seperti Morinaga Chil Kid, SGM, dan Bebelove. Rekomendasi ini dipilih dari produk terlaris di marketplace dan diurutkan sesuai cara memilih mybest.
Highlight Susu Rendah Laktosa untuk Bayi Teratas
Nutricia Indonesia Sejahtera

Melindungi pencernaan anak dengan kandungan Advansfibre Soy+
Nutricia Indonesia Sejahtera

Mengandung asam amino non-allergenic untuk bayi yang intoleransi protein susu sapi
Nutricia Indonesia Sejahtera

Susu formula soya 6–12 bulan untuk si kecil dengan intoleransi laktosa

dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp.GK adalah Clinical Nutrition Specialist di RSPI Bintaro Jaya dan BWCC Bintaro. Beliau telah berkiprah dalam dunia gizi dan nutrisi profesional sejak 2007. Pengalaman panjang sebagai konsultan nutrisi membuatnya dipercaya sebagai narasumber dan pembicara kesehatan di berbagai acara, termasuk program televisi seperti dr. Oz Indonesia (Trans TV), Hidup Sehat (TV One), dan Ayo Sehat (Kompas TV). Beliau juga menulis artikel kesehatan yang dimuat di Harper’s Bazaar Indonesia serta Clara dan kerap membagikankan konten #tipsgizidokterdiana di instagramnya yang memiliki 49K followers.

dr. Maria Chrismayani Hindom, M.Med.Sc, Sp.A, atau dr. Merry adalah dokter spesialis anak lulusan Universitas Gadjah Mada sekaligus penerima Prof. Sofyan Ismael Award 2023. Ia aktif membagikan edukasi parenting berbasis bukti melalui akun instagram @dr.merryforkids. Salah satu kontennya adalah menjawab pertanyaan seputar anak yang kerap muncul dalam benak para ibu. Memiliki minat pada perkembangan anak, kesehatan mental, dan pendekatan preventif, dr. Merry berkomitmen membantu orang tua memahami tumbuh kembang anak secara optimal.

Nisa Destiana adalah apoteker dan content specialist di mybest yang fokus pada perawatan kulit, kecantikan, dan kesehatan. Sebelumnya, Nisa pernah bekerja di perusahaan farmasi multinasional selama hampir 5 tahun dan melanjutkan karier sebagai penulis kesehatan untuk start-up telemedisin selama 1 tahun. Ia aktif menyunting artikel dan telah mewawancarai lebih dari 20 pakar dalam 1 tahun terakhir, termasuk dokter kulit sampai ahli gizi, untuk memberikan informasi terbaik kepada pengguna mybest.
Pakar dalam artikel ini hanya meninjau isi cara memilih. Produk dan layanan yang direkomendasikan bukanlah pilihan dari pakar.
Why You Can Trust Us
mybest adalah layanan yang memiliki database produk dan meregistrasikan lebih dari 2.000 produk setiap bulannya dengan penelitian yang menyeluruh. Setiap artikel mybest dibuat melalui proses panjang termasuk riset produk dan kebutuhan pembaca serta wawancara dengan ahli di bidangnya. Dengan artikel yang dibuat berdasarkan fakta dan hasil riset mendalam dan informasi yang dapat dipercaya, kami memberikan konten yang dapat dipercaya kepada para pembaca kami.
Apa ciri-ciri bayi intoleransi laktosa?

Ciri-ciri bayi mengalami intoleransi laktosa ialah kembung, rewel, atau menangis terus akibat kolik (nyeri di daerah perut). Mual, muntah, dan sering kentut juga kerap muncul sebagai gejala intoleransi laktosa pada bayi.

Untuk mengenali gejala awal intoleransi laktosa, penting memahami kondisi BAB normal pada bayi usia 0-1 tahun. Frekuensi BAB yang meningkat drastis dan feses sangat cair bisa menjadi indikasi. Pada bayi di bawah 1 tahun, biasanya juga muncul iritasi di sekitar anus. Jika Anda mencurigai bayi mengalami intoleransi laktosa, segera berkonsultasi dengan dokter anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan tertentu, seperti tes tinja untuk mendeteksi adanya gula tak tercerna dan keasaman akibat fermentasi laktosa.

Bayi sehat mayoritas tidak memiliki masalah intoleransi laktosa sejak lahir. Data di Finlandia diperkirakan hanya 1 per 60.000 bayi yang mengalaminya sejak lahir. Bayi prematur memiliki risiko sekitar 40% intoleransi yang bersifat sementara karena sistem pencernaan belum matang. Pada anak 1–5 tahun, hanya sekitar 20% yang mengalami malabsorpsi laktosa di Indonesia. Saat memasuki usia sekolah (6–12 tahun), angka kejadian intoleransi laktosa meningkat signifikan hingga 35–60%.
Cara memilih Susu Rendah Laktosa untuk Bayi
Jika bayi menunjukkan tanda intoleransi laktosa, pilih susu dengan kandungan laktosa ≤1 g per 100 g. Perhatikan juga kandungan nutrisi sesuai usia dan kebutuhan si kecil. Apabila bayi memiliki masalah pencernaan, utamakan produk yang mengandung probiotik dan prebiotik. Selengkapnya, simak cara memilih susu bayi rendah laktosa berikut ini.
Utamakan susu bayi dengan kandungan laktosa ≤1 g per 100 g susu

Kandungan laktosa pada susu formula biasa umumnya berkisar antara 40-60 g per 100 g susu. Susu rendah laktosa hanya mengandung jumlah laktosa 1 gram per 100 g susu.

Informasi Nilai Gizi Satuan Per 100 g
Energi total kkal 505,8
Protein g 10,4
Lemak total g 26
Omega 6 mg 3120
Omega 3 mg 300
Karbohidrat g 58,5
Laktosa g 0,05

Kondisi intoleransi laktosa berbeda dengan alergi. Kondisi alergi mungkin dialami individu seumur hidup, sedangkan intoleransi laktosa bisa saja tidak terjadi lagi. Jika setelah usia 6 bulan produksi enzim laktase pada bayi sudah optimal, bayi sudah bisa mengonsumsi susu biasa. Sementara itu, untuk anak yang memiliki alergi susu sapi, tidak semua susu rendah laktosa bisa dikonsumsi.

Jika si kecil tidak bisa memproduksi enzim laktase, pilih susu bayi non laktosa dari soya

Pada anak yang tidak dapat memproduksi enzim laktase, susu hewani tidak bisa diberikan. Susu nabati bisa dipilih karena tidak ada kandungan laktosa.

Jika hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa pencernaan anak Anda tidak dapat memproduksi enzim laktase, hindari susu formula sapi. Anda bisa beralih ke susu non laktosa seperti susu soya. Susu nabati seperti soya secara alami bebas laktosa, sedangkan susu hewani yang berlabel 'rendah laktosa' atau 'bebas laktosa' masih mengandung sedikit laktosa. Selain itu, susu soya juga alternatif yang bagus untuk bayi yang mengalami diare akibat intoleransi laktosa.
Namun, kelemahan konsumsi susu nabati ialah kandungan gizinya tidak sama dengan susu hewani. Protein dalam susu nabati lebih rendah dibandingkan susu hewani. Selain itu, penyerapan nutrien dari susu hewani lebih baik daripada susu nabati.

Perlu diingat, bahwa susu yang berlabel 'non-dairy' belum tentu bebas laktosa karena beberapa produk masih mengandung kasein susu sapi. Selain itu, periksa juga bahan karbohidrat pengganti (glukosa, maltodextrin, sukrosa) dan pilih yang tidak mengandung tinggi gula sederhana. Waspadai jika urutan bahan awal adalah pemanis karena berisiko menyebabkan obesitas dan kerusakan gigi.
Pertimbangkan kandungan susu rendah laktosa sesuai rentang usia anak

Susu rendah atau bebas laktosa tidak bisa menggantikan ASI, tetapi tetap harus memenuhi kebutuhan nutrisi spesifik sesuai usia, seperti kalsium untuk tulang dan DHA untuk otak.

Pertimbangkan kandungan dalam sufor rendah atau bebas laktosa berdasarkan usia anak untuk kecukupan nutrisi yang ideal. Untuk bayi di bawah 6 bulan, perlu diutamakan susu yang formulanya mirip dengan ASI. Lalu, pilih kandungan kalsium lebih tinggi untuk bayi di atas 6 bulan. Sementara itu, untuk bayi hingga usia 5 tahun memerlukan asam lemak esensial untuk perkembangan otak.

Komposisi setiap merek susu sebetulnya hampir sama. Jadi, silakan sesuaikan pemilihannya dengan bujet Anda. Susu dengan harga ekonomis tidak berarti lebih buruk, begitu juga sebaliknya, sehingga pastikan saja kualitas susu dengan mengecek komposisinya.
Untuk bayi usia <6 bulan, pilih susu pada rentang usia tersebut untuk memenuhi kebutuhan dasar bayi

Bayi baru lahir sampai usia 6 bulan hanya membutuhkan nutrien dasar. Dengan kata lain, bayi <6 bulan tidak harus dan tidak boleh terlalu banyak nutrien tambahan.

Pastikan susu bayi tanpa laktosa yang Anda pilih memiliki formula mirip ASI tanpa banyak kandungan tambahan, terutama untuk bayi berusia <6 bulan. Berdasarkan PERMENKES No. 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi (AKG), inilah jumlah nutrien yang dibutuhkan bayi usia 0-5 bulan per hari:
- Protein: 9 g
- Lemak total: 31 g
- Omega-3: 0,5 g
- Omega-6: 4,4 g
- Karbohidrat: 59 g
- Serat: 0 g
- Air: 700 ml
Formula susu untuk bayi <6 bulan umumnya sudah disesuaikan dengan angka nutrisi tersebut. Oleh sebab itu, Anda cukup memilih susu rendah laktosa dengan label rentang usia bayi <6 bulan.

Meskipun begitu, ASI tetaplah yang terbaik karena tidak ada susu formula yang dapat menyamai komposisi dan manfaat ASI secara utuh.
Jika usia bayi >6 bulan, pastikan ada tambahan kalsium dan vitamin D untuk pertumbuhan tulang dan gigi

Pertumbuhan tulang dan gigi mulai pesat saat bayi berusia 6 bulan ke atas. Adanya kalsium penting untuk mengisi matriks tulang dan membentuk struktur gigi. Sementara, vitamin D membantu proses penyerapan kalsium.

Utamakan susu yang menyumbang kalsium ≥30% AKG dan vitamin D ≥10% AKG. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang susu untuk meninggikan badan anak, kunjungi artikel di tautan bawah ini. Kami telah menjabarkan cara memilih susu peninggi badan dan mengulas beberapa produknya untuk Anda.

Kalsium berperan mengisi matriks tulang agar tulang bisa bertambah panjang dan bagian dalamnya tidak keropos.
Terutama bagi bayi sampai usia 5 tahun, asam lemak esensial penting untuk perkembangan otak

Perkembangan otak dini mempunyai dampak jangka panjang terhadap kemampuan anak. Komponen penting dalam perkembangan otak anak seperti asam lemak esensial perlu dipenuhi pada rentang usia ini.

Sampai usia 5 tahun, otak anak berkembang lebih pesat, sehingga membutuhkan susu yang diperkaya asam lemak esensial seperti omega-3 (DHA) dan omega-6 (AA) yang tidak dapat diproduksi tubuh. Berdasarkan AKG kebutuhan hariannya adalah:
Kebutuhan omega-3:
- Bayi usia 6-11 bulan: 0,7 g
- Anak usia 1-3 tahun: 0,9 g
- Bayi 6-11 bulan: 7 g
- Anak usia 1-3 tahun: 10 g
Cek detail kandungan gizi susu bebas laktosa yang Anda pilih, dan pastikan angkanya memenuhi standar di atas. Untuk anak yang sudah mendapat MPASI, sumber alami seperti salmon atau sarden dapat melengkapi kebutuhan ini sehingga tidak perlu hanya bergantung pada susu.

Saat anak Anda sudah mulai MPASI, utamakan pemenuhan zat gizi dari makanan. Susu cukup dijadikan pelengkap, terlebih saat anak sudah menginjak usia 2 tahun, konsumsi susu sudah tidak wajib lagi.
Untuk masalah pencernaan seperti bayi sembelit atau diare, pastikan adanya probiotik dan prebiotik dalam susu


Untuk mengoptimalkan kesehatan pencernaan anak seperti untuk bayi sembelit atau diare, pertimbangkan adanya kandungan probiotik dan prebiotik di dalam susu. Probiotik adalah bakteri-bakteri baik yang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, sedangkan prebiotik ialah makanan bagi bakteri baik tersebut agar dapat tumbuh dan menjalankan fungsinya.
Cari produk berlabel "mengandung prebiotik", "dengan probiotik", "diperkaya dengan prebiotik & probiotik" atau keterangan varian prebiotik seperti FOS atau GOS. Jika keluhan seperti sembelit, kembung, atau diare tak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan profesional.
Peringkat Susu Rendah Laktosa untuk Bayi Terbaik
Produk | Gambar | Harga terendah | Poin | Perincian | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Usia pengguna (minimum) | Usia pengguna (maksimum) | Laktosa | Kalsium | Vitamin D | Asam lemak esensial | Probiotik | Prebiotik | Isi | Sertifikasi | |||||
1 | Nutricia Indonesia Sejahtera Bebelac|Gold Soya 3 | ![]() | Melindungi pencernaan anak dengan kandungan Advansfibre Soy+ | 12 bulan | 3 tahun | 0 gram | 10% | 10% | 700 g | BPOM, PIRT: MD 270935002200096 | ||||
2 | Sarihusada Generasi Mahardhika SGM Eksplor Soya 1+ Madu | ![]() | Susu soya yang tetap nikmat dengan rasa madu | 12 bulan | 5 tahun | 0 gram | 10% | 20% | 700 g | BPOM, PIRT: MD 805011011116 | ||||
3 | Nutricia Indonesia Sejahtera Neocate LCP | ![]() | Mengandung asam amino non-allergenic untuk bayi yang intoleransi protein susu sapi | 0 bulan | 12 bulan | 0 gram | 571 mg (per 100 g) | 11.8 mcg (per 100 g) | 400 g | BPOM: ML 560620003071 | ||||
4 | Nutricia Indonesia Sejahtera Bebelove Gold Soya 2 | ![]() | Susu formula soya 6–12 bulan untuk si kecil dengan intoleransi laktosa | 6 bulan | 1 tahun | 0 gram | 40% | 25% | 360 g | BPOM, PIRT: MD 862209108204 | ||||
5 | Kalbe Morinaga Morinaga BMT Soya Moricare+ 1 | ![]() | Diformulasi dengan probiotik berupa tiga bakteri baik untuk mendukung sistem imun | 0 bulan | 6 tahun | 0 gram | 450 mg | 9.3 mcg | 150 g | BPOM: MD 862210705281 | ||||
6 | Nestlé Peptamen Junior | ![]() | Nutrisi khusus untuk anak dengan gangguan pencernaan | 1 tahun | 10 tahun | 0.4 gram per 100 gram | 328 mg per 100 gram | 3.6 mcg per 100 gram | 400 g | BPOM: ML 562409102696 | ||||
7 | Mead Johnson Nutramigen LGG | ![]() | Susu tanpa laktosa untuk bayi dengan masalah kolik | 0 bulan | 12 bulan | 0 gram | 77 mg | 1.03 mcg | 400 g | BPOM: ML 562409060383 | ||||
8 | Kalbe Morinaga Indonesia Morinaga Chil Mil Soya 2 | ![]() | Mengandung nutrisi lengkap untuk mendukung perkembangan otak bayi pada masa golden age | 6 bulan | 1 tahun | 0 gram | 450 mg | 9.3 mcg | 200 g | BPOM: MD 862210706281 | ||||
9 | Sarihusada Generasi Mahardika SGM Bebas Laktosa LLM+ | ![]() | Solusi susu rendah laktosa yang harganya terjangkau! | 0 bulan | 1 tahun | 0 gram | 308 mg | 246 IU | 200 g | BPOM: MD 862412039019 | ||||
10 | Mead Johnson Enfamil A+ Lactofree Care | ![]() | Bantu jaga ketajaman mata dan otak si kecil sejak dini | 0 bulan | 1 tahun | 0 gram | 115 mg | 7.8 mcg | 400 g | BPOM: ML 562409058383 | ||||
Nutricia Indonesia SejahteraBebelac | Gold Soya 3
| Usia pengguna (minimum) | 12 bulan |
|---|---|
| Usia pengguna (maksimum) | 3 tahun |
- Probiotik
- Prebiotik
(FOS Inulin)
Melindungi pencernaan anak dengan kandungan Advansfibre Soy+
- Diperkaya dengan Advansfibre Soy+ yang tinggi serat, menjaga pencernaan anak tetap sehat
- Mengandung 13 vitamin dan 9 mineral untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak
- Perkembangan otak dan fungsi kognitif anak juga akan berkembang dengan baik berkat kandungan omega-3 dan omega-6 dari minyak ikan
| Laktosa | 0 gram |
|---|---|
| Kalsium | 10% |
| Vitamin D | 10% |
| Asam lemak esensial | |
| Isi | 700 g |
| Sertifikasi | BPOM, PIRT: MD 270935002200096 |
Sarihusada Generasi MahardhikaSGM Eksplor Soya 1+ Madu
| Usia pengguna (minimum) | 12 bulan |
|---|---|
| Usia pengguna (maksimum) | 5 tahun |
- Probiotik
- Prebiotik
Susu soya yang tetap nikmat dengan rasa madu
- Dibuat dengan rasa madu yang bakal disukai si kecil
- Kaya akan kalsium, zat besi, dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang anak
- Kebutuhan protein anak tetap terpenuhi dengan kandungan utama berupa isolat protein kedelai
- Kandungan omega-3 dan omega-6 dapat membantu perkembangan otak dan kecerdasan anak
| Laktosa | 0 gram |
|---|---|
| Kalsium | 10% |
| Vitamin D | 20% |
| Asam lemak esensial | |
| Isi | 700 g |
| Sertifikasi | BPOM, PIRT: MD 805011011116 |
Nutricia Indonesia SejahteraNeocate LCP
| Usia pengguna (minimum) | 0 bulan |
|---|---|
| Usia pengguna (maksimum) | 12 bulan |
- Probiotik
- Prebiotik
Mengandung asam amino non-allergenic untuk bayi yang intoleransi protein susu sapi
- Susu hypoallergenic yang diformulasikan untuk bayi usia 0 bulan hingga 1 tahun
- Berbahan dasar asam amino non-allergenic sehingga bebas laktosa dan tidak menimbulkan risiko alergi
- Dengan total kalori 67 kkal per 100 ml, susu ini bisa dipakai untuk menambah berat badan bayi Anda
- Di dalamnya juga terkandung tambahan nutrisi lainnya, seperti omega-3, omega-6, vitamin D, dan zinc
- Pemberian susu bayi ini harus disertai dengan resep dokter
| Laktosa | 0 gram |
|---|---|
| Kalsium | 571 mg (per 100 g) |
| Vitamin D | 11.8 mcg (per 100 g) |
| Asam lemak esensial | |
| Isi | 400 g |
| Sertifikasi | BPOM: ML 560620003071 |
Nutricia Indonesia SejahteraBebelove Gold Soya 2
| Usia pengguna (minimum) | 6 bulan |
|---|---|
| Usia pengguna (maksimum) | 1 tahun |
- Probiotik
- Prebiotik
(FOS Inulin)
Susu formula soya 6–12 bulan untuk si kecil dengan intoleransi laktosa
- Diformulasikan khusus untuk bayi 6-12 bulan yang alergi protein susu sapi
- Bebas laktosa dan menggunakan isolat protein kedelai berkualitas tinggi sebagai sumber proteinnya
- Mengandung omega-3 dan omega-6 untuk mendukung perkembangan otak bayi secara optimal
- Diperkaya vitamin C dan zinc untuk bantu jaga daya tahan tubuh bayi
| Laktosa | 0 gram |
|---|---|
| Kalsium | 40% |
| Vitamin D | 25% |
| Asam lemak esensial | |
| Isi | 360 g |
| Sertifikasi | BPOM, PIRT: MD 862209108204 |
Kalbe MorinagaMorinaga BMT Soya Moricare+ 1
| Usia pengguna (minimum) | 0 bulan |
|---|---|
| Usia pengguna (maksimum) | 6 tahun |
- Probiotik
- Prebiotik
Diformulasi dengan probiotik berupa tiga bakteri baik untuk mendukung sistem imun
- Salah satu kandungan utamanya adalah Triple Bifi, kombinasi tiga bakteri baik yang berfungsi menjaga pencernaan serta daya tahan bayi
- Untuk melengkapi kinerja probiotik, terdapat kandungan prebiotik FOS yang kaya akan serat
- Diformulasi agar sesuai dengan kebutuhan bayi usia 0-6 bulan
- Dilengkapi dengan berbagai vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang bayi
| Laktosa | 0 gram |
|---|---|
| Kalsium | 450 mg |
| Vitamin D | 9.3 mcg |
| Asam lemak esensial | |
| Isi | 150 g |
| Sertifikasi | BPOM: MD 862210705281 |
Nestlé Peptamen Junior
| Usia pengguna (minimum) | 1 tahun |
|---|---|
| Usia pengguna (maksimum) | 10 tahun |
- Probiotik
- Prebiotik
Nutrisi khusus untuk anak dengan gangguan pencernaan
Mengandung 100% protein whey terhidrolisis yang mudah diserap tubuh
Tinggi MCT (medium-chain triglycerides) sebagai sumber energi cepat untuk anak dengan malabsorpsi lemak
Bebas gluten, cocok untuk anak dengan intoleransi gluten
Kandungan laktosanya sangat rendah, yakni 0,4 g/100 g sajian
Dilengkapi 30 vitamin dan mineral untuk mendukung pertumbuhan anak usia 1-10 tahun
| Laktosa | 0.4 gram per 100 gram |
|---|---|
| Kalsium | 328 mg per 100 gram |
| Vitamin D | 3.6 mcg per 100 gram |
| Asam lemak esensial | |
| Isi | 400 g |
| Sertifikasi | BPOM: ML 562409102696 |
Mead JohnsonNutramigen LGG
| Usia pengguna (minimum) | 0 bulan |
|---|---|
| Usia pengguna (maksimum) | 12 bulan |
- Probiotik
- Prebiotik
Susu tanpa laktosa untuk bayi dengan masalah kolik
- Terbuat dari protein kasein susu sapi, tetapi dihidrolis secara ekstensif untuk mengurangi risiko alergi dan kolik
- Mengandung sumber protein yang berasal dari hewani dan nabati, formulanya non-allergenic dan free laktosa
- Diperkaya dengan zinc, vitamin C, omega-3, dan omega-6 untuk memelihara kesehatan dan pertumbuhan bayi
- Susu formula bayi dengan keperluan medis khusus, sebaiknya digunakan di bawah pengawasan tenaga medis
| Laktosa | 0 gram |
|---|---|
| Kalsium | 77 mg |
| Vitamin D | 1.03 mcg |
| Asam lemak esensial | |
| Isi | 400 g |
| Sertifikasi | BPOM: ML 562409060383 |
Kalbe Morinaga IndonesiaMorinaga Chil Mil Soya 2
| Usia pengguna (minimum) | 6 bulan |
|---|---|
| Usia pengguna (maksimum) | 1 tahun |
- Probiotik
- Prebiotik
Mengandung nutrisi lengkap untuk mendukung perkembangan otak bayi pada masa golden age
- Dilengkapi DHA, AA, omega-3, dan omega-6 untuk mendukung perkembangan otak di masa golden age
- Mengandung vitamin B kompleks dan kolin untuk mengoptimalkan fungsi kognitif dan sistem saraf bayi
- Diperkaya probiotik Triple Bifi untuk menjaga kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh bayi
- Diformulasi dengan isolat protein kedelai sebagai pengganti susu sapi, cocok bagi bayi yang alergi atau intoleran terhadap susu sapi
| Laktosa | 0 gram |
|---|---|
| Kalsium | 450 mg |
| Vitamin D | 9.3 mcg |
| Asam lemak esensial | |
| Isi | 200 g |
| Sertifikasi | BPOM: MD 862210706281 |
Sarihusada Generasi MahardikaSGM Bebas Laktosa LLM+
| Usia pengguna (minimum) | 0 bulan |
|---|---|
| Usia pengguna (maksimum) | 1 tahun |
- Probiotik
- Prebiotik
Solusi susu rendah laktosa yang harganya terjangkau!
Cocok untuk bayi dengan intoleransi laktosa atau alergi protein susu sapi
Mengandung calcium caseinate yang telah diolah agar kadar laktosanya hilang
Diperkaya dengan zinc serta berbagai vitamin penting yang baik untuk buah hati
Dirancang untuk bayi usia 0-12 bulan agar tumbuh optimal meski memiliki kondisi khusus
| Laktosa | 0 gram |
|---|---|
| Kalsium | 308 mg |
| Vitamin D | 246 IU |
| Asam lemak esensial | |
| Isi | 200 g |
| Sertifikasi | BPOM: MD 862412039019 |
Mead JohnsonEnfamil A+ Lactofree Care
| Usia pengguna (minimum) | 0 bulan |
|---|---|
| Usia pengguna (maksimum) | 1 tahun |
- Probiotik
- Prebiotik
Bantu jaga ketajaman mata dan otak si kecil sejak dini
Mengandung DHA dan ARA untuk mendukung perkembangan otak dan penglihatan bayi
Diformulasikan tanpa laktosa, cocok untuk bayi dengan alergi susu sapi
Direkomendasikan untuk bayi usia 0-12 bulan yang memiliki gangguan pencernaan
Nutrisi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang optimal bayi dengan kebutuhan khusus
| Laktosa | 0 gram |
|---|---|
| Kalsium | 115 mg |
| Vitamin D | 7.8 mcg |
| Asam lemak esensial | |
| Isi | 400 g |
| Sertifikasi | BPOM: ML 562409058383 |
Kapan bayi dan anak perlu susu rendah atau bebas laktosa?

Susu rendah atau bebas laktosa biasanya diberikan saat kondisi tertentu, seperti anak mengalami diare atau gejala intoleransi lainnya. Selain itu, bayi prematur juga bisa diberikan susu rendah atau bebas laktosa karena pencernaannya yang belum matang.

Susu rendah atau bebas laktosa biasanya diberikan bukan sebagai pilihan utama. Pemberian jenis susu ini dilakukan jika ada kondisi tertentu yang membuat anak tidak bisa mencerna laktosa dengan baik. Beberapa indikasi utamanya adalah:
- Diare berkepanjangan atau infeksi usus. Pada kondisi ini, usus anak sementara tidak dapat mencerna laktosa.
- Bayi prematur karena ususnya belum matang dan enzim pencernaan belum cukup.
- Anak usia >2 tahun yang selalu mengalami sakit perut, kembung, atau diare setelah minum susu, kemungkinan mengalami intoleransi laktosa primer.
- Kondisi medis khusus, seperti malnutrisi berat, penyakit usus, atau pasca operasi pencernaan.
- Kasus sangat jarang, yaitu bayi yang sejak lahir tidak bisa mencerna laktosa sama sekali (defisiensi laktase kongenital).
Perlu diketahui, berdasarkan rekomendasi WHO dan ESPGHAN, bayi dengan diare persisten disertai gejala intoleransi dapat diberikan formula bebas laktosa selama 1–2 minggu. Setelah itu, laktosa dapat diperkenalkan kembali secara bertahap, misalnya melalui yogurt atau susu biasa dalam jumlah kecil. Evaluasi reaksi tubuh anak, lalu konsultasikan ke dokter untuk menentukan apakah penggunaan susu khusus perlu dilanjutkan.

Tidak semua bayi yang gumoh atau kembung membutuhkan susu rendah laktosa. Jangan mengganti susu tanpa konsultasi dokter. Pada sebagian besar bayi, ASI tetap bisa dilanjutkan, karena ASI mengandung laktosa tetapi juga mengandung enzim dan faktor protektif yang membantu pencernaan.
Baca juga rekomendasi makanan bayi lainnya di sini
Jika anak Anda sudah memasuki masa MPASI, pastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi tidak hanya dari susu formula, tetapi juga dari asupan makanan bergizi. Kami menyediakan beragam pilihan makanan pendamping, seperti bubur bayi organik, biskuit bayi, dan tepung gasol. Lihat produk-produk ini melalui tautan di bawah demi nutrisi terbaik bagi si kecil!
5 Rekomendasi Susu Rendah Laktosa untuk Bayi terbaik
No. 1: Nutricia Indonesia Sejahtera|Bebelac|Gold Soya 3
No. 2: Sarihusada Generasi Mahardhika|SGM Eksplor Soya 1+ Madu
No. 3: Nutricia Indonesia Sejahtera|Neocate LCP
No. 4: Nutricia Indonesia Sejahtera|Bebelove Gold Soya 2
No. 5: Kalbe Morinaga|Morinaga BMT Soya Moricare+ 1
Lihat rekomendasi lengkapnya di siniDeskripsi setiap produk diambil dari informasi yang tersedia dari produsen, brand, dan situs marketplace.